MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 108, Duel


__ADS_3

Real World 14:30


Shut! Tak!


Karin berhasil menangkis sebuah batu yang tiba tiba saja datang kepada nya menggunakan pedang kayu yang sedang ia pegang.


"Refleks mu semakin baik." Puji Kevin yang tadi melempar batu secara diam diam dan Karin berhasil menyadari nya.


"Kevin, jika tadi aku tidak menangkis nya mungkin kepala ku sudah bocor." Geram Karin dan terlihat urat muncul di dahi nya.


"Haha mungkin aku akan langsung membawa mu ke rumah sakit." Ucap Kevin tertawa garing meskipun lemparan nya tadi cukup ia tahan agar Karin dapat menangkis nya.


"Mau beradu?" Bertanya Karin mengambil posisi kuda kuda nya.


"Tida- baiklah." Kevin baru saja ingin menolak nya namun Kevin kembali berpikir jika sebentar saja maka bukan masalah.


Berjalan Kevin mengambil sebuah pedang kayu yang bersandar di dekat pintu.


"Kau sudah siap?" Ucap Karin bertanya.


"Seperti biasa kau bisa maju kapan saja." Ucap Kevin memegang pedang kayu nya dengan satu tangan dan terlihat sabgat santai.


"Baiklah." Karin langsung menghentak kan kaki nya dan melaju kearah Kevin, satu pedang nya melayang langsung ke arah leher Kevin.


Lima menit kemudin...


"Huhh.. hah.. kenapa tidak ada satu pun serangan ku yang masuk?" Bertanya Karin yang sudah terkapar lemas meskipun tidak menerima serangan atau pun memberi serangan sama sekali.


"Itu arti nya teknik mu masih perlu di asah." Ucap Kevin menyimpan pedang nya.


"Seharus nya stamina ku bisa membuat ku bertarung selama satu jam kenapa jika bertarung dengan mu aku bahkan tidak bisa bertahan selama sepuluh menit?" Bertanya Karin.


"Itu karena gerakan mu masih bisa aku baca dengan baik, selama aku bisa mengendalikan gerakan mu maka aku hanya perlu membuat mu tumbang kelelahan." Ucap Kevin.


Sangat mudah bagi Kevin untuk mengarahkan setiap gerakan Karin hingga akhir nya ia keluar dari teknik pernapasan nya dan menjadikan teknik pernapasan nya menjadi kacau dan tidak dapat lagi menghemat stamina nya karena pergerakan nya yang tidak teratur.


"Mungkin aku akan mencoba untuk pvp untuk melawan player player kuat." Karin langsung tertarik untuk melakukan pertandingan antara player di dalam game karena jika melawan monster itu tidak banyak meningkatkan teknik nya.


"Bagaimana jika kita melawan bandit saja atu ikut dalam perang?" Bertanya Kevin.


"Melawan bandit tidak lah menarik, masuk ke medan perang aku masih ragu untuk membunuh Npc, seperti nya memang hanya pvp saja yang cocok." Ucap Karin.

__ADS_1


'Kau tidak perlu mengotori tangan mu untuk membunuh Npc Karin.' Batin Kevin karena ia semakin menyadari ke miripan antara manusia dan Npc setelah berbicara dengan Marquess Torant.


Kevin menyimpul kan bahwa membunuh Npc sama saja dengan membunuh manusia, jadi Kevin tidak ingin Karin membunuh Npc dan cukup menikmati game dan uang yang ada saja.


"Oh iya Kevin, bagaimana urusan mu, apakah ada perkembangan?" Bertanya Karin mengenai panti asuhan.


"Ya.. aku sudah bertemu dengan Marquess Torant." Ucap Kevin duduk di samping Karin yang masih terbaring di atas rumput halaman samping rumah.


"Bertemu Marquess Torant!? Bagaimana cara nya?" Karin terkejut dan langsung terbangun.


"Ah.. panjang cerita nya..." Kevin kemudian menceritakan bagaimana ia bisa bertemu dengan Marquess Torant di mulai dengan pertemuan nya dengan puteri Louis Von Derouis.


"Hahaha! apa apaan itu? Aku jadi merasa kasihan dengan Louis ini, dia benar benar kau manfaat kan." Ucap Karin merasa kasihan dengan Louis namun juga ia menertawakan nya.


