
Real World
Rumah Kevin
"Alka jauh lebih baik saat seperti ini." Ucap Karin karena Alka pasti bisa memberikan perawatan terbaik untuk Kevin.
"Baik kak!" Yuri langsung berlari.
"Sebenar nya apa yang terjadi?" Karin khawatir dan mulai menghapus darah di bibir dan dada Kevin menggunakan pakaian yang sempat ia tarik.
"Terima kasih Karin, aku tidak tau- uhhuk! Apa yang akan terjadi jika aku hanya sendiri." Kevin bersyukur karena ada orang lain di rumah ini selain dia.
"Sudah lah jangan berbicara dulu." Karin kembali menghapus darah yang baru saja keluar dari batuk Kevin.
Kevin berusaha memusatkan seluruh energi dalam tubuh nya menuju paru paru untuk tetap menjaga dan memulihkan nya karena Kevin saat ini tidak dapat menggunakan teknik pernapasan pola apapun terlebih ia merasa akan mati jika tidak menjaga paru paru nya.
"Tiga menit lagi kak." Ucap Yuri datang. "Tiga menit lagi Alka akan tiba."
"Apa dia membawa dokter?" Bertanya Karin.
"Yuri mengatakan ini darurat jadi Alka langsung membawa dokter." Ucap Yuri.
"Bagus lah kalau begitu." Ucap Karin meskipun kecepatan Alka sudah sangat cepat jika tiba dalam tiga menit di jam macet seperti ini tapi Karin tetap berharap Alka datang lebih cepat lagi.
"Bagaimana keadaan kak Kevin?" Bertanya Yuri tidak lagi memanggil senior.
"Aku akan baik baik saja Yuri kau pergi lah sekolah nanti telat." Ucap Kevin berusaha untuk berbicara.
"Yuri sudah menghubungi sekolah, Yuri akan izin hari ini." Ucap Yuri.
"Maaf." Ucap Kevin.
Tiga menit kemudian Alka benar benar tiba dalam waktu tiga menit yang seharus nya tidak dapat di capai namun itu lah orang kaya Alka menggunakan helikopter untuk datang.
__ADS_1
"Oi apa yang terjadi dengan mu Vin?" Bertanya Alka masuk ke kamar Kevin bersama seorang pria tua yang menggunakan jas putih jelas itu adalah dokter.
"Alka uhhuk!" Kevin berbicara namun batuk nya jiga menyusul.
"Jangan berbicara dulu, tuan muda mundur lah dulu." Ucap dokter tersebut segera memeriksa keadaan Kevin.
Beberapa detik kemudian. "Bagaimana?" Karin bertanya.
"Tuan muda kita membutuhkan perawatan lebih, tuan Kevin harus segera di bawa ke rumah sakit." Ucap dokter tersebut terlihat jelas dari ekspresi dokter kondisi Kevin benar benar buruk.
"Hey cepat ke sini bawa Kevin ke rumah sakit." Alka segera menghubungi bawahan nya yang lain untuk mengangkat Kevin ke helikopter.
"Apa Kevin akan baik baik saja?" Bertanya Karin.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi tapi paru paru nya mengalami luka parah adalah hal yang jelas jika tidak segera mendapatkan perawatan lebih lanjut mungkin dia akan mati." Jawab Dokter tersebut seakan tidak menyembunyikan apapun.
"Cepat lah!" Ucap Alka pada bawahan nya yang membawa Kevin.
"Aku jadi tidak tenang kalau di bawa seperti barang begini Alka uhhuk!" Ucap Kevin.
Sementara itu dokter melihat Kevin dan mengikuti nya. "Drngan luka itu harus nya dia sudah mati." Ucap dokter tersebut dengan suara kecil karena hanya itu yang harus ia sembunyikan dari Karin dan Yuri juga Alka.
...
Kevin tiba di ruang VIP rumah sakit milik ayah Alka dan langsung di rawat khusus oleh para dokter terbaik, meskipun ada saran operasi tapi Kevin tetap menolak dan akhir nya para dokter harus lah mengerahkan seluruh kekuatan dan pengetahuan mereka untuk menyelamatkan paru paru Kevin tanpa ada nya operasi.
