
Satu minggu kemudian sejak bertambah nya satu penghuni mansion Strayderer yaitu Violet, selama satu minggu itu Violet cukup dan sangat bersenang senang di kota dan mencoba berbagai banyak hal yang belum pernah ia rasakan.
Dalam satu minggu itu pula lah Violet memikirkan tujuan hidup nya selanjut nya dan memutuskan bahwa impian nya untuk bisa terbang di langit menggunakan kekuatan nya sendiri, maka dari itu ia pun datang ke tempat Alka dan mulai melanjutkan kembali pengembangan alat terbang nya.
Sementara itu Alka sendiri selama satu minggu terus berusaha untuk memecahkan penguraian skill yang di tanamkan pada item Violet tapi karena semua nya terlalu rumit di mana banyak simbol kuno yang di gunakan membuat Alka sangat kesulitan.
Saat Violet datang membantu Alka menjadi paham dan lebih mudah dalam peroses pengembangan dengan bantuan Violet.
Simbol simbol dan Rune kuno yang Violet gunakan hampir semua nya sudah tidak di gunakan zaman ini, kemungkinan mereka yang berada di dalam lembah tidak mengetahui perkembangan sihir di luar lembah.
Dengan menggunakan rune yang lebih simpel dan logam tempa yang lebih ringan berhasil meningkatkan tingkat item yang tadi hanya Rare sekarang menjadi super Rare.
...
Sementara itu Agus baru saja memberitahu Kevin akan jawaban yang ia cari tentang para tujuan para Npc yang mati di dalam lembah dan kenapa mereka bisa mati di sana.
Kebanyakan adalah perajurit yang mungkin sedang di perintahkan untuk ekspedisi di lembah Tyrani Valley yang mungkin terjebak dalam kabut dan jatuh di sana, kemungkinan kedua mereka sedan dalam masa perang yang berada pada kejaran musuh dan jatuh di sana.
Ada juga kelompok Npc petualang yang mungkin ingin mencari harta karun atau sekedar misi memecahkan misteri Tyrani Valley karena sampai saat ini misi tersebut masih ada dan upah nya sangat lah tinggi.
Yang jelas nya semua kotak jiwa itu di kumpulkan dari orang orang yang meninggal di berbagai zaman sehingga ada banyak, pembuktian nya adalah adanya beberapa item aneh yang di temukan dan memiliki deskripsi tulisan kuno yang hanya dapat di baca saat menggunakan kacamata Kevin.
Mansion Strayderer...
"Kacamata mu benar benar berguna Kevin, berkat nya aku berhasil memecahkan banyak teka teki di perpustakaan dan sekarang kita menemukan harta karun tak terhingga dalam buku ini." Tersenyum Agus memegang buku kuno yang ia temukan dari zaman kuno.
"Apa ada petunjuk mengenai skill skill kuat lagi?" Bertanya Kevin.
"Ini hanya buku harian dari petualang zaman kuno." Jawab Agus menunjuk kan banyak buku yang ia dapatkan.
__ADS_1
"Lalu apa nya yang harta tak terhingga coba?" Bertanya Kevin.
"Apa kau bodoh?" Agus bertanya balik.
-_- " Hanya kau saja yang berani mengatai ku bodoh Agus." Balas Kevin.
"Di zaman kuno para petualang bertualang dengan bebas untuk memecahkan setiap ilmu yang ada di dunia ini dan hasil nya adalah peradaban sihir saat ini, menurut mu yang mati demi mencari ilmu lebih di bawah lembah tidak memiliki harta karun?" Jelas Agus.
"Jadi menurut mu mereka adalah petualang yang fokus meningkatkan ilmu sihir dan kekuatan mereka." Kevin berusaha menyimpulkan maksud Agus.
"Iya kurang lebih begitu jika di lihat dari catatan perjalanan mereka." Ucap Agus mengerutkan kening saat memegang satu buku usang.
"Ada apa Agus?" Bertanya Kevin.
