MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 40, Tidak dapat Logout


__ADS_3

"Ini baru tumbuh saat aku menaikkan level, sudahlah kalau kau tidak memiliki sesuatu yang dapat membantuku aku akan mencari di toko dulu." Bisik Karin sebelum berbalik dan melangkah tapi tangannya ditangkap oleh Kevin.


"Tunggu, ini syal dan pisau mu yang kau jatuhkan saat mati di ruang boss goblin." Kevin menyerahkan item Karin yang jatuh saat mati melawan boss goblin.


"Ah terima kasih." Karin entah kenapa sedikit merasa malu saat ini, Karin langsung menggunakan syalnya dan menyimpan pisaunya.


"Bagaimana?" Kevin bertanya saat melihat Karin telah selesai menggunakan syalnya.


"Nn aku sudah siap." Mengangguk Karin.


Mereka berdua kemudian menuju kesebuah saluran pembuangan dibawah kota melalui jalur dipinggir kota Liden, Kevin secara kebetulan menemukan diinternet bahwa tempat tersebut cukup bagus dalam meningkatkan level namun drop item yang dijatuhkan monster disana tidak terlalu banyak.


...


Pembuangan Liden City


"Meskipun ini game tapi kenapa masih saja bau." Karin mulai mengeluh saat semakin dalam mereka menelusuri semakin kuat pula bau busuk yang mereka cium.


"Monster yang kita bunuh juga tidak menjatuhkan banyak uang dan drop item yang berguna, semuanya item ampas bahkan pemain baru tidak akan mau." Kevin pun tidak kalah mengeluh dimana saat ini yang ia butuhkan adalah uang tapi Karin menyarankan untuk level up terlebih dahulu.


"Tapi setidaknya kita mendapatkan lima persen exp lebih banyak." Karin berusaha untuk menenangkan Kevin sebelum satu monster kembali menampakkan dirinya.


[Black Mouse, Lv 25


Hp:25.000]


Bom!


Karin langsung melemparkan bom asap kearah kepala tikus yang sebesar anjing tersebut untuk mengecoh penglihatan serta penciumannya.


Karin dengan cepat berlari dan memberikan dua sayatan pisau pada punggung Black Mouse tersebut untuk memperkuat efek slow dan racun yang ia terima.


"Sword Slash!" Kevin langsung menebas kepala tikus tersebut dengan satu kali tebasan saja.


+Exp 23


-Fang Mouse

__ADS_1


"Lagi lagi taring tikus, buat apa coba." Kevin semakin kesal saat drop item yang jatuh hanya sekumpulan item tingkat rendah yang hanya memenuhi invertory nya saja.


"Entah kenapa ini mulai membosankan, sepertinya kita memang salah memilih tempat ini untuk berburu." Karin juga mengeluh dimana mereka selalu mengulangi cara yang sama karena Black Mouse yang muncul hanya satu persatu saja dan sangat sulit untuk menemukannya.


"Sekarang aku mengerti kenapa orang lain tidak ingin pergi kesini untuk melakukan perburuan." Kevin tambah mengeluh.


"Kau mungkin salah membuka web." Karin mulai menyalahkan Kevin.


"Itu memang bukan resmi aku malah ditipu oleh user sialan." Maksud Kevin adalah orang yang menyarankan tempat ini diinternet.


"Balik deh." Karin memutuskan untuk berbalik namun secara tidak sengaja ia terpeleset dan menyentuh sebuah tombol di dinding ruangan. "Eh!?" Karin terkejut saat sebuah pintu terbuka dengan aura yang sangat menyeramkan dimana ia terhisap kedalamnya.


"Karin!" Kevin dengan refleks langsung mendorong tubuh Karin hingga akhirnya tubuh karakternya lah yang terhisap.


Cukup lama Karin untuk memahami keadaan saat dalam keadaan syok namun Kevin sudah tidak lagi berada didepannya dan menghilang dibalik pintu rahasia. "Kevin! Kau dimana!?" Berteriak Karin.


Karin langsung memeriksa list partynya di sistem untuk memastikan Kevin masih login namun sesuatu yang mengejutkannya terjadi.


"Apa ini?" Karin terkejut karena nama Kevin disana menjadi on off dimana kadang oflline dan online secara bergantian. "Apa maksudnya ini, Kevin kau dimana!?" Karin kembali berteriak.


Sementara itu ditempat Kevin saat ini ia berada disebuah ruangan dimana disana ada suatu aura yang sangat mengerikan dimana aura tersebut seakan menggerogoti jiwa Kevin.


"Desainnya mengerikan sekali apakah ada event khusus disini?" Kevin bertanya tanya saat seakan dirinya memasuki sebuah dunia hantu.


