MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 196, Dark Fires


__ADS_3

"Apa apa an dengan panah senior yang berbelok itu?" Bertanya Yuri menyarungkan pedang nya.


"Rambut mu sudah kembali yah." Ucap Kevin saat melihat rambut putih Yuri sudah kembali seperti semula sekalian mengalihkan pembicaraan.


"Sudah tidak ada arti nya lagi Yuri untuk tetap berada dalam evolusi begitu lama." Ucap Yuri.


"Apa itu bisa lebih lama lagi?" Bertanya Kevin.


"Itu memakan banyak stamina tapi sebagai ganti nya Yuri dapat menyatu dengan udara." Jawab Yuri.


"Benar benar kehampaan yah." Kevin menyebutkan skill.


"Masih mau lanjut berburu?" Bertanya Yuri.


"Menemani junior berburu di hari minggu seperti nya bukan ide yang buruk." Ucap Kevin setuju.


...


Ixporia Forest


Setelah pulang dari berburu Kevin tiba tiba di panggil oleh Alka untuk datang ke tempat penelitian nya yaitu hutan Ixporia yang merupakan wilayah kekuasaan Guild Strayderer.


"Menyebut hutan ini sebagai Ixporia Forest rasa nya sangat aneh, apa kau tidak memiliki ide untuk memberi nya nama baru?" Bertanya Kevin pada Alka.


"Mengubah nama nya juga memang bagus tapi itu bisa menyinggung beberapa pihak karena menganggap kota terlalu sombong setelah menerima tanah daei raja dan langsung mengubah nama nya." Ucap Alka.


"Benar juga sih yah..." Kevin hanya bisa berekspresi lesu saat memikirkan nya. "Jadi bagaimana hasil nya?" Bertanya Kevin.


"Susah siap dengan sempurna meskipun saat ini kami hanya membuat satu saja." Ucap Alka.


"Jadi kemana monster nya?" Bertanya Kevin karena susah melihat rencana Alka ingin membuat monster baru.


"Rina!" Ucap Alka memberikan kode pada Rina.


"Oke! Membara lah. Dark Fires!" Rina melalukan summon monster.


Syhuurr..


Sebuah api gelap kemudian muncul dan mulai membentuk monster api hitam berlengan dua tanpa kali yang membuat nya seakan melayang juga memberikan kesan mengintimidasi dari penampilan nya.


"Terlihat kuat." Ucap Kevin.

__ADS_1


"Dark Fires, ini adalah monster hasil ciptaan ku setelah melalui puluhan kegagalan." Jelas Alka.


"Kuharap kemampuan nya sesuai dengan anggaran yang di keluarkan." Ucap Kevin bersiap dengan Demon Sword nya.


"Eternal Sword!"


Tanpa menahan diri Kevin langsung menggunakan skill tebasan abadi yang langsung mencincang tubuh Dark Fires hingga habis namun dalam waktu satu detik ia langsung kembali ke wujud semula bahkan healt point nya tidak berkurang.


"Kebal terhadap serangan fisik." Ucap Kevin menghentikan serangan nya.


"Hanya saja membutuhkan waktu satu detik untuk memulihkan selueuh tubuh nya." Ucap Alka.


"Bagaimana dengan magic damage?" Bertanya Kevin.


"Kebal terhadap serangan elemen api yang lima puluh persen lebih kuat dari api Dark Fires dan kebal juga terhadap serangan elemen es lagi pula sihir es hanya mempan pada objek yang memiliki tubuh fisik." Ucap Alka.


"Lalu apa kelemahan nya?" Kevin ingin mengetahui kelemahan nya tapi dari tadi Alka hanya memberitahu kan keunggulan nya.


"Serangan getaran seperti suara efek Debuff atau semacam nya yang bisa mengganggu frekuensi radio juga kelemahan lain nya kau harus menhancurkan core nya." Jelas Alka.


"Untuk serangan getaran seperti itu biasa nya hanya di miliki oleh seorang suport aku saja bahkan belum memiliki nya dan untuk core jya aku sudah menghancurkan seluruh tubuh nya hingga berkeping keping tapi kenapa core nya belum hancur?" Ucap Kevin bertanya.


