MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 48, Cewek SMA


__ADS_3

Saat Kevin sedang melatih ototnya sambil memperhatikan Karin yang mencoba menggunakan pisau lempar namun selalu meleset tiba tiba bel rumahnya kembali berbunyi.


Ting! Tong!


"Karin kau memesan sesuatu?" Bertanya Kevin.


"Tidak, mungkin itu Alka." Jawab Karin.


"Baiklah aku akan membukanya sebentar." Kevin segera menuju ke pintu untuk membukanya.


Ting! Tong! Ting! Tong!


"Iya iya tunggu sebentar!" Kesal Kevin karena tidak mungkin Alka membunyikan bel rumahnya dengan cara seperti itu, biasanya juga Alka hanya asal terobos masuk.


Begitu Kevin membuka pintu entah Kevin sedang beruntung atau sial namun gadis cantik membawa sebuah koper besar sedang berdiri di depan pintun nya.


"Ada keperluan apa yah nona?" Kevin langsung bertanya.


"Wuaah ternyata benar ini rumah Kevin!" Entah kenapa wanita tersebut malah senang dan bahagia sendiri dimana ia langsung ingin masuk dengan menabrak tubuh Kevin namun Kevin tidak juga bergerak dari pintu.


"Maaf nona, anda siapa yah?" Kembali Kevin bertanya karena sepertinya gadis didepannya ini bukanlah orang indonesia di mana bahasa indonesianya tidak begitu lancar.


"Hm hm.. namaku Hirokata Yuri." Ucapnya memperkenalkan diri dan Kevin langsung tahu dari mana gadis ini berasal


"Ada urusan apa?" Kevin masih belum juga mengerti kenapa ada cewek jepang di depan pintunya.


"Ngngng.." cewek bernama Hirokata Yuri tersebut langsung kesal dengan sendirinya di mana Kevin terus menghalanginya untuk masuk.


"Kevin siapa yang datang?" Tiba tiba Karin dari belakang datang dan bertanya.


"Aku Fani! User Fani dari game MMORPG World For Adventure!" Teriak Yuri.


Bam!


Kevin langsung reflek menutup pintunya.


Bam! Bam! Bam!


"Oi! Kevin kenapa kau menutup pintunya!?" Yuri dari luar berteriak sambil mengedor pintu rumah Kevin.


"Siapa cewek aneh ini?" Karin bertanya.


"Dia seorang pelayer dari MMORPG World For Adventure." Jawab Kevin namun yang memhuatnya bingung sampai saat ini adalah bagaimana Yuri dengan user name Fina itu bisa tau rumahnya.


"Kau memberikan alamatmu?" Karin kembali bertanya.


"Tidak."


"Eh?"


"Hm hm.. kalian pasti bingung kenapa aku bisa tau rumah Kevin ada disini bukan?" Yuri dari luar mulai memancing Kevin.

__ADS_1


"Ya, kenapa kau bisa mengetahui rumahku?" Bertanya Kevin.


"Buka dulu pintunya!" Tawar Yuri berharap.


"Pulanglah gadis kecil." Kevin langsung mengusir tanpa membuka pintu.


"Baiklah baiklah aku akan memberi tahumu." Yuri dengan cepat memohon.


"Baiklah cepat beritahu aku." Ucap Kevin.


"Nama karakter serta karaktermu mirip dengan yang asli meskipun saat ini karaktermu sudah sedikit berbeda tapi aku bisa menemukanmu melalui wajah karakter lamamu." Jawab Yuri.


"Jadi apa tujuanmu kesini?" Bertanya Kevin setelah membuka pintunya namun saat ini dia sedikit menyesal karena menggunakan nama asli dan bentuk tubuh aslinya di dunia game.


"Berbahagialah, seorang healer dengan class dewa datang untuk menjadi partymu." Ucap Yuri bangga dengan dirinya sendiri.


"Sudah kubilang aku tidak butuh." Kevin baru saja ingin menutup pintu namun pintu ditahan menggunakan koper yang dibawa oleh Yuri.


Sayangnya tenaga Kevin terlalu besar hingga membuat koper tersebut mulai rusak saat terjepit.


"Stop! Didalamnya ada helm VR ku!" Teriak Yuri.


"Ah maaf." Kevin langsung berhenti mendorong pintunya.


"Setidaknya biarkan aku masuk dulu, aku datang jauh jauh dari jepang loh, setelah kamu logout tadi aku juga langsung logout dan terbang kejakarta." Ucap Yuri.


"Haihh.. masuklah." Kevin juga bukanlah laki laki yang sedingin itu.


Begitu dia menemukan sebuah kamar dia langsung memasukinya dan menaruh kopernya.


