MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 38, Kecelakaan


__ADS_3

Pagi hari


Kamar Kevin


Kevin tersadar dikamarnya begitu dia logout


"Kevin kau sudah bangun, bagaimana dengan boss goblinnya?" Karin tiba tiba muncul dan mengajukan pertanyaan pada Kevin yang baru saja membuka helem vr nya.


"Boss nya sudah dikalahkan, lalu kenapa kau bermain dikamarku?" Jawab Kevin bertanya saat melihat Karin sedang keasikan bermain PSV balapan mobil bersama Alka dikamarnya.


"Hehe aku pernah meminta ID mu tapi kau tidak mengirimnya." Jawab Alka tapi tetap fokus pada kontrolnya.


"Oh maaf aku lupa." Kevin tidak bermaksud untuk tidak mengirimnya tapi dia benar benar lupa.


"Sudahlah aku juga sudah mendapatkannya dari Karin chan." Selow saja Alka berkata.


Kevin melirik sebentar keseuluruh lantai kamarnya yang hampir penuh dengan pembungkus snack. "Aku lapar, aku akan kebawah dulu." Kevin tiba tiba merasakan perutnya keroncongan dan segera berjalan kearah dapur lantai satu.


"Oh sekalian buatkan aku juga." Ucap Alka.


"Aku pun!" Karin mengikut.


"Baiklah." Kevin pasrah.


Lima belas menit kemudian Kevin kembali membawa nampan yang berisi tiga mangkuk mie instan.


"Kenapa kamarnya tambah berantakan?" Ucap Kevin yang agak geram -_-.


"Oh sudah makanannya siap." Ucap Karin mengabaikan pertanyaan Kevin.


"Kee' tumben kau memasak mie instan?" Alka segera mengambil satu mangkuk.


"Aku agak malas." Ucap Kevin yang juga duduk dan menikmati mienya yang jelas terlihat porsinya dua kali lipat.


"Kenapa selalu porsimu yang lebih besar?" Tanya Karin yang melihat miliknya sedikit sama dengan Alka.


"Aku tidak akan kenyang jika hanya satu bungkus saja." Singkat saja Kevin menjawab sebelum kembali melanjutkan.


"Aku sebenarnya berencana mengajak kalian untuk bermain tapi sepertinya Karin tidak bisa." Ucap Alka melirik kearah Karin.


"Cih! Tunggu besok saja." Ucap Karin berdecak kesal karena selain mati tentu harus mendapatkan hukuman karena tidak menyelesaikan misi.


"Itu karena kau terlalu gegabah." Kevin pula tambah mengejeknya.


"Ini semua gara gara misi bodoh itu, menyuruh kita memburu goblin dipeta yang salah kemudian bertemu bos goblin, apa game ini bermasalah?" Karin semakin menggerutu.


"Kurasa tidak." Jawab Alka santai.


"Apa hari ini kau senggang Alka?" Bertanya Kevin.


"Jika tidak mana mungkin aku bisa berkunjung kesini." Santai Alka menjawab.

__ADS_1


"Kau berbicara seperti itu macam kau adalah orang sibuk." Balas Kevin.


"Memang seperti itulah." Alka sedikit menyombongkan diri.


"Cih.., Jadi jalan dengan wanita berbeda setiap harinya sudah dibilang sibuk?" Tanya Kevin lagi.


"Play boy." Ucap Karin menatap tajam Alka.


"Ayolah Karin chan jangan mengatakan hal buruk seperti itu." Ucap Alka yang sangat memperdulikan penilaian perempuan terhadapnya.


"Sepertinya hari ini aku akan senggang." Ucap Kevin mulai membereskan mangkuk sisa.


"Tidak latihan?" Tanya Alka memastikan sambil memakan sebuah permen mint yang dia temukan diatas meja.


"Aa!! Itu permenku yang tersisa! Kembalikan!!" Teriak Karin mengguncang guncang tubuh Alka dengan menarik kerah bajunya.


"Tenang yah Karin chan, nanti aku akan membeli banyak." Alka berusaha menenangkan Karin yang terlihat sangat menakutkan.


"Aku mungkin tidak latihan tapi Karin iya." Ucap Kevin menjawab pertanyaan Alka sebelum membawa tiga mangkuk sisa tadi keluar.


"Tidak bisakah aku istirahat untuk hari ini saja?" Bertanya Karin lemas.


"Tidak." Jawab Kevin singkat sebelum menutup pintu.


"Ka-karin." Ucap Alka yang kesulitan bernapas karena lehernya masih dicekik.


"Apa!?" Yang tadinya lemas berubah menjadi sangat menakutkan.


"Itu, tolong lepaskan." Ucap Alka segera.


Lima menit kemudian Kevin kembali kekamar membawa satu bungkus cairan gizi C setelah membereskan semua piring yang kotor.