"Ya kan.. puteri itu polos banget." Sambung Kevin juga ikut tertawa saat mengingat puteri Louis dan bingung apa yang akan Louis katakan saat mereka bertemu nanti.


"Tapi ya.. aku juga tidak menyangka kau bisa bertemu dengan Marquess Torant dengan cara itu." Ucap Karin.


"Mungkin Marquess Torant akan tahu jika aku membohongi nya mengenai puteri nya saat Louis bangun namun itu bisa di jelaskan nanti saja, untuk saat ini cukup fokus dengan masalah panti asuhan terlebih dahulu." Ucap Kevin.


"Ngomong ngomong apa kau sudah menemukan tempat baru untuk berburu?" Bertanya Karin.


"Penjelajahan dungeon?" Ucap Karin.


"Aku lupa mengubah tugas yang dapat kita lakukan di deskripsi jadi di sana hanya tertulis penjelajahan dungeon saja." Ucap Kevin.


"Mau bagaimana?" Bertanya Karin karena saat ini dia sedang malas untuk menjelajahi sebuah dungeon.


"Tolak dulu saja, aku ingin menaikkan level ku hingga seratus terlebih dahulu." Ucap Kevin.


"Setuju." Ucap Karin.


"Aku sedikit kepikiran untuk mengisi ruang kosong di samping rumah." Ucap Kevin menunjuk kearah ruangan garasi yang selalu tertutup.


"Garasi?" Bertanya Karin memastikan.


"Ya, di sana hanya ada sepeda saja, mungkin sebaik nya aku mengisi nya dengan kendaraan yang lebih besar." Ucap Kevin.


"Oh iya juga, kemarin kau mengisi nya dengan motor tapi di lindes mobil." Ucap Karin seakan mengejek.


"Mungkin aku akan membeli mobil." Kevin merasa sedikit sulit jika terjadi siruasi seperti kemarin, ia ingin mengantar dua teman Yuri untuk pulang namun juga merasa sedikit minder karena hanya bisa mengantar nya menggunakan taksi.

__ADS_1


"Lagian kau sudah tidak kekurangan uang tapi di rumah mu hanya ada sepeda, apa kata orang jaman sekarang, setidak nya simpan lah satu kendaraan yang bisa di gunakan." Ucap Karin mengatakan fakta nya.


"Ya juga, Yuri juga tidak mungkin selalu menggunakan taksi kesekolah." Ucap Kevin.


"Mau ke dealer sekarang?" Bertanya Karin karena berada di dealer menurut nya memiliki suatu kesan tersendiri yang membuat diri nya seperti orang kaya meskipun sebenar nya uang nya saat ini sudah lebih dari cukup untuk di katakan kaya.


"Tidak, besok saja." Ucap Kevin berdiri dan masuk ke dalm rumah.


"Oke!" Karin jauh lebih bersemangat.


...


Keesokan hari nya.


Selasa, 18 januari 2030


Dealer


"Bagus nya beli yang bagaimana?" Bertanya Kevin karena dia sama sekali belum bisa memilih satu pun.


"Pokok nya kia lihat lihat saja dulu dan semoga tidak ada kejadian seperti dulu." Ucap Karin mengingat kejadian saat pertama kali datang ke dealer dan kali ini mereka sengaja memilih dealer yang berbeda.


Berjalan mereka berdua memasuki dealer dan mulai melihat lihat mobil dan poster yang ada di sana.


"Selamat datang, mobil seperti apa yang anda ingin kan?" Seorang pegawai datang menyambut Kevin dan Karin dengan ramah.


"Sekarang lebih sopan." Ucap Karin.


"Nn." Kevin mengangguk setuju.


"Tuan?" Pegawai tersebut terlihat kebingungan.


"Bisa merekomendasi kan mobil untuk keluarga? Kalau bisa ukuran nya tidak terlalu besar." Ucap Kevin.


"Baik, silahkan ikuti saya." Ucap pegawai tersebut tersenyum profesional.


"Kevin." Karin terlihat kesal dengan Kevin.


"Apa?" Bertanya Kevin.


"Seharus nya kamu membeli mobil sport." Ucap Karin.

__ADS_1


__ADS_2