MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 83, Ternyata penggemar Fani


__ADS_3

Geabrande


Humbetolfia Empire


Gialldys Kingdom


Arclide City


"Ternyata memang benar, awal nya saya ragu saat melihat nama anda tapi setelah melihat langsung anda memang Kevin si Immortal God kan?" Perempuan bernama Penyo tersebut entah kenapa langsung bersemangat.


"Siapa yang memberikan julukan itu sih?" Guma Kevin bertanya pada diri sendiri.


"Seperti nya dia penggemar mu loh." Bisik Karin pada Kevin.


"Saya tidak tahu siapa yang memberikan julukan itu tapi saya memang Kevin yang kau maksud." Ucap Kevin.


"Wa...! Apakah Angel Healer juga ada?" Bertanya Penyo antusias.


"Kenapa kamu menanyakan Fani?" Kevin bertanya balik.


"Saya sangat kagum dengan Angel Healer, hanya dengan sekali skill saja sudah dapat langsung memulihkan lima puluh pesen hp anda." Jawab Penyo.


"Apa, ternyata dia adalah pengemar Fani, pfu pfu pfu!." Karin membisik Kevin sambil menertawai nya.


"Saya yakin Fani pasti akan sangat senang mendengar dia memiliki penggemar." Ucap Kevin pada Penyo.


"Saya adalah mage tapi hampir seluruh skill saya adalah tipe suport jadi saya sangat mengagumi nona Fani yang sangat baik dalam mensuport tim nya." Sambung Penyo.


"Ah maaf tuan Kevin, Penyo sangat mengagumi nona Fani jadi maaf merepotkan tuan Kevin." Ucap Poxy meminta maaf.


"Haha tidak masalah, saya juga senang jika salah satu teman saya memiliki penggemar, sayang nya Fani sedang tidak ikut dengan kami." Ucap Kevin.


"Sayang sekali." Penyo langsung lesu.


"Anu.. bagaimana kalau kita langsung ke dungeon saja?" Bertanya Pero yang sedari tadi diam.


"Setuju." Kevin mengangguk dengan tenang.


"Kalau begitu kita berangkat sekarang." Ucap Poxy.


Mereka pun menuju luar kota dan memasuki Arclide Forest karena di sana lah terletak dungeon yang ingin mereka masuki.


...


Arclide Forest


Mereka berdiri tepat di depan pintu Dungeon yang terdiri dari batu runcing berbentuk silang.


[Arclide Dungeon.]


"Ayo buat party." Poxy segera mengundang Kevin dan Karin untuk masuk kedalam Party nya.

__ADS_1


"Ok." Kevin dan Karin langsung menerima nya dan mereka pun resmi menjadi party dengan pembagian Exp rata.


Poxy sebagai pemimpin langsung membuka pintu dungeon dengan mengklik ikon 'Jelajahi Dungeon' dengan tingkat kesulitan termudah sebelum pintu batu runcing yang menghalangi pun terbuka.


"Tuan Kevin." Ucap Poxy mempersilahkan Kevin untuk maju terlebih dahulu.


"Karin lindungi mereka." Ucap Kevin berjalan masuk.


"Serahkan pada ku." Jawab Karin.


Mereka kemudian mengikuti langkah Kevin memasuki gua Dungeon sebelum segerombolan singa seukuran anjing mendatangi mereka.


"Kevin bukan kah mereka terlihat imut." Ucap Karin.


"Sadarkan diri mu Karin, mereka berlevel empat puluh sampai lima puluh loh." Ucap Kevin memperhatikan gerak gerik monster yang mendekati nya.


[Mini Lion, Lv 40 (Easy Monster.)


Hp, 40.000.]


[Mini Lion, Lv 45 (Easy Monster.)


Hp, 45.000.]


[Mini Lion, Lv 50 (Easy Monster.)


Hp, 50.000.]


"Stone Spike!"


-20.000


-15.000


-10.000


Kevin langsung menggunakan skill yang pernah ia curi dari Golem dan memasukkan nya kedalam slot pedang nya, berbagai paku runcing yang terbuat dari batu mulai bermunculan dari bawah tanah dan menusuk di area singa kecil tersebut membuat mereka kesulitan untuk bergerak apa lagi berlari.


"Serang sekarang!" Kevin memberikan aba aba.


"Fire Ball!"