"Keluar yok." Ajak Alka tiba tiba tapi tetap saja fokus pada E.D.I.T.H nya.


"Bosan?" Tanya Kevin yang mulai membereskan lantai kamarnya yang berantakan dengan banyak pembungkus snack ringan.


Kevin bertanya seperti itu karena biasanya jika Alka mengajaknya keluar saat dirumahnya itu artinya Alka sedang bosan.


"Begitulah.., kita keCafe biasa saja." Ucap Alka mengusulkan karena sudah yakin Kevin pasti akan ikut.


"Baiklah." Kevin mengangguk.


Cepat Karin membantu Kevin membereskan sampah karena jika mereka jadi keluar maka Karin tidak perlu latihan hari ini.


Setelah beberapa menit semua sampah dikamar Kevin telah dibereskan.


"Aku akan mandi sebentar." Ucap Kevin menarik handuk sebelum berjalan kearah kamar mandi sambil meminum cairan Gizi C.


"Aku juga akan bersiap." Ucap Karin yang baru saja ingin keluar pintu.


"Siapa yang mengajakmu?" Alka dan Kevin bertanya secara bersamaan.

__ADS_1


"Ha?" Karin sedikit canggung karena merasa malu apa lagi ditanya secara bersamaan.


"Bercanda, kau bisa ikut lagian disana nanti akan ada teman perempuan juga." Ucap Alka segera dimana Kevin sudah masuk kedalam kamar mandi.


Dua puluh menit kemudian


Depan rumah Kevin


"Aku tidak tahu kau membawa motor." Ucap Kevin mengeluarkan motornya tapi didepan rumahnya juga sudah ada motor Sport Alka yang terparkir.


"Hehe.. naik mobil setiap hari juga sangat membosangkan broku." Ucap Alka menepuk nepuk tangki motornya.


"Naiklah." Ucap Kevin yang sudah siap dan menyuruh Karin untuk naik.


"Baiklah." Mengangguk Karin sebelum menggunakan helem dan naik.


"Kenapa kau menggunakan helem Karin?" Bertanya Kevin.


"Rembutku berantakan jika tidak menggunakan helem." Jawab Karin.


"Dimana kau mendapatkannya?" Lagi Kevin bertanya karena perasaan tidak ada helem dirumahnya.


"Online." Singkat saja Karin menjawab.


"Oh baiklah." Kevin tidak bertanya lagi dan langsung tancap gas bersama Alka yang memimpin jalan.


"Jangan terlalu laju! rambutku berantakan." Ucap Karin yang sedikit meninggikan suaranya agar terdengar oleh Kevin.


"Ntar bisa ketinggalan Alka." Balas Kevin yang malah tambah laju saat Alka mulai menyalip beberapa kendaraan ditengah macet yang tidak terlalu parah.


"Uwa bahaya loh!" Karin agak was was.


Saat mereka berbelok dan meninggalkan jalan utama mereka mulai mengurangi kecepatan namun benar kata polis, kecekaan dapat terjadi dimana saja.


Sebuah mobil dari depan dengan kecepatan tinggi langsung menuju kearah mereka, Alka dan kevin yang menyadarinya langsung membanting stir.


Untungnya Alka terlempar kesebuah tanaman bunga yang cukup lebat dan cukup untuk menyelamatkannya namun berbeda dengan Kevin dimana ia harus mengutamakan keselamatan Karin.


Berbalik Kevin menangkap Karin dan membiarkan motor barunya ditabrak oleh mobil tersebut, cukup jauh Kevin terlempar bersama Karin namun untungnya Kevin melindungi Karin dengan tubuhnya, meskipun begitu Karin pingsan karena syok.


"Oi Karin! kau tidak apa apa?." Bertanya Kevin saat darah mulai mengalir dikepalanya.


Kevin membuka helm Karin dan memastikan Karin tidak mengami luka patah atau yang lain saat melihatnya pingsan.


Setelah memastikan Karin tidak terluka Kevin tiba tiba teringat dengan Alka. "Alka!." Teriak Kevin namun hanya melihat Alka mengangkat jempolnya menandakan dia baik baik saja.


Saat ini Alka masih merasa sakit dibeberapa bagian tubuhnya dan masih berusaha untuk bergerak.


"Oi siapa yang menggunakan motor ugal ugalan dijan sempit seperti ini!" Seorang dengan badan besar keluar dari mobil bersama beberapa orang lainnya.


Dia terlihat sangat emosi karena jalannya dihalangi namun dalam hal ini merekalah yang bersalah karena mengambil jalur kanan dan akhirnya menabrak motor Kevin.

__ADS_1


"Kau kah! Atau kau?" Orang tersebut menunjuk kearah Alka sebelum menunjuk Kevin.


"Kau yang membawa mobil ini?" Kevin bertanya balik dengan perasaan marah dan berjalan mendekati kelima orang tersebut yang terlihat seperti preman.


__ADS_2