
Entitas gelap berwujud gumpalan hitam berwarna sangat pekat terbang di atas langit Zephyra. Sosok tersebut adalah Baltazhar, dan ia ditugaskan langsung oleh Astaroth untuk melakukan sesuatu pada langit Zephyra. Baltazhar berhenti, dan merubah wujudnya kembali menjadi sosok berjubah hitam ketika dirinya sudah melayang jauh di atas permukaan tanah, tepatnya di bawah awan-awan langit Zephyra. Pemandangan yang sangat menenangkan dengan awan-awan berwarna putih, bahkan langit di Zephyra tampak cerah dengan warna birunya. Suasana siang hari yang sungguh cerah.
Namun sayangnya ketenangan serta cuaca cerah tersebut berubah hanya dalam seketika. Baltazhar mengulurkan kedua tangannya ke depan, dan kemudian mengatupkan keduanya. Di saat yang bersamaan, langit atau awan-awan secara bersamaan berkumpul tepat di atas kepalanya, hingga berubah warna menjadi hitam gelap. Perubahan cuaca yang sangat drastis, dan itu terjadi hanya dalam kurun waktu satu detik.
Setelah awan-awan itu berubah menjadi gelap dan terlihat sangat mengerikan. Terdengar suara berat Baltazhar seperti sedang merapalkan sesuatu, bukan menggunakan bahasa manusia, melainkan bahasa yang terdengar lebih aneh atau lebih tepatnya bahasa iblis.
"Mala halkumagnem saupes nad aynsaules, nakidaj hanat Zephyra iagabes kasmas atres narasas umnakuma."
Sesaat setelah Baltazhar merapalkan bahasa tersebut, angin tiba-tiba terasa bertiup dengan sangat kencang di atas sana, disusul oleh awan hitam yang perlahan bergerak semakin ke Utara--atau lebih tepatnya semakin menyebar ke seluruh langit Zephyra.
Kedua iris mata Baltazhar kemudian terlihat, sorot mata berwarna merah muncul dari balik gelapnya jubah serta tudung hitam yang ia kenakan. Hanya sorot kedua matanya saja yang terlihat, wajah dan wujudnya masih belum terlihat. Ia kembali menurunkan kedua tangannya, dan memperhatikan pergerakan awan-awan hitam di atasnya yang perlahan merambat terus ke arah Utara.
WHUUSSSHH ...!!!
Angin tiba-tiba saja berubah arah, berhembus dengan sangat kencang yang tadinya dari belakang Baltazhar ke arah depan, kini berubah hanya dalam sekejap dari depan menerpa tubuh Baltazhar hingga membuat jubah hitamnya berkibar hebat.
__ADS_1
Langit biru di wilayah Zephyra juga tampak masih bertahan, bahkan awan-awan hitam yang tadinya hendak menelan cuaca cerah tersebut perlahan dibuat mundur oleh hembusan angin tersebut. Hal tersebut tentu membuat Baltazhar kebingungan, karena seakan ada perlawanan di langit Zephyra yang berusaha mencegah kekuatan serta kegelapan yang dibawanya untuk menyelimuti langit indah itu.
Sorot mata berwarna merah Baltazhar semakin tajam, memandang ke arah langit biru di depannya, dan melihat sosok kecil yang tampak terbang bebas dengan cepat serta lincah di sana. Sosok yang tak asing baginya, dan makhluk itu berhasil mengundang amarahnya.
"Elang sialan ...!" gusar Baltazhar, kemudian dalam sekejap mengubah wujudnya kembali menjadi gumpalan hitam pekat, dan terbang melesat mendekati elang berwarna putih yang tampak terbang bebas jauh di depannya.
Elang berbulu putih itu adalah Shiro, ia terlihat melakukan banyak manuver dengan sangat lincah dan cepat di atas udara hingga menciptakan hembusan angin yang sangat kencang, bahkan hembusan angin tersebut berhasil menghalau awan-awan hitam yang hendak menelan langit biru Tanah Zephyra.