Berkat pemulihan Kevin yang cukup cepat dan bantuan dari dokter pula akhir nya paru paru Kevin berhasil di selamat kan dan Kevin pun melewati kondisi kritis.
Sementara Kevin mendapatkan perawatan ia juga masih belum di perbolehkan bertemu siapapun untuk hari ini. Sedangkan di luar ruangan sudah ada Alka, Karin, Yuri dan Bilqis yang mendengar kabar dari Alka dan segera datang kerumah sakit.
"Apa yang sebenar nya anak itu pikirkan? Dulu juga seperti ini." Ucap Bilqis mengkhawatirkan Kevin namun ia hanya bisa menjenguk dari luar ruangan.
"Dulu?" Yuri merasa dulu ada yang terjadi dengan Kevin dan Bilqis atu mungkin saja berhubungan dengan kecelakaan yang mereka maksud.
__ADS_1
"Menegur nya hanya percuma saja, memang seperti ini lah Kevin." Ucap Alka.
"Selalu saja membuat orang di sekitar nya khawatir kenapa Kevin tidak juga menyadari nya dasar otot bodoh itu." Ucap Bilqis.
Kevin adalah anak yatim piatu jadi status nya selalu mengundang simpati dari teman teman nya hingga membuat mereka selalu khawatir.
"Ini sudah siang kenapa kita tidak makan siang dulu?" Saran Yuri karena melihat semua seperti nya tidak memperdulikan rasa lapar mereka terlebih Karin hanya bisa duduk termenung saja.
"Iya.. ini sudah jam makan siang, di lantai bawah ada tempat makan siang kita bisa makan di sana." Ucap Alka segera membetulkan ucapan Yuri.
Entah kenapa Yuri merasa kesal karena Alka sependapat dengan nya tapi saat ini bukan waktu nya untuk memulai pertengkaran. "Kak Karin kita makan siang dulu." Ucap Yuri mengajak Karin.
"Ah ya.. seperti nya aku memang lapar." Karin menjawab namun tetap saja ia tidak seperti biasa nya yang selalu bersemangat saat akan makan.
Jam pun berlalu dan tiba lah malam hari, Alka kemudian meminta Karin Yuri dan Bilqis untuk pulang meskipun mereka sempat menolak tapi Alka akhir nya berhasil membujuk mereka untuk pulang karena Kevin baru bisa di jenguk besok.
Namun keesokan hari nya mereka kembali kerumah sakit bukan hanya bertiga tapi beberapa teman lain yang mengetahui keadaan Kevin juga datang menjenguk meskipun tidak semua nya karena mereka sadar itu akan sangat mengganggu jadi mereka hanya memilih beberapa anggota saja yang akan datang.
Alka sendiri berjaga semalaman untuk memastikan keperluan Kevin ia juga sudah bertemu Kevin subuh tadi.
"Kau berjaga semalaman? Kantung mata mu terlihat loh." Ucap Toni.
"Aku tidak ingin mendengar itu dari mu, Kevin ada di dalam tapi hanya dua tiga orang saja yang boleh masuk jadi kalian bergiliran lah aku mau istirahat dulu." Alka terlihat sangat mengantuk.
"Tiga orang..." Toni melihat teman teman yang lain nya yang merasa kebingungan siapa yang masuk duluan.
"Aku akan masuk." Ucap Karin memberanikan diri kali ini.
"Saya juga." Ucap Yuri.
"Tidak masalah kan?" Bilqis pun angkat tangan.
"Kami akan menunggu giliran kalian duluan saja." Toni dan lain nya mengalah namun baru kali ini mereka mendengar Toni menunggu giliran biasa nya ia akan tertidur dan tidak peduli.
__ADS_1
"Thank you guys." Bilqis Karin dan Yuri kemudian berjalan masuk untuk menjenguk Kevin.