MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 178, Kencan kah?


__ADS_3

Real World


Mall


"Kita ke mall tapi apa yang akan kita lakukan di sini?" Bertanya Kevin yang memang tidak tau tujuan saat ke mall karena semua nya bisa di pesan di rumah.


"Ada keseruan tersendiri saat berbelanja bagi wanita, sudah lah ayo masuk." Ucap Bilqis Saat Lucifer mencari parkiran secara otomatis.


"Baiklah baiklah tidak perlu buru buru kan." Kevin memasang kacamata hitam nya sebelum berjalan maju.


Seorang pemuda tampan menggunakan kaos putih sebagai dalaman dan jas hitam yang warna nya sama dengan celana jeans juga sepatu hitam putih nya mendorong kursi roda wanita cantik yang terlihat lemah saat menggunakan gaun putih polos namun aura nya tetap membuktikan bahwa ia wanita kuat.


Mereka benar benar menarik perhatian karena kecocokan mereka.


"Lihat mereka, pas banget kan."


"Apa itu suami yang menghibur istri nya di mall?"


"Ku rasa pacar nya mereka terlihat sangat muda."


"Romantis sekali saat mempertahankan hubungan seperti itu!"


"Kenapa akhir akhir ini kenapa banyak pasangan serasi yang muncul."


Banyak suara dari para wanita pengunjung mall yang lewat di telinga Bilqis dan Kevin namun mereka tetap memilih untuk melangkah maju.


"Kita menjadi pusat perhatian loh Bilqis." Ucap Kevin sudah mulai terbiasa akan hal ini.


"Di mana pun aku pergi yah pasti akan seperti itu, ini lah yang nama nya takdir ratu bunga Kevin." Ucap Bilqis.


"Jadi title Queen Blossom di dalam game juga berlaku di real world." Kevin menuruti candaan Bilqis.


"Begitu lah." Bilqis memgangkat dagu nya memuji diri sendiri.


Mereka terus berkeliling dan sesekali Bilqis singga di toko pakaian namun hanya memberikan harapan palsu pada pegawai karena hanya melihat, bertanya dan pergi.


Untuk Kevin itu sudah biasa karena ia selalu melakukan hal yang sama untuk mengecek harga di setiap toko.


"Aku ingin mencoba yang ini Vin, cocok gak?" Bertanya Bilqis pada Kevin saat Bilqis mengambil gaun merah.


"Hmm.. warna nya memang tidak terlalu sempurna untuk mu, bagaimana kalau kau juga mencoba yang ini." Kevin menyarankan untuk mencoba yang berwarna biru.


"Kalau begitu ini saja." Bilqis langsung menyimpan gaun merah dan memilih gaun biru yang di sarankan Kevin. "Saya boleh mencoba nya?" Bertanya Bilqis pada pegawai toko.


"Silahkan." Pegawai toko memperlihatkan bilik untuk berganti baju. "Apa perlu bantuan saya?" Bertanya pegawai toko saat Bilqis masuk dengan kursi roda nya.

__ADS_1


"Tidak perlu." Ucap Bilqis menutup tirai.


'Ah dia mungkin malu saat di hadapan pacar nya, lucu nya.' Pikir pegawai toko.


"Ah tolong bantu saya." Ucap Bilqis membuka tirai, ia lupa kalau dia sedang menggunakan kursi roda biasa di mana kursi roda elektrik dapat membuat nya terlihat berdiri dan membantu mengganti pakaian.


"Seharus nya kau meminta bantuan lebih awal." Ucap Kevin.


"Baik." Pegawai toko segera masuk. 'Pasangan ini lucu.'


Satu menit kemudian Bilqis keluar dengan gaun biru nya.


"B-bagaimana menurut mu?" Bertanya Bilqis.


"Hm..." Kevin benar benar berpikir keras untuk memberikan penilaian.


"K-kevin?" Bilqis menjadi ded deg kan.


"Oke pas." Kevin mengangkat jempol nya.


"Buat apa kau menatapku begitu lama jika hanya ingin mengatakan pas!?" Teriak Bilqis kecewa. "Aku ambil ini dia yang bayar." Bilqis menunjuk Kevin.


"Apa salah ku?" Gumam Kevin.


"Baik saya akan menyiapkan tempat nya." Pegawai toko menyarankan Bilqis untuk berganti pakaian.


