MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 51, Mundur setelah mencuri


__ADS_3

Kevin tanpa menyianyiakan skill ultimatnye langsung menyimpan perisainya dan fokus pada Demon Swordnya yang terus menebas musuh hingga hpnya kembali pulih menjadi seratus persen.


"Infinite Edge!" Setelah charge Demon sword telah Max, Kevin langsung menebaskan nya kearah tanah dan membuat semua player mengalami efek Slow ditambah dengan sepuluh bom asap yang Kevin lemparkan.


"Selamat tinggal, Buff." Kevin kembali mengeluarkan perisainya lalu menggunakan skillnya untuk mempercepat larinya dimana Fani juga memberikannya efek Buff percepatan.


Kevin berhasil kabur bersama Karin dan Fani kedalam kota dan langsung menuju sebuah penginapan untuk berlindung.


"Selamat datang di penginapan kami." Seorang Npc menyambut party Kevin yang semuanya menggunakan Hidden Cloak.


"Satu kamar termurah untuk satu orang selama dua hari." Ucap Kevin langsung memesan.


"Baik satu kamar termurah untuk dua hari adalah delapan Copper." Ucap Resepsionis tersebut.


"Ini." Kevin mengeluarkan delapan koin Copper tanpa kurang tanpa lebih.


"Ini kuncinya, silahkan dilantai dua." Resepsionis tersebut memberikan kunci kamar pada Kevin dengan nomor kamarnya.


"Terima kasih." Kevin langsung menuju kekamarnya di lantai dua di ikuti oleh Karin dan Fani.


Kamar penginapan.


"Huhh.. tadi itu menegangkan sekali." Ucap Kevin membuka tudungnya.


"Tapi sepertinya kau cukup bersenang senang." Ucap Karin.


"Apa itu tadi? Skill ultimet kah?" Fani mulai penasaran pada skill yang digunakan oleh Kevin tadi.


"Nanti akan kujelaskan, aku ingin mengatur status ku dulu sebelum logout." Ucap Kevin.


"Aku juga." Karin sudah terduduk di kasur dan mulai mengatur statnya.


"Pokoknya kamu harus memberitahuku nanti." Ucap Fani sebelum membuka statusnya untuk mengatur skill pointnya.


[Status


Kevin, Lvl 56 (305/570)


Ras : Demon Half Angel.


Healt Point : 57.000/57.000.


Mana Point : 2.005/57.000.


Job : Warior.


Class : (Dual Sword)(Alchemist Lvl 4)(Demon Angel)


Title : (Helper)


Fame NPC : 180


Fame perajurit : 140


Skill Point : 25

__ADS_1


Att : 65 +10


Agi : 37 +7


Int : 15 +8


Def : 52


Perlawanan Elemen


Api : 5


Air : 11


Udara : 20


Tanah : 8         ]


"Aku hampir kehabisan mana, aku harus meningkatkan mana regen ku agar saat bertemu pertarungan yang lama seperti ini aku tidak akan kehabisan mana lagi." Kevin segera menambahkan point pada Int nya.


Saat pertarungan tadi Kevin memang sempat kehabisan mana sehingga tidak dapat menggunakan beberapa skill, untungnya skill ultimatenya tidak memerlukan mana sama sekali.


Setelah mereka bertiga memperbaiki skill poimya sesuai dengan cara bertarung mereka, mereka langsung logout dari game.


...


Sore hari


Rumah Kevin


Mereka bertiga berkumpul di kamar Kevin untuk mencek setiap drop item yang mereka dapatkan tadi.


"Hmm.. ini jauh lebih banyak dari pada yang aku duga." Ucap Kevin setelah seluruh drop item dipindahkan keInvertory nya.


"Dua puluh satu jenis weapon di mana satu tingkat Epic sembilan tingkat Rare sisanya adalah tingkat Cammon." Ucap Karin setelah mendata seluruh drop item.


"Yang lain?" Kevin kembali bertanya.


"Enam Skill Book satu class skill." Jawab Karin.


"Class Skill untuk job apa?" Bertanya Kevin.


"Ini tidak menjelaskan job secara rinci hanya saja ini memungkinkan untuk job archer dan mage atau semacamnya untuk bisa menggunakan skill pedang." Ucap Karin setelah membaca deskripsi.


"Untuk aku saja! Berapapun harganya akan kubayar." Yuri langsung tertarik dengan Class Skill tersebut.


"Oh iya kenapa kamu menggunakan pedang untuk menyerang saat melawan Ogre Yuri?" Kevin bertanya.


