Kisah Pengembara Angin

Kisah Pengembara Angin
Bola Salju #71


__ADS_3

Beberapa pekan berlalu dengan begitu cepat, memasuki masa pertengahan menuju akhir musim dingin. Bagi kebanyakan orang musim dingin menjadi suatu musim yang menyenangkan, khususnya bagi kalangan anak-anak. Di sore hari yang cerah ini Altezza berjalan seorang diri melalui sebuah lapangan di pinggir kota, dirinya menyaksikan ada banyak sekali anak-anak dari kalangan laki-laki dan perempuan yang tampak asyik sekali berperang salju. Mereka berkelompok enam orang melawan enam orang, dan membangun benteng dari salju di kedua sisi lapangan yang saling berlawanan, sebelum kemudian mereka membuat gumpalan bola salju menggunakan sepasang tangan kecil mereka, dan akhirnya saling serang.


Altezza diam-diam menyaksikan permainan mereka dari kejauhan. Anak-anak itu terlihat bahagia, bahkan beberapa kali mereka tertawa ketika sedang bermain bola salju. Di tengah permainan, seorang anak perempuan berbaju merah muda tiba-tiba saja melihat ke arahnya, menyadari kehadiran sosok pangeran kedua yang sedang asyik memperhatikan mereka.


"Yang Mulia Pangeran?!" cetus anak perempuan itu, menjatuhkan bola salju yang ada dalam salah satu genggamannya, dan kemudian berlari ke arahnya. Apa yang dilakukan oleh salah satu anak itu menarik perhatian teman-temannya, dan mereka juga ikut melihat serta berlari ke arah yang sama, menghampiri Altezza di pinggir lapangan.


"Selamat sore, Yang Mulia!" sapa dua belas anak itu secara bersamaan, menundukkan kepalanya di hadapan Altezza, tersenyum padanya dengan wajah-wajah riang mereka.


"Kalian sedang bermain apa? Seru banget kayaknya," tanya Altezza, tersenyum kepada anak-anak itu.


"Bola salju!"


"Perang salju, Yang Mulia!"


"Memang menyenangkan! Terasa dingin juga, sih."


Mereka langsung menjawab pertanyaan tersebut, sekaligus mencoba menjelaskan perasaan mereka dengan bahasa-bahasa sederhana yang dapat mereka pahami.


"Apakah Yang Mulia mau bermain bersama?" cetus salah seorang anak laki-laki.

__ADS_1


"Apakah orangnya cukup?" sahut Altezza, tersenyum melihat ekspresi ceria anak-anak itu yang seolah sulit untuk pudar, apalagi ketika menatap dirinya.


"Cukup saja!!" sahut beberapa dari mereka.


"Ayo, bermainlah bersama kami, Yang Mulia!" ajak salah satu anak perempuan.


Altezza tersenyum melihat anak-anak itu, masing-masing bola mata mereka terlihat sungguh berharap, dan berhasil membuat hatinya luluh, "baiklah! Kalian satu tim, melawan aku, ya!" ucapnya.


Mendengar keputusan yang diberikan oleh Altezza untuk ikut bergabung pada permainan mereka. Anak-anak tersebut melompat kegirangan, bersorak bahagia. Beberapa dari mereka menarik kedua tangan milik Altezza, dan mengajak pangeran itu untuk bergabung ke tengah lapangan.


Altezza perlahan memasuki lapangan, dirinya dengan sabar dan mengikuti beberapa arahan yang diberikan oleh anak-anak itu. Mereka terlihat menggemaskan di kedua matanya, apalagi ketika anak-anak itu mencoba untuk berbicara namun dengan kosakata sederhana yang mereka pahami.


"Kami akan lempar banyak bola salju, jadi Yang Mulia harus berlindung di balik sini," timpal salah seorang anak perempuan berbaju merah muda, menunjukkan sebuah gundukan salju yang cukup besar.


Setelah arahan-arahan sederhana itu diberikan, permainan pun segera dimulai. Altezza sendirian, berdiri di balik gundukan salju tersebut, dan membuat bola salju dengan kedua tangannya. Belum selesai terbuat, anak-anak tersebut sudah lebih dahulu melemparinya dengan banyak sekali bola salju, sembari bersorak gembira.


***


Berjalan di sore hari dengan mengenakan baju hangat serta syal berwarna merah yang melingkar di lehernya. Tidak sengaja Bianca melewati sebuah lapangan di pinggiran kota, dan menyaksikan sosok yang ia kenal sedang terlibat asyik bermain bersama anak-anak di lapangan tersebut. Dari kejauhan, perempuan itu menghentikan langkahnya sejenak, melihat Altezza yang masih dengan jubah hangat kerajaan berwarna putihnya berlari kesana-kemari dikejar oleh banyak sekali anak-anak yang tidak henti melemparinya dengan bola salju.

__ADS_1


Ekspresi wajah Altezza tampak sangat senang dengan senyuman serta tawanya yang berkali-kali terdengar. Tidak hanya pangeran itu, anak-anak yang bermain bersamanya juga tidak kalah bahagia, mereka tidak henti-hentinya tertawa serta tersenyum.


Langkah dari Altezza akhirnya terhenti, dan menjatuhkan diri di atas lembutnya salju yang tebal menutupi lapangan, serta membiarkan anak-anak itu mengepung dirinya.


"Hahaha, Yang Mulia kalah!"


"Hore kita menang!"


Sorak gembira anak-anak terdengar dan terlihat, mereka melompat kegirangan dengan ekspresi ceria setelah menyaksikan Altezza menyerah, terbaring di atas salju tersebut dan tidak melawan. Pangeran muda itu kemudian beranjak berdiri kembali dengan senyumannya dan berkata, "aku tidak berkutik," kemudian tertawa kecil, disusul oleh tawa dari anak-anak itu.


Tak lama kemudian karena hari juga perlahan menjelang malam. Anak-anak itu satu per satu dijemput oleh ibu mereka yang datang ke lapangan, dan terkejut dengan kehadiran Altezza yang ternyata ikut bermain. Satu per satu dari mereka berterima kasih pada pangeran muda itu sudah mau menemani anak-anak mereka bermain, bahkan anak-anak itu juga menyampaikan rasa terima kasih mereka sendiri.


"Yang Mulia, terima kasih!" cetus anak perempuan ketika sudah berdiri dan digandeng oleh ibunya di pinggir lapangan, melambaikan tangannya kepada Altezza.


Tidak bisa berkata ketika melihat wajah ceria anak-anak itu, Altezza hanya menanggapinya dengan senyuman dan lambaian tangan, sampai pada akhirnya ia menyadari kehadiran Bianca yang diam-diam memperhatikan dirinya dari ujung lapangan. Ketika semua anak-anak yang bermain dengannya sudah pulang bersama orang tua mereka masing-masing, Altezza segera beranjak mendekati Bianca di sana, sembari membersihkan jubahnya dari sisa-sisa salju.


Bianca tertawa kecil melihat Altezza mendekatinya, "anda kelihatannya sangat menyukai anak-anak," ucapnya.


Altezza ikut tertawa dan menanggapi, "tidak juga, kebetulan aku sedang lewat dan tidak sengaja melihat mereka sedang bermain."

__ADS_1


__ADS_2