Kisah Pengembara Angin

Kisah Pengembara Angin
Penguasa Langit Zephyra#154


__ADS_3

Klii-iiw~


Shiro terus mengepakkan kedua sayap gagahnya untuk bisa terus seimbang dan terbang. Elang berbulu putih itu masih terbang di posisi yang sama sesaat setelah dentuman dan ledakan di langit terjadi. Ia terus menatap sosok hitam Baltazhar yang tampak diselimuti oleh aura serta asap berwarna hitam pekat, bahkan membuat wujud berjubahnya tak terlihat. Kekuatan magis yang begitu kuat dan pekat dirasakan oleh Shiro, bahkan sosok hitam di hadapannya berhasil membuatnya tidak bisa tenang.


Sorot mata tajam berwarna merah terlihat dari balik gumpalan kegelapan yang menyelimuti tubuh serta wujud Baltazhar. Aura gelap pekat menyelimutinya, dan tak pernah berhenti berputar di sekitar tubuhnya.


Elang berbulu putih itu tak tinggal diam melihat hal tersebut, ia mengepakkan kedua sayapnya dengan sangat kuat ke arah depan, dan menciptakan tebasan angin tajam yang kemudian melesat dengan sangat cepat ke arah Baltazhar. Tak hanya sekali dua kali, Shiro melakukan itu berkali-kali dengan sangat kuat.


Sayangnya semua serangan dasar itu tampaknya tidak menyebabkan kerusakan apapun pada sosok Baltazhar. Semuanya ditangkis oleh asap-asap hitam yang tampak bergerak layaknya tentakel yang dimiliki oleh gurita. Akan tetapi hembusan angin yang sangat kencang itu berhasil menyibak serta mengurai gumpalan asap hitam yang menyelimuti tubuh Baltazhar. Tak hanya asap hitam itu saja, namun jubah hitam yang dipakai untuk terus menutupi sosok tubuh Baltazhar juga ikut tertiup hingga memperlihatkan kepalanya dengan cukup jelas.


"KAU ...!?"

__ADS_1


Kedua pupil mata Shiro mengecil, terkejut dan syok ketika melihat sosok sebenarnya di balik jubah serta aura hitam tersebut, dan menyadari siapa yang sedang ia hadapi. Seorang pria berbadan kekar berjubah hitam dengan kulit berwarna merah terbakar atau membara, kepala pelontos dengan sepasang tanduk di atas kepalanya yang berbentuk melengkung ke belakang, dan sepasang taring tajam yang terlihat keluar meski bibirnya tertutup. Sorot matanya masih menyala tajam berwarna jingga kemerahan, dan ia memiliki pupil mata tajam layaknya seekor elang.


Ketika jubah hitam yang senantiasa menyelimuti tubuhnya itu terbuka, Baltazhar juga memperlihatkan sepasang sayap gagah berwarna hitam di punggungnya, dan satu ekor runcing nan tajam berwarna hitam pada pangkal tulang ekornya.


"MUSTAHIL!! Tidak salah lagi!! Namamu bukanlah Baltazhar, kau adalah Satan iblis dari neraka!" lanjut Shiro, terkejut dan masih syok.


"HAHAHAHA ...!!!!" Baltazhar tertawa terbahak-bahak ketika wujudnya terkuak dan terlihat di atas dunia ini untuk pertama kalinya, "udara dunia ini terasa sangat segar sekali, jauh berbeda dari neraka yang hanya ada panas dan dingin yang luar biasa menyiksa," lanjutnya, merentangkan kedua tangannya dengan sikap angkuh, dan sempat memandang pemandangan alam Tanah Zephyra yang ada di bawahnya.


Elang berbulu putih dengan cepat bergerak, terbang mengelilingi sosok Baltazhar yang hanya melayang diam di posisi yang sama, "apapun dirimu, aku tak akan membiarkanmu menguasai langit ini ...!" ucap dengan tegas suara lembut seorang wanita yang terdengar ketika Shiro terbang mengelilingi sosok Baltazhar.


Suasana langit secara perlahan berubah menjadi kelam dengan awan-awan berwarna hitam yang tampak berputar di sekitar mereka berdua. Suara gemuruh guntur terdengar, dan disusul oleh beberapa kali kilatan petir berwarna ungu dari aura gelap di sekitar Baltazhar.

__ADS_1


"Petir ungu? Ini buruk!" Shiro dengan cepat melakukan serangan. Ia memanfaatkan kecepatannya, mengendalikan angin di atas langit tersebut, dan kemudian menyerang secara beruntun menggunakan hembusan angin tajam yang sangat kencang menerpa serta menerjang sosok gelap Baltazhar.


Terdengar suara tertawa terbahak-bahak dari dalam aura gelap bercampur kilatan petir berwarna ungu yang berkali-kali muncul, "semua itu percuma, angin tidak akan bisa menghentikan ku ...!!"


Elang berbulu putih itu berhenti setelah terbang cepat mengelilingi Baltazhar, ia mengepakkan sayapnya dan hanya terbang di tempat, tepat berhadapan dengan sosok gelap Baltazhar yang masih nyaman bersembunyi di balik kegelapan.


Sorot pasang mata berwarna merah terlihat dari balik kegelapan, dan mata itu semakin menyala hingga memperlihatkan adanya kobaran api di dalamnya. Baltazhar menciptakan gumpalan asap pekat di sekitarnya semakin tebal, dan di saat yang bersamaan ia memunculkan cahaya berwarna ungu dengan kedua tangannya yang terulur ke depan.


Tak hanya diam, Shiro juga tak mau ketinggalan. Elang berbulu putih itu tampak semakin bercahaya, kedua iris matanya tampak menyala berwarna kuning keemasan, disusul bulunya yang perlahan berubah warna menjadi hijau muda indah dan bersinar dengan sangat terang. Aura berwarna hijau muda itu juga tampaknya menyelimuti tubuh elang berwarna putih tersebut.


"Aku tidak akan menahan-nahan lagi, kita buktikan siapa yang akan menguasai langit di Zephyra ini!" Baltazhar berseru dengan suara lantang dan tegas, sebelum kemudian ia melancarkan serangan berupa bola sihir berwarna ungu yang melesat dengan cepat ke arah Shiro.

__ADS_1


Di saat yang bersamaan, elang putih tersebut melancarkan serangan area dengan skala yang sangat luas berupa hembusan angin tajam nan kuat, membuat apapun dan siapapun yang terkena akan terhempas dan terkena tebasan layaknya ditebas oleh pedang tertajam di dunia.


Benturan antara dua kekuatan magis berskala besar tidak dapat terelakan, dan menciptakan ledakan yang kedua dengan kekuatan yang lebih dahsyat daripada sebelumnya. Dentuman dan ledakan terjadi kembali di langit Zephyra, kemudian disusul kepulan asap tebal di atas langit dengan petir ungu yang terus menyambar. Tak hanya sekadar ledakan, tabrakan antara kedua kekuatan magis tersebut juga menyebabkan kondisi alam di langit Zephyra tidak stabil. Angin berhembus dengan sangat kencang, awan-awan hitam bermunculan dan hanya berputar di atas pertempuran hebat antara kedua makhluk terbang tersebut.


__ADS_2