
"Damageku meningkat banyak setelah menambah Att ku." Ucap Kevin.
(TL note: Att, Attack, kekuatan daya serang.)
"Kita bisa membunuh Ogre dengan mudah ayo cari target selanjutnya." Ucap Yuri.
"Kurasa kau bisa meningkatkan teknik pedangmu di sini Fani." Ucap Kevin memberi saran.
"Benarkah?" Fani langsung senang karena diizinkan menggunakan class pedangnya.
"Kevin, tiga Ogre berlevel enam puluh datang dari arah jam dua." Ucap Karin.
"Sip mari kita meningkatkan level." Kevin kembali bersiap.
Mereka kembali bertempur melawan Ogre sambil terus meningkatkan kerja sama mereka.
Meskipun serangan Fani tidak memberikan damage yang banyak namun setiap Fani menggunakan skillnya maka akan menyebabkan efek CC pada target.
(TL note: CC, Crowd Control, skill untuk mengendalikan target seperti memberikan efek Stun, Slow, Freeze dan lain lain.)
Mereka terus mengulangi kerja sama mereka dan terus berburu hingga pagi dimana level mereka meningkat banyak.
"Huh huh huh.. bagaimana cara kalian mempertahankan stamina kalian?" Bertanya Fani saat ia terbaring mengatur karena tidak dapat bergerak di mana staminanya telah habis.
Selain memiliki job suport yang berstamina paling sedikit, Fani juga menggunakan cara bertempur layaknya Warrior yang membuatnya kehabisan stamina dengan cepat, Kevin lumayan kagum saat melihat Fani masih dapat bertahan hingga pagi.
"Sudahlah kumpulkan dulu staminamu, aku akan mengajarimu teknik kecil saat logout nanti." Ucap Kevin memeriksa statusnya.
"Janji yah senior!" Fani kembali bersemangat dan meminum banyak mana potion untuk memulihkan mananya sambil menunggu regenerasi staminanya.
[Status
Kevin, Lvl 68 (110/690)
Ras : Demon Half Angel.
Healt Point : 67.500/68.000.
Mana Point : 50.095/68.000.
Job : Warior.
Class : (Dual Sword)(Alchemist Lvl 6)(Demon Angel)
Title : (Helper)
Fame NPC : 180
Fame perajurit : 150
Skill Point : 36
Att : 75 +20
Agi : 44 +15
Int : 23 +1
Def : 76
Perlawanan Elemen
Api : 5
Air : 11
Udara : 20
Tanah : 9 ]
Setelah beberapa menit akhirnya stamina Fani kembali terisi hingga lima puluh persen namun beberapa player mulai mengepung Kevin.
"Aku tadi sempat berpikir siapa yang berani memasuki hutan ini ternyata adalah Kevin si God Immortal." Ucap seorang player yang menggunakan pedang besar.
"Siapa God Immortal?" Kevin bingung dengan julukan yang ia dapatkan.
"Itu adalah julukanmu di internet." Bisik Karin.
__ADS_1
Mengangguk Kevin sebelum berdiri. "Tadinya aku ingin kabur tapi sepertinya kalian hanya sekelompok PK saja." Ucap Kevin melihat kursor mereka berwarna merah itu artinya sudah sering membunuh player atau biasa juga disebut Red player.
Ada sekitar sebelas player yang mengepung Kevin dengan level enam puluh hingga tujuh puluh, Kevin juga masih sedikit waspada karena tidak melihat job Assassin diantara mereka.
"Kabur? Hng! Coba saja kalau bisa!" Ia langsung menyerang menggunakan pedang besarnya.
"Bodoh." Ucap Kevin sebelum disekeliling penuh dengan kabut beracun, Kevin dan Fani segera meminum potion anti racun