MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 156, Battle Royal


__ADS_3

Seymull City


[Room di temukan, berisap lah untuk war dalam waktu sepuluh detik.]


Pemberitahuan muncul di depan Kevin dan Rabbit.


"Apa ini?" Bertanya Kevin.


"Ini dia." Tersenyum Rabbit seakan menikmati nya.


Tiba tiba saja mereka berdua berpindah tempat dalam sekejap dan langsung jatuh dari langit.


"Waaahahaha! Ini memang yang terbaik dari game ini!" Teriak Rabbit saat menikmati momen terjun nya.


"Jangan sampai kau melakukan nya di real world!" Tegur Kevin.


"Kak Kevin tidak takut dnegan ketinggian ini?" Bertanya Rabbit.


"Kesampingkan masalah itu apa yang harus kita lakukan sekarang?" Bertanya Kevin.


"Buka parasut yang ada di punggung saja kak!" Ucap Rabbit.


"Cukup tarik ini aja kan?" Bertanya Kevin saat tiba tiba ada tas parasut di punggung nya.


"Oke kak!" Balas Rabbit sebelum membuka parasut nya karena menganggap Kevin akan membuka nya.


"Ini tidak bisa terbuka!" Kevin berpura pura kesulitan dan terjun bebas ke bawah.


"Kak Kevin!" Rabbit hanya dapat berteriak melihat Kevin terjun bebas.


Saat hampir mendarat Kevin langsung mengaktifkan parasut nya di mana dia telah memastikan tidak akan terbentur keras di permukaan saat mengaktifkan parasut pada ketinggian tersebut.


Buk!


"Sial aku lengah!" Ucap Kevin saat paha perut dan lengan nya sakit karena terlalu laju turun dan melambat seketika saat parasut terbuka mengakibatkan efek counter pada tubuh nya.


Di real world Kevin dapat menahan nya saat terjun seperti itu saat bersama Alka uji nyali tapi di dunia game point devense nya kurang hingga membuat nya sedikit kesakitan.


Kevin mendarat sambil memegangi bahu nya di mana parasut nya langsung menghilang.


"Kak Kevin tidak apa apa?" Bertanya Rabbit saat berhasil mendarat.


"Sedikit." Jawab Kevin kemudian berdiri.


Darrr!


Tarrtartar!


Suara tembakan kemudian terjadi tidak jauh dari arah Kevin dan Rabbit.


"Oh iya aku juga melihat beberapa player yang terjun tidak jauh dari sini." Ucap Kevin.


"Itu adalah musuh kita saat ini kak, sekarang kita sedang dalam mode battle royal." Ucap Rabbit.


"Berarti kita dua yah." Ucap Kevin.

__ADS_1


"Tim player maksimal empat bisa juga sendiri jadi begini lah." Ucap Rabbit.


"Aku tidak tau apa kita beruntung karena turun di hutan atau tidak." Ucap Kevin.


"Kita beruntung loh kak, kak Kevin hanya memiliki pistol bagaimana cara kita langsung war? Untuk sekarang lebih baik kita keluar ke pinggir hutan dulu lalu mengawasi kota di luar hutan ini." Ucap Rabbit berjalan keluar hutan.


"Eh apa ini?" Bertanya Kevin saat perta nya tiba tiba mengeluarkan banyak tanda merah.


"Itu adalah pemindai yang akan memberikan lokasi seluruh player setiap sepuluh menit, ini adalah pemindai zona pertama." Jelas Rabbit.


"Jadi jika kita ingin bersembunyi maka harus pindah tempat setiap sepuluh menit." Ucap Kevin.


"Begitu lah kak." Ucap Rabbit tiba mengeluarkan sniper nya.


"Ada apa?" Bertanya Kevin.


Satu cahaya merah atau laser merah lewat di depan nay dan membidik dada nya.


"Awas!" Ucap Kevin langsung membawa tubuh Rabbit bagaikan membawa barang dan berlari.


"Nice kak, dengan kecepatan ini dia tidak akan bisa membidik kita." Ucap Rabbit.


Tarttatatata!


Phiu! Phiu! Phiu!


Berbagai peluru hanya mengenai pepohonan dan tidak dapat mengenai Kevin yang berlari cukup cepat meskipun tidak menggunakan semua kecepatan nya.


"Oke pemindai sudah berhenti kak, dia sudah tidak mengetahui posisi kita." Ucap Rabbit turun dari gendongan Kevin.


"Apa yang akan kau lakukan?" Bertanya Kevin.


