
Geabrande
Humbetolfia Empire
Gialldys Kingdom
Holy Dungeon
"Kesampingkan masalah itu, berikan heal pada Karin!" Balas Kevin karena Karin memaksakan untuk melawan salah satu angel Sin dan mengeliminasi nya sehingga hp nya hanya tersisa lima puluh persen saja.
"Heal!" Fani tanpa menjawab langsung menyembuhkan Karin secara perlahan.
"Yang tersisa hanya milik mu Fani, mau di bantu?" Bertanya Kevin setelah menumbangkan satu Angel Sin lagi.
"Tidak perlu senior, anggap saja ini sebagai latihan untuk Fani." Jawab Fani kembali bersiap untuk menyerang.
"Kalau begitu berjuang lah!" Kevin tidak dapat membantu namun setidak nya ia masih bisa memberikan semangat.
Fani bertarung dengan Angel Sin memakan waktu yang cukup lama, dengan damage nya yang sangat rendah serta harus menghindari skill Angel Sin karena Kevin sudah tidak dapt memancing skill dari Angel Sin.
Namun dari awal pertarungan, pemenang sudah di tentukan dan seperti yang di duga Fani berhasil menang tanpa kehilangan banyak hp nya, itu di karenakan kemampuan menghindar nya yang lumayan hebat serta skill penyembuh nya yang hanya memiliki coldown tiga detik saja.
Dengan Intellegece yang tinggi, Fani tidak perlu takut akan kehilangan mana point nya saat menggunakan skill karena regenerasi mana nya sangat cepat dan deras sehingga ia bisa menggunakan skill tanoa kehilangan mana saat pertarungan solo.
"Apakah masi kurang?" Bertanya Kevin mengenai item yang di butuhkan olah Fani.
"Sebenar nya sudah cukup dari tadi." Jawab Fani.
"Lalu untuk apa kita masuk lebih dalam?" Kembali Kevin bertanya.
"Bukan nya senior ingin meningkatkan level di sini?" Fani bertanya balik.
"Dungeon ini tidak memiliki untung sama sekali, semua item nya tidak ada yang mau membeli nya dan monster nya juga jarang sekali jadi kita tidak bisa menjadikan ini tempat berburu exp." Jelas Kevin karena semua item dari dungeon ini hanya Alex yang menerima nya.
"..." semua nya diam sejenak mencerna ucapan Kevin bahkan Kevin sendiri memikirkan ucapan nya.
"Pulang yuk." Ajak Karin.
"Lebih baik." Mengangguk Kevin.
__ADS_1
"Ah dahlah Fani malas melawan monster yang tidak bisa di dekati." Ucap Fani mengeluh.
Akhir nya mereka keluar dari Holy Dungeon dan menuju toko Alex untuk menyerahkan item yang akan mereka buat menjadi magic item berupa Magic Sword yang memiliki serangan sihir.
Semakin besar point Intelligence seorang player maka semakin tinggi pula damage tebasan nya, berbeda dengan pedang biasa yang mengandalkan point Attack sama hal nya dengan pedang yang sering di pakai oleh Fani atau warrior lain nya.
Singkat cerita Kevin Karin dan Fani pun tiba di toko Alex dan menyerahkan item nya pada Alex.
"Hm ini cukup, aku akan fokus membut ini dulu jadi kau bisa mengambil nya dalam waktu dua hari." Ucap Alex setelah mengecek item yang di serahkan pada nya.
"Tolong yah kak." Ucap Fani berharap.
"Tenang saja aku akan memfokuskan peningkatan magic sword ini pada intelligence agar cocok untuk Fani." Ucap Alex memberikan jempol tambah senyum nya.
"Fani sudah tidak sabar." Mata Fani terus berbinar.
"Aku ingin keliling kota dulu ada yang mau ikut?" Ucap Kevin bertanya.
"Aku juga ingin ikut." Karin juga ingin menjelajahi kota ini karena baru kali ini mereka bisa menjelajahi kota dengan tanpa mempermasalahkan level mereka.
"Fani?" Bertanya Kevin pada Fani yang masih terdiam.
