
Beberapa menit telah berlalu, dan waktu bekerja Bianca akhirnya selesai juga. Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya hari ini, gadis itu langsung keluar dari meja resepsionis, dan kemudian mencari keberadaan Altezza yang tidak terlihat lagi setelah berjalan-jalan melalui rak-rak buku yang ada. Bianca terlihat cukup bingung, karena setelah ia memasuki beberapa bagian perpustakaan, dirinya tidak menemukan sosok laki-laki tersebut.
Namun setelah memeriksa satu-persatu bagian perpustakaan tersebut. Bianca akhirnya menemukan sosok yang ia cari-cari, sedang berdiri menghadap sebuah rak buku yang berukuran amat besar dan tinggi, serta dalam keadaan sibuk membaca sebuah buku di kedua tangannya.
"Ma-maaf telah membuat anda menunggu, Yang Mulia." Bianca langsung menghampiri laki-laki itu, menyapa, dan kemudian sedikit menundukkan kepalanya.
Altezza menutup buku yang ia baca, mengembalikannya di rak, kemudian berbalik badan dan berkata, "sudah selesai?" ucapnya bertanya dengan ramah.
Bianca mengangguk tersenyum menjawab, "sudah, Yang Mulia."
"Apakah kau punya kegiatan lain setelah ini?" tanya Altezza.
Bianca menggelengkan kepalanya menjawab, "tidak ada, Yang Mulia." Laki-laki di hadapannya terlihat tersenyum mendengar jawaban tersebut, dan langsung kemudian menawarkan, "jika kau mau, aku ingin mengajakmu jalan, sekaligus membicarakan apa yang ingin ku bicarakan denganmu."
"Jalan?" cetus Bianca, menatap dengan tatapan terkejut dengan apa yang ia dengar. Dirinya benar-benar tidak menyangka akan mendapat tawaran tersebut dari laki-laki yang sangat terhormat, bahkan juga dihormati oleh seluruh rakyat kerajaan, dan saat ini laki-laki itu berada di hadapannya, menatap dirinya dengan tatapan santai.
"Ya, aku merasa perpustakaan bukanlah tempat yang cocok untuk berbincang," sahut Altezza, tersenyum tipis ketika memandangi betapa indahnya kedua bola mata berwarna cokelat muda milik gadis di hadapannya.
"Te-tentu! Sebuah kehormatan bagi saya untuk menerima tawaran tersebut," ucap Bianca terlihat cukup gugup, memberikan jawaban, menerima tawaran tersebut.
Altezza hanya tersenyum mendengar jawaban dari Bianca. Ia pun segera beranjak dari tempat tersebut, bersama dengan perempuan itu, pergi dari perpustakaan kerajaan. Tidak ada tujuan pasti akan ke mana, namun Altezza mengambil keputusan awal untuk mengajak perempuan itu jalan dengannya.
Berjalan berdua di atas trotoar, di bawah langit gelap yang mulai bertaburan dengan bintang. Lampu-lampu jalan juga perlahan menyala terang, dan kepadatan kota perlahan menurun. Bianca terus berjalan agak sedikit di belakang pangeran muda itu. Beberapa orang yang dilalui oleh mereka berdua, pasti selalu menyapa ramah, dan memberikan hormat kepada Altezza.
"Mengapa pandanganmu selalu ke bawah? Apakah ada masalah? Atau ada yang membuatmu tidak nyaman?" cetus Altezza, sedikit memperlambat langkahnya, menoleh dan menatap kepada Bianca yang kini berjalan tepat bersebelahan dengannya.
__ADS_1
"Maaf, Yang Mulia. Saya hanya merasa ... bahwa saya ... tidak cocok untuk berjalan berdampingan dengan anda," jawab Bianca dengan intonasi yang sungguh rendah dan lembut, berbicara dengan sikap serta bahasa yang sangat sopan, serta dengan senyuman tipis yang hampir selalu ia perlihatkan ketika berbicara.
Altezza menghela napas ringan mendengar jawaban tersebut, "dibawa santai saja, jangan terlalu kaku dan formal ...!" ucapnya, kemudian lanjut berkata, "lagipula aku yang mengajakmu untuk jalan bersamaku," lanjutnya kembali memandang ke arah depan.
Bianca tersenyum secara sembunyi-sembunyi sembari sedikit tertunduk mendengar apa yang dikatakan oleh Altezza, "baik, Yang Mulia," ucapnya kemudian.
"Oh iya, bisakah aku meminta untuk jangan terlalu kebanyakan memanggilku menggunakan sebutan 'Yang Mulia'?" cetus Altezza, menoleh, dan meminta hal tersebut.
"Lalu bagaimana saya memanggil anda?" sahut Bianca, menoleh dan menatap bingung laki-laki di sampingnya.
"Cukup sebut nama saja," jawab Altezza.
