MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 109, Membeli Mobil


__ADS_3

Keesokan hari nya.


Selasa, 18 januari 2030


Dealer


"Seharus nya kamu membeli mobil sport." Ucap Karin.


"Tapi kalau mobil sport kan biasa nya hanya memiliki dua kursi, itu tidak akan cukup jika untuk orang banyak." Ucap Kevin.


"Jika tuan ingin model mobil sport dua pintu dan memiliki kursi belakang, kami memiliki nya?" Ucap pegawai tersebut menghentikan langkah nya dan berbalik pada Kevin.


"Serius?" Karin langsung bertanya.


"Iya." Jawab pegawai tersebut.


"Kevin kata nya ada yang memiliki kursi belakang loh Kevin." Ucap Karin bersemangat.


"Tapi tetap saja pintu nya hanya ada dua itu pasti sulit." Ucap Kevin masih ragu.


"Tenang saja tuan, meskipun hanya memiliki dua pintu namun itu tidak akan mempersulit anda untuk masuk ke kursi belakang, anda bisa melihat nya terlebih dahulu." Ucap pegawai tersebut.


"Baiklah." Kevin mulai mengikuti pegawai tersebut ketempat yang berbeda dan melewati berbagai mobil sport dengan model yang bisa di katakan tingkat dewa.


"Silahkan anda melihat model ini." Ucap pegawai tersebut menunjuk kan sebuah mobil sport berwarna merah.


"Rupa nya tidak terlalu sempit juga." Ucap Kevin melihat interior dalam mobil setelah membuka pintu nya.


"Bagaimana tuan?" Bertanya pegawai tersebut bersemangat saat melihat Kevin mulai tertarik.


"Saya ingin melihat model lain." Ucap Kevin.


"Baik."


Pada akhir nya Kevin terus berkeliling dan melihat hingga lebih dari dua puluh model dan mereka mobil yang membuat pegawai tersebut semakin ragu pada Kevin.


"Tuan-" baru saja pegawai tersebut ingin bertanya apakah Kevin berniat untuk membeli mobil atau tidak namun Kevin sudah menunjuk satu mobil spirt berwarna hijau.


"Yang itu saja." Ucap Kevin.


"Lucifer,AF-033. Apa kah anda yakin? Harga nya tiga koma sembilan M loh." Pegawai tersebut terlebih dahulu memastikan.

__ADS_1


"Yakin." Jawab Kevin.


Lucifer,AF-033. Adalah mobil sport yang memiliki dua pintu dan memiliki model yang cukup ganas dengan keseimbangan mesin yang sangat sempurna karena mengikuti nama nya yaitu Lucifer atau lebih di kenal sebagai raja neraka romawi kuno yang menguasai seluruh bilangan di dunia ini dan merupakan satu satu nya iblis yang dapat meramalkan suatu kejadian menggunakan pengetahuan nya.


"Baik lah, apa kah anda ingin membawa nya sekarang?" Bertanya pegawai tersebut.


"Ya." Mengangguk Kevin.


"Baik tolong ikuti saya untuk melakukan pembayaran sementara kami akan menyiapkan mobil nya." Ucap pegawai tersebut meminta Kevin untuk mengikuti nya.


"Oh iya satu lagi." Ucap Kevin.


Dua puluh menit kemudian.


Brrooo...m


"Mobil yang menggunakan bahan bakar memang yang terbaik." Ucap Kevin setelah menekan gas hingga beberapa kali karena saat menggunakan mobil Alka dia tidak akan mendapatkan kesempatan seperti ini karena mobil Alka semua nya adalah mobil listrik dan di pastikan ramah lingkungan.


"Kursi nya juga terasa sangat empuk." Karin pun menikmati nya.


"Saat menggunakan mobil seperti ini, yang terbaik adalah jalan jalan dulu." Ucap Kevin.


"Yuk ke mall!" Teriak Karin bersemangat.


"Meskipun bukan mall tepi utu lebih baik, ayo!" Karin ikut saja selama itu menggunakan mobil seharga hampir empat milyar tersebut.


Pada akhir nya mereka berakhir keliling sekitar dan menelusuri setiap jalan yang bisa di lalui oleh mobil nya dan singga di sebuah cafe untuk mengisi perut mereka saat siang.


