Kisah Pengembara Angin

Kisah Pengembara Angin
Masalah yang Tidak Penting #44


__ADS_3

Semua orang terlihat sibuk dengan keasyikan mereka masing-masing di pesta yang begitu meriah di istana megah tersebut. Banyak sekali bangsawan yang hadir di sana, dan mereka semua tidak hanya berasal dari Negeri Zephyra saja, melainkan dari beberapa negeri serta kerajaan lain. Malam yang sungguh indah dengan cuaca yang sangat cerah di malam ini. Bintang-bintang bertaburan di langit, dan terlihat sangat indah walaupun tidak terlihat adanya bulan ini malam ini.


Tidak hanya di istana saja, namun Ibu Kota Kerajaan Zephyra juga terlihat sangat ramai. Jalanan utama mendadak menjadi pusat perbelanjaan. Banyak sekali pedagang baik dari dalam negeri ataupun luar negeri yang menjual barang dagangan mereka. Tidak hanya dari kalangan para bangsawan saja yang menikmati suasana serta euforia pesta, melainkan rakyat biasa di Kerajaan Zephyra juga dapat merasakan hal yang sama.


Altezza dan Welt terlihat asyik berbincang dengan teman-teman masa kecil mereka di antara taman bunga. Tentu acara yang diadakan setahun sekali ini menjadi salah satu ajang untuk bernostalgia juga untuk sebagian orang yang hadir, karena mereka dapat bertemu dengan orang-orang dari berbagai kerajaan. Teman-teman mereka berdua tentu bukanlah orang biasa, mereka adalah beberapa pangeran juga dari kerajaan-kerajaan lain.


Ada tiga orang pangeran dari kerajaan lain yang tampak sedang asyik berbincang-bincang dengan Altezza dan Welt. Ketiga pangeran tersebut adalah Pangeran Xavier berasal dari Kerajaan Lagarde, Pangeran Cedric dari Kerajaan Arandelle, dan yang terakhir adalah Pangeran Azura dari Kerajaan Victoria. Mereka bertiga adalah teman sebaya Welt yang juga memiliki hubungan persahabatan yang sangat baik dengan Altezza.


"Kami berencana untuk berada di sini hingga hari esok," ucap Xavier, melipat kedua lengannya, dan tersenyum kepada Welt dan Altezza.


"Oh, ya?" sahut Welt, lalu ditambahkan oleh Altezza yang lalu bertanya, "apakah kalian sudah merencanakan agenda?"


"Rencana kami ingin mengunjungi Akademi Zephyra, apakah bisa?" sahut Cedric.


Welt tertawa kecil dan tersenyum berkata, "tentu saja bisa, atur saja waktunya."


Azura ikut menambahkan berbicara, "jujur saja aku penasaran dengan sihir angin yang terkenal dari negeri ini."

__ADS_1


"Kalau mau lihat, aku bisa langsung menunjukkannya pada kalian," sahut Altezza.


"Tidak perlu! Kami sudah jelas mengakui kemampuan mu, Altezza." Xavier menyanggah hal tersebut, dan kemudian tertawa kecil. Altezza hanya ikut tertawa melihat reaksi Xavier yang sedikit ketakutan, begitu pula dengan Welt.


"Aku jadi teringat bagaimana tubuh Xavier hampir diterbangkan oleh angin milik Altezza di perkemahan musim panas sepuluh tahun yang lalu," cetus Azura, tertawa melihat reaksi serta ekspresi lucu Xavier.


"Astaga masih saja ingat momen itu," sahut Cedric, ikut tertawa.


Xavier hanya terdiam, dan ikut tertawa kecil ketika kejadian lucu pada masa kecilnya diungkit-ungkit oleh sahabat-sahabatnya. Namun pembahasan soal itu tidak berlangsung lama, karena mereka juga tidak ingin terlalu membuat Xavier sakit hati jika pembahasannya masih terus berlanjut.


