
Raja Aiden bersama dengan Welt dan menantunya terlihat sibuk dengan beberapa pelayan istana. Mereka terlihat sedang memperbincangkan sesuatu. Sedangkan Caitlyn, wanita itu berada di sisi lain aula, bersama dengan Altezza dan Bianca. Ia berdiri tepat di sebelah gramophone berwarna emas, yang di atasnya sudah terdapat piring hitam yang siap untuk memutarkan musik.
"Bianca, apakah kamu pernah dansa sebelumnya?" tanya Caitlyn dengan intonasi yang sungguh lembut kepada Bianca yang berdiri tepat di sebelah Altezza.
Bianca menggelengkan kepalanya dan menjawab, "maaf, Yang Mulia. Saya belum pernah memiliki pengalaman dalam hal itu sedikitpun," jawabnya, kemudian menundukkan kepalanya.
Caitlyn melangkah lebih dekat kepada gadis itu, mengusap kepala milik Bianca, tersenyum padanya dan kemudian berkata, "malam ini ibu akan mengajarimu, sekalian dengan Altezza, dia juga belum pernah berdansa sama sekali," ucapnya, sempat melirik kepada putra bungsunya.
Altezza hanya tertawa kecil mendengar dirinya sedang disindir oleh ibundanya sendiri, dan terlihat tidak keberatan dengan hal tersebut. Caitlyn kembali mendekat ke arah meja dan gramophone sebelumnya sembari berbicara, "langsung saja kita mulai, ya ...!"
"Altezza, lakukan tugasmu!" lanjut Caitlyn, menatap lembut dan tersenyum kepada putra bungsunya. Tidak ada reaksi serta ekspresi yang terlalu terlihat, Altezza hanya tersenyum kecil dan mengangguk paham.
Caitlyn memulai musik pada gramophone tersebut, dan membiarkan melodi pelan yang mengalun perlahan. Suara biola terdengar dengan intonasi yang sungguh menenangkan. Laki-laki dengan pakaian putih itu kemudian menghadap kepada perempuannya. Situasinya sangat canggung, bahkan Bianca hanya diam, tidak mengerti dan tidak tahu harus berbuat apa.
Dengan perlahan dan percaya diri, Altezza mengulurkan tangan kanannya dengan sedikit membungkukkan badannya, mengajak pasangannya untuk memulai dansa. Bianca bingung, diam, dengan wajah yang cukup merona.
"Raih tanganku ...!" ucap Altezza, tersenyum tipis, sedikit mengangkat kepalanya, menatap hangat perempuan yang ada di depannya.
__ADS_1
"Ba-baik!" sahut Bianca, gugup. Perlahan ia meraih tangan milik Altezza, dan seketika salah satu telapak tangan miliknya digenggam perlahan oleh laki-laki itu sembari berkata, "izinkan aku memimpinmu di lantai dansa," padanya.
Jarak di antara keduanya perlahan terkikis hingga menyisakan sekitar 30 centimeter saja. Sangat dekat, saking dekatnya jarak tersebut berhasil membuat Bianca semakin berdebar-debar, tersipu, dan gugup. Hal yang sama juga sebenarnya dirasakan oleh Altezza, namun laki-laki itu tampaknya sangat pandai dalam menyembunyikan semua kegugupan tersebut dengan ketenangannya.
Laki-laki itu perlahan meletakkan tangan kirinya di belikat kanan milik Bianca, hingga membuat jarak di antara mereka sedikit lebih dekat daripada sebelumnya, dan membuat Bianca berada di antara kedua lengannya. "Letakkan tangan mu yang satunya di atas bahu kiri ku ...!" pinta Altezza tersenyum, intonasinya terdengar sungguh lembut, berbeda sekali ketika ia berbicara seperti biasa, dan sangat jarang ia berbicara dengan intonasi yang seperti itu.
"Benarkah?" tanya Bianca, mendongakkan sedikit kepalanya untuk menatap sebentar Altezza, sebelum kemudian pandangan tersebut kembali tertunduk, tidak memiliki keberanian untuk terus menatap kedua mata milik pangeran itu.
Altezza mengangguk dan tersenyum. Gadis itu kemudian melakukan apa yang ia minta, meletakkan tangan kanannya di atas bahu kiri miliknya, sebelum kemudian dirinya mengikuti laki-lakinya yang perlahan menuntunnya untuk dansa. Langkah demi langkah perlahan mengikuti ritme serta irama sesuai dengan melodi yang terdengar. Caitlyn hanya melihat pasangan itu dari kejauhan, dan dapat menyaksikan betapa kakunya setiap pergerakan yang dibuat oleh Bianca. Tidak hanya Bianca, Altezza juga sebenarnya masih cukup kaku. Namun tidak seperti hari sebelumnya, di malam ini ia seolah menguasai lantai dansa, lebih percaya diri, dan memimpin pasangannya dengan lemah lembut serta sabar.
