
Aula utama yang sangat luas dan megah, malam ini tempat tersebut dipenuhi oleh banyak sekali bangsawan dari berbagai kasta dan kerajaan. Hampir mereka semua yang hadir berpasang-pasangan, mengenakan pakaian-pakaian mewah mereka, beserta perhiasan-perhiasannya.
Tangan kanan Raja memberikan sebuah pengumuman akan kehadiran Raja Aiden dan Ratu Caitlyn di pesta. Beberapa saat setelah pengumuman tersebut ia katakan, Raja Aiden beserta Ratu Caitlyn perlahan menuruni anak tangga dan berdiri tepat di depan para tamunya.
Situasi aula yang sebelumnya terdengar ramai dengan berbagai perbincangan, secara langsung diam sejenak dengan kehadiran dua orang penting pemimpin Kerajaan Zephyra. Penampilan mereka berdua seketika menjadi pusat perhatian, Raja Aiden mengenakan baju serta jubah formalnya seperti biasa, begitu pula dengan Ratu Caitlyn. Namun yang menjadi pembeda dari hari-hari biasanya adalah beberapa permata yang terpasang indah di kedua mahkota mereka. Sangat mencolok dan menjadi daya tarik tersendiri.
Raja Aiden memberikan pidato singkat dan sambutan hangatnya kepada tamu-tamu terhormat itu. Beberapa kata dan kalimat ia sampaikan dengan sangat ramah dan hangat.
"Kepada yang terhormat, para tamu yang malam ini hadir di ruangan ini. Selamat malam dan salam hangat untuk anda semua. Saya sungguh senang sekali melihat anda-anda sekalian hadir untuk acara yang sangat berharga ini."
Suara Raja Aiden terdengar lantang, berbicara di depan para tamunya dengan aura kewibawaan sebagai seorang pemimpin. Altezza yang masih berada di lantai dua sampai bisa mendengar suara pria terhebat di kerajaan itu sedang memberikan pidato sambutan.
Welt, Clara, Altezza, dan Bianca masih menunggu waktu untuk mereka berempat hadir di pesta yang sudah memasuki awal acara. Di antara mereka berempat, hanya Bianca yang terlihat sungguh tegang, tidak dapat dipungkiri ketegangannya hampir mengalahkan rasa percaya dirinya.
Namun Altezza selalu tersenyum kepada gadis yang berdiri tepat di sebelahnya, dan memberikan rasa ketenangan walaupun laki-laki itu tidak berbicara sama sekali. Bianca juga merasa lebih percaya diri daripada sebelumnya ketika berada di dekat pangeran itu.
"Merasa gugup? Tenang saja, Bianca. Kita akan berdansa di lantai yang sama!" cetus Clara sembari menggandeng Welt, menoleh ke belakang dan tersenyum kepada Bianca.
Bianca hanya melemparkan senyumannya dan berkata, "terima kasih," karena perhatian yang sudah Clara berikan pada dirinya.
__ADS_1
Tidak berselang lama, Weiz kembali datang menemui mereka berempat dan bertanya, "apakah kalian sudah siap?"
Welt, Clara dan Altezza mengangguk yakin, sebelum kemudian Bianca juga ikut melakukan hal yang sama. Melihat mereka benar-benar sudah siap, dan juga sudah terdengar Raja Aiden sudah berada di akhir-akhir kalimat pidatonya. Wiez kemudian langsung berkata, "waktu bagi kalian telah tiba ...!"
Welt dan Clara terlihat antusias, berbeda dengan pasangan yang berdiri di belakang mereka yaitu Altezza dan Bianca yang justru terlihat tegang. Namun meskipun sedang dalam kondisi gugup, Altezza tetap terlihat tenang dan dapat mengendalikan perasaan gugupnya.
Weiz kemudian berjalan perlahan kembali menuruni tangga tersebut bersama kedua pasangan itu. Welt dan Clara berjalan lebih dahulu di depan, dan Altezza dan Bianca mengikutinya dari belakang. Semakin gugup, tentu itu dirasakan oleh Bianca di detik ini.
