
Saat mereka terus menggunakan strategi tersebut hingga akhirnya hp monster tersisa lima puluh persen, sebuah skill area yang terus aktif langsung menghalangi pergerakan Kevin dan Karin.
Jika ada yang melangkah masuk kedalam area lima meter dari monster tersebut maka mereka akan mengalami debuff slow yang cukup parah yaitu sebesar tiga puluh persen dari kecepatan asli mereka.
"Hanya bisa menyerang dari jauh kah.." Ucap Kevin.
"Tapi kita di rugikan untuk itu, selain mage dia juga memiliki level yang tinggi." Ucap Karin.
"Fani berikan buff kecepatan dan pertahanan pada Karin, fokuskan semuanya pada nya saja." Ucap Kevin.
"Baik, Devense Enhance! Agility Enhance!" Fani memberikan Buff pada Karin yang meningkatkan kecepatan dan pertahanannya sebesar dua puluh persen.
"Oke, Thank you Fani." Ucap Karin sebelum kembali meluncur kearah monster tersebut meskipun agility nya berkurang sepuluh persen namun itu tidak menghalangi nya untuk bertarung dengan pisau berbentuk katana nya.
"Shining Arrow!" Kevin kembali memberikan damage yang cukup parah dan pertarungan kembali di kuasai oleh mereka.
Saat hp monster tersebut tersisa sepuluh persen tiba tiba saja dua monster lainnya muncul.
"Kevin." Karin melompat mundur dengan hp yanag tersisa lima puluh persen sementara Fani terus mengheal nya agar dapat kembali.
"Monster ini memanggil anggotanya saat hp nya tersisa sepuluh persen." Ucap Kevin mengerti.
"Mau mundur senior?" Bertanya Fani.
"Karena sudah sejauh ini maka rugi jika tidak membunuh salah satu dari mereka. Bersiaplah Fani." Ucap Kevin mengubah panahnya menjadi pedang.
"Baik senior!" Ucap Fani mengangguk.
"Knife Shot!" Karin melemparkan banyak pisau pada monster yang sekarat.
"Agility Enhance, Devense Enhance!" Fani memberikan Buff pada Kevin.
"Leap!" Kevin melompat kearah depan.
"Terima ini!" Sementara Karin melemparkan banyak bom asap.
"Infinite Edge!" Energi pedang yang terus Kevin Charge dari tadi langsung ia lepaskan bersamaan dengan jatuh nya ia kekerumunan musuh.
Bom!
-5.000
+ Hp 2,3%
[Knockback terpicu.]
Tiga monster tersebut langsung mengalami slow selama tiga detik di tambah stun saat Knockback terpicu selama satu detik.
"Sword Dance! Water Sword!" Kevin tanpa ragu menggunakan dua skill nya yang dapat membawa nya pada pertempuran life steal.
Kevin terus mengurangi hp target sementara meregenerasi hp nya hingga akhirnya seluruh Debuff menghilang dan monster bersiap menyerang kearah Kevin.
__ADS_1
"Fani!" Teriak Kevin.
Bom!
-34.000
Tiga serangan sihir mendarat pada Kevin meskipun telah di tangkis oleh pedang nya namun damage dari tiga serangan tersebut sangatlah besar.
"Healing God!" Dengan timing yang pas, Hp Kevin kembali pulih seutuh nya berkat class Fani.
"Infinite Edge!" Berkat tiga serangan sihir tadi, charge pada Demon Sword Kevin kembali pulih dan langsung Kevin lepaskan.
-4.000
+ Hp 2,3%
"Hp target tersisa satu persen!" Teriak Fani.
"Akan ku akhiri! Full Attack!" Dengan satu serangan terakhir, monster tersebut langsung tumbang dan menjatuhkan berbagai drop item namun Kevin langsung terdorong sejauh lima belas meter karena serangan dari dua malaikat yang tersisa.
+Core Angel Sin
+Holy Staff
+...
+...
^Level Up
"Mode Ghost." Karin mengaktifkan mode ghost nya.
"Mundur!" Teriak Kevin yang mulai berlari mundur bersama Fani.
"Baik senior." Fani mengangguk dan mengikuti instruksi.