"Ba-baik." Pegawai toko membungkus pakaian Bilqis sebelum nya dan memberikan nya pada Kevin saat Kevin melakukan pembayaran. "Terima kasih sudah berkunjung di toko kami."


"Nn." Kevin kemudian mendorong kursi roda Bilqis untuk pergi.


"Benar benar pasangan yang unik." Tersenyum pegawai toko melihat kepergian Kevin dan Bilqis.


Saat mereka melewati toko aksesoris Bilqis langsung meminta untuk berhenti.


"Kau butuh perhiasan?" Bertanya Kevin.


"Tida bukan perhiasan, aku butuh itu." Tunjuk Bilqis pada sebuah kacamata hitam yang hampir mirip dengan milik Kevin.


"Yang ini?" Kevin mengambilkan nya dan memberikan nya pada Bilqis.


"Bagaimana?" Bilqis meminta pendapat saat menggunakan nya.


"Tidak lepas saja." Kevin langsung membuka kacamata Bilqis dan siap mendorong kursi roda.


"Apa an sih, kalau tidak cocok bilang saja." Kesal Bilqis menahan roda untuk jalan.

__ADS_1


Kevin tidak bisa mengatakan nya karena jika menggunakan kacamata hitam di atas kursi roda, Bilqis sudah terlihat seperti orang super lumpuh dan buta.


"Apa kalian membutuhkan kacamata? Kami memiliki kacamata pasangan apakah ingin mencoba nya?" Ucap pegawai toko saat melihat Kevin mendorong kereta sementara Bilqis menahan roda nya. 'Penyiksaan!' "Maaf mengganggu!"


"Ah tolong kami ingin mencoba nya." Ucap Kevin segera.


"Baik silahkan." Pegawai toko tersebut langsung memperlihatkan kacamata berbagai bentuk di lemari.


"Yang ini kelihatan lucu, Kevin beli yang ini saja." Ucap Bilqis menunjuk kacamata pasangan berbentuk Love.


"Tidak, itu memalukan." Kevin langsung menolak nya.


"Kalau begitu kami menyarankan ini." Pegawai toko mengeluarkan dua kacamata berwarna putih dengan kaca nya yang bening namun kedua nya terlihat berbeda bentu meskipun warna nya mirip.


"Bagaimana menurut mu?" Kevin bertanya pada Bilqis.


"Yang itu saja tetap lucu." Ucap Bilqis tertarik.


"Kami ambil yang ini saja." Ucap Kevin segera melakukan pembayaran.


"Terima kasih telah berkunjung di toko kami!"


"Ayo." Kevin telah mengganti kacamata nya begitu pun dengan Bilqis yabg sudah menggunakan kacamata pasangan.


"Lihat perhatian nya bertambah." Ucap Bilqis melihat orang sekitar memperhatikan mereka.


"Gaun bertambah sepuluh persen, kacamata pasangan bertambah lima belas persen." Kevin mengingat jumlah orang yang memperhatikan mereka bertambah padahal penyebab nya adalah karena mereka semakin berjalan ke tempat ramai.


"Kita bukan pada penelitian 'masalah salesman' kau tidak perlu menghitung nya." Ucap Bilqis.


"Aku butuh sesuatu untuk tenggorokan ku." Kevin tiba tiba merasa haus saat melihat toko minuman dingin.


"Kalau begitu kita beli Boba." Ucap Bilqis menunjuk ke arah toko yang berlawanan dari toko yang Kevin lihat.


"Boba, apa itu?" Bertanya Kevin tapi tetap mendorong kursi roda Bilqis.


"Itu adalah minuman teh susu dengan bola bola manis di dalam nya, bola bola itu yang nama nya Boba." Ucap Bilqis.


"Minuman kah, kami pesan Boba dua." Kevin tidak perduli dengan penjelasan Bilqis dan langsung memesan Boba.


"Oke." Jawab om om penjual Boba tersebut.


Dalam waktu singkat dua minuman Boba jadi dan Kevin langsung membayar nya.


"Bagaimana cara aku meminum nya?" Kevin harus memegang minuman nya sementara mendorong Bilqis.

__ADS_1


"Sini aku pegangin, kita minum di sana." Bilqis menunjuk temoat duduk.


"Baik lah." Kevin memberikan minuman nya untuk di pegang oleh Bilqis sebelum mendorong nya ke tempat yang Bilqis tunjuk.


__ADS_2