Kisah Pengembara Angin

Kisah Pengembara Angin
Perpustakaan Istana #31


__ADS_3

"Perpustakaan Istana?" cetus Bianca, berjalan bersama dengan Altezza, melalui sebuah lorong yang akan membawa mereka ke bagian lain dari istana. Di sana adalah letak dari perpustakaan yang dimaksudkan oleh pangeran muda itu.


Altezza mengangguk, menjawab pertanyaan Bianca yang terlihat penasaran, "kami juga punya perpustakaan di sini."


Sepanjang lorong itu sangat sepi, namun terang sekali dengan dekorasi megah istana yang dominan warna emas. Lorong itu tidak terlalu panjang, dan Altezza akhirnya sampai di ujung lorong. Di sana ia bertemu dengan dua orang penjaga yang berjaga tepat di depan sebuah pintu yang terbuat dari keramik putih.


Kedua penjaga itu sempat menundukkan kepalanya ketika melihat kedatangan Altezza. Pangeran itu hanya diam, dan kemudian menyentuh pintu keramik yang tertutup serta terkunci itu. Hanya dengan satu sentuhan dari telapak tangannya, pintu tersebut tiba-tiba saja bercahaya berwarna biru muda sebelum akhirnya terbuka secara perlahan.


Kedua mata Bianca menatap kagum dengan apa yang ia lihat, menyaksikan langsung bagaimana sebuah sihir sedang bekerja di hadapannya. Apalagi ketika pintu tersebut sudah benar-benar terbuka, langsung terlihat di dalamnya banyak sekali rak-rak buku berukuran besar dan dipenuhi buku tentunya.


"Selamat datang, Yang Mulia." Seorang wanita muda yang tampaknya adalah penjaga dari perpustakaan tersebut tiba-tiba saja muncul dari balik sebuah rak, dan langsung menyambut kedatangan Altezza.


"Bagaimana kabarmu, Lia?" tanya Altezza, tersenyum ramah, menyapa penjaga perpustakaan tersebut.


"Baik, Yang Mulia," jawab penjaga tersebut, tersenyum, menundukkan kepalanya.


"Bianca, perkenalkan, ini adalah Adelia, dan dia adalah salah satu dari beberapa penjaga perpustakaan istana saat ini." Altezza kembali berbicara, dan memperkenalkan siapa sosok perempuan yang bekerja sebagai penjaga perpustakaan tersebut.


Bianca tersenyum manis, dan sempat menundukkan pandangannya ketika berkata, "salam kenal, saya Bianca."


"Salam kenal, Bianca. Nama anda sangat cantik seperti pemiliknya," sahut Adelia, tersenyum hangat kepada tamu spesial milik pangeran itu.

__ADS_1


"Terima kasih," ucap Bianca, sangat sopan dan ramah.


"Lia, bisakah kau mengajak kami berkeliling sejenak? Sepertinya Bianca ingin melihat beberapa koleksi buku di istana," sela Altezza, berbicara kepada Adelia, dan sempat melirik kepada Bianca yang berdiri di sampingnya.


"Tentu saja, Yang Mulia. Mari, ikuti saya!" sahut Adelia, bersemangat dan antusias, sebelum kemudian mulai melangkah berjalan menuju ke salah satu bagian perpustakaan.


"Maaf, saya ingin bertanya. Apakah anda berjaga sendiri di perpustakaan sebesar ini?" tanya Bianca ketika berjalan bersama Altezza mengikuti langkah Adelia.


Adelia tersenyum mendengar pertanyaan tersebut, dan sempat sedikit menoleh kebelakang untuk menjawab, "kebetulan saya mendapatkan jadwal untuk berjaga sendiri dari petang tadi sampai tengah malam nanti."


"Tenang saja, saya bukan satu-satunya penjaga perpustakaan yang dimiliki istana, ada beberapa penjaga lain dan kami semua telah dijadwalkan," lanjut Adelia sembari kembali memandang ke arah depan, memimpin jalan.


"Anda kelihatannya sangat tertarik dengan perpustakaan dan buku-buku yang ada di sini, ya?" cetus Adelia, sempat sedikit menoleh dan melirik ke belakang, memandangi gerak-gerik Bianca yang sedari tadi tidak bisa diam memandang ke sana dan ke mari dengan ekspresi senang.


Adelia turut tertawa kecil mendengar apa yang dikatakan oleh Bianca, "dengan banyak membaca, akan dapat memperluas ilmu serta pengetahuan kita, jadi tidak masalah."