Altezza menoleh kepada pasangannya dan kemudian berkata, "Bianca, gandeng aku ...!"
"Oh, iya! Ma-maaf, Yang Mulia. Saya hampir lupa," sahut Bianca, langsung menggandeng salah satu lengan milik laki-laki tersebut. Altezza hanya tersenyum melihat gadis itu sedikit salah tingkah.
Panggung orkestra telah dimainkan, lantunan melodi terdengar pelan nan lembut, sangat indah. Kedua pangeran dari Kerajaan Zephyra perlahan memasuki lantai dansa bersama pasangan mereka masing-masing, dan hanya dalam waktu kurang dari satu detik mereka berhasil menjadi pusat perhatian. Namun sepertinya perhatian para tamu lebih sering tertuju kepada Altezza dan Bianca.
Altezza berjalan di lantai dansa dengan menggandeng pasangannya, dan berhenti di tengah-tengah aula sebelum ia memulai dansa. Tidak jauh dari mereka berdua terdapat Welt dan Clara yang juga telah mengambil posisi berdansa.
"Mari kita lakukan, sesuai dengan apa yang sudah kita coba kemarin ...!" ucap Altezza, tersenyum kepada Bianca.
Bianca hanya mengangguk, dan menatap kedua iris mata berwarna hitam pekat nan indah milik laki-laki itu. Perlahan Altezza menggenggam salah satu tangan milik Bianca menggunakan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya berada di belikat kiri milik pasangannya. Welt juga melakukan hal yang sama pada pasangannya yakni Clara, sebelum akhirnya kedua pasangan itu memulai langkah mereka secara perlahan di lantai dansa, berdansa mengikuti irama yang terdengar lembut.
__ADS_1
"Siapa yang bersama pangeran kedua?"
"Sepertinya dia bukanlah bangsawan."
"Yang benar saja?! Yang Mulia Pangeran memilih rakyat jelata sepertinya?!"
Beberapa bisikan sempat terdengar dari antara kerumunan para tamu bangsawan yang sedang menyaksikan momen kedua pangeran itu berdansa dengan masing-masing pasangan mereka. Kebanyakan dari mereka menatap sinis ke arah Bianca, dan tidak suka dengan kehadiran Bianca di lantai dansa tersebut. Hal seperti ini sudah Altezza pikirkan sejak awal, dan dirinya tidak terlalu terkejut dengan semua tatapan serta perbincangan tidak suka itu.
Bianca terlihat cukup terganggu dengan kata-kata yang tidak mengenakkan hati serta telinganya itu. Terlihat dari gerak-gerik kedua matanya yang perlahan turun ke bawah, tidak lagi memandang kedua mata milik Altezza.
"Gerakanmu sungguh indah menggunakan gaun ini, Bianca." Altezza berbicara dengan intonasi rendah ketika berdansa dengan pasangannya, dengan tatapannya yang sungguh lekat menatap kedua mata indah berwarna cokelat muda milik perempuan tersebut.
"Saya cukup gugup, Yang Mulia." Bianca kembali mengangkat pandangannya, dan juga berbicara dengan intonasi pelan sehingga tidak dapat di dengar oleh orang selain Altezza.
Altezza tersenyum hangat, menatap dalam-dalam pasangannya dan kemudian berkata, "aku sangat menyukaimu malam ini, Bianca. Penampilan mu sungguh mengesankan, aku menyukainya."
Wajah Bianca tersipu merona, dan hanya tersenyum serta berkata, "terima kasih, Yang Mulia."
Perbincangan singkat yang dilakukan oleh Altezza di sela-sela dansa mereka tampaknya berhasil mengalihkan Bianca dari kata-kata yang tidak mengenakkan. Fokus Bianca secara langsung teralihkan kembali kepada pangeran itu, dan dansa mereka dapat terus berlanjut tanpa ada kendala. Penampilan cantik Bianca juga tampaknya tidak hanya membuat Altezza terkesan, melainkan juga membuat beberapa tamu pria yang melihatnya turut terkesan.
__ADS_1