"Oi itu kamarku." Tegur Karin.


"Aku hanya ingin menaruh barang saja sebentar." Yuri mengelak.


"Kau, berapa umurmu?" Bertanya Kevin.


"Etto.. hm hm.. mm enam belas tahun." Jawab Yuri setelah menghitung jari jarinya.


"Kau masih SMA kan? Kenapa kau ke indonesia saat seperti ini, sebentar lagi libur selesai loh." Ucap Kevin dimana sebentar lagi tahun baru dan waktu libur anak sekolah sudah habis.


"Aku akan pindah sekolah." Santai saja Yuri menjawab.


"Apa orang tuamu pindah keindonesia atau walimu?" Kevin mengintrogasi karena tidak ingin terlibat dengan urusan yang merepotkan.


"Mm aku hanya sendiri tapi tenang saja orang tuaku mengizinkanku." Jawab Yuri.


"Sekarang kau tinggal di mana?" Kevin bertanya karena merasa sedikit berkaitan dengan pindahnya Yuri.


"Disini." Jawab Yuri.


"Apa kau tidak punya uang untuk menyewa kost?." Kevin bertanya.

__ADS_1


"Ada sih hanya saja aku ingin tinggal di sini yah aku akan tinggal di sini!." Teriak Yuri


"Sebenarnya apa sih maunya ini cewek?" Kevin masih belum mengerti apa yang di pikirkan Yuri sampai repot repot datang dari jepang hanya untuk menjadi partynya.


"Hmm pokoknya aku hanya akan tinggal di sini." Ucap Yuri seakan ingin menangis setelah berkali kali diusir oleh Kevin.


"Biarkan sajalah dulu Kevin, lagi pula dia baru datang ke indonesia, kurasa dia sama sekali belum menemukan tempat lain dan tidak tahu apa apa di indonesia ini." Ucap Karin yang sedari tadi diam.


"Baiklah kalau kau tidak keberatan sekamar dengannya." Kevin juga merasa sedikit kasihan dengan Yuri ini.


"Hmph.. jadi bagaimana apa aku sudah masuk kepartymu?" Bertanya Yuri yang mood nya sudah kembali.


"Aku akan melihat kemampuanku nanti." Jawab Kevin yang masih menolak.


"Kebetulan sekali sebentar lagi akan ada event serangan monster di Liden City, kita akan membentuk party untuk mengikuti event tersebut." Ucap Karin memberikan saran.


"Ya.. kurasa tidak ada salahnya juga." Kevin setuju.


"Kalau begitu aku akan menghubungkan helm VR ku dengan koneksi disini dan server juga." Ucap Yuri.


Yuri segera kembali kekamar Karin untuk memperbaiki barangnya dimana Karin akan membantunya.


Saat jam sudah menunjukkan pukul dua belas tiga puluh mereka segera memutuskan lohin setelah makan siang untuk mengikuti event serangan monster di Liden City.


...


Liden City


Kevin, Karin dan Fani langsung terlihat ditengah kota di mana karakter mereka baru saja muncul.


(TL note: kita akan menggunakan nama karakter mereka jika berada di dalam game.)


"Di sini mulai ramai yah." Ucap Fani melihat sekeliling.


"Banyak player yang tidak ingin kehilangan kesempatan untuk berburu monster, selain mendapatkan hadiah kita juga mendapatkan Exp." Jelas Kevin melihat sekeliling dimana banyak orang mulai membentuk Party.


"Apa kita perlu merekrut Party?" Bertanya Karin.


"Jumlah party maksimal adalah enam orang, kurasa kita memang memerlukan bantuan agar drop item kita tidak di curi oleh party lain." Mengangguk Kevin menyetujui.


"Baiklah siapa yang ingin bergabung dengan Party kami!? Minimal berlevel tiga puluh! Job bebas selama bisa bertarung!" Fani mulai berteriak untuk mengumpulkan Party di mana event akan di mulai dua puluh menit lagi.


"Ya.. serahkan saja pada Fani untuk masalah mengumpulkan Party." Ucap Karin yang tidak ingin berteriak teriak seperti Fani.


Dua puluh menit kemudian.


{Untuk para player yang berada Di Liden City!.. Sekarang adalah waktunya Event serangan monster pada Liden City! Mari kita selamatkan Liden City dari serangan monster dan dapatkan hadiah!.}


Pemberitahuan sistem menggema di seluruh kota Liden namun hanya player sajalah yang dapat mendengarnya, bersamaan dengan itu notifikasi masuk ke sistem setiap pemain.


[Apakah anda ingin mengikuti Event ini? Ya/Tidak.]

__ADS_1


__ADS_2