Berjalan Kevin ke tengah ruangan tersebut dengan sangat hari hati namun setelah melangkah beberapa langkah sesuatu baru ia sadari.


Ada sebuah barrier yang menghalangi pandangannya dan saat Kevin melewati barrier tersebut dia langsung melihat sebuah pedang hijau gelap dengan corak hitam.


Jika dilihat sekilas pedang bermata satu tersebut terlihat sangat elegan namun saat ini hanya satu kalimat yang terlintas dikepala Kevin. "Aku tidak boleh berurusan dengan pedang itu."


Aura yang dari tadi terus mengganggu Kevin berasal dari pedang mengerikan tersebut dan Kevin memiliki firasat bahwa siapapun yang memiliki hubungan dengan pedang tersbeut pasti sengsara.


Tiba tiba sebuah aura keluar dari peti mati tersebut membentuk sebuah sosok dengan armor full plate yang menutupi tubuhnya.


Sosok tersebut memancarkan aura kematian yang sangat kuat namun Kevin masih tetap merasakan sedikit aura kebajikan.


[Lucifer, Lv,???? (Demon Angel).]

__ADS_1


"Ini sih event nya terlalu berat, apa tidak ada jalan lain untuk keluar dari sini?" Kevin melihat kesegala arah namun tidak ada jalan keluar sama sekali.


"Pejuang." Tiba tiba sosok bernama Lucifer tersebut berbicara.


"A-apa? Aku kah?." Kevin sedikit merinding saat mendengar suara sosok tersebut.


"Jangan tersesat oleh sebuah kekuatan."


"Ha?." Kevin mulai tidak mengerti saat sosok Lucifer berbicara tanpa memperdulikannya.


"Kekuatan dapat menghancurkan mu, jadilah pejuang sejati yang mempertahankan martabat mu."


"Apa yang dikatakan malaikat iblis ini? Apakah sistem AI nya rusak?"


"Wahai pejuang! Suatu hari sampaikan maafku pada Rafaela." Ucap sosok tersebut sebelum berubah menjadi partikel gelap yang langsung menyerang kearah Kevin.


"Oi oi oi serius kah!." Kevin terkejut namun tidak dapat menghindar saat seluruh partikel gelap tersebut langsung menerjang dan masuk kedalam tubuhnya.


Duk!


Tiba tiba saja kesadaran Kevin langsung berada pada titik tertinggi dimana ia dapat merasakan detak jantung dan darahnya mengalir didalam tubunya.


"Eh?." Kevin melotot saat perlahan sebuah kesakitan menggerogoti karakternya.


Cepat tangan Kevin mengarahkan telunjuknya dan menekan ikon Logout tapi berkali kali ia menekannya sama sekali tidak terjadi apa apa kecuali tubuh karakternya yang semakin terasa sakit.


"Arkh, akh...!." Berteriak Kevin saat sudah tidak dapat menahan sakit yang luar biasa hebat dimana seakan darahnya tergantikan oleh sebuah lava yang sangat panas.


Kevin merasakan sakit tersebut sekita lima menit lamanya sebelum berhenti, keringat bercucuran dari seluruh tubuh karakter Kevin saat ia tidak sadarkan diri.


Pedang yang sedari tadi menancap didekat peti mati tersebut menghilang dengan peti matinya, aura yang sedari tadi sangat menakutkan pun ikut lenyap.


Sementara itu kesadaran Kevin dibawa kesebuah ingatan masa lalu dimana ia melihat sosok malaikat yang sangat cantik di hapannya.


Malaikat tersebut Kevin ketahui sebagai Rafaela, ia melihat Rafaela dan bersama pemilik ingatan tersebut turun dari langit dan menghentikan banyak perang disebuah dunia yang jelas Kevin tahu itu bukan bumi.


Ribuan tahun mereka lalui di dunia tersebut sampai akhirnya sosok pemilik ingatan atau sang malaikat Lucifer mulai berubah, Lucifer mulai mengejar sebuah kekuatan yang membuatnya semakin melupakan tugasnya sebagai malaikat yang akan menghentikan perang diantara ras manusia dan Demon.

__ADS_1


Berkali kali malaikat Rafaela mencoba menghentikkan nya namun Lucifer yang saat itu terlena akan sebuah kekuasaan mulai melupakan tugasnya untuk menghentikan perang antara manusia dan demon.


Suatu hari Lucifer menemukan sebuah pedang Demon peninggalan dewa iblis di makamnya, Lucifer yang melihat kekuatan dari pedang tersebut langsung menggunakannya.


__ADS_2