
Real World
Rumah Kevin
"Em.. kalau begini aku tidak akan berguna bagi mu Kevin, tidak ada untung nya bagimu untuk terus menampung ku di sini." Karin hanya tidak ingin Kevin suatu saat membuang nya karena itu sudah pasti seperti jika Kevin mendapat pacar sudah pasti ia harus pergi dari rumah ini.
"Ini, minum dulu." Kevin memberikan segelas air mineral yang ada di atas meja.
"Nn." Karin menurut dan meminum nya.
"Sudah lebih tenang?" Bertanya Kevin.
"Terima kasih." Ucap Karin meletakkan gelas air yang tersisa setemgah di atas meja.
"Tadi kamu bilang tidak berguna dan tidak ada untung mya bagi ku kan?" Ucap Kevin memastikan.
"..." Karin hanya menunduk diam saja.
"Itu tidak benar, dulu aku selalu sendiri di rumah ini tapi sejak saat kamu ada rumah ini menjadi lebih ramai dan aku tidak lagi kesepian, dengan ada nya kamu aku merasa bahagia jadi, Karin ... tetaplah di sini aku membutuhkan mu." Ucap Kevin tersenyum.
"Kevin." Karin berusaha untuk menahan air mata nya.
"Mungkin permintaan ku ini sedikit egois tapi aku ingin kau tetap tinggal di sini sampai kamu bisa mengurus diri mu sendiri." Ucap Kevin sengaja menyinggung.
"Nn terima kasih." Namun Karin tidak memperdulikan nya dan justru berteima kasih sampai menangis.
"Haha aku benar benar sampah yah, sampai membuat wanita menangis." Kevin tertawa garing menggaruk kepala nya.
"Tidak." Karin menggeleng. "Kau adalah laki laki terbaik yang pernah aku temui." Ucap Karin.
"Ahaha begitu kah." Kevin tidak terlalu paham cara menanggapi situasi seperti itu.
...
Pagi hari
"Sudah aku katakan ini sempit kan." Ucap Kevin saat Yuri Lisa dan Nana duduk di kursi belakang mobil nya sementara Karin dan Kevin sendiri duduk di kursi depan.
"Seperti nya tidak ada masalah." Ucap Karin menengok ke arah belakang melihat Yuri.
"Yah itu sempit loh, sudah aku katakan mobil sport tidak akan efisien untuk jalan jalan seperti ini, kenapa waktu itu gak beli mobil empat pintu aja." Ucap Kevin menyalahkan Karin karena waktu itu Karin lah yang memberi saran untuk membeli mobil sport.
"Tenang saja ini tidak terlalu sempit kok." Ucap Lisa menengahi.
"Hanya sedikit sulit untuk keluar." Ucap Nana karena hanya ada dua pintu.
"Sudah lah ayo jalan." Ucap Yuri males ribut.
"O~ baik lah." Kevin langsung tancap gas dan jalan.
__ADS_1
Brromm..!
(Jangan tanya lagi. "Kenapa mobil nya bisa jalan padahal belum nyala?" Itu mesin nya udah di panasin dari tadi.)
"Ah.. ini pertama kali nya aku naik mobil sport, rasa nya.." Ucap Lisa terlalu senang.
"Edisi terbatas lagi dan hanya ada seratus unit di dunia." Sambung Nana.
"Mobil mahal dan mobil biasa memang beda, meskipun sempit tapi tetap nyaman." Ucap Lisa.
"Sesekali ngerasain jadi orang kaya juga seperti nya bukan masalah." Ucap Nana mengangguk angguk sendiri.
"Tapi aku bukan orang kaya loh." Ucap Kevin berusaha merendah saat mendengarkan pembicaraan mereka berdua.
"Dari mana nya bukan orang kaya!?" Bentak Lisa dan Nana secara bersamaan.
"Eh?" Terkejut Kevin.
"Kalau senior bukan orang kaya lalu harus sekaya apa biar bisa di sebut orang kaya?" Bertanya Lisa.
"Kak Kevin berkata begitu, kami merasa berada di bawah garis miskin." Keluh Nana.
"Maaf." Kevin pun tersadar bahwa perkataan nya tadi sama saja dengan mengejek orang yang berusaha untuk memiliki uang seperti diri nya.
