MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 155, Rabbit


__ADS_3

Seymull City


Kevin muncul di pinggir jalan dan mulai berjalan melihat sekitar, para player memiliki wajah yang terlihat ganas ganas bagaikan perampok atau gengster.


"Apa mereka sengaja memilih wajah seperti itu?" Bertanya Kevin berjalan sebelum melihat sebuah kaca yang mencerminkan karakter nya.


Cowok pirang mata hijau pakaian pemula dengan bekas jahitan luka di pipi, tubuh nya sama dengan game sebelum nya namun wajah jya sampai tidak ia kenali.


"Game ini juga memilih wajah secara random." Ucap Kevin memperhatikan wajah nya yang terlihat seperti gengster luar negeri.


"Ah iya aku harus meminta pertemanan pada Nana." Ucap Kevin dengan cepat mengetik untuk mencari aku Nana.


kevin sudah menghafal Id Nana jadi ia dapat dengan mudah menemukan akun nya.


"Rabbit? Memang mirip Nana sih." Kevin terkejut dengan nama akun Nana.


Kevin segera meminta pertemanan tapi hanya perlu dua detik Nana sudah menerima nya.


"Terlalu cepat, apa dia sudah sampai rumah? Syukur sih kalau begitu." Ucap Kevin tidak tau harus terkejut atau bersyukur.


[Kak Kevin di mana? Gunakan Map untuk menandai lokasi kakak.] Pesan dari Nana.


[Oke oke.]


Kevin segera mengirim lokasi nya pada Nana. Kevin kemudian menunggu selama lima menit sebelum gadis kecil dengan rambut kuning pakaian kuning bahkan senjata nya pun kuning.


"Rabbit?" Kevin memastikan karena tidak ada nama di kursor nya bahkan Hp nya pun tidak terlihat di game ini.


"Ini Rabbit kak Kevin." Ucap Nana menggunakan nama karakter nya.


(TL note : di dalam game kita gunakan nama karakter guys!)


"Oh ternyata masih ada karakter imut di game ini, aku pikir hanya akan menemukan om om galak." Ucap Kevin.


"Apa yang ada di Invertory kak Kevin?" Rabbit langsung menanyakan hal tabu di game manapun.


"Itu tabu loh Rabbit." Kevin mengingatkan.


"Saya tidak tertarik dengan item pemula kak." Ucap Rabbit.


"Aku merasa terhina, Invertory." Ucap Kevin sebelum membuka Invertory nya dan memperlihatkan nya pada Rabbit.


[Invertory


- Kredit (1.000)


- Pistol FH-09 (1)


- Amunisi FH (10)


- Health Potion (5)


- Water Bottle (1) ]


"Seperti pemula lain nya yah kak, kalau begini sih kak Kevin hanya bisa membeli senjata pistol dan beberapa amunisi saja." Ucap Rabbit sementara berjalan.


"Aku juga belum tau betul nilai uang di game ini." Ucap Kevin.


"Pertama tama Rabbit akan mengantar Kak Kevin ke tempat simulasi latihan." Ucap Rabbit.

__ADS_1


...


Tempat latihan menembak


"Nah ini tempat latihan menembak nya kak." Ucap Rabbit saat mereka tiba di sebuah tempa latihan menembak.


"Oh di sini memang terlihat seperti tempat latihan menembak yah." Ucap Kevin melihat beberapa sasaran.


"Nah keluarkan pistol kak Kevin lalu ikuti gerakan Rabbit." Ucap Rabbit mengarahkan pistol nya pada target.


"Oh begini kah." Kevin mengikuti nya dan memegang pistol menggunakan kedua tangan nya.


"Saat membidik jangan meletakkan telunju di depan pelatuk, tetap luruskan telunjuk kak." Ucap Rabbit.


"Oh oke." Kevin terus mengikuti langkah yang di sebutkan Nana padahal dia sudah sering memegang pistol hanya saja melihat sisi lain Nana memang sangat menyenangkan.


"Bidik kak baik baik dan lihat." Ucap Rabbit.


"Aku melihat bulat bulat loh yang kadang besar kadang mengecil." Ucap Kevin.


"Itu sistem pengarah yang mengikuti detak jantung, coba kak Kevin menstabilkan napas kak Kevin kemudian tetap tenang." Ucap Rabbit.


"Lingkaran nya menjadi kecil." Ucap Kevin dengan mudah menstabilkan napas nya dan lingkaran langsung mengecil.


