
Geabrande
Humbetolfia Empire
Gialldys Kingdom
Dulldys City
"Leni sudah merasa nyaman di panti asuhan, kehidupan Leni sangat nyaman di panti asuhan." Leni langsung menjawab dengan cepat dan terburu buru yang membuat Kevin menyadari kebohongan Leni setelah melihat ekspresi Leni yang seakan ketakutan.
"Hmm.." Kevin kembali melanjutkan makanan nya dan membiarkan Leni untuk menikmati makanan nya saat Karin sendiri masih terlihat sangat kesulitan untuk makan.
Setelah sepuluh menit akhir nya Kevin dan Leni kenyang kecuali Karin yang menghentikan makan nya karena terlalu malas dan kesal sendiri, daging panggang yang ada di depan mereka bahkan tidak habis setengah nya.
"Semua nya tiga gold sembilan silver." Jawab pelayan saat Kevin menanyakan bill nya.
Kevin membayar dengan pas seakan menunjukkan diri nya adalah orang yang pelit karena hanya kurang satu silver mencapai empat gold namun Kevin tetap membayar dengan pas tanpa harus memberikan upah tambahan untuk pelayan ini meskipun menurut Kevin pelayanan nya sudah sangat baik.
"Terima kasih, silahkan datang lagi." Ucap pelayan itu sedikit membungkuk setelah menerima bayaran dari Kevin.
Kevin dan Karin kemudian keluar dari restoran bersama Leni.
"Selanjut nya kakak ingin pergi ketempat apa?" Leni bertanya.
"Aku sedikit kelelahan, tolong berikan aku rekomendasi penginapan yang nyaman." Ucap Kevin.
"Baik silahkan ikuti saya." Sekarang senyum Leni terlihat lebih baik dar pada sebelum nya.
Kevin dan Karin kemudian mengikuti gadis tersbeut dan berjalan tidak jauh dari restoran dan sampai di sebuah penginapan yang sangat mewah.
"Di sini tempat nya kak, apakah masih ada tempat lain yabg ingin kakak kunjungi?" Lagi Leni bertanya.
"Tidak ada, Leni cukup mengantar kami sampai sini saja." Ucap Kevin menjawab.
"Baik, biaya perjalanan kakak adalah satu koin silver." Leni mengangguk.
"Ini." Kevin memberikan satu koin Gold.
__ADS_1
"Ini terlalu banyak kak." Ucap Leni.
"Pekerjaan mu sangat baik, anggap saja kakak merasa sangat puas dan ini adakah biaya yang pantas untuk mu." Ucap Kevin.
"Terima kasih banyak kak." Leni langsung menerima nya dengan baik dan membungkuk berterima kasih sebelum melangkah pergi.
Kevin terlebih dahulu memperlihatkan bahwa ia sangat pelit untuk memberikan tips tambahan pada pelayan restoran meskipun pelayanan nya sangat baik, kemudian ia memberikan tambahan upah pada Leni dengan alasan bekerja dengan baik
Dengan begitu Leni akan menganggap diri nya sudah bekerja dengan baik untuk Kevin dan menganggap pekerjaan nya sangat di sukai oleh Kevin, itulah yang Kevin incar sejak awal dan menurut Kevin itu sangat mudah di lakukan untuk anak kecil berusia sepuluh tahun ini.
"Ikuti dia." Ucap Kevin pada Karin.
"Baik lah." Karin tidak menolak dan mulai mengikuti Leni karena dia lah yang memiliki hawa keberadaan terendah di sini.
Meskipun Kevin dapat mengikuti nya tanpa di ketahui oleh Leni namun Kevin masih tetap berhati hati untuk tidak ketahuan karena bisa saja ada orang lain yang mengawasi Leni, dengan mengutus Karin yang memiliki job assassin dan ras ghost yang bisa menghilangkan hawa keberadaan nya sepenuh nya itu merupakan keputusan yang sangat bijak.
"Mungkin aku akan ke guild sebentar." Ucap Kevin berjalan mengikuti map sistem nya karena saat ini ia sedang senggang.
...
