Kisah Pengembara Angin

Kisah Pengembara Angin
Kekuatan Alam #69


__ADS_3

Setelah mencoba busur tersebut, Altezza duduk di sebuah bangku kayu panjang yang ada di tepi lapangan bersama Kenan. Beristirahat sejenak setelah seharian penuh ia gunakan hanya untuk berlatih, lelah, namun tidak berkeringat karena cuaca yang sangat dingin. Beruntung ia mengenakan jubah hangatnya.


"Yang Mulia, apakah anda sudah mempersiapkan segala keperluan untuk rencana anda berkelana?" Kenan bertanya ketika duduk tepat di sebelah Altezza.


"Aku akan mengaturnya di pertengahan musim dingin," jawab Altezza dengan santainya, bersandar pada bangku taman itu.


"Lalu bagaimana dengan tanggapan Baginda Raja? Apakah anda sudah membicarakan soal itu kepada beliau?" tanya Kenan, menoleh dan menatap laki-laki berambut hitam pekat itu.


Pandangan Altezza cenderung ke bawah ketika mendengar kedua pertanyaan tersebut dari Kenan, "dia belum memberi keputusan apapun," ucapnya.


Kenan hanya diam, apalagi melihat ekspresi wajah yang cukup murung dari Altezza. Pangeran muda itu kemudian beranjak dari bangku tersebut dan sembari berkata, "aku ingin jalan-jalan ke museum, dan melihat sesuatu. Apakah kau mau ikut?"


***


Ibu Kota Kerajaan Zephyra, masih saja ramai meskipun diterpa oleh iklim yang dingin musim ini. Altezza memutuskan untuk menghabiskan waktu senjanya di kota, tepatnya di sebuah bangunan yang menyimpan banyak sekali benda-benda bersejarah yaitu Museum Negeri Angin. Tempat tersebut menjadi sangat ramai pengunjung di masa-masa libur seperti saat ini.


Tidak sendiri, Altezza ditemani oleh Kenan ketika berkunjung di museum kerajaannya. Baru saja sampai di pintu masuk yang berukuran sangat besar dan megah, setiap pengunjung yang baru saja datang akan disambut oleh betapa menakjubkannya Kekuatan Alam yaitu sihir angin. Sebuah bola kristal berukuran sangat besar melayang tepat setelah pintu masuk museum. Bola kristal tersebut beraura dan bercahaya sangat cerah dengan warna hijau muda.


Di ruang pertama yang sangat amat luas sesaat setelah beberapa langkah dari pintu masuk, terdapat banyak sekali benda-benda bersejarah seperti beberapa buku sihir, dan lukisan yang dipajang. Semua hal yang disimpan serta dipamerkan di museum memiliki kaitannya dengan sihir angin.

__ADS_1


"Yang Mulia, bolehkah saya bertanya?" ucap Kenan, berjalan mengikuti langkah Altezza melalui ruang pertama dan perlahan memasuki ruangan kedua.


"Tanya apa?" sahut Altezza, memalui beberapa lukisan indah dan abstrak.


Lirikan Kenan sempat tertuju pada benda-benda yang dipamerkan di ruangan kedua. Banyak sekali benda yang dipamerkan seperti beberapa tongkat sihir yang amat indah dengan ukiran serta lekukan yang sangat unik.


"Mengapa anda jarang memakai mahkota kebanggaan anda?" cetus Kenan bertanya ketika melalui beberapa mahkota indah dan mewah pangeran terdahulu yang juga dipamerkan di ruang kedua.


"Karena aku tidak begitu suka memakainya, terasa ada yang mengganjal di kepala," jawab Altezza dengan santainya.


Suasana museum yang sungguh menenangkan, meskipun pada sore ini bangunan megah itu sedang ramai pengunjung. Aroma yang mendominasi juga terasa seperti sedang berada di tengah alam, apalagi dengan cat museum yang didominasi oleh warna hijau muda. Sungguh menyejukkan siapapun yang berada di museum.


Kenan sempat melihat ke langit-langit yang berbentuk kubah dan bercahaya sungguh cerah dan indah. Banyak sekali permata sihir berwarna hijau cerah yang ditempatkan di setiap pilar dan sudut museum, membuat museum tersebut tidak berada di dalam kegelapan meskipun di malam hari sekalipun.


