
Geabrande
Humbetolfia Empire
Gialldys Kingdom
Arclide City
Setelah beberapa menit mereka berdua di dalam restorant dan memesan makanan seadanya untuk mengisi perut karakter nya, sebuah chat dari Yuri tiba tiba datang pada Kevin.
[Senior, Yuri sudah ada di pusat kota Arclide.] Ucap Yuri di chat.
[Baiklah tunggu kami di sana jangan kemana mana.] Balas Kevin.
[Baik senior :)]
"Yuri sudah tiba ayo." Ucap Kevin berdiri dan membayar makanan nya pada pelayan yang lewat sebelum berjalan meninggalkan restorant.
"Baiklah." Karin berdiri dan mengikuti Kevin.
...
Arclide City
Town Centre
"Fani!" Sapa Kevin mengangkat tangan kanan nya saat melihat Fani sedang berdiri dengan banyak makanan di pelukan nya.
"Senior!" Fani membalas sambil melambai lambai dengan tangan kanan nya.
"Apa yang kau makan itu?" Kevin bertanya menunjuk kearah cemilan yabg di bawa oleh Yuri dan jumlah nya sangat lah banyak.
"Fani hanya melihat banyak stan makanan di kota ini jadi Fani kebablasan membeli nya, tehe-." Ucap Fani bersikap imut dengan menjulurkan ujung lidah nya di sudut senyuman nya.
Tak!
-600
"Jangan sembarangan membeli makanan." Kevin mengetuk kepala Fani dengan sangat pelan.
"Sakit senior." Ucap Fani mengeluh karena dengan pukulan Kevin itu sudah cukup memberikan damage yang cukup tinggi bagi supiet seperti Fani yang fokus meningkatkan agility dan intelligence sedangkan point devense nya sangat rendah.
"Seperti nya enak, bagi dong Fani." Karin meminta.
"Yang ini enak loh." Fani langsung memberikan rekomendasi.
"Ayo lah, kita berangkat." Kevin tidak ingin menunda nunda waktu lagi karena ingin segera menyelesaikan dungeon dan menaikkan level Fani.
Ini adalah kesempatan atau waktu yang dapat Kevin curi curi karena dengan kegiatan sekolah tentu Fani tidak memiliki banyak waktu luang, jadi Kevin ingin menyelesaikan dungeon sebanyak mungkin selama Fani masih login.
Mereka berjalan keluar kota dan menuju hutan, meskipun ada beberapa player yang sedang berburu namun jarang ada yang memasuki dungeon karena itu membutuhkan party atau tim Raid yang banyak.
Jika tidak maka mereka hanya bisa menyelesaikan dungeon dengan kesulitan terbawah dan tidak mendapatkan banyak hadiah.
Singkat cerita Kevin Karin dan Yuri pun tiba di depan pintu dungeon bersiap untuk memasuki nya.
[Arclide Dungeon.]
__ADS_1
[Apakah anda ingin menjelajahi Arclide Dungeon?
Ya/Tidak.]
"Ya." Kevin menekan opsi ya.
[Pilih tingkat kesulitan
-Hard
-Normal
-Easy.]
"Langsung Hard aja kali yah." Gumam Kevin dan menekan ikon untuk level penjelajahan tersulit.
[Di sarankan agar anda berlevel tujuh puluh dan memiliki dua kelompok party, selamat berjuang!]
Bom!
Bersamaan dengan sistem yang menyarankan dua belas orang untuk masuk, batu yang tadi nya menghalangi jalan langsung meledak berbeda dengan sebelum nya yang bergeser.
"Begini kah tingkat tersulit?" Bertanya Kevin.
"Aku juga bisa merasakan aura yang berbeda dari sebelum nya." Ucap Karin.
"Bukan nya kita hanya perlu menyelesaikan nya saja kan senior?" Fani bertanya dengan santai seakan monster di dalam hanyalah nyamuk yang siap mereka tepuk.
"Ayo masuk." Kevin terlebih dahulu melangkah masuk untuk mengecek dengan radar nya.
"Bukankah itu kesulitan teersulit?"
"Mereka memilih yang tersulit loh."
"Mereka hanya bertiga? Salah satu dari mereka bajkan belum mencapai level tujuh puluh."
"Aku berani jamin mereka akan langsung mati di lantai satu."