"Sebenarnya aku memiliki sedikit keterampilan berpedang tapi aku tidak ingin mengambil job warrior atau semacamnya." Jawab Yuri.


"Kenapa?" Kevin menanyakan alasan.


"Bukankah job support itu keren? Bisa menyembuhkan tim, tanpa healer mana mungkin tim bisa bertahan lama di dungeon." Jawab Yuri dengan sombong.


"Baiklah Class Skill itu untukmu saja, lagi pula itu di dapatkan saat kita melawan Ogre pertama, kemungkinan drop item itu terjatuh karena kau menggunakan pedang untuk menyerang saat itu." Ucap Kevin menyetujui.

__ADS_1


"Aku juga tidak ada masalah." Ucap Karin menyetujui.


"Terima kasih." Yuri langsung menerima Class Skill di layar laptopnya tepatnya di Invertory nya.


"Oh sekalian ini untukmu juga." Kevin menambahkan sebuah skill Book untuk job Warrior namun Kevin yakin saat ini Yuri pasti bisa memggunakannya.


"Skill Book? Aku sudah cukup dengan Class Skill ini saja." Yuri berniat menolak.


"Terima saja lagi pula tipe skill pedang itu adalah tipe Debuff terhadap musuh aku rasa sangat cocok untuk suport sepertimu." Meskipun Kevin menginginkannya namun saat ini skill tersebut lebih cocok untuk Yuri.


"Kalau begitu terima kasih." Yuri tidak lagi menolak.


"Namun usahakan agar orang lain tidak mengetahui bahwa kamu bisa menggunakan skill pedang yah, bocornya class Healing God mu saja sudah merupakan kecelakaan besar." Kevin memberi peringatan.


"Akan aku rahasiakan baik baik." Ucap Yuri tegas.


"David aku minta ini yah." Karin meminta dua Skill Book.


"Skill Book untuk Job Assassin, Nn ambillah." Mengangguk Kevin.


"Terima kasih." Jawab Karin.


"Jika masih ada yang ingin kalian ambil maka ambil saja, aku akan menjual sisanya lalu kita bagi nanti." Ucap Kevin sebelum mengambil satu Skill Book.


"Baiklah." Karin dan Yuri menjawab sebelum kembali memilih drop item tersebut.


Setelah mereka selesai memilih, Kevin langsung memajang senjata dan drop item tersebut pada toko gamenya.


"Aa.. potion yang kujual telah habis kurasa aku harus login untuk membuatnya lagi nanti." Ucap Kevin melihat seluruh potionnya telah terjual habis.


"Iya juga yah.. aku juga harus membuat bom asap dan racun jenis lain." Ucap Karin teringat.


"Bahan pembuatan pembuatan bom asap bola kabut seharusnya sudah banyak dikumpulkan oleh misi yang kuberikan pada guild petualang di Kritgar Town." Ucap Kevin yang ingin segera kembali Kritgar Town.


"Sebenarnya di kota pemula lainnya ada namun saat ini kita hanya memasang misi di Kritgar Town." Keluh Karin yang tidak ingin menghabiskan uangnya untuk membayar teleportasi kesana.


"Baiklah nanti malam kita akan menuju Kritgar Town." Kevin langsung memutuskan karena dia juga ingin mengambil Meat Wolf yang ada di guild petualangan di sana.


"Tapi bagaimana dengan Yuri?" Karin bertanya.


"Aku ikut." Yuri pun juga setuju.


"Yah sebenarnya kau tidak perlu ikut Yuri." Ucap Kevin di mana Yuri tidak perlu repot repot mengeluarkan uang untuk kesana.


"Aku ikut yah ikut, pokoknya aku ikut." Sekali Yuri bilang iya maka tetap iya, itu adalah salah satu kebiasaan Yuri yang baru Kevin ketahui.


"Oh iya Yuri kamu bilang kamu memiliki keterampilan berpedang kan?" Kevin kembali bertanya dengan mengalihkan topik.


"Aku selalu berlatih pedang bersama kakek ku sejak kecil." Jawab Yuri.


"Mau melawan ku?" Kevin ingin mencoba teknik pedang milik Yuri.


"Hng! Biar ku beritahu, aku tidak akan kalah duel pedang di dunia nyata loh." Sombong Yuri.


"Oh mau mencobanya?" Kevin benar benar berharap bisa melawan seorang ahli pedang setelah lama tidak bertarung bersama ayahnya.

__ADS_1


"Siapa takut." Yuri menerima tantangan Kevin.


__ADS_2