Kisah Pengembara Angin

Kisah Pengembara Angin
Tamu Kerajaan Mulai Berdatangan #40


__ADS_3

Altezza bersama dengan Welt sudah berada di halaman belakang istana. Namun hingga langit hendak malam dan sebentar lagi pesta akan segera di mulai. Mereka berdua tidak melihat adanya tanda-tanda dari elang putih bernama Shiro itu. Altezza sendiri juga tidak dapat merasakan keberadaan Shiro di sana, begitu pula dengan Welt yang tidak melihat adanya pergerakan sedikitpun dari balik pepohonan.


"Kau ... tidak sedang meracau, 'kan?" tanya Welt menatap aneh dan bingung saudaranya.


"T-tidak, seharusnya elang itu ada di sini. Dia sering bersembunyi di balik pepohonan," sahut Altezza, tatapannya masih terus melihat serta mencari tanda-tanda keberadaan Shiro, namun hasilnya nihil.


Welt menghela napas, dan tidak ingin mempermasalahkan hal tersebut. Pangeran pertama itu beranjak pergi dari lapangan latih sembari berkata, "Altezza, lebih baik kita bersiap-siap, sebentar lagi pestanya akan segera dimulai."


Altezza masih terdiam di sana, dan terlihat sangat bingung dengan keadaan. Shiro benar-benar menghilang. Biasanya ketika pangeran kedua itu menampakkan diri di halaman belakang, Shiro akan langsung datang menyambut kehadirannya. Namun di sore menjelang malam ini, Shiro benar-benar tidak datang, seperti menghilang begitu saja.


"Hei, kau baik-baik saja?" cetus Welt, menghentikan langkahnya di antara taman bunga, menoleh ke belakang dan menunggu adiknya.


Altezza segera beranjak pergi dari tempat itu, menghampiri kakaknya, dan kemudian mereka berdua berjalan kembali masuk ke dalam istana. Bingung dan aneh, sekaligus merasa sedih dan khawatir. Hati pangeran muda itu sepertinya sedang galau dengan menghilangnya Shiro secara tiba-tiba.


***


"Yang Mulia, tamu untuk anda sudah datang," ucap seorang prajurit penjaga gerbang istana, menghampiri Altezza ketika berada di aula utama.

__ADS_1


Altezza mengangguk dan menjawab, "baik, suruh saja dia masuk!"


Tak berselang lama setelah penjaga itu kembali beranjak menuju ke depan istana. Seorang gadis cantik walau hanya dengan pakaian sederhananya berwarna cokelat muda dan rok panjang berwarna putih. Bianca berjalan perlahan memasuki aula tersebut dengan pandangan kagum terhadap dekorasi aula yang sudah benar-benar seratus persen siap digunakan untuk pesta.


Melihat kedatangan Bianca, Welt yang berdiri di samping Altezza berkata, "aku akan menunggumu di ruang persiapan," kemudian segera beranjak pergi dari sana, tidak ingin mengganggu waktu adiknya.


"Selamat malam, Yang Mulia." Bianca segera menghampiri Altezza, dan kemudian menundukkan kepalanya, memberikan hormat kepada pangeran tersebut.


"Aku kira kau melupakannya," jawab Altezza, tersenyum senang dengan kehadiran perempuan itu.


Bianca mengangkat kembali kepalanya, dan tertawa kecil dengan senyumannya yang sungguh manis nan cantik, "bagaimana cara saya bisa melupakannya, sedangkan semalam saya sempat kesulitan untuk tidur karena memikirkannya?" ucapnya, berakhir dengan senyuman tersebut.


"Apakah kau sudah siap untuk malam ini?" tanya Altezza, berbasa-basi ketika berjalan menaiki sebuah tangga yang cukup besar berlapiskan karpet merah bersama dengan Bianca.


Bianca tersenyum tipis, meskipun ekspresinya menyimpan keraguan dan penuh dengan kegugupan, namun perempuan itu menjawab, "t-tentu, Yang Mulia."


