
Dansa pembuka tidak berlangsung lama, dan para tamu tak lama kemudian diperbolehkan untuk bergabung atau ikut berdansa. Lantai dansa sekarang dipenuhi oleh orang yang berpasang-pasangan, sedangkan yang tidak berniat atau menginginkan dansa, mereka bisa langsung ke halaman samping istana untuk menikmati banyak sekali hidangan. Hal tersebut juga dilakukan oleh pangeran kedua yaitu Altezza yang tidak lama kemudian mengajak pasangannya yakni Bianca menuju ke taman samping.
Tentu kehadiran pangeran muda itu sangat menarik perhatian para tamu yang melihatnya, terutama tamu-tamu dari kalangan wanita. Mereka sungguh antusias ketika melihat paras milik Altezza melintas, bahkan beberapa dari mereka memberanikan diri untuk menghentikan langkah pangeran tersebut dan menyapa. Tidak peduli meskipun Altezza masih bersama pasangannya.
"Selamat malam, Yang Mulia!" sapa tiga orang wanita bergaun mewah dan cantik berwarna putih kompak tiga-tiganya. Mereka terlihat sangat senang ketika dapat berhadapan langsung dengan laki-laki yang didambakan oleh kebanyakan wanita di seluruh kerajaan itu.
"Malam," sahut Altezza, datar, dan kemudian melanjutkan langkahnya menggandeng Bianca.
Bianca terlihat tidak enak hati kepada tiga perempuan tadi, karena mereka tampak tidak dipedulikan oleh Altezza, "mengapa anda menaruh rasa cuek kepada mereka?" tanyanya.
Dengan intonasi serta ekspresi datar Altezza langsung menjawab, "motif serta tujuan mereka menyapa ku sudah sangat terlihat, dan aku tidak tertarik dengan hal itu."
Bianca kembali diam, masih bergandengan dengan pangeran itu--bukannya dirinya yang ingin terus menggandeng, namun tampaknya Altezza yang justru tidak ingin melepaskan pasangannya.
Suasana taman samping istana sangat ramai sekali dengan para bangsawan dari berbagai kerajaan. Meja-meja bundar itu telah diduduki oleh sebagian tamu yang mulai menikmati beberapa hidangan mewah yang disajikan. Beruntung tempat untuk keluarga kerajaan tuan rumah sudah disediakan secara khusus, jadi Altezza tidak perlu pusing untuk mencari tempat duduk.
Di area yang dijaga ketat oleh para penjaga istana itu, terlihat Ratu Caitlyn yang tengah asyik berbincang dengan beberapa ratu dari kerajaan lain di mejanya. Pemandangan yang sangat langka bisa menyaksikan ratu-ratu itu berbincang di meja yang sama dengan sangat harmonis, dan sekarang Bianca bisa melihatnya secara langsung.
Sebelum beranjak untuk duduk di mejanya, Altezza menyempatkan waktu untuk menghampiri para ratu itu bersama dengan Bianca. Kehadirannya disambut dengan sangat baik dan hangat oleh para ratu yang tengah berkumpul dengan ibundanya. Sikap mereka sangat ramah sekali, bahkan mereka juga bersikap sangat baik kepada Bianca yang ikut bersamanya.
"Ya ampun, Altezza. Semakin dewasa kamu semakin tampan, ya ...!?" ucap seorang wanita bergaun putih bercorak keemasan, dengan mahkota ratu berwarna emas berbentuk bunga.
Altezza hanya tersenyum, menundukkan kepalanya dan berkata, "terima kasih, Yang Mulia."
__ADS_1
"Tunggu, apakah yang bersama mu ini adalah tunangan mu?" cetus wanita bergaun biru muda, dengan mahkota berwarna biru muda bersinar. Pandangannya mengarah kepada Bianca yang berdiri tepat di samping Altezza, dan sedari tadi menggandeng Altezza.
Bianca terkejut mendengar pertanyaan itu, namun Altezza langsung menjawabnya dengan tenang, "doakan yang terbaik saja, Yang Mulia."
"Ya sudah, kamu boleh bebas menikmati acaranya!" ucap Caitlyn kepada putra bungsunya.
"Baik, kalau begitu saya permisi terlebih dahulu," ujar Altezza, menundukkan kepalanya, begitu pula dengan yang dilakukan oleh Bianca sembari tersenyum kepada wanita-wanita terhormat itu, sebelum akhirnya mereka berdua beranjak dari sana.
Altezza berjalan menghampiri meja bundar yang sudah ditempati oleh Clara, dan kemudian duduk di salah satu bangku yang ada di sana. Bianca juga ikut duduk pada bangku yang terletak tepat di sebelah Altezza.
"Hai!" sapa Clara, tersenyum senang karena Bianca duduk satu meja dengannya. Bianca menanggapinya dengan anggukan dan senyuman.
