
Makan malam telah selesai, semua keluarga kerajaan pun berkumpul di aula utama yang sudah penuh dengan dekorasi pesta. Tanpa pakaian formal, mereka hanya mengenakan pakaian santai, dan melakukan persiapan untuk hari esok. Raja Aiden tampak menyampaikan beberapa hal yang perlu diingat terutama oleh kedua putranya, karena mereka berdualah yang akan menjadi pusat perhatian para bangsawan yang akan hadir. Beberapa hal itu mengenai sikap serta aturan yang perlu ditaati, dan ia cukup menegaskan beberapa aturan serta sikap tersebut kepada putra bungsunya.
Altezza terlihat patuh, diam, dan mendengarkan semua arahan tersebut. Hal-hal yang harus ia lakukan sebagai seorang bangsawan, menyambut hangat para tamu yang akan datang besok, bersikap ramah dan selayaknya seorang pangeran ketika bertemu dengan para bangsawan. Tentu beberapa hal tersebut sangat jarang sekali dilakukan oleh Altezza.
"Kau paham apa yang harus dilakukan besok, 'kan?" tanya Aiden kepada Altezza, setelah selesai memberikan beberapa wejangannya.
"Iya, aku paham," jawab Altezza, menundukkan pandangannya.
Caitlyn tersenyum kepada putra bungsunya yang terlihat sungguh patuh, tidak seperti biasanya. Begitu pula dengan Welt dan Clara, mereka juga ikut tersenyum mendengar serta melihat Altezza yang tidak sekeras biasanya ketika berbicara dengan ayahnya.
Di saat yang bersamaan, pengawal setianya yakni Kenan datang dari pintu depan, berjalan menghampiri Altezza dan kemudian menundukkan kepala padanya, "ada tamu untuk anda, Yang Mulia," ucapnya.
"Sana, cepat ajak dia masuk ...!" sela Caitlyn, tersenyum, berbicara kepada putranya.
"Baik, terima kasih," sahut Altezza berbicara kepada Kenan, sebelum kemudian segera beranjak ke gerbang depan istana.
__ADS_1
Di halaman depan istana terlihat Bianca berdiri di antara bunga-bunga serta dekorasi pesta yang cantik memancarkan cahaya berwarna biru. Perempuan itu tampil cantik meskipun hanya menggunakan riasan yang sangat sederhana, bahkan pakaian yang ia pilih hanya mengenakan dress selutut berwarna putih polos. Perempuan itu terlihat tampil sederhana, tidak mengenakan perhiasan apapun, benar-benar sederhana. Altezza segera melangkah mendekatinya, menyambut tamu yang sudah ia nantikan sejak tadi sore.
"Selamat malam, Yang Mulia." Bianca memberikan salam dan hormatnya seperti biasa, tersenyum manis, dan menundukkan kepalanya ketika Altezza berjalan mendekatinya.
"Senang sekali melihatmu datang malam ini," ucap Altezza, melempar senyum.
"Tentu saya datang, sesuai dengan apa yang sudah saya janjikan tadi siang," sahut Bianca, senyumannya masih terpampang, dan ia tidak menatap langsung kedua mata milik laki-laki yang saat ini ada di hadapannya.
Tidak ingin berbasa-basi lebih lagi. Altezza segera mengajak gadis itu masuk ke dalam istana, sekaligus menyambut serta menjamu tamunya. Ia berjalan, bersama dengan Bianca yang juga ikut berjalan tepat di sebelahnya, melewati pintu depan istana yang berukuran amat besar, dan kemudian memasuki lorong depan yang tidak terlalu panjang. Sepanjang lorong itu terhiasi dengan banyak sekali cahaya, perpaduan antara warna emas, biru muda, dan putih, menghiasi dinding serta langit-langit. Tidak ada lukisan di sepanjang dingin, namun tekstur dinding mengandung unsur keemasan yang membuatnya tetap terasa megah dan mewah sekali.