Namun apa yang dilakukan oleh elang tersebut terpaksa harus berhenti, dihentikan oleh entitas gelap yang tiba-tiba dengan cepat mendekati serta menyerang dirinya dengan beberapa sihir gelap. Terpaksa Shiro harus terbang sedikit menjauh, akan tetapi gumpalan asap berwarna hitam pekat terus saja mengejarnya di bawah birunya langit Zephyra siang ini. Entitas gelap itu tak berhenti, terus mengejar dan berhasil mengimbangi kecepatan terbang Shiro yang bahkan sudah secepat alap-alap kawah, kecepatan yang luar biasa hingga menyentuh angka 240 mil per jam.
SLiinngg ...!!!
"Aku akan memburumu, aku akan membunuhmu!" suara berat Baltazhar terdengar, masih dengan wujud layaknya asap berwarna hitam, dan terus melesat mengimbangi kecepatan elang putih tersebut yang terus berusaha melarikan diri.
"Benarkah niatmu itu, wahai entitas gelap? Jika memang kau berniat memburu dan membunuhku, maka buktikan saja padaku ...!" suara lembut seorang wanita tiba-tiba saja terdengar ketika Shiro menghentikan aksinya untuk melarikan diri, dan hanya terbang di tempat berhadapan dengan sosok Baltazhar.
__ADS_1
Baltazhar merubah wujudnya kembali dengan sosok berjubah hitam dan kemudian berkata, "kau bisa berbicara? Ini sangat menarik!"
"Kalau begitu aku akan membuatmu memohon-mohon ampunan kepadaku!" lanjut Baltazhar, kedua tangannya terangkat dan terarah ke depan, sebelum kemudian bola cahaya berwarna ungu gelap muncul dan melesat menjadikan Shiro sebagai sasaran.
Tidak terlalu sulit, Shiro berhasil menghindari serangan tersebut dengan sangat mudah dan kemudian berucap, "jangan banyak bicara, mari kita selesaikan dan buktikan siapa yang menguasai langit ini ...!" dengan intonasi bicara lembut dan nyinyir, menyindir Baltazhar.
"Jangankan penguasa langit ini, penguasa negeri ini pun akan ku taklukkan!" gusar Baltazhar, sebelum kemudian dengan cepat mengubah kembali wujudnya menjadi entitas gelap, dan melesat terbang ke arah Shiro untuk mulai menyerang.
Shiro kembali mengepakkan kedua sayapnya yang lebar itu, terbang dengan sangat cepat menjauh. Tak kehabisan akal, Baltazhar yang terus mengejar serta mengimbangi kecepatan Shiro melakukan serangan dari jarak jauh, melesatkan kekuatan-kekuatan magis berbentuk bola berwarna gelap pekat. Namun tak satupun serangan itu mengenai sosok elang putih yang tampaknya lebih lincah dan gesit daripada serangannya.
"Jangan bilang kau tidak serius dalam melawanku?" cetus suara lembut itu dengan intonasi menyindir serta mengkritik serangan Baltazhar yang meleset.
Baltazhar berhenti dan hanya terbang di tempat, mengubah wujudnya kembali ke wujud sosok berjubah hitam sembari berkata, "jangan remehkan kegelapan, wahai elang putih!"
Kedua tangan Baltazhar berada di depan dengan merentangkan kedua telapak tangannya. Tanpa merapalkan mantra sedikitpun, sebuah cahaya berwarna ungu kehitaman tampak muncul dan berbentuk bulat di antara kedua telapak tangannya. Cahaya bulat itu perlahan semakin membesar, sebelum akhirnya..
__ADS_1
BOOMM ...!!!
Dentuman keras terdengar, disusul oleh ledakan cukup hebat terjadi di atas langit Zephyra, dan dari ledakan tersebut menciptakan kilatan cahaya berwarna ungu yang menyambar. Awan-awan hitam dan putih di langit biru tersapu oleh ledakan yang terjadi, bahkan langit Zephyra terlihat memiliki lubang biru berbentuk bulat karena diameter dari ledakan. Sosok elang berwarna putih itu juga ikut terhempas, namun masih selamat tanpa luka berkat sebuah pelindung angin yang tiba-tiba saja muncul menyelimuti tubuhnya.