"Dalam isi buku satu ini sudah cukup menjelaskan bahwa mereka yang berada pada zaman kuno memiliki jalan untuk turun ke bawah lembah." Ucap Agus.
Yah untuk saat ini mereka bisa saja naik turun dengan mudah menggunakan skill Bilqis dan Ahrul tapi sangat jarang orang yang memiliki skill seperti itu jadi seharus nya menuruni tebing adalah hal yang mustahil.
"Tapi di sini menjelaskan bahwa orang orang zaman dulu turun ke bawah lembah untuk menemukan kekayaan." Ucap Agus.
"Kekayaan?" Kevin sedikit terpikir akan sesuatu tapi itu sangat tidak mungkin dengan tebing yang seperti itu.
"Yang kau pikirkan sudah benar Kevin, di bawah sana adalah sebuah tambang emas di zaman kuno." Ucap Agus menebak pikiran Kevin.
"Lalu bagaimana cara mereka naik dan turun?" Kevin masih bingung.
"Seperti nya teka teki ini jauh lebih menyenangkan dari pada yang aku duga, pasti ada jalan menuju bawah tebing dan aku akan menemukan nya jadi berikan aku waktu." Tersenyum Agus sangat bersemangat.
"Kalau kau memang begitu menyukai teka teki kenapa tidak jadi detektif saja di reall world?" Kevin bersuara kecil.
__ADS_1
Sekedar info Agus di reall world adalah pengangguran sukses, dia memiliki perusahaan yang di kelola oleh orang lain dan hanya menerima upah saja, yah anggap saja itu adalah kehidupan yang kalian inginkan, bermalas malasan bersama wifu loli kalian itu lah Agus.
Karena merasa tidak ada yang dapat di lakukan dan mungkin hanya akan mengganggu Agus yang sedang dalam fokus tertinggi nya saja maka Kevin memilih pergi dari ruangan.
Kevin memilih untuk melihat Asiva, seperti nya bukan karena yang sebenar nya sedang Kevin pantau adalah Asya, Kevin tentu ingin mempelajari mengenai manusia buatan nya itu dan entah kenapa Kevin mulai merasa sangat tertarik dengan fitur tabu ini.
Kevin menanamkan beberapa sifat pada karakter Vampire Asya tapi semua nya tidak terlihat saat Vampire Asya baru terbangun, setelah menjalani beberapa keseharian akhir nya barulah beberapa sifat yang Kevin tanamkan tersebut mulai terbangun.
"Selamat siang tuan ku." Asya memberi hormat saat melihat Kevin.
Tapi bukan hanya Kevin, bahkan pada semua anggota utama guild Strayderer Asya memperlakukan mereka sama meskipun agak sulit menyebut nya tapi Asya menganggap mereka adalah tuhan bagi nya.
"Selamat siang kakak handa." Ucap Asiva yang tiba tiba formal dan memberikan salam ala putri bangsawan yang mengangkat sedikit gaun nya menggunakan kedua tangan nya.
"Ek- A-asiva siap yang mengajari mu hal itu?" Meskipun dapat menebak nya tapi Kevin tetap bertanya.
"Kak Yuri mengatakan harus menyapa kakak handa seperti itu." Ucap Asiva.
"Tidak perlu mendengar kan Yuri cukup panggil kakak seperti biasa saja yah." Kevin agak merinding di panggil seperti itu.
"Tuan ku sebelum nya hamba memohon ampun atas kelancangan hamba." Asya ingin menyampaikan sesuatu.
"Ya." Kevin mengizinkan.
"Menurut hamba itu adalah panggilan yang sangat cocok untuk makhluk agung seperti tuan ku." Ucap Asya sedikit menunduk.
Itu juga sifat yang Kevin tambahkan agar Asya dapat menyampaikan setiap apa yang ingin ia sampaikan tanpa menahan diri meskipun pada pencipta nya.
"A-ah.. ya 'terserah saja lah." Kevin tidak ingin membuat Asya kapok memberikan saran hanya karena Kevin menolak saran nya. 'Semoga ini tidak menjadi sekte aneh' Kevin berharap.
__ADS_1