"Senior bisa berikan kami tips buat bisa kaya seperti senior?" Bertanya Lisa.
"Eh kenapa?" Bertanya Kevin.
"N~nn." Lisa mengangguk angguk membenarkan.
"Ya.. bagaimana yah cukup cintai uang saj kali yah." Kevin tidak terlalu mahir dalam memberi saran.
"Oke oke mencintai uang yah senior." Lisa langsung mencatat nya.
"Apa yang kau ajarkan pada junior mu?" Bertanya Karin pada Kevin.
"Yah cara jadi kaya." Santai Kevin menjawab.
"Dengar yah, mendapatkan uang itu bukan lah mudah, mencintai uang memang bagus tapi yang utama kau harus berusaha." Ucap Karin.
"Berusaha oke." Lisa juga menulis saran Karin.
"Kalian masih SMA, untuk saat ini kalian cukup menikmati masa masa SMA kalian, murid SMA itu spesial dan hanya dapat di rasakan selama tiga tahun dan tidak dapat di ulangi jadi nikmati waktu mu dengan baik." Ucap Kevin.
"Okay senior!" Jawab Lisa.
"Seperti nya kau semangat sekali Lisa." Ucap Nana.
"Hehe tidak juga." Balas Lisa menggaruk pipi nya menggunakan telunjuk nya.
__ADS_1
Setelah tiga puluh menit perjalanan tanpa macet akhir nya mereka tiba di kolam renang.
...
"Wuaah! Besar banget!" Ucap Nana melihat wilayah kolam renang yang sangat besar di tambah dengan seluncuran air yang memiliki ketinggian lima puluh meter.
"Itu seluncuran atau roller caster." Ucap Kevin.
"Itu hanya untuk orang orang yang punya nyali senior, yang nggak punya yah pake seluncuran yang di sana aja." Ucap Yuri menunjuk seluncuran yang tinggi nya sekitar dua puluh lima meter.
"Oh aku tidak menyadari nya tadi." Ucap Kevin.
"Ayo masuk!" Ucap Lisa bersemangat.
"Oke oke baik lah." Ucap Kevin berjalan lebih dulu menuju penjaga gerbang atau lebih tepat nya pemeriksa an tiket.
"Silahkan tunjukkan tiket nya." Ucap petugas tersebut.
"Ini untuk lima orang." Ucap Kevin memperlihatkan kode QR pada ponsel nya karena semalam ia sudah membeli tiket untuk lima orang.
Tit!
"Baik silah kan masuk." Ucap petugas tersebut setelah menscan kode di ponsel Kevin menggunakan EDITH nya.
"Senior masih pake ponsel." Ucap Lisa.
"Nn, aku merasa lebih baik membawa ponsel dari pada EDITH." Ucap Kevin mengangguk.
"Memang sih ada banyak orang yang lebih memilih memggunakan ponsel dari padan EDITH tapi kebanyakan hanya orang tua kak Kevin." Ucap Nana.
"Kalau di rumah aku masih menggunakan EDITH tapi jika keluar rasa nya sedikit- yah kamu juga pasti merasakan nya, jarak pandang menjadi sempit dan itu tidak nyaman bagi ku." Ucap Kevin.
"Ternyata begitu." Ucap Lisa dan nana mengangguk.
"Lalu kenapa senior menggunakan kacamata hitam? Kak Karin juga." Bertanya Yuri.
"Kacamata dan EDITH itu berbeda." Ucap Kevin.
"Aku akan ke ruang ganti dulu." Ucap Karin mengalihkan topik.
"Aku ikut." Ucap Lisa.
"Saya juga." Ucap Nana.
"Yuri juga." Yuri pun berjalan mengikuti Karin.
"Yah alasan Karin menggunakan kacamata pasti karena terlalu malu di tempat ramai." Gumam Kevin setelah para cewek meninggalkan nya.
Kevin kemudian berjalan dan tiba di sebuah tempat yang cukup rindang dan banyak keluarga yang menaruh karpet di sana untuk mereka beristirahat atau bersantai.
__ADS_1
Kevin juga menaruh karpet yang ia bawa di sana serta barang barang lain yang ia bawa untuk sekedar bersantai di kolam renang.