"Ngomong-ngomong, kalau tidak salah ... saya pernah melihatmu memakai seragam petugas perpustakaan kerajaan, apakah itu benar?" lanjut Adelia, kembali menoleh kebelakang dan menatap Bianca dengan tatapan penasaran bercampur antusias.


"Tahu dari mana?" jawab Bianca, sedikit terkejut dengan pertanyaan tersebut.


Adelia kembali memandang ke depan dan menjawab, "saya sering mampir ke perpustakaan kerajaan jika tidak sedang berjaga di sini. Di sana ada beberapa buku dongeng fantasi yang sangat saya gemari."

__ADS_1


Bianca tersenyum dan kemudian menjawab pertanyaan wanita itu, "benar, saya bekerja sebagai petugas perpustakaan kerajaan."


"Pekerjaan yang mulia," sahut Adelia, tersenyum hangat.


Kedua perempuan itu terus melanjutkan perbincangan mereka, sembari terus berkeliling serta melihat-lihat koleksi buku yang disimpan di perpustakaan istana. Mereka berdua terlihat mudah sekali untuk akrab, bahkan beberapa kali mereka terlihat asyik berbincang, sampai-sampai seolah mereka melupakan kalau sang pangeran kedua juga ikut serta ada di antara mereka berdua.


Perpustakaan Istana menyimpan banyak sekali buku yang tidak ada di Perpustakaan Kerajaan, dan kebanyakan buku yang ada di istana adalah buku-buku yang menyimpan banyak pengetahuan yang sangat berharga. Bahkan banyak sekali bagian-bagian terlarang di perpustakaan yang tidak dapat diakses oleh orang selain keluarga kerajaan atau orang yang dipercaya oleh keluarga kerajaan, karena memang di dalam bagian-bagian terlarang itu menyimpan banyak sekali buku yang menyimpan banyak rahasia serta pengetahuan terbatas. Menghormati serta menaati peraturan yang ada, Bianca tidak ingin mengganggu serta menyambangi bagian-bagian terlarang itu, meskipun Altezza memperbolehkan dirinya untuk melihat buku-buku yang disimpan di sana.


"Ada beberapa buku di akademi kerajaan yang berasal dari sini, seperti contohnya buku-buku soal pengetahuan sihir, pengendalian dasar sihir, dan soal pengetahuan bertempur lainnya." Adelia sempat menerangkan hal tersebut ketika membawa Bianca dan Altezza berjalan menyambangi bagian lain dari perpustakaan yang sangat besar itu.


"Wah, sungguh hebat!" gumam Bianca, kagum.


Perhatian dari Bianca tiba-tiba saja tertarik pada sebuah buku dari suatu rak yang baru saja ia lewati. Buku tersebut memiliki sampul yang berbeda, karena di sampul depan dari buku itu terdapat sebuah motif berbentuk taring yang cukup besar. Buku itu juga sangat tipis, dan menyimpan tidak lebih dari seratus halaman.


"Ini adalah buku pengetahuan dasar soal makhluk-makhluk yang perlu diwaspadai oleh para petualang," ucap Adelia, ikut menghentikan langkahnya, dan mendekati Bianca.


Bianca membuka buku tersebut, serta langsung dapat membaca banyak halaman bergambar, dan di bawah dari gambar-gambar mahkluk yang ada di buku itu terdapat beberapa kolom serta tulisan yang mendeskripsikan pengetahuan mengenai makhluk pada gambar di atasnya.


"Ternyata ... ada beberapa yang mengerikan, ya ...?" gumam Bianca setelah membalikkan beberapa halaman, dan melihat beberapa gambar makhluk hidup dengan bentuk yang sangat aneh.


"Yang bentuknya aneh serta tidak lazim itu, kami menyebut mereka dengan sebutan monster," sela Altezza yang juga melihat isi dari buku tersebut.

__ADS_1


"Mengerikan," gumam Bianca, kemudian menutup buku itu perlahan , menyudahi bacanya, dan mengembalikannya ke tempat semula.


Adelia kembali mengajak Bianca dan Altezza untuk berkeliling di perpustakaan tersebut. Beberapa kali Bianca berbincang dengan Adelia, dan mereka terlihat sangat akrab. Altezza lebih banyak diam, tersenyum menyaksikan serta menyimak perbincangan mereka berdua.


__ADS_2