Pasangan muda itu seketika menjadi pusat perhatian Aiden, Welt, dan Clara yang diam-diam melihat dari kejauhan, bahkan beberapa kali mereka tersenyum-senyum dengan sendirinya ketika menyaksikan pemandangan yang romantis walaupun cukup canggung. Tidak hanya keluarga kerajaan, namun beberapa pelayan yang berlalu lalang di sana secara tidak langsung juga turut menyaksikan.
Lagi-lagi pandangan Bianca ke bawah, tidak menjawab apa yang ditanyakan oleh Altezza. Laki-laki itu tersenyum dan kemudian berbicara, "besok akan ada lebih banyak mata yang tertuju pada kita."
"Bianca, jangan lepaskan pandanganmu dariku ...! Tetap tatap aku, dan jangan hiraukan orang lain selain diriku ...!" lanjutnya dengan intonasi yang sungguh lembut.
Tanpa berbicara atau berkata-kata. Gadis dengan dress putih polos selutut itu langsung melakukan apa yang diminta oleh Altezza. Ia harus sedikit mendongak ke atas, sebelum akhirnya tatapan mereka berdua saling beradu, kontak mata di antara keduanya sangatlah lekat, terutama tatapan Altezza yang seolah memohon kepada Bianca untuk tidak memalingkan pandangannya dari dirinya.
__ADS_1
"Gerakanmu bagus, Bianca. Aku menyukainya! Lebih santai dan nikmati melodinya, akan lebih baik, serta membuatmu lebih ringan," cetus Altezza, memberikan sedikit pujian sekaligus masukan untuk perempuannya dengan senyuman tulus yang terpampang.
"Bagaimana caranya?" tanya Bianca, intonasinya terdengar sungguh rendah dan lembut, sempat melepas kontak matanya dengan Altezza sebelum akhirnya kembali lagi menatap laki-laki itu.
"Jangan dipikirkan, ikuti saja alurnya ...!" sahut Altezza, dan perlahan sedikit mempercepat serta menambah gerakan dansanya, sekaligus memimpin gadis itu untuk bisa lebih menikmati iramanya.
Bianca hanya mengangguk, tersenyum, dan menaruh kepercayaan sepenuhnya pada laki-laki yang saat ini sangat dekat dengan dirinya. Perlahan ia mulai menguasai gerakan dasar dansa, langkahnya cukup lihai dan serasi dengan pergerakan Altezza yang memimpinnya. Tentu hal tersebut langsung menjadi pusat perhatian, terutama keluarga kerajaan yang melihatnya, melihat pasangan itu asyik di lantai dansa tanpa menghiraukan siapapun orang di sekitarnya.
"Ingin melakukan hal yang sedikit lebih seru?" tanya Altezza, tersenyum bahagia, dengan tatapan yang masih tidak lepas.
"Maksudnya?" sahut Bianca, belum begitu paham dan mengerti dengan maksud dari Altezza.
"Yang aku maksud adalah gerakan selanjutnya," jawab Altezza.
"Saya tidak begitu mengerti, namun sepertinya layak untuk dicoba," sahut Bianca, tersenyum kecil.
Perempuan itu terlihat perlahan mulai menikmati waktunya di lantai dansa, terlebih bersama dengan laki-laki yang sangat terhormat seperti Altezza, senyuman yang ada pada paras cantiknya seolah sulit untuk pudar. Pasangan itu perlahan mengubah gerakan mereka menjadi sedikit lepas, berdansa serta menguasai lantai dansa tersebut serasi dengan ritme musik yang perlahan mulai cepat.
__ADS_1
Sontak hal tersebut semakin menarik perhatian Aiden, Caitlyn, Welt, dan Clara yang melihat dari kejauhan. Tak hanya mereka berempat, namun beberapa pelayan yang sempat lewat sampai menghentikan langkah mereka untuk menyaksikan mereka berdua. Bianca benar-benar melakukannya dengan baik, dan beradaptasi serta belajar dengan sangat cepat.
Begitu pula yang dirasakan oleh Altezza. Saking asyik menikmati momen serta dansa yang mereka lakukan, mereka terus berdansa selama musik belum berhenti. Beberapa perbincangan, gelak tawa dan canda juga sempat terdengar di antara keduanya saat berdansa. Mereka berdua terlihat asyik di lantai dansa, tidak mempedulikan siapapun yang ada di aula tersebut, benar-benar serasa dunia milik berdua.