
"Aku tidak peduli kau mengenal ku atau tidak tapi." Ucap Mamba memberikan kode dan beberapa orang lain nya mulai bermunculan. "Serahkan puteri Louis sekarang." Sambung nya tersenyum penuh kemenangan.
"Itu bukan kata kata penjahat tulen, harus nya 'serahkan gadis di sana atau kepala kalian akan ku penggal' kurasa begitu." Ucap Kevin mencoba untuk memahami lawan nya.
"Hahahaha! Kalian menyerah kan nya atau tidak aku tetap akan membunuh kalian lalu mengambil puteri yang ada di sana." Ucap Mamba menunjuk kearah mereta.
"Apa yang akan kau lakukan setelah menculik puteri Louis?" Bertanya Kevin.
"Yah tentu menyerah kan nya pada orang itu." Jawab Mamba yang tidak sadar sedang di interogasi oleh Kevin.
'Karin.' Kevin langsung menghubungi Karin menggunakan telepati party.
'Ya?' Karin menjawab.
'Mereka bukan orang sembarangan, level mereka rata rata sudah mencapai level seratus terlebih jumlah nya ada sekitar dua puluh orang, jujur saja kesempatan kita untuk menang tidak lebih dari sepuluh persen.' Ucap Kevin.
'Apa yang harus kita lakukan?' Bertanya Karin.
"Karin jaga puteri Louis." Ucap Kevin menutup telepati nya dan berbicara secara langsung.
"Ha! Apa maksud mu Kevin?" Bertanya Karin.
[Buat kabut di sekitar sini yang dapat menghambat pergerakan dan penglihatan mereka kemudia kabur lah bersama puteri Louis, aku akan menahan mereka.] Kevin lebih memilih mengirim pesan chat.
"Meskipun kau tidak akan mati tapi setidak nya masih ada cara lain kan?" Ucap Karin bermaksud meminta bantuan pada Assassin yang terus mengawasi mereka dari tadi.
"Mereka tidak akan ikut campur selama nyawa puteri Louis tidak terancam,. Kau tidak ingin kehilangan upah misi ini kan." Ucap Kevin yang di mana jika Kevin menyerahkan perlindungan puteri Louis pada Assassin tersebut maka bisa saja mereka tidak mendapatkan hadiah misi.
"Ba-baiklah." Karin akhir nya setuju dan segera membisik pelayan tadi.
"Apa yang kau rencanakan!? Percuma! kalian tidak akan bisa kabur dari sini!" Teriak Mamba. "Serang!"
Beberapa di antara mereka yang menggunakan pedang maupun tombak langsung menyerang ke arah kereta.
"Karin sekarang!" Teriak Kevin.
"Oke, terima ini Mist Ball!" Karin melemparkan banyak bola kabut yang kemudian membuat area di penuhi oleh kabut. "Jalan."
"Baik." Pelayan tersebut segera memacu kuda dan melarikan diri.
"Mereka berniat untuk kabur! Kejar!" Berteriak Mamba.
"Evolusi kedua, Rain Shot!" Kevin langsung menembakkan panah nya ke arah langit dan membuat hujan anak panah di area sekitar.
__ADS_1
Para bandit kemudian berfokus pada jatuh nya anak oanah dari pada mengejar kereta karena meskipun itu tidak membunuh mereka namun rasa sakit nya tetap akan mengganggu mereka berbeda dengan player yang hanya menerima tiga puluh persen rasa sakit.
"Gunakan sihir angin!" Teriak Mamba.
"Wind Borne!" Seorang penyihir menggunakan skill nya dan menghapus kabut yang ada.
Begitu kabut menghilang, terlihat beberapa bandit yang terkena anak panah mulai mencabut anak panah dan di sembuhkan oleh seorang healer, sementara di sisi lain terlihat Kevin yang membawa tombak atau evolusi pertama dari Demon sword nya yang memiliki bentuk tombak kapak.
"Apa mau mu?" Bertanya Mamba karena Kevin tidak ikut melarikan diri.
"Menahan kalian." Jawab Kevin.
"Kau pikir bisa menahan kami?" Bertanya Mamba.
"Aku rasa tidak mungkin, tapi sebagai pemilik jiwa abadi aku tidak akan mati dan pasti nya aku akan menyeret sebagian dari kalian kemudian hidup kembali lalu memburu kalian lagi." Jawab Kevin berusaha sedikit memberikan teror bahkan memperlihatkan ekspresi pisikopat nya.