"Kau salah, prinsip kelinci di buru yah lari." Ucap Kevin membenarkan.


Namun Rabbit tidak mendengar nya karena sedang dalam kondisi terfokus nya.


Dor!


"Sial dia kabur." Ucap Rabbit setelah melepaskan satu tembakan.


Tembakan nya mengenai target tepi target belum mati dan berhasil melarikan diri.


"Bagaimana kalau kita masuk kekota sebelum pemindai selanjut nya aktif." Ucap Kevin melihat reruntuhan kota bagaikan kota kota di ingris yang di tinggalkan selama sepuluh tahun.


"Justru ini adalah tempat yang cocok untuk saya kak." Ucap Rabbit tiarap lalu membidik kearah kota.


Hutan tempat nya memiliki daratan yang sedikit lebih tinggi dari pada wilyah kota jadi ia dapat melihat kota dari atas.


"Bagaimana dengan ku? Aku hanya punya pistol loh." Ucap Kevin mengeluarkan pistol nya.


"Kak Kevin kan memiliki kecepatan tinggi, tinggal masuk saja ke kota Rabbit akan melindungi dari sini." Ucap Rabbit.


"Lalu siapa yang akan melindungi mu dari hutan?" Bertanya Kevin.


"Tenang saja saya bisa melindungi diri sendiri." Ucap Rabbit memasang pengedap suara pada sniper nya.

__ADS_1


"Baik lah hati hati." Ucap Kevin berlari masuk ke kota.


"Harus nya saya yang mengatakan itu kak, apa kak Kevin mendengar ku?" Ucap Rabbit lewat saluran komunikasi yang terpasang di dalam kepala setiap player.


"Tenang saja aku mendengar nya." Ucap Kevin langsung menyiapkan pistol nya dan mulai memasuki rumah.


"Satu target dari arah utara memasuki room yang sama kak. Ganti." Ucap Rabbit.


"Di dalam sini juga ada dua." Balas Kevin yang sudah berada dalam rumah.


"Biarkan mereka war lalu kak Kevin mengambil untung nya, di sini Archer kehilangan padangan. Ganti." Ucap Rabbit menikmati permainan perang perangan ini.


"Kau seperti nya sangat menikmati nya Rabbit." Ucap Kevin.


"Jawab laporan baik baik kak. Ganti." Ucap Rabbit.


"Okay, mereka adalah tim, rencana gagal. Ganti." Ucap Kevin terpaksa mengikuti permainan Rabbit.


"Saber lempar granat." Sekaran Ra it menyebut Kevin Saber.


"Sorry Archer, Saber hanya memiliki pistol. Ganti." Balas Kevin hampir tertawa.


"Sial, rencana gagal mundur. Ganti." Ucap Rabbit.


"Okay- Saber di temukan membutuhkan pertolongan!" Ucap Kevin langsung diam dengan suara beberapa tembakan dari arah rumah yang di tempati Kevin.


"Saber? Saber? Saber!? Jawab Saber-"


"Di sini Saber, Room Clear. Ganti." Jawab Kevin.


"Satu target dari arah barat, segera ke arah selatan Archer akan menangani ini. Ganti." Ucap Rabbit memperbaiki bidikan nya.


"Okay." Kevin langsung berpindah tempat dan memasuki salah satu rumah untuk mengecek nya.


Saat player yang Rabbit bidik melihat garis bidikan merah Rabbit, ia langsung berusaha menghindar tapi kepala nya sudah bocor duluan.


"Target tereliminasi, jalur dua barat clear, kemungkinan memiliki tim lain. Ganti." Ucap Rabbit.


"Satu target bersembunyi di balik rumah, target menyadari keberadaan Archer di minta untuk berhati hati. Ganti." Ucap Kevin.


Satu target tersebut seakan bersembunyi dari arah tembakan Rabbit.


"Bisa menangani nya?" Bertanya Rabbit.


"Mudah." Kevin langsung keluar dari tempat nya bersembunyi.


Dor!


Satu peluruh bersarang di kepala player tersebut membuat nya mati seketika.


"Jalur Clear, ganti." Lapor Kevin.


"Salah satu target yang membawa sniper hilang dari pandangan. Ganti." Ucap Rabbit.


"Di arah mana?" Bertanya Kevin.

__ADS_1


...----------------...


(TL note : tidak ada drop item dari player yang mati di game ini, hanya akan mendapatkan uang saat berhasil membunuh player lain.)


__ADS_2