
Geabrande
Humbetolfia Empire
Gialldys Kingdom
Arclide Dungeon
Tangga di lantai empat
"Maaf Fani menjadi beban." Fani meminta maaf karena tumbang hingga membuat Kevin dan Karin harus mundur dari pertempuran mendapatkan exp.
"Benar, kau seharus nya memberi tahu kami lebih cepat jika stamina mu sudah hampir habis." Namun Kevin menyalah kan Fani dalam hal lain.
Kevin bisa saja mengatakan Fani tidak bersalah dan tidak menjadi beban di party nya namun Kevin memilih kesempatan ini untuk sesikit mengajari Fani bagaimana cara mengandalkan teman lain nya.
"Senior.." Fani tidak lagi berkata meskipun sebenar nya beban yang ia maksud tidak sama seperti yang Kevin maksud.
"Tapi kamu hebat juga, untuk sekelas suport bisa bertahan dalam tiga puluh menit pertempuran fisik itu sudah sangat baik, bahkan aku penasaran apakah ada suport lain yang bisa melakukan nya." Ucap Kevin mengalihkan topik.
Dengan menambah kan pujian maka Fani tidak akan merasa bersalah sepenuh nya yang bisa mengakibatkan kecanggungan dalam tim.
"Semua nya berkat teknik pernapasan yang senior ajarkan." Ucap Fani mulai terbiasa dengan teknik pernapasan Kevin.
"Baiklah, sebaik nya kau cepat cepat memulihkan stamina mu agar kita dapat melanjutkan perjalanan." Ucap Kevin.
"Baik senior." Fani segera fokus pada teknik pernapasan memulihkan stamina dan berdiam dalam duduk nya.
"Kevin tolong kamu simpan sebagian drop item, invertory milik ku sudah hampir penuh." Ucap Karin karena sedari tadi dia lah yang bertugas mengumpulkan drop item.
"Oke." Kevin memasukkan seluruh item yang Karin berikan di Invertory nya.
Sementara itu di luar dungeon.
"Kenapa dungeon nya belum juga bisa di masuki? Apakah party tadi belum mati?"
"Itu mustahil, dengan level dan jumlah mereka, bisa bertahan di dalam dungeon dan bersembunyi saja adalah hal yang sulit."
"Lalu kenapa dunheon nya belum juga bisa di jelajahi?"
"Ini pasti Bug."
"Itu tidak mungkin, belum ada yang pernah melaporkan ada nya bug di dalam game ini.
"Tidak ada guna nya membuat kesimpulan, kita tunggu saja sampai dungeon ini terbuka lagi, aku penasaran bagaimana tiga player itu bisa bertahan."
Beberapa player mulai kebingungan karena party Kevin belum juga keluar atau mati karena jika mereka mati atau menyelesaikan dungeon, maka dungeon akan kembali dapat di masuki tapi, sampai saat ini belum juga dapat di masuki.
Kembali ketempat Kevin yang di mana stamina Fani telah pulih seratus persen.
"Bagaimana?" Bertanya Karin melihat kearah Kevin sementara Kevin melirik kearah Fani.
"Fani siap." Ucap Fani.
"Baiklah saat nya kita melawan singa yang asli." Ucap Kevin berdiri dan berjalan lebih dulu.
Saat mereka tiba di lantai empat, seperti hal nya saat bersama Poxy mereka langsung di hadang oleh tiga monster Lion.
[Lion, Lv 60 (Hard Monster.)
Hp, 60.000.]
[Lion, Lv 65 (Hard Monster.)
Hp, 65.000.]
__ADS_1
[Lion, Lv 63 (Hard Monster.)
Hp, 63.000.]
"Kevin." Karin melirik kearah Kevin.
"Ini sih sama saja kita melawan tiga boss monster dungeon ini jika seandai jya dalam mode Easy." Ucap Kevin setelah melihat yang seharus jya hanya ada tiga singa normal sekarang malah ada tiga singa yang mirip seperti boss dungeon ini dengan lvel kesulitan easy.
"Boss Dungeon?" Fani jadi bingung.
Roarr!
Slass! Bom!
Satu serangan cakar langsung mendarat pada tempat mereka bertiga, untung nya cepat juga mereka menghindari nya.
"Threeple Slash!"
-15.000
-15.000
-15.000
Karin langsung memberikan tiga serangan balasan.
"Keras." Ucap Karin melompat mundur.
"Evolusi kedua, Shining Arrow."
Shut.. srrr... ting ting!
-50.000
+Hp 15,1%
...
...