"Hm?" Fani berbalik dengan ekspresi bertanya.
"Kemana?" Fani bertanya balik karena ia benar benar tidak mendengar Kevin tadi.
"Keliling kota ini." Jawab Kevin.
"Tidak, Fani ingin langsung logout ada anime yang belum Fani nonton." Ucap Fani.
"Baiklah jangan kemana mana yah." Ucap Kevin.
"By by senior." Bersamaan dengan itu karakter Fani pun menghilang.
"Kenapa kau seperti mengekang nya Kevin? Anak SMA jika di kurung begitu bisa memberontak loh." Ucap Alex.
"Aku tidak berniat begitu hanya saja Fani masih belum mengenal jakarta dengan baik." Ucap Kevin memberi alasan.
"Oh begitu kah." Alex tidak lagi memikirkan nya karena dia sama sekali tidak tertarik dengan anak SMA dia lebih tertarik pada Karin ata yang lebih tua dari nya.
__ADS_1
'Mungkin aku akan mengajak Fani jalan jalan kesuatu tempat minggu depan.' Batin Kevin berpikir.
"Kevin jadi keliling gak sih?" Bertanya Karin yang sudah berada membuka pintu.
"Ah! Iya maaf, Alex kami pamit dulu." Ucap Kevin.
"Oke." Ucap Alex membentuk lingkaran O menggunakan telunjuk dan ibu jari nya.
Kevin dan Karin mulai berjalan menuju pusat kota, menurut mereka pusat setiap kota pasti memiliki keindahan nya tersendiri, mereka berjalan menyusuri peta yang ada di map sistem.
(TL note : mungkin kalian sudah sadar atau belum guys namun author tetap akan tetap menjelaskan, map di suatu area tidak akan bisa langsung masuk ke dalam sistem, player harus menjelajahi tempat tersebut untuk menscan setiap tempat dan memasukkan nya kedalam map sistem, sedangkan untuk zona aman seperti kota atau semacam nya itu sudah ter peta kan atau terpasang secara otomatis di map sistem begitu layer tersebut menginjakkan kaki di zona aman kota atau semacam nya.)
Dulldys City
Town Centre
"Seperti dugaan pusat kota di ibu kota memang lebih ramai dari pada kota tingkat bawah atau menengah." Ucap Kevin melihat sekitar.
"Di sini juga ada banyak toko, sangat berbeda dengan Liden City." Ucap Karin melihat kesana sini.
"Di sini tidak ada lapak apapun, semua nya terdiri dari bangunan jadi terlihat lebih indah." Ucap Kevin mulai memandangi seorang gadis kecil yang berjalan ke arah nya.
[Leni, Lv 4 (NPC).
Hp, 4.000.]
"Halo kakak! Apakah kakak baru kali ini tiba di kota ini?" Gadis kecil yang menggunakan jubah bitu itu bertanya.
"Ya kami adalah player yang baru tiba di kota ini, ada apa nona kecil?" Bertanya Kevin sedikit membungkuk untuk mengajak gadis yang terlihat berusia sepuluh tahun itu berbicara.
"Jiwa abadi!?" Gadis kecil itu terlihat tanpak sedikit terkejut dan juga ietakutan.
"Hm? Ada apa nona kecil?" Bertanya Kevin kembali.
"Tid- saya adalah p-pemandu wisata di kota ini bernama Leni, apakah kakak me-membutuhkan pemandu wisata?" Gadis kecil tersebut terlihat memaksakan diri untuk ter senyum.
"Oh pemandu wisata? Tidak per-" Karin ingin menjawab saat mendengar Npc gadis kecil tersebut mengaatakan diri nya seorang pemandu wisata namun Kevin menghalangi nya dengan tangan.
"Kami memang membutuhkan pemandu wisata, Leni bisa tunjukan restoran terbaik di kota ini?" Kevin bertanya dengan senyum merekah di wajah nya.
__ADS_1
"Kakak mau re-restoran yang seperti apa?" Leni lebih dulu bertanya.
"Kami hanya ingin mengisi perut kami yang kosong, bagaimana apakah ada restoran yang cocok?" Jawab Kevin kembali bertanya.