Beberapa player menganggap party Kevin adalah party gila yang menginginkan kematian.
Kembali ketempat Kevin.
Slas!! Ting!
[Mini Lion, Lv 40 (Hard Monster.)
Hp, 40.000.]
[Mini Lion, Lv 45 (Hard Monster.)
Hp, 45.000.]
[Mini Lion, Lv 50 (Hard Monster.)
Hp, 50.000.]
Satu cakaran Mini Lion langsung Kevin blok saat ia melangkah masuk ke dalam gua.
__ADS_1
"Tujuan kita adalah menyelesaikan dungeon ini dengan cepat jadi, tidak usah menahan diri!" Ucap Kevin bersiap dengan Demon Sword nya.
"Di mengerti senior." Ucap Fani mengangkat pedang nya bersiap untuk ikut bertarung.
"Tidak usah mengkhawatirkan ku." Ucap Karin.
"Baiklah maju saja." Kevin langsung menghentakkan kaki nya bersiap menggunakan skill.
"Leap!"
Kevin melompat ketengah tengah kerumunan Mini Lion.
[Knockback terpicu!]
"Sword Dance!"
Kevin mengaktifkan skill nya untuk menambah damage tebasan serta ketajaman pedang nya.
-10.000
+Hp 2,3
-10.200
+Hp 2,3
-9.000
+Hp 2,3
Meskipun begitu, monster dengan kesulitan teratas memang berbeda dengan monster easy atau normal karena ketebalan nya memang sangat lah kuat serta serangan nya juga cukup merepotkan Kevin untuk terus memblok atau menahan nya.
"Fani pun punya jika hanya Sword dance, aktifkan skill Sword Dance!" Ucap Fani tidak mau kalah.
Fani berlari dengan kecepatan nya dan mulI menebas mini lion apapun yang mendekat atau ingin menyerang nya.
Fani tidak memiliki ketahanan tubuh yang tinggi seperti Kevin namun Fani memiliki teknik yang hebat yaitu kemampuan untuk menghindari serangan musuh, bagi Fani hal tersebut sama hal nya dengan kemampuan menulis nya dan Kevin sangat kagum dengan kemampuan Fani baik di real word maupun game world.
"Poison Knife! Dark Blade!"
Seperti biasa Karin hanya mengandalkan dua skill nya itu untuk mengeliminasi mini lion karena menurut nya menggunakan skill lain hanya akan membuang stamina nya saja.
Meskipun Kevin mengatakan untuk tidak menahan diri namun mereka jelas masih menahan diri, Fani tidak menggunakan staff nya dan memilih untuk menjadikan ini latihan berpedang, Karin tidak menggunakan class skill nya sama hal nya dengan Kevin.
Setelah pertempuran yang berlangsung singkat, akhir nya mereka berhasil menangani satu rombongan dengan exp tiga kali lipat dari saat Kevin menemani tim Poxy.
"Senior, bagi mana Potion." Ucap Fani meminta mana potion.
Meskipun Fani hebat dalam menghindar namun tetap saja teknik berpedang nya itu hanya berguna saat satu lawan satu melawan manusia, sedangkan untuk segerombolan monster seperti ini itu tidak akan terlalu berguna hingga Fani masih perlu latihan dan meningkatkan teknik nya agar dapat menyesuaikan diri saat melawan monster.
Karena hal tersebut,.akhir nya Fani sering kali menerima damage dan ia harus terus mengheal diri nya sendiri dan Karin sementara Kevin untuk keadaan seperti ini tidak perlu karena ia memiliki regenerasi yang cukup mengerikan bagi seorang Warrior yang berfungsi sebagai fighter.
Sementara Karin sendiri sebenar nya juga tidak terlalu memerlukan nya karena dia mendapatkan passif skill dari karakter Ghost nya yaitu dapat menetralkan serangan fisik jika terpicu dan seluruh serangan di sini adalah tipe fisik attack tanpa magic power.
"kau tidak membawa nya?" Meskipun Kevin berta nya namun ia tetap bersiap mengirim potion ke Invertory Fani.
"Sama sekali tidak senior, biasa nya Fani- tunggu! Mana potion kelas dua! Senior sudah bisa membuat potion kelas dua!?" Bertanya Fani terkejut setelah menerima potion di Invertory nya.
__ADS_1