Akan tetapi perbincangan mereka berlima terpecah serta teralihkan oleh pemandangan yang cukup menarik perhatian. Dari kejauhan terlihat Clara dan Bianca sedang mendapatkan masalah di mejanya dengan dua orang pria berpakaian berwarna hitam. Melihat hal tersebut, Altezza dan Welt segera bergegas mendekatinya, dan diikuti pula oleh ketiga rekannya.


Clara berdiri di depan Bianca yang terlihat risih dengan kehadiran dua bangsawan tersebut. Karena situasinya dapat mengacaukan jalannya pesta, dan Bianca juga tidak ingin memperpanjang masalah. Perempuan itu menarik Clara untuk menjauh sembari berkata, "sudah, jangan sampai kita mengganggu orang lain di acara ini."


"Sekali lagi saya meminta maaf, kami permisi, terima kasih." Bianca juga tidak lupa untuk berpamitan kepada dua laki-laki tersebut, sebelum kemudian ia beranjak pergi dari sana bersama Clara.


"Ada apa? Apakah ada masalah?" cetus Altezza, menghampiri kedua wanita itu, dan melihat sosok dua laki-laki berpakaian hitam tadi perlahan beranjak pergi dari sana.

__ADS_1


"Maaf, Yang Mulia. Kami sedikit membuat gaduh," ucap Bianca, merasa tidak enak hati dan berbicara dengan pandangan ke bawah ketika berhadapan dengan Altezza.


"Tidak perlu meminta maaf, Bianca! Memang orang itu suka mencari-cari masalah," sahut Clara, masih terlihat kesal. Clara pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Altezza dan Welt, juga didengar oleh ketiga pangeran yang ikut bersama mereka berdua.


"Orang itu tiba-tiba datang dengan pengawalnya, dan berusaha mengajak Bianca berdansa bersamanya. Namun Bianca memberikan jawaban penolakan, yang justru malah membuat dia memaksa, bahkan sempat menarik paksa salah satu tangan milik Bianca." Mulut Clara berbicara dengan sangat lugas, menceritakan serta memberitahukan secara singkat dan langsung kepada inti dari permasalahan.


"Masalah yang tidak penting," gumam Welt, melipat kedua lengannya.


Altezza langsung melirik dan menatap serius Bianca, "apakah yang dikatakan Clara benar?" tanyanya kemudian.


"Benar, Yang Mulia. Namun saya baik-baik saja, kok ...!" jawab Bianca dengan anggukan.


Welt menyela pembicaraan mereka dengan berkata, "ya sudah, yang penting kalian berdua tidak ada yang terluka," menyudahi serta mengakhiri suasana tidak mengenakkan tersebut.


"Orang itu, memang ... sepertinya ... harus diawasi, deh ...?" cetus Xavier dengan tatapan masih memantau gerak-gerik laki-laki yang sempat membuat masalah dengan Bianca dan Clara. Pria berpakaian serba hitam itu berjalan di antara taman bunga menuju masuk ke aula utama istana.


"Iya, kalau tidak salah dia adalah Asta, pangeran dari Kerajaan Mystick yang ku dengar-dengar sedang ada permasalahan di internal mereka gara-gara dia," timpal Azura, dengan pandangan yang sama dengan apa yang dilihat oleh Xavier.

__ADS_1


Altezza sempat menoleh dan menatap laki-laki itu, "jangan khawatir, aku sudah mengawasinya," sahutnya.


Acara meriah itu terus berlanjut, sampai Raja Aiden mengumumkan bahwa acara akan sampai pada puncaknya, yaitu pertunjukkan pesta kembang api yang akan dapat terlihat dari halaman depan istana. Altezza tidak lama kemudian berpisah dengan rekan-rekannya dan juga Welt, bersama dengan Bianca mencari tempat yang sedikit sepi untuk dapat berbicara hanya berdua.


__ADS_2