"Jadi siapa saja bisa memanggil monster ini selama memiliki item nya begitu." Kevin menyimpulkan meskipun tidak salah tapi itu tidak nyambung.


"Y-ya... sayang nya aku baru membuat satu dan itu saja sudah cukup sulit di luar biaya nya." Ucap Alka.


"Bagaimana dengan serangan nya?" Bertanya Kevin.


"Bisa menghanguskan baja dalam sekejap." Alka mengangkat jempol nya.


"Baik lah Alka, siap kan sepuluh unit Dark Fires untuk guild dan pastikan menyimpan rahasia blueprint dengan baik." Ucap Kevin memberi perintah sebagai guild Lider.


"Okay." Jawab Alka santai.


Kevin sebenar nya ingin meminta Alka untuk memproduksi Dark Fires dalam jumlah banyak tapi biaya nya lumayan mahal, bukan nya mereka tidak memiliki uang tapi menyimpan uang untuk kepentingan lain juga adalah hal yang baik dan Kevin yakin Alka mengerti akan hal itu.


"Yang harus kita pikirkan sekarang adalah bagaimana memanfaatkan tanah kosong ini." Ucap Kevin masih bingung apa yang akan mereka lakukan pada tanah kosong tersebut.


"Kita juga sudah meminta saran pada yang lain tapi itu tidak terlalu berguna." Ucap Alka.


"Apa tidak bisa di jadikan tambang emas?" Kevin iseng betanya.

__ADS_1


"Sayang nya tidak ada tanda tanda keberadaan logam di sini." Ucap Alka.


"Membuat castle juga rasa nya percuma." Ucap Kevin.


"Memang sangat percuma, meskipun kita di berikan tanah ini tapi tetap saja ini masih wilayah kerajaan dan masih ada kekuasaan yang lebih tinggi yaitu kekaisaran, salah langka guild kita bisa menjadi buronan seluruh kekaisaran Humbetolfia." Ucap Alka.


Entah kenapa Kevin tiba tiba mendapat ide baru setelah mendengar penjelasan Alka. "Coba tunjukkan wilayah wilayah tak bertuan yang ada di map." Ucap Kevin.


"Tidak ada, hampir semua nya sudah di kuasai oleh guild guild." Kawab Alka.


"Hampir semua bukan berarti tidak ada Alka." Kevin meralat ucapan Alka.


"Maksud ku sudah tidak ada wilayah yang bagus, yang tersisa hanya lah wilayah kecil, jelek, merugikan dan berbahaya yang bahkan guild kecil pun tidak akan mengambil alih nya." Ucap Alka.


"Perlihatkan saja pada ku beberapa wilayah yang menurut mu bagus." Kevin yakin Alka sudah memantau beberapa wilayah kosong.


"Tidak ada yang bagus tapi ada yang luas." Alka menampilkan hologram map dan menunjuk sebuah wilayah.


"Oh ini muat untuk sepuluh kota?" Ucap Kevin.


"Kalau sebesar itu dan masih tetap kosong sudah pasti wilayah ini bermasalah, aku tidak terlalu menyarankan tapi aku rasa kau bisa memanfaatkan sesuatu di sana jadi pergi lah untuk mengecek nya." Ucap Alka.


"Kalau begitu tolong tangani jadwal ku." Ucap Kevin.


"Sendiri?" Bertanya Alka.


"Ya sendiri." Jawab Kevin.


"Baik lah sendiri." Alka segera menyesuaikan jadwal kegiatan anggota guild sebelum kembali bertanya. "Yakin hanya sendiri?"


"Ya-"


"Aku ikut." Ucap Karin yang entah sejak kapan berada di samping Kevin.


"Terserah saja." Kevin tidak menolak karena menurut nya untuk memeriksa wilayah baru lebih banyak orang akan lebih baik


"Oke." Ucap Karin bersuara suara kecil.


"Wilayah ini masih berada dalam benua Geabrande tapi berada tepat di luar perbatasan Humbetolfia Empire dan Grandetia Empire, meskipun di luar wilayah perbatasan tapi tempat ini belum pernah menjadi lokasi perang dalam sejarah perang kekaisaran." Alka menjelaskan.


"Kau mempelajari nya baik baik." Karin ingin memuji.

__ADS_1


__ADS_2