Altezza bersama dengan Bianca sampai di lantai dua, bagian lain dari istana yang juga luas. Ketika berada di lantai tersebut, mereka berdua langsung bertemu dan disambut hangat oleh Ratu Caitlyn bersama dengan dayang-dayang nya.

__ADS_1


"Akhirnya kamu datang juga," kata-kata penyambut Caitlyn ketika melihat sosok Bianca di sana. Wanita anggun dengan gaun serta mahkota emas bercampur permata dan sangat berkilau itu menyikapi dengan lembut dan hangat kehadiran Bianca di sana.


"Malam, Yang Mulia." Seperti halnya ia menyapa dan memberikan hormat kepada Altezza. Bianca melakukan hal serupa ketika berhadapan dengan wanita terbaik di kerajaan itu.


"Altezza, temui Welt di ruang ganti!" pinta Caitlyn kepada putranya, kemudian menatap hangat Bianca dan berkata, "kamu ikut aku ya, Bianca ...! Aku sudah mempersiapkan gaun untuk kamu gunakan."


"B-baik, Yang Mulia. Terima kasih banyak," sahut Bianca, kembali menundukkan kepalanya, berbicara dengan kerendahatiannya.


Pasangan itu berpisah di sana, Altezza berjalan menuju ke sebuah ruang persiapan yang ada di lorong sebelah kanan, sedangkan Bianca berjalan bersama Caitlyn menuju ke ruang persiapan lain di lorong sebelah kiri.


***


Negeri Zephyra, malam ini menjadi malam yang indah untuk negeri yang indah. Pelabuhan Ormos kedatangan banyak sekali kapal-kapal besar dengan berbagai macam bendera kerajaan dari luar negeri. Tempat tersebut menjadi sangat ramai di petang hari ini, dan dijaga oleh banyak sekali prajurit kerajaan, bukan hanya dari pihak Kerajaan Zephyra saja, melainkan juga dari pihak-pihak kerajaan pendatang. Banyak kereta kuda dengan desain mewah yang terparkir di depan pintu utama pelabuhan, beserta pasukan berkuda lainnya.


Waktu perlahan berlalu, dan secara perlahan Ibu Kota Kerajaan Zephyra terlihat sangat ramai sekali. Banyak rombongan kereta kuda para bangsawan yang datang memenuhi jalanan utama. Banyak dekorasi serta lampion yang menyala sepanjang jalan dan di setiap depan rumah warga.


Rombongan kereta kuda para bangsawan itu mendapat sambutan hangat dari rakyat Kerajaan Zephyra. Mereka memenuhi setiap pinggir jalan utama, dan bersorak gembira menyambut kedatangan tamu-tamu terhormat kerajaan. Euforianya sungguh terasa, gemerlap lampu kota juga terlihat sungguh indah.

__ADS_1


Tak berselang lama, rombongan kereta kuda itu perlahan menaiki jalanan sebuah bukit untuk sampai ke istana yang terlihat sangat megah meskipun dari kejauhan. Istana tersebut terlihat sangat cerah dengan dominasi cat berwarna putih.


Kerajaan Zephyra tidak hanya ramai dengan masyarakat yang juga hendak menikmati euforia pesta musim gugur tersebut, melainkan dari sisi penjagaan juga sangat diperketat. Di setiap sudut kota, di antara kerumunan masyarakat, di setiap menara serta tembok kerajaan, dan hampir di semua tempat terlihat adanya penjaga lebih dari lima orang minimal. Sedangkan penjagaan untuk istana sendiri lebih banyak dan lebih ketat daripada sebelumnya. Tidak hanya prajurit biasa saja yang diturunkan untuk menjaga jalannya pesta, namun dari pihak ahli sihir kerajaan juga turut dikerahkan untuk menjaga. Semua itu berdasarkan perintah langsung dari Raja Aiden, karena tentu saja ia ingin jalannya pesta yang akan dimulai malam ini berjalan dengan baik dan aman.


__ADS_2