Ketika memasuki aula utama, pandangan Bianca tidak dapat menyembunyikan kesenangan serta betapa kagumnya ia dengan istana ini. Seluruh isi aula, dinding-dindingnya, hingga langit-langit yang terlihat seperti kubah, semuanya penuh dengan hiasan pernak-pernik yang indah seperti permata, dan lagi-lagi perpaduan antara emas, biru muda, dan putih. Namun tidak lupa diri, kedua mata Bianca langsung tertuju pada keluarga kerajaan yang terlihat sedang asyik berkumpul di tengah-tengah aula.
Bianca langsung menundukkan kepalanya dengan penuh hormat dan memperkenalkan diri secara lengkap, "perkenalkan, nama saya Alaqua Bianca Putri, usia saya 18 tahun, pekerjaan saya salah satu pekerja atau petugas perpustakaan."
Sungguh formal sekali, dari sikap serta intonasinya ketika berbicara di hadapan Raja Aiden, Ratu Caitlyn, dan Pangeran Welt beserta istrinya. Meskipun mereka tidak mengenakan seragam atau pakaian formal mereka, namun tetap saja itu tidak mengurangi rasa hormat Bianca ketika berada di hadapan mereka.
__ADS_1
Kehadiran Bianca langsung disambut dengan sangat hangat oleh keluarga Altezza. Caitlyn tersenyum hangat melihat betapa manisnya perempuan yang bersama dengan putra bungsunya. Aiden juga turut tersenyum ramah dengan sikap yang ditunjukkan oleh Bianca. Sedangkan Clara, ia sepertinya yang paling girang di antara anggota keluarganya, wanita itu langsung mendekati Bianca dan kemudian mengajaknya berbicara banyak hal yang tidak Bianca mengerti, seolah langsung mendapatkan teman.
"Ternyata kau cukup pandai dalam mencari perempuan, ya? Ini baru adik ku!" cetus Welt, melangkah mendekati adik kandungnya, dan kemudian berbicara dengan intonasi menyindir sebelum kemudian ia merangkul Altezza.
Perhatian keluarga kerajaan seolah langsung tertarik semua kepada Bianca. Caitlyn dan Aiden juga terlihat asyik bertanya-tanya kepada Bianca, begitu pula dengan Clara yang juga ikut nimbrung di antara pembicaraan mereka bertiga.
"Sudah berapa lama kalian saling kenal?" tanya Aiden.
Bianca tampak terdiam, dengan kedua pipi perlahan merona, pandangannya menunduk ke bawah, bingung untuk menjawab pertanyaan dari Raja Aiden. Altezza langsung ada di sampingnya dan kemudian menjawab, "belum lama, bahkan seminggu saja belum ada."
Selesai dengan pertanyaan itu, muncul pertanyaan lagi dari Clara yang bertanya, "Bianca, apakah kamu suka membaca buku? Kalau memang iya, apa buku favorit mu?!" tanyanya, dengan antusias yang tidak dapat terbendung lagi.
Melihat dan menyadari Bianca cukup kesulitan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari keluarganya, yang rata-rata berasal dari ayah dan kakak iparnya lebih tepatnya. Altezza pun menyela pembicaraan mereka dengan berkata, "ibu, bagaimana kalau kita persiapan untuk besok?" ucapnya, menatap kepada Caitlyn yang berdiri tepat di sebelah Bianca.
Caitlyn sempat tertawa kecil, apalagi melihat wajah cantik Bianca yang perlahan merona. Ia kemudian segera mencairkan suasana, mengajak Altezza dan Bianca ke salah satu sisi aula. Sedangkan Welt, Clara, dan Aiden kemudian disibukkan dengan persiapan lain.
__ADS_1
"Nanti kita berbincang lagi, ya!" seru Clara kepada Bianca, tersenyum senang, bahkan melambaikan satu tangannya kepada Bianca yang perlahan berjalan ke salah satu sisi aula bersama Caitlyn dan Altezza.
"Baik, Yang Mulia," jawab Bianca, tersenyum lembut.