"Dari tadi kita jadi pusat perhatian loh Kevin." Ucap Karin senang saat turun dari Lucifer,AF-033 karena sejak awal niat nya memang mau pamer.


"Kau harus membiasakan nya Karin." Ucap Kevin berjalan memasuki cafe setelah memarkir mobil nya dengan baik.


"Hehwe lihat pandangan mereka." Karin jadi tersenyum aneh saat beberapa orang mulai merekam mobil mereka.


"Kau jadi aneh loh Karin." Ucap Kevin sedikit menegur Karin yang harus nya bersikap biasa saja.


"Habis nya dulu aku tidak pernah membayangkan bisa naik mobil sport seperti ini." Ucap Karin.


"..." Kevin pub tidak membalas karena memang dulu juga ia tidak pernah membayangkan dapat membeli sebuah mobil mewah seperti ini.


Mereka kemudian duduk di sebuah meja kosong tepat di sudut ruangan yang menghadap kearah jalan yang di halangi oleh dinding kaca.

__ADS_1


"Silahkan menu nya." Seorang pelayan laki laki datang dan langsung memberikan buku menu dan siap mencatat pesanan Kevin dan Karin.


"Kau mau yang mana Karin?" Bertanya Kevin terlebih dahulu karena bingung untuk menentukan pesanan nya saat banyak menu yang tertera di sana.


"Stick daging sapi, tiga paha ayam goreng, Montblanch gembung dan es balalado saat aku sudah menghabiskan semua nya." Ucap Karin memesan sekaligus menjawab pertanyaan Kevin.


"Aku bingung kemana pergi nya semua kalori itu." Gumam Kevin menatap dua bantalan besar di dada Karin.


"Baik, anda?" Setelah menulis pesanan Karin, pelayan tersebut kemudian menanyakan pesanan Kevin.


"Aku Roti panggang tabur madu dan dua paha ayam saja." Ucap Kevin.


"Bagaimana dengan penutup nya?" Bertanya pelayan tersebut menulis setiap pesanan Kevin.


"Air putih aja." Jawab Kevin karena merasa aneh jika bukan air putih yang menyiram tenggorokan nya setelah makan.


"Baik, tunggu sebentar." Ucap pelayan tersebut membawa buku menu dan pergi.


"Bukan nya pesanan mu terlalu banyak?" Bertanya Karin yang tidak menyadari pesanan nya sendiri.


"Sadar diri oi." Ucap Kevin kesal.


"Hm?" Karin tidak mengerti sama sekali.


Setelah beberapa saat pelayan tersebut kemudian kembali lagi membawakan pesanan Karin terlebih dahulu sebelum kembali dan mengambil pesanan Kevin.


Meskipun aneh namun Karin menyempatkan diri untuk memfoto semua makanan yang ada di atas meja bersama dengan Kevin layak nya semua makanan tersebut untuk Kevin sebelum mereka mulai menikmati pesanan mereka dan yang tersisa hanya piring sendok dan lemak piring saja.


Mereka kemudian berjalan keluar dan menuju parkiran untuk mengambil mobil mereka namun entah kenapa suatu kejadian yang tidak Kevin sangka saat seorang pemuda yang seumuran dengan nya malah pamer menggunakan mobil nya.


Beberapa perempuan mendekat dan mengajak nya ber foto sambil duduk di atas mobil Kevin.


"Karin." Kevin menghentikan Karin saat ingin memarahi laki laki tersebut karena menurut nya ada cara yang lebih baik untuk membalas orang yang seperti ini.


"Apa rencana mu?" Bertanya Karin setelah melihat Kevin berusaha tersenyum untuk menahan amarah nya karena dia saja belum menyentuh atas mobil nya namun sekarang sudah ada orang lin yang duduk di sana.


"Rekam." Kevin menyuruh Karin menggunakan EDITH untuk merekam nya.


"Baiklah." Karin kemudian mengeluarkan EDITH nya dan mulai merekam.


Kevin berjalan menuju mobil nya dan baru saja Kevin ingin menjadi menawarkan diri untuk memfoto laki lki tersebut namun laki laki tanpa malu tersebut langsung memberikan ponsel nya pada Kevin tanpa Kevin minta.

__ADS_1


"Foto in." Ucap nya memberikan ponsel nya pada Kevin.


__ADS_2