Bianca terlihat senang mendengar jawaban tersebut. Namun ia tidak bisa melakukan apa yang dikatakan oleh Altezza, karena menurutnya memanggil seorang bangsawan terhormat seperti Altezza hanya dengan sebutan nama adalah perbuatan yang lancang.
Altezza hanya diam tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh gadis yang saat ini berjalan bersamanya. Perempuan itu terlihat sangat sopan dan benar-benar menjaga sikapnya, hingga tidak mau memanggil dirinya hanya dengan sebutan nama. Terkadang dirinya mengeluh dengan peraturan di dunia ini, yang mengharuskan rakyat biasa memanggil keluarga kerajaan dengan sebutan "Yang Mulia".
...
Di sebuah taman yang terletak di pusat ibu kota kerajaan, Altezza menghabiskan waktunya bersama dengan Bianca di sana. Tidak melupakan tujuan awalnya, laki-laki itu terlihat sedang mencari-cari momen yang tepat untuk mengungkapkan tujuannya. Tidak sulit, namun juga tidak mudah bagi Altezza.
Situasi taman yang tidak terlalu ramai dengan pengunjung, karena memang hari sudah gelap. Altezza masih berbincang beberapa hal sembari terus berjalan, mengelilingi sebuah danau yang ada di tengah-tengah taman tersebut bersama dengan Bianca.
"Kau tahu soal pesta musim gugur yang sebentar lagi akan dimulai?" tanya Altezza, sedikit berbasa-basi, dan mencoba untuk menarik topik pembicaraan mengarah ke sana.
Ekspresi wajah Bianca sungguh ceria ketika mendengar pertanyaan tersebut, "tentu saja! Bukankah pesta itu akan dimulai lusa? Jujur saja saya cukup menantikannya!" jawabnya.
__ADS_1
"Menantikannya?" cetus Altezza, tersenyum mendengar jawaban perempuan itu.
Bianca sempat menoleh, mengangguk, dan kembali memandang ke depan sembari berkata, "iya, karena pesta itu menjadi pertanda bawah musim gugur akan segera berakhir, dan musim dingin akan segera datang."
"Oh, apakah kau pernah mengikuti pesta musim gugur di tahun-tahun sebelumnya?" tanya Altezza kembali.
Bianca masih dengan senyumannya, menggeleng dan menjawab, "tidak, saya hanya merasakan pesta itu sekali ketika masih di usia 10 tahun, dan pada saat itu kebetulan pesta tersebut diselenggarakan di kerajaan ini."
Mereka berdua terus menikmati suasana malam di taman itu, berjalan di tepi danau yang cukup luas dan panjang. Beberapa kali Bianca bercerita mengenai pengalaman pertama mengikuti meriahnya pesta musim gugur ketika ia masih kecil, dan beberapa kali Altezza berhasil dibuat tersenyum ketika memperhatikan gadis itu bercerita. Pesta musim gugur adalah salah satu pesta yang tidak hanya dirayakan oleh para bangsawan saja, melainkan juga dapat dirayakan oleh semua orang tanpa terkecuali.
Ketika perbincangan kembali tenang, dan Bianca selesai setelah asyik bercerita kepada pangeran tersebut. Altezza pun langsung mengambil momen itu untuk berbicara, "sebenarnya ... aku punya masalah yang belum terselesaikan, dan itu berhubungan dengan pesta yang akan dilaksanakan di istana."
"Masalah?" cetus Bianca, reflek bertanya.
"Ya, pada pesta tersebut terdapat sesi dansa, dan aku diwajibkan untuk ikut serta. Namun sayangnya aku belum memiliki serta menemukan pasangan untuk pesta itu." Bianca hanya diam, terlihat benar-benar serius menyimak serta mendengarkan apa yang dikatakan oleh Altezza.
"Maka dari itu aku menemui mu," lanjut Altezza, menoleh dan menatap perempuan berambut panjang cokelat kemerahan itu.
Bianca menghentikan langkahnya, dan kembali dibuat terkejut dengan apa yang dikatakan oleh laki-laki tersebut. Ia seketika diam terpaku dengan tatapan kosong seolah sedang berpikir dan mencerna maksud dari apa yang dikatakan oleh Altezza.
"Maaf, Yang Mulia. Saya belum mengerti maksud anda," ucap Bianca, menatap pangeran tersebut dengan tatapan bingung.
Sudah cukup lama berbasa-basi. Altezza memutuskan untuk mengungkapkan tujuan awalnya menemui perempuan bernama Bianca itu. Meskipun dari luar laki-laki itu terlihat sangat tenang seperti biasa, namun di dalam hatinya seolah sedang terjadi pertempuran menguji nyali.
Altezza menatap serius gadis yang ada di hadapannya kemudian berkata, "Raja memberiku perintah untuk segera mencari pasangan pesta, dan aku telah memutuskan untuk menawarkan serta mengajak dirimu untuk datang ke pesta di istana bersamaku. Apakah kau mau menerimanya? Dan jadilah pasanganku di pesta itu ...!"
__ADS_1