"Di mana Welt?" tanya Altezza kepada Clara.
Altezza melihat ke arah yang sama dengan Clara, dan langsung dapat menyaksikan Welt sedang berbincang dengan beberapa laki-laki. Dari kejauhan Welt melihat dirinya, dan langsung melambaikan tangannya, memberi kode kepada Altezza untuk mendekat padanya.
"Clara, temani Bianca sebentar, ya!" ucap Altezza.
"Oke! Nanti aku mau ajak Bianca cobain makanan, kamu mau 'kan, Bianca?" sahut Clara kemudian dengan antusias menatap kepada Bianca.
"Baik, Yang Mulia." Bianca mengangguk dan tersenyum senang.
Merasa Bianca akan baik-baik saja bersama Clara. Altezza pun beranjak dari tempatnya, berjalan menemui Welt di antara taman bunga yang ada, meninggalkan Bianca bersama kakak iparnya.
__ADS_1
Clara tiba-tiba berpindah tempat duduk, berpindah ke bangku yang berada lebih dekat dengan Bianca sebelum kemudian berbicara, "aku akan memperkenalkan mu satu-satu orang-orang penting dan luar biasa yang hadir di sini."
Perempuan bergaun putih itu kemudian menunjuk ke arah meja bundar milik Caitlyn yang terlihat asyik berbincang dengan para ratu dari berbagai kerajaan. Bianca melihat ke arah yang sama, dan kemudian mendengarkan apa yang Clara katakan.
"Wanita bergaun putih bercorak keemasan serta mahkota berbentuk bunga itu, dia adalah Ratu Elina dari Kerajaan Flowring. Sedangkan yang berada di sampingnya, wanita bergaun biru muda itu dan mahkota permata biru muda juga, dia adalah Ratu Arabelle dari Kerajaan Arandelle."
"Sedangkan yang mengenakan gaun berwarna putih, duduk tepat di sebelah Ratu Caitlyn, dia adalah Ratu Victoria dari Kerajaan Victoria. Di sebelahnya yang bergaun putih juga namun dengan corak berwarna biru muda, dia adalah Ratu Aqilla dari Kerajaan Neverley. Dan di sampingnya lagi yang bergaun biru muda namun bercorak keemasan, dia adalah Ratu Freya dari Kerajaan Lagarde."
Bianca terlihat kagum dan tidak menyangka dengan apa yang ia lihat serta dengar. Nama-nama yang disebutkan itu sering ia baca di beberapa buku pengetahuan umum yang ada di perpustakaan. Wanita-wanita hebat dan terhormat, dan saat ini meskipun dirinya sebagai rakyat biasa, dirinya mendapatkan momen serta kesempatan untuk bisa menatap serta menyaksikan mereka. Wanita-wanita cantik dan hebat itu, terlihat asyik berbincang dan bercanda tawa dengan Ratu Caitlyn di sana.
"Sebenarnya tidak hanya lima kerajaan yang ada di sini," lanjut Clara, tersenyum tipis kepada Bianca.
Perhatian Bianca kemudian tertuju ke arah dua pangeran dari Kerajaan Zephyra yang terlihat tengah asyik berbincang dengan beberapa laki-laki berseragam formal di antara taman bunga, dan mereka adalah orang-orang penting juga.
"Tiga laki-laki yang sedang berbincang dengan Welt dan Altezza, mereka adalah pangeran dari tiga kerajaan sahabat," ucap Clara, dan kemudian tersenyum kepada Bianca yang masih menatap kagum kumpulan pangeran itu.
Meskipun semua pangeran yang hadir memiliki paras yang tampan, namun sepertinya pandangan serta perhatian Bianca hanya terfokuskan pada satu pangeran saja yang saat ini terlihat tersenyum serta tertawa beberapa kali.
Clara menyadari tatapan Bianca mengarah ke siapa. Dirinya mendekatkan wajahnya tepat di sebelah Bianca dan kemudian berceletuk, "oh, yang itu? Dia mah Altezza, pangeran yang berdansa denganmu tadi."
Bianca terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Clara, "bu-bukan, maksud aku ...," Bianca langsung menundukkan wajahnya yang terlihat sangat merona itu, dan bingung untuk berkata-kata. Namun Clara hanya tertawa kecil menyaksikan paras imut itu ketika tersipu malu.
"Sudahlah, yuk! Ikut aku mencicipi beberapa menu mewah yang ada di sini! Aku yakin kamu pasti menyukainya!" cetus Clara, meraih salah satu tangan Bianca, menggenggamnya, dan kemudian mengajaknya beranjak pergi ke meja salah satu prasmanan yang ada sedikit jauh dari posisinya berada.
__ADS_1