Lukisan-lukisan tersebut terinspirasi dari realita yang terjadi sekitar satu abad yang lalu, dan dipajang secara berurutan, menceritakan serta menggambarkan bagaimana ganasnya pasukan kegelapan yang menyerang, memporak-porandakan hampir seluruh benua termasuk Kerajaan Zephyra. Namun ketika kekuatan gelap hampir menguasai seluruh Negeri Zephyra, sebuah keajaiban tiba-tiba saja muncul. Kekuatan Alam datang dari antah berantah melalui seekor elang berwarna putih cantik, terbang menghampiri di atas Kerajaan Zephyra, dan menciptakan sebuah sihir angin yang sangat hebat, menyapu semua iblis pasukan kegelapan tanpa ampun, dan melindungi Benteng Istana Kerajaan Zephyra yang menjadi pertahanan terakhir yang dimiliki oleh pihak kerajaan.


Langkah Altezza berjalan perlahan ketika melalui banyaknya lukisan-lukisan bersejarah itu, dengan pandangan yang tidak bisa lepas memandangi semua lukisan tersebut. Sejarah yang kelam dan mengerikan, karena peristiwa besar itu tidak hanya menimpa Benua Tengah dan Kerajaan Zephyra saja. Kekuatan Gelap muncul, pasukan kegelapan menginvasi hampir seluruh benua, dan melibatkan hampir seluruh kerajaan di seluruh benua.


"Elang itu terlihat seperti Shiro ya, Yang Mulia?" cetus Kenan, berdiri di depan sebuah lukisan yang menggambarkan Ibu Kota Kerajaan Zephyra menjadi lautan api, dipenuhi oleh para iblis dari pasukan kegelapan, dan seekor elang berwarna putih cantik mengeluarkan aura ajaib berwarna hijau muda yang begitu terang hingga mengubah gelapnya langit menjadi cerah kembali.

__ADS_1


"Shiro," gumam Altezza, memandang lukisan yang sama dipandang oleh Kenan dengan tatapan kosong, terlihat berpikir sesuatu.


***


Sepanjang senja Altezza habiskan di Museum Negeri Angin, bersama dengan Kenan yang selalu menemaninya. Hari menjelang malam, dan di malam harinya Altezza sudah berada di istananya. Laki-laki itu berada di dalam kamarnya, duduk di sebuah meja belajar, dan tampak membaca sebuah buku tentang Kekuatan Alam.


Ingatan Altezza seketika kembali ke hari kemarin, ketika ia berdiri seorang diri di bawah pohon beringin di tengah hutan, dan secara tiba-tiba dirinya mendengar suara angin yang berbicara dengannya.


"Kekuatan alam, elang putih, Shiro?" gumam Altezza, mengingat kembali lukisan-lukisan sejarah yang ia lihat di museum sore ini.


Pada buku berwarna hijau muda dengan gambar sebuah daun maple berwarna cokelat kemerahan di sampul bagian depan. Altezza menemukan beberapa kalimat setelah membaca serta membuka beberapa halaman pada buku tersebut.


"Elemen angin adalah satu-satunya sihir yang memiliki keterikatan kuat dengan Kekuatan atau juga bisa disebut sebagai Keajaiban Alam. Alam dapat berbicara serta berkomunikasi dengan orang-orang yang dikehendakinya. Selain itu, Kekuatan Alam juga bisa menjelma menjadi berbagai hal sesuai keinginan alam itu sendiri," tulis salah satu dari banyaknya kalimat yang ada pada halaman yang saat ini dibaca oleh Altezza.


"Menjelma?" gumam Altezza terlihat berpikir, kemudian secara tiba-tiba teringat pada dua kalimat yang kemarin dikatakan oleh angin miliknya, dua kalimat tersebut adalah, "tanpa harus aku menunjukkan diri, seharusnya kamu sudah mengetahui serta melihat seperti apa diriku, Altezza. Kita pernah bertemu bahkan dalam jangka waktu yang cukup lama, hanya saja pada saat itu mungkin kamu tidak sadar."


Altezza termenung sejenak, memikirkan serta mencocokkan maksud dari perkataan kekuatan alam yang ia miliki, "apakah berarti ... Shiro ...?" gumamnya bersandar pada kursinya.


WHUUSSSHHH ...!!!

__ADS_1


Angin secara tiba-tiba berhembus dengan sangat kencang, membentur-bentur pada kaca jendela kamarnya. Spontan Altezza menoleh ke arah jendela, menghampiri jendela kaca tersebut. Setelah beberapa langkah mendekati jendelanya, pandangannya langsung mengarah ke arah langit malam yang tampak indah dengan cahaya bulan serta taburan bintang. Kedua iris mata hitam milik pangeran itu kemudian dibuat terbelalak, terkejut, melihat seekor elang berwarna putih tiba-tiba saja terbang dengan sangat cepat di bawah indahnya langit malam serta cahaya bulan.


"Shiro?!"


__ADS_2