"Ceoat sekali!?" Terkejut Rabbit namun ia kembali fokus. "Letakkan jari kak Kevin di telunjuk dengan hati hati, tarik napas lalu dar!"


Dor!


Satu peluru dari pistol Rabbit melaju dan mengenai target tepat sasaran.


"Wow hebat." Ucap Kevin.


"Oke, bidik dengan baik stabilkan napas lalu, ... Dar!" Ucap Kevin mengikuti gaya Rabbit.


Dor!


Tembakan Kevin sedikit meleset.


"Itu tembakan yang sangat bagus untuk pemula." Ucap Rabbit berjalan hingga lima meter dari tempat Kevin.


"Oh jadi aku sudah cukup hebat yah." Kevin memuji diri nya sendiri sebelum sinar laser lewat di depan mata nya. "Apa itu?" Bertanya Kevin pada Rabbit yang mengarahkan pistol pada nya.


"Itu adalah sinar prediksi, saat player lain ingin menembak kak Kevin dan masuk dalam kondisi tenang maka sinar itu akan aktif dan kak Kevin dapat menghindari nya jika cukup cepat." Ucap Rabbit.


"Oh fungsi yang hanya akan ada di dalam game." Ucap Kevin.


"Lihat." Rabbit mengarahkan pistol pada Kevin namun laser merah nya tidak juga dapat di lihat oleh Kevin. "Itu arti nya saya tidak berniat menembak kak Kevin." Ucap Rabbit.


"Berarti tadi kamu berniat menembak ku?" Bertanya Kevin.


"Kalau gak bevitu bagaimana cara sinar merah nya aktif kak?" Rabbit bertanya balik.


"Terlalu kejam." Canda Kevin.


"Senior bisa latihan sendiri sebentar saya ingin membeli minuman." Ucap Rabbit melangkah pergi.


"Oke!" Balas Kevin.


Kevin berbalik lalu mengarahkan bidikan nya pada target.

__ADS_1


Dor! Dor! Dor!


Dor! Dor! Dor!


Semua mengenai tepat sasaran bahkan hanya ada satu tempat di sana.


"Ini jauh lebih mudah dari pada di real world." Ucap Kevin kembali mengisi peluru nya dan slot peluru yang jatuh langsung menghilang.


Kevin kali ini tidak menunggu detak jantung nya stabil, Kevin tidak menunggu lingkaran pembidik mengecil namun ia murni hanya membidik menggunakan kemampuan nya.


Dor! Dor! Dor!


Dor! Dor! Dor!


"Tepat sasaran lagi." Ucap Kevin saat papan target di ganti otomatis oleh sebuah mesin karena sudah ada banyak peluru yang masuk.


"Ini kak." Rabbit memberikan minuman pada Kevin.


"Terima kasih." Kevin menerima nya.


"Bagaimana dengan latihan kakak?" Bertanya Rabbit.


"Siap bertempur." Ucap Kevin.


"Oke ikut saya." Ucap Rabbit berjalan lebih dulu.


"Aku sudah tau apa yang aku perlukan di game ini, status." Kevin membuka status nya.


[Kevin, Lv 101 (303/1.030)


Health Point : 101.000/101.000


Skill Point : 417


Eng : 17


Dev :50


Agility :350


Last War Online.]


"Selesai." Gumam Kevin setelah mengatur skill point nya.


"Apa keunggulan kakak?" Bertanya Rabbit.


"Kecepatan." Kevin langsung menjawab nya.


"Kalau begitu kota berburu di sana saja." Ucap Rabbit menunjuk gedung bobrok dengan sebuah lingkaran aneh di dalam nya.


"Apa itu Gate Of Hall?" Bertanya Kevin mengikuti Rabbit.


"Mungkin kak Kevin akan langsung mati tapi ini hanya untuk pembelajaran saja." Ucap Rabbit berdiri bersama Kevin di atas lingkaran aneh tersebut.


"Kau seperti nya meremehkan ku Rabbit." Ucap Kevin.


"Pemula yah tetap pemula kak, jangan meremehkan kesulitan game ini mentang mentang kakak pemain top di game sebelah." Ucap Rabbit.


"Baiklah baiklah." Kevin menyerah.

__ADS_1


[Room di temukan, berisap lah untuk war dalam waktu sepuluh detik.]


__ADS_2