
Lokasi Event 10:40
[Kevin, Lv, 34 (302/350)
Hp : 34.000/34.000
Mp : 6.050/34.000
Bp : 103 Liter.
Job : Warrior
Skill Point : 39
Att : 60 +27
Int : 5 +10
Dev : 13 +2
Slot Skill :
- Sword Dance
- Get Blood
- Blood Control
- Dual Sword
- ... ]
"Hari ini sial banget." Ucap Kevin duduk beristirahat sambil mengatur status nya meskipun seluruh hologram sudah di nonaktifkan namun akses game masih menyal.
"Ku harap hujan berhenti sebelum gelap." Ucap Karin.
"Kita benar benar jadi pusat perhatian." Ucap Yuri melihat sekitar di mana ada banyak player yang juga berteduh di sana.
"Tidak ada masalah, kita menggunakan masker mereka tidak akan mengenali kita." Ucap Karin.
"Justru itu yang membuat kita menjadi pusat perhatian kak." Ucap Yuri.
"Setelah jam makan siang beberapa mini boss seharus nya sudah di lepaskan, ku harap hujan berhenti dan event kembali berlangsung." Ucap Kevin.
"A~ seperti nya akan lama, seluruh langit jakarta jadi gelap." Ucap Karin.
"Memang nya langit jakarta pernah terang?" Bertanya Yuri.
"Pernah ... sesekali." Ucap Kevin.
"Aku jadi ingin berendam di kolam air panas, kenapa di indonesia tidak ada kolam air panas senior?" Bertanya Yuri.
"Ada di beberapa tempat tapi tidak sebanyak di jepang, lain kali kita kepermandian air panas." Ucap Kevin.
__ADS_1
"Kenapa gak ke jepang aja sekalian?" Bertanya Karin.
"Nanti di pikirkan, untuk sekarang cari minuman dulu." Ucap Kevin melihat sebuah mesin penjual minuman otomatis.
"Itu pendingin senior, apa di sekitar sini tidak ada mesin otomatis yang hangat?" Bertanya Karin membuka map untuk melihat titik titik penjual minuman otomatis.
"Kurasa tidak ada dan lagi sekarang hujan, siapa yang akan pergi membeli minuman hangat sambil hujan hujan begini?" Bertanya Kevin berdiri.
"Bagaimana kalau kita ke restoran itu aja, mungkin di sana ada kopi panas." Ucap Karin menyarankan.
"Dua ratus meter, sampai di sana kita bakal basa kuyup." Ucap Kevin.
"Nee Oni-chan! Boleh pinjam payung?" Yuri menghampiri seorang player yang baru saja datang dengan menggunakan payung.
"Yuri!?" Terkejut Karin dan Kevin.
"Arigatou." Ucap Yuri kembali dengan tiga payung.
"Kenapa mereka bisa memberikan payung semudah itu?" Bertanya Kevin.
"Mereka adalah sekelompok player wibu, lihat pakaian mereka senior, jadi cukup ikutin suara anime terkenal saja mereka bakal langsung luluh. Ucap Yuri menjelaskan.
'Pengalaman.' Hanya itu yang terpikirkan oleh Kevin dan Karin saat melihat tingkah Yuri yang seakan terbiasa melawan Wibu.
"Ayo." Yuri memimpin jalan.
"Aku sama sekali tidak mengerti jalan pikiran Wibu." Ucap Kevin.
"Puff! Hahahaha!" Karin menanggapi candaan Yuri dan tertawa keras.
"Sudah lah, setiap orang punya hobi sendiri." Ucap Kevin karena hobi nya sendiri sering di tertawakan oleh orang lain karena di zaman damai begini berlatih pedang hampir tidak ada guna nya menurut orang lain.
Singkat cerita akhir nya mereka tiba di restoran tersebut dan sesuai dugaan ada banyak player yang berteduh di sana, terbukti dari pakaian mereka serta EDITH yang mereka gunakan memberikan tanda kursor di atas kepala memperlihatkan level mereka.
"Kebanyakan level lima puluh loh." Ucap Karin berbisik.
"Kurasa mereka adalah player yang sudah sering mengikuti event ini, tapi di lihat lagi seperti nya mereka belum bertarung sama sekali." Ucap Kevin duduk di meja pojok ruangan yang kebetulan kosong.
"Mau bagaimana lagi, monster monster sebelum nya hanyalah monster level bawah yang tidak akan memberikan mereka exp lebih jadi bisa di katakan itu hanya membuang buang stamina jadi mereka menunggu monster level menengah untuk berburu." Jelas Yuri.
"Dua White Coffee." Ucap Karin langsung memesan saat seorang pelayan mendekat.
"Seni Late." Yuri juga memesan.
"Baik dua White Coffee dan satu seni Late yah." Ucap pelayan tersebut menulis pesanan dan mengambil kan nya.
"Aku tidak bilang akan memesan White Coffee loh." Ucap Kevin.
"Jangan marah begitu, sudah terlanjur di pesan jadi tidak masalah kan." Ucap Karin.
"Terserah lah." Ucap Kevin.
"Bagaimana kalau kita memesan ini." Ucap Yuri menunjuk kearah sebuah kue di buku menu.
__ADS_1
"Tahan dulu, jangan sampai memakan sesuatu sebelum waktu makan siang dan ingat jangan memakan makanan yang penuh rasa, itu bisa membuat mu sakit perut saat perang seperti ini." Ucap Kevin menegur.
"Dari mana Senior tau itu?" Bertanya Yuri.
"Aku membaca nya di buku sejarah perang ingris." Ucap Kevin.
"Silahkan di nikmati." Pelayan tadi kembali dengan membawa dua cangkir gelas dan satu pelayan laki laki yang membawa kopi milik Yuri.
Saat gelas kopi Yuri duduk di meja, dengan cepat tangan laki laki tersebut menggambar wajah kucing di atas nya karena memang Yuri memesan seni Late.
"Silahkan." Ucap pelayan tersebut sebelum pergi.
"Kucing." Ucap Kevin.
"Nn kucing." Karin mengangguk.
"Tidak sekeran dengan seni Late di cafe dekat sekolah." Ucap Yuri memperhatikan baik baik.
"Tidak tidak, menggambar wajah kucing menggunakan Late saja sudah sulit." Ucap Kevin.
"Ini lah yang nama nya seni senior." Ucap Yuri ingin meminum kopi nya namun tersadar bahwa mereka sedang menggunakan masker.
"Aku aman." Karin dengan mudah melepas masker nya dan menutup wajah nya menggunakan tudung nya.
"Bagaimana sekarang?" Yuri dan Kevin secara bersamaan bertanya.
Tiba tiba seorang yang menggunakan jas hitam dan kacamata hitam mendekat ke meja Kevin membawa koper yang bentuk nya Kevin kenali.
Klak!
"Silahkan." Ucap laki laki yang menggunakan kacamata hitam tersebut membuka koper di meja Kevin dan mempersilahkan Kevin dan Yuri untuk mengambil item yang ada di sana.
"Apa apaan ini senior?" Bertanya Yuri sedikit ketakutan.
"Terima kasih." Ucap Kevin mengambil item tersebut. "Sudah ambil saja." Bisik Kevin pada Yuri.
"Ba-baiklah." Yuri pun mengambil nya.
"Juga ini surat dari tuan muda." Ucap laki laki berkacamata hitam tersebut memberikan sebuah kartu sebelum pergi.
"Surat?" Kevin kemudian menscan kartu tersebut menggunakan EDITH nya dan tiba tiba mereka bertiga melihat hologram Alka.
"Aku tau ini akan terjadi jadi, 'aku membawakan kalian tudung juga.' Ucap hologram Alka sebelum menghilang.
"Tudung?" Kevin kemudian memasang item tersebut di kepala nya dan benar saja bentuk nya hampir mirip dengan milik Karin.
"Oh teman sejati." Ucap Yuri setelah mengenakan nya.
"Karin juga mengatakan hal yang sama." Ucap Kevin meminum kopi nya yang langsung menghangatkan tenggorokan nya dengan rasa lembut yang mengalir membasahi tenggorokan nya itu.
"Hey bukan kah mereka bertiga yang ada di video siaran langsung?" Seorang player bertanya.
"Yang mengendalikan darah aneh itu?"
__ADS_1