Menikah Karena Perjodohan (Haris Dan Hana)

Menikah Karena Perjodohan (Haris Dan Hana)
Bab 133: Pangeran Mahkota Berkuda Putih


__ADS_3

Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) antar pesantren sepulau Jawa di gelar. Pada rencana awal, MTQ hanya akan dilakukan se-jabodetabek. Namun karena satu dan lain hal. perlombaan bergengsi ini di perluas hingga ke tanah Jawa.


Pesantren Bustanul Jannah di bawah asuhan Ustadz Yahya menjadi tuan rumah. Beberapa waktu terakhir para panitia sibuk memusatkan perhatian para perlombaan ini. Termasuk mempersiapkan para santri yang lebih unggul di bidang mereka masing-masing.


Musabaqah Tilawatil Qur'an ini memperlombakan berbagai macam cabang perlombaan seperti Fahmil Qur'an Serupa dengan cerdas cermat namun jenis pertanyaan seputar pengetahuan tentang Al-Qur'an. Ada Tilawatil Qur'an, di sini para Qari Qari'ah membacakan ayat-ayat suci sesuai dengan bacaan irama khusus. Ada Lagi cabang Khat atau kaligrafi islam juga masih banyak jenis cabang perlombaan yang diperlombakan.


Para dewan juri siap untuk menjurikan. Mereka telah menerima form penilaian seminggu sebelum hari H. Tampak mobil Arini memasuki gerbang. Lalu berurutan di susul dengan Gibran dan juri yang lain. Para tetamu undangan juga telah memenuhi kursi yang tersedia.


Hana terlihat tengah bersiap-siap. Gamis dan kerudung telah dikenakannya. Haris sendiri nantinya akan menjadi tamu khusus perwakilan dari LPTQ yang akan membuka perlombaan dan memberikan pidato singkat bersama ketua panita.


"Sayang.... " Haris memeluk Hana dari belakang. Wanita cantik itu tengah memoles sedikit lipstik dibibirnya agar lebih kelihatan fresh namun sayang gerakan Haris yang melingkarkan tangan ke pinggang nya menyebabkan coretan lipstik tersebut menjadi tidak on point.


"Yaaach... mas! " Hana mendengus. Ia harus mengambil tissue untuk membersihkan coretan lipstik yang telah meleber kedagunya. Haris tidak mengubris. Laki-laki ini terus saja memeluk sang istri. Ia mengelus perut Hana yang telah sedikit menonjol. Lalu rambatan tangan nakalnya mengarah ke tempat lain. Hana sedikit melenguh.


"Mas... Nanti kita telat... Setengah jam lagi acara di mulai lho... " Hana mencoba melepaskan tangan Haris. Bisa bahaya kalau dibiarkan.


"Kamu antusias sekali, hm? " Haris memicingkan matanya.


"Kan harus melaksanakan tanggung jawab mas... Selain itu apalagi..." Lirih Hana.


"Pokoknya nanti kamu jangan dekat-dekat sama para ustadz..." Haris mewanti-wanti.


"Ah... paling nanti mas yang happy ketemu mbak Arini. Beliau kan jadi salah satu juri juga" Sahut Hana. Ia kembali memoleskan lipstik ke bibirnya.


"Arini? Sebagai juri? " Haris mengerutkan kening. Heran.


"Iya. Mbak Arini sebagai juri di cabang lomba pidato"


"Ooh.. " Haris tampak tidak tertarik.


"Sudah. Yuk mas... " Ajak Hana bersemangat. Ia mengambil tas nya lalu beranjak melangkah ke arah pintu. Namun di luar dugaan. Haris malah menarik tangannya hingga Hana masuk ke dalam pelukan. Lalu dengan tanpa permisi Pemuda ini menyatukan bibir mereka dengan sekali gerakan. Kemudian menyesapnya sedikit dalam. Haris menuntut melakukan French Kiss. Hana benar-benar terperanjat. Wanita ini melotot kan matanya.


"Nah. Begini lebih baik. Pakai gincu jangan banyak-banyak" Ucap Haris berlalu. Laki-laki ini menyunggingkan senyum meninggalkan Hana yang Mematung.


***


Kemeriahan yang begitu semarak mengiringi acara pembukaan MTQ. Kata-kata sambutan oleh ketua panitia juga perwakilan dari LPTQ menyatakan acara lomba resmi di buka. Gema takbir dan rasa suka cita memenuhi rongga dada orang-orang yang berhadir. Terlebih peserta yang sudah dipersiapkan untuk unjuk kemampuan.