"Wind Slash!" Dua serangan gabungan antara api dan angin yang memperbesar api nya langsung membakar Mini Lion dan mengurangi hp mereka dengan cepat.


"Water Ball!" Sebuah serangan air langsung mengenai beberapa Mini Lion.


"Lightning Shot!" Di tambah serangan petir langsung meningkatkan damage dengan cepat dan mengakhiri semua Mini Lion itu.


"Combo kalian mengerikan sekali, job mage memang sangat menakutkan." Ucap Kevin yang juga yakin jika tanpa bantuan pelepas debuff dari Fani ia tidak akan bisa lolos dari kombo tadi.


Serangan dari empat mage tadi menyebabkan Slow yang sangat besar terutama pada kobaran api yang pertama di tambah dengan air dan petir yang memicu stun pada target.

__ADS_1


Bukan hanya itu yang mengerikan dari kombo empat mage ini, mereka dapat terus mengeluarkan skill mereka dalam dua detik selama masih memiliki mana.


"Inilah makanya aku terlalu malas melawan Mage." Ucap Karin.


"Nice Poxy." Kevin memuji.


"Hehe tanpa bantuan tuan Kevin juga kami tidak akan bisa langsung memusnahkan mereka dalam satu area." Ucap Poxy pada kenyataan nya mereka memang sangat kekurangan point Devense.


Poxy dan ketiga teman nya terlalu fokus meningkatkan Magic power serta mana regen nya atau point Intelligence nya saja.


Itu semua dapat di lihat dari damage nya yang sangat besar dan mana nya yang tidak berkurang banyak, namun mereka tetap meningkatkan point Agility mereka agar dapat berjalan secara normal.


"Baiklah ayo lanjutkan perjalanan." Ucap Kevin karena ingin segera menemui monster yang lebih kuat.


Exp yang Kevin dapatkan tadi kurang dari lima puluh setiap monster nya, itu di karenakan perbedaan level yang lumayan jauh.


Mereka kemudian terus melanjutkan perjalanan dan membasmi Mini Lion yang terus berdatangan dengan strategi yang sama serta tetap memungut seluruh drop item yang di kumpulkan dalam invertory Poxy.


Akhir nya mereka tiba di sebuah tangga yang menuju kelantai dua bawah.


"Aku hanya meningkat satu level loh Kevin." Keluh Karin.


"Sama aku juga." Kevin juga mulai bosan.


"Apakah tuan Kevin bisa lanjut?" Bertanya Poxy.


"Panggil Kevin saja." Kevin mulai muak dengan panggilan tuan itu.


"Baiklah Kevin." Seakan tanpa ada masalah Poxy memanggil nama Kevin dengan mudah.


"Apa kalian masih sanggup? Kemungkinan di lantai dua kita akan menemui Mini Lion yang berlevel lebih tinggi atau yang lain.


"Kami harus bertaruh jika ingin meningkatkan level tu- Kevin." Poxy sedikit terbiasa memanggil Kevin dengan sebutan tuan.


"Kami harus mengalahkan boss dungeon ini." Ucap Pero bersemangat.


"Baiklah, semangat kalian aku tidak membenci nya." Tersenyum Kevin sebelum mulai menuruni tangga.


Saat sampai di lantai dua, mereka langsung di hadang oleh Mini Lion yang dia antara nya sudah ada yang berlevel enam puluh namun tidak banyak.


"Kalian bantu sesekali saja, jika tidak mana kalian tidak akan bertahan hingga kelantai boss dungeon loh." Ucap Kevin.


"Baiklah Kevin." Jawab Poxy.


"Oke, Stone Spike!"


Kevin menebaskan pedang nya kearah lantai yang kembali mengeluarkan berbagai paku runcing dari batu yang menyerang di area para Mini Lion.


"Dark Blade." Karin langsung melapisi pisau nya dengan mana kegelapan dan mulai mengurangi damage seluruh monster kurang dari tiga detik.


"Fire Ball! Wind Slash! Water Slash! Lightning Shot!" Poxy dan teman nya langsung menggunakan skill mereka untuk mengambil hit terakhir karena tujuan utama nya memang untuk meningkatkan level mereka.

__ADS_1


"Ok nice Poxy, kita lanjut." Ucap Kevin segera kembali memimpin jalan.


__ADS_2