"Cepat bunuh orang ini dan kejar puteri Louis!" Teriak Mamba.
"Ba-baik!" Beberapa bandit terlihat ragu namun ini adalah perintah dari pemimpin mereka jadi seluruh petarung jarak dekat langsung menyerang kearah Kevin.
"Aku menyuruh mereka lari bukan berarti aku tidak bisa melindungi mereka, aku menyuruh mereka lari karena aku tidak ingin Karin menjadi pembunuh! Stone Spike!" Kevin langsung menancapkan tombak nya ke arah tanah di mana berbagai batu ber duri bermunculan dan menyerang di area depan nya.
"Sial, pemanah tembak!" Teriak Mamba mengerti situasi di mana para fighter tidak dapat maju maka sekarang saat nya damage dealer menembak.
Ting ting!
"Pemanah kalian bahkan tidak dapat mengrnai ku." Ucap Kevin mengejek saat ia berhasil menangkis serangan panah tersebut menggunakan prisai.
"Apa yang kalian lakukan!? Dia hanya sendiri maju dan bunuh dia!" Teriak Mamba.
"Baik!" Para Fighter yang sudah terlepas dari batu batu yang menyerang nya kembali berlari ke arah Kevin.
Shuk!
Satu bandit berhasil Kevin tusuk dan darah nya meluncur di tombak nya.
"Lance Breaker!" Kevin kemudian mengayungkan tombak nya ke arah sampin tepat pada mata kapak mengeluarkan sinar yang kemduian mengabaikan armor pertahanan dan menebas bandit dalam area serangan Kevin.
Sing!
-10.000
"Sial." Kevin terkena satu tebasan pedang dan cepat ia membuang prisai dan menarik tombak nya kemudian menusuk bandit yang menebas nya tadi.
__ADS_1
+Hp 2,3%
"Sial mereka ini sangat terlatih." Kevin memilih untuk melompat mundur setelah menerima banyak damage.
"Apa yang kalian lakukan? kejar!" Teriak Mamba.
"Sword Slash!" Seorang bandit menggunakan skill dan satu tebasan pedang melaju kearah Kevin.
"Water Sword!"
Ting!
Kevin menggunakan skill untuk menangkis skill tersebut menggunakan tombak nya yang sudah di lapisi oleh air.
"Luka mereka sudah kembali pulih sial." Kevin juga tidak dapat terus bertarung secara sembrono karena ada healer yang terus menyembuhkan mereka.
Ting!
Kevin terus bertahan karena per uma juga ia mengeluarkan skill dan akhir nya hp mereka kembali pulih.
"Sekarang, Leap!" Kevin tiba tiba melompat dengan senyum cerah dan mendarat tepat di belakang bandit yang menyerang nya.
Buk! Shing!
Tombak Kevin menancap di tanah dalam keadaan sempurna, Kevin kemudian berputar menjadikan tombak nya sebagai poros kemudian menendang punggung para bandit.
Tidak berhenti di situ Kevin langsung menarik tombak nya dan memutar nya menebas para bandit dari belakang dengan tebasan Horizontal.
-13.000
-15.000
-10.000
+Hp 13,8
"Akh!" Bandit mulai kesakitan karena masih ada luka dari tebasan sebelum nya yang belum pulih seutuh nya sekarang di tambah dengan tebasan yang sangat fatal tepat di punggung mereka.
Berkat passif Demon Sword, pemulihan mereka akan lebih lambat dari seharus nya karena Demon Sword dapat menghilangkan lima puluh persen regenerasi dari target.
"Healer sembuh kan mereka!" Mamba kembali berteriak. "Eh Healer?" Namun ia terkejut saat Healer nya sudah terbaring dengan tubuh yang hangus terbakar.
"Oh.. baru kali ini aku melihat Flamverd menggunakan skill api nya ternyata hasil nya sangat parah, kerja bagus Flamverd." Ucap Kevin pada Flamverd yang mulai menuju ke arah nya, tentu Kevin sudah membunuh beberapa bandit yang menyerang nya.
__ADS_1
"Kau! Dasar tidak berguna!" Mamba menarik pedang nya dan berlari ke arah Kevin.