Arini tampak sumringah melihat Haris yang baru turun dari panggung. Laki-laki berwibawa itu terlihat begitu tampan dengan pakaian resminya. Haris memberikan kata-kata sambutan dengan baik dan terstruktur. Hal ini menambah pesonanya naik berkali lipat.

__ADS_1


"Mas... " Tegur Arini ketika Haris melewati nya. Harum maskulin yang menguar membuat wanita ini jadi begitu rindu.


"Hmh? "


"Aku bergabung sebagai dewan juri di sini" Arini menginformasikan keterlibatan dirinya.


"Oh Wow... Congrats..." Ucap Haris diplomatis tanpa ada maksud lain. Tapi tampaknya Arini tersipu.


"Mi, lihatlah Wanita itu... Dia tampak menyukai Gus Haris" Layla yang duduk bersebelahan dengan hajjah Aisyah memperhatikan gerak gerik Arini.


"Hhhh... Dia memang suka dengan nak Haris" Sahut hajjah Aisyah tak bersemangat.


Jujur saja, mengetahui kabar kehamilan Hana dari haji Zakaria membuat wanita paruh baya ini begitu shocked hingga mengalami depresi ringan. Sudah beberapa hari beliau tidak memiliki nafsu makan. Hal ini membuat semua rencana yang sudah Hajjah Aisyah susun matang menjadi berantakan. Belum lagi Lisa tidak sesuai seperti yang ia harapkan. Tampak nya takdir Allah memang belum berpihak padanya.


Sekarang. Lihat saja. Ancaman bu Indah semakin terlihat nyata. Wanita licik itu bahkan duduk mendampingi Arini dengan gaya glamour nya. Bu Indah seperti memberi kode kalau apa yang pernah ia peringatkan tidaklah main-main. Tentu saja hal ini membuat Hajjah Aisyah benar-benar ketakutan jika sewaktu-waktu haji Zakaria menceraikannya atau memilih untuk menikah lagi.


"Astaghfirullah... Duh Gusti... jangan sampai... " Gumam Hajjah Aisyah tiba-tiba.


"Mi.. Ummi kenapa? " Layla kebingungan melihat wajah panik mertua nya.


"Ummi takut abah menceraikan Ummi, Nak! " Hajjah Aisyah menggenggam tangan Layla. Mencoba mencari kedamaian di sana.


"Kenapa bisa begitu? Astaghfirullah... Ummi bicara apa? Mana mungkin Abah menceraikan istri sempurna seperti Ummi ini" Bisik Layla. Hajjah Aisyah menggeleng-geleng kan kepalanya.


"Semua tidak seperti yang kamu pikirkan nak! Apa Kamu bersedia membantu Ummi? Ummi sangat butuh masukkan darimu" Tanya Hajjah Aisyah penuh harap. Beliau sudah kehabisan ide dan bingung kepada siapa akan mencurahkan isi hati. Layla mengangguk cepat.


"Ayo ikut Ummi ke dalam sebentar. Ummi akan menceritakan kronologi nya" Hajjah Aisyah mengamit lengan Layla. Dari sudut berbeda, Iqlima memperhatikan mertua-menantu yang berlalu ke dalam itu dengan perasaan sedih. Ia benar-benar merasa tersisih. Iqlima memilih bangkit dari duduknya dengan sedikit tertatih. Wanita ini ingin ke toilet.


"Iqlima " Panggil seseorang dari arah belakang. Ia menoleh.


"Itu kakimu... Kamu ga apa-apa? " Tanya seseorang yang ternyata adalah ustadz Ilyas. Salah satu juri MTQ yang juga mengenal Iqlima dengan baik.


"Tidak mas... aku baik-baik saja" Ucap Iqlima cepat. Sebenarnya ia tengah menahan rasa sakit di lutut yang entah mengapa semakin hari semakin terasa menyiksa.


"Kamu tampak kelelahan. Kalau begitu, buku-buku nya biar saya bantu bawakan! " Tawar Ustadz Ilyas yang melihat Iqlima kesusahan membawa beberapa buku bercetak tebal. Laki-laki ini menyodorkan tangannya.


"Tidak apa-apa mas... Terima kasih" Jawab Iqlima hendak berlalu. Namun tiba-tiba ustadz Yahya muncul dari arah tak terduga. Beliau mengambil cepat buku-buku dari tangan Iqlima juga mengambil sebelah tangannya lalu di tarik untuk masuk ke dalam ruangan. Wanita ini terkejut.


"Awww mas... tolong pelan-pelan! " Lirih Iqlima mengaduh. Wanita ini meringis menahan rasa sakit yang semakin menjadi. Ustadz Yahya berhenti. Ia menatap Iqlima dengan tatapan mengintimidasi.

__ADS_1


"Jangan coba-coba bicara dengan Ilyas! Apalagi kamu melemah-lembutkan suaramu seperti tadi. Aku tidak suka " Ketus Ustadz Yahya memberikan peringatan. Lalu kemudian laki-laki ini berlalu tanpa memberikan kesempatan pada Iqlima untuk berbicara.


***


Haris duduk di kursi tamu. Namun ekor matanya sibuk mencari keberadaan Hana. Laki-laki ini khawatir kalau istrinya kelelahan dan itu semua ditakutkan akan berdampak pada kandungannya.


Hana tengah duduk di kursi dewan juri membaca beberapa lembar kertas. Seperti form untuk pemberian nilai. Satu jam lagi lomba untuk cabang Fahmil Qur'an akan digelar. Ia bersama Ustadz Ilyas dan juga Ustadzah Iqlima akan menjadi juri untuk putaran pertama.


Haris menangkap keberadaan sosok istrinya yang begitu serius membaca dengan tidak melihat ke kanan dan ke kiri. Sepertinya Hana gugup. Sebab ini pertama kalinya wanita itu menjadi juri. Haris pun memanggil Sri yang sedang berjalan ke arah ruang kelas. Khadimah tersebut berjarak kurang lebih 5 meter dari duduknya.


"Ma... Maaf Gus Haris... Ada yang bisa Sri bantu? " Tanya Sri sopan. Tidak bisa dipungkiri, Sri merasa senang. Gadis ini merasa seperti mimpi. Seorang Gus tampan memanggilnya. Haris mengambil pulpen dan kertas. Lalu menulis singkat.


Love... Coba arahkan pandangan ke 270 derajat dari tempat dudukmu ke arah utara. Ada pangeran mahkota berkuda putih. Ia selalu mendoakan kesuksesan mu dari sana. Don't be nervous. Fighting ❤


Haris melipat kertas tersebut lalu menyodorkan nya pada Sri. Laki-laki ini juga mengambil sesuatu dari saku jasnya.


"Sri, tolong serahkan kertas ini pada ning Hana yang sedang duduk di sana" Haris menunjuk ke arah istrinya.


"Juga berikan coklat ini. Biasanya ning Hana memakan sedikit coklat untuk mengatasi rasa gugup" Ucap Haris.


"Baik Gus... " Sri hendak berlalu. Haris kembali merogoh saku jasnya.


"Hm, Sri... sebentar... Ini juga untukmu. Terima kasih sudah bersedia membantu" Haris juga menyerah kan sebuah coklat lalu menangkupkan tangan sebagai bentuk rasa Terima kasih.


Sri berlalu menyampaikan amanah. Hana membuka kertas tersebut dan mengikuti intruksi yang tersemat di dalamnya. Dalam sekejap, pandangan mereka bertemu. Haris langsung mengerling. Hana tersenyum lebar dengan menutup mulut menggunakan telapak tangannya. Perbuatan simple yang Haris berikan benar-benar meningkatkan moodbooster dan imun nya.


***


Di sebuah ruangan tertutup~ Layla terhenyak kaget dengan apa yang mertua nya cerita kan.... Kisah yang membuat jiwa nya sedikit bergejolak namun sangat menarik untuk ia ikuti. Hingga membuat Layla membuat keputusan......


***


Karena ada yang DM di IG dan komen untuk di sisipkan Kisah Ustadzah Iqlima karena kadung penasaran~ jadi Author spill tipis-tipis aja sebelum kisah sesungguhnya beneran tayang ya... ❤


Yuk dukung terus karya Alana dengan cara LIKE KOMEN VOTE, berikan HADIAHnya. Terima Kasih banyak ^^ Jazakumullah Khairal Jaza'. Semoga Allah memudahkan semua urusan kita ❤


IG @alana.alisha


***

__ADS_1


__ADS_2