(TL note: Kevin bisa mengubah Demon sword nya dalam waktu satu detik, jadi kemungkinan untuk merubah nya seketika dalam pertempuran yang sengit adalah 0 )
Dua anak panah berhasil di tepis oleh cakar Lion namun lima sisa nya berhasil masuk dan memberikan damage yang parah.
Roarr!
Belum sempat Kevin dan Fani mendarat, Lion yang lain sudah menunggu nya dan bersiap untuk mencakar Kevin dan Fani jika mendarat.
"Merepotkan sekali, Evolusi pertama!" Kevin kembali merubah busur nya menjadi tombak dan menangkap tangan Fani sebelum melemparkan nya kesamping.
Srot!
-20.000
+Hp 2,3%
Tombak Kevin yang panjang lebih dulu menusuk punggung Lion dan menggunakan nya sebagai pijakan untuk mendarat.
Roarr...!
"Sword Slash."
-5.000
Fani memberikan damage tambahan yang membuat Lion tersebut melompat mundur.
__ADS_1
"Shot Destroyer."
Kevin yang sudah merubah kembali tombak nya menjadi busur, menarik keras tali nya sambil menahan skill Shot Destroyer nya.
Baru saja Fani ingin lengah, dari belakang Lion yang mundur, kembali satu Lion lain nya melompat kearah Fani untuk menyerang.
"Senior tolong!" Fani reflek berteriak minta tolong karena sudah tidak dapat menghindari serangan tersebut.
Shut! Bom!
-40.000
+Hp 2,3%
Hanya perlu satu tembakan tepat di kepala, Hp Lion tersebut langsung menurun dan hanya tersisa kurang setengah nya saja.
"Arigatou senior!" Fani dengan cepat melompat mundur saat pergerakan Lion berhenti.
-5.000
-5.000
-5.000
...
...
Damage Lion tersebut terus berkurang hingga akhir nya mati karena anak panah Kevin masih menempel di kepala nya.
"Tersisa satu." Ucap Kevin setelah melihat Karin juga sudah membunuh satu Lion.
"Apa itu tadi senior?" Bertanya Fani karena damega nya sangat tinggi.
"Itu nama nya Shot Destroyer, semakin lama aku menahan anak panah nya maka akan semakin sakit, sayang nya tadi aku hanya menahan nya selama empat detik seandai nya sampai sepuluh detik aku yakin Lion itu akan langsung mati." Ucap Kevin.
"Itu langsung mati loh senior -_-." Ucap Fani dengan suara kecil.
"Tapi itu membutuhkan mana yang lumayan banyak, semakin lama di tahan semakin banyak pula mana yang di butuhkan." Ucap Kevin hanya menonton Karin yang sedang berjuang melawan Lion yang tersisa.
"Fani! Jika kau ingin level maka bantuin!" Teriak Karin.
"Baik kak!" Fani segera menyusul Karin dan membantu nya.
Satu Lion tersisa dengan cepat berhasil di tumbangkan dengan gabungan skill Fani dan Karin bahkan tidak satupun dari tiga Lion itu ada yang mengeluarkan skill tembakan nya.
Akhir nya lima Lion kembali muncul seperti saat bersama tim Poxy namun tetap saja kali ini yang muncul jauh lebih kuat karena sekelas boss dungeon tingkat easy sama seperti tiga boss dungeon tadi.
[Lion, Lv 60 (Hard Monster.)
Hp, 60.000.]
[Lion, Lv 65 (Hard Monster.)
Hp, 65.000.]
[Lion, Lv 63 (Hard Monster.)
Hp, 63.000.]
...
...
(TL note: setiap dungeon di game ini itu berbeda beda, ada dungeon yang dapat di masuki meskipun ada player di dalam nya namun dungeon seperti ini tidak memiliki tingkat kesulitan dengan kata lain dungeon ini adalah dungeon tetap dengan kesulutan yang tetap, memiliki monster yang dapat reset dalam waktu tertentu namun tidak memiliki rune teleportasi untuk kembali keluar dungeon setelah mengalahkan boss dungeon, maka dari itu harus melalui jalan yang di lewati sebelum nya untuk masuk dengan kemungkinan melawan monster yang sudah di bunuh sebelum nya.
__ADS_1
Untuk dungeon yang tidak dapat di masuki setelah ada player yang memasuki nya maka sama hal nya dengan Arclide dungeon dan Slime dungeon yang pernah Kevin masuki, memiliki tingkat kesulitan dan setiap monster akan di reset setelah dungeon berhasil di clear atau gagal.)