Guild petualangan
Saat ia masuk hampir tidak ada player yang melirik nya atau bisa di bilang Kevin sepenuh nya di abaikan meskipun sebenar nya Kevin cukup mencolok.
Dengan jubah biasa yang di gunakan oleh Npc dengan job warrior serta aksesoris kacamata yang biasa nya hanya di gunakan oleh job mage saja meskipun sangat jarang karena menghalangi pergerakan saat bertarung.
Kevin berjalan menuju papan quest untuk melihat misi seperti apa saja yang di sediakan oleh guild di ibu kota kerajaan.
(TL note : mungkin sebagian dari kalian bingung, "ini kan ibu kota kenapa pusat kota nya terdapat taman bukan istana?" Guys! Tidak selama nya istana sebuah kerajaan terletak di tengah kota, untuk Dulldys City yang berada di bawah naungan Gialldys Kingdom memiliki sebuah istana di sudut kota yang memiliki daratan tinggi atau sedikit perbukitan kemudian di bangun istana di sana, tepat nya arah berlawanan dari gerbang kota yaitu istana berada di arah timur kota.)
"Hmm... tidak ada satupun misi untuk masuk ke holy dungeon." Gumam Kevin terus memperhatikan setiap quest dengan baik.
"Oi minggir! Kau menghalangi ku!" Tiba tiba saja seorang player berbadan besar dari belakang datang dan mendorong Kevin.
[Bod, Lv 103 (Player)
Hp, 103.000/103.000.)
__ADS_1
Kevin hampir tidak bergerak sama sekali karena point Devense nya yang sangat tinggi.
"Ah maaf maaf." Kevin memilih mengalah karena memang di lah yang salah.
Kevin kemudian bergeser dan mencari tembat yang bagus untuk melihat quest namun.
"Sudah kubilang kau menghalangi ku! Minggir!" Kali ini player berbadan besar tersebut langsung membentak Kevin.
"Di sini ada banyak tempat, kenapa kau terus memilih tempat ku?" Bertanya Kevin yang mulai kesal.
"Ha? Kau membantah, asal kau tahu saja aku adalah Bod dari guild Klod Coffin dan kau masih membantah ku." Player berbadan besar tersebut mulai memperlihatkan identitas nya dan pendukung di belakang nya.
"Oi itu si Bod dari Klod Coffin mulai berbuat ulah lagi loh." Seorang player langsung berbisik.
"Dia selalu saja mengincar pendatang baru, aku sampai menangis dan ingin berhenti bermain game saat pertama kali datang ke kota ini."
"Kasihan sekali pendatang baru itu."
Banyak desas desus dari setiap player yang lewat di telinga Kevin.
'Kalau tidak salah guild Klod Coffin adalah salah satu guild terbesar di kerajaan ini dan merupakan pendukung kerajaan ini juga.' Batin Kevin berpikir sejenak.
"Kau mendengarkan ku ha!?" Bod langsung menarik kerah baju Kevin.
"Bro bro santai." Kevin secara pelan menyingkirkan tangan Bod dari kerah nya. "Bagaimana kalau kita selesaikan ini dengam baik." Kevin memberi saran yang tepat untuk seseorang yang mengandalkan pendukung seperti dia ini.
"Apa mau mu?" Bertanya Bod.
"Hm.. bagaimana ya... ah! bagaimana kalau kita duel?" Ucap Kevin memberi saran setelah berpura pura berpikir.
"Hng! Sesuai keinginan mu kita duel di arena tiga puluh menit lagi, kau jangan sampai tidak datang yah bocah." Bod langsung tersenyum cerah dan meninggalkan guild.
"Apakah warrior itu bodoh? Dia mengajak Bod berduel loh."
"Sampai saat ini belum ada player pendatang yang bisa mengalahkan Bod."
"Sudahlah biarkan saja di mencoba nya dan merasakan sendiri apa itu perbedaan level."
__ADS_1
Para player lain nya yang menganggap Kevin bodoh mulai menantikan pertarungan nya karena melihat seorang berputus asa juga merupakan hal yang sangat mereka senangi.