Sementara itu dengan mode ghost dan tanpa di sadari olah siapapun karena dua monster tersebut malah mengejar Kevin dan Fani, Karin secara diam diam mengumpulkan seluruh Drop item sebelum menyusul Kevin dan Fani.
...
Di luar Holy Dungeon.
"Hosh hosh.. apa hang Karin lakukan sih?" Bertanya Fani saat melihat Karin dengan santai nya berjalan keluar dungeon.
"Baru kali ini aku melihat seorang player yang menggunakan skill ultimet untuk mengumpulkan drop item." Ucap Kevin.
"Yah kita tidak akan mendapatkan untung jika tidak mengambil drop item." Ucap Karin.
"Setidak nya kita masih mendapatkan exp, tapi yah sudahlah ini memang lebih baik jika berada di dungeon dalam kota." Ucap Kevin.
Jika Dungeon di luar kota atau di luar zona aman maka bisa saja ada sekelompok red player yang menunggu jadi menyianyiakan skill ultimet sebelum keluar dungeon adalah hal bodoh.
__ADS_1
"Sudahlah ayo pulang." Ucap Karin.
"Kita Logout di mana senior?" Bertanya Fani.
"Di toko Alex saja, kita juga sudah memiliki akses masuk sebagai pemilik bangunan jadi tidak akan ada masalah.
"Baiklah senior." Balas Fani mengikuti.
...
Di sebuah ruangan yang di penuhi oleh layar dan beberapa orang yang mengendalikan nya terlihat sangat kacau saat berbagai bungkus snack berhamburan di lantai bawah meja.
"Sudah berapa kali ku katakan kan, jangan membuang sampah sembarangan." Tegur seorang wanita dengan setelan pekerja kantoran.
"Aku akan membereskan nya minggu depan." Balas seorang laki laki dengan kantong mata panda.
"Kamu juga mengatakan itu minggu lalu, pokok nya nanti di bereskan yah." Ucap wanita tersebut.
"Baiklah, ngomong ngomong bagaimana kabar Kevin?" Bertanya laki laki tersebut mengalihkan topik.
"Untung nya dia meminum Liquid Devense yang aku berikan melalui drop item." Jawab wanita tersebut.
"Bukan nya kau memberikan nya liquid Agility?" Bertanya laki laki tersebut.
"Sayang nya dia malah memberikan nya pada orang lain padahal item ini tidak dapat di temukan oleh player karena sudah di tarik." Ucap Wanita tersebut.
"Itu memang tidak terduga untuk seseorang yang tinggal sendiri seperti dia." Balas laki laki tersebut.
"Tapi sejauh ini tujuan kita untuk menjadikan Kevin yang terkuat dalam game berjalan cukup lancar." Ucap wanita tersebut.
"Apa kau tahu betapa susah nya aku membuat karakter nya itu? Itu adalah karakter yang data nya hampir mencapai lima persen dari data game ini." Ucap laki laki tersebut.
"Kau memang hebat bisa menciptakan karakter yang seperti itu." Puji wanita tersebut.
"Bahkan saat aku ingin memberikan nya pada Kevin melalui lotere, aku malah harus menjadi tukang lotere pinggir jalan dan menjual lotere yang seluruh isi nya hanyalah karakter khusus dengan paket helm vr itu." Ucap laki laki tersebut mengeluh.
"Yang sabar." Ucap wanita tersebut dengan tatapan iba yang seakan mengejek.
"Apa!?"
...
Real World
Rumah Kevin 01:00
"Jadi apa informasi ini cukup?" Bertanya Karin pada Kevin.
Mereka langsung berkumpul di kamar Kevin setelah makan siang untuk membahas tentang Holy Dungeon, meskipun sebenar nya mereka dapat membahas nya di dunia game namun mereka memilih untuk Logout untuk menyusun rencana selanjut nya.
"Jika di tanya sudah cukup atau tidak maka jawaban nya sudah pasti tidak tapi hah.. mau bagaimana lagi, kita hanya bisa mengumpulkan informasi ini." Ucap Kevin membuang napas.
__ADS_1
"Drop item yang Yuri butuhkan masih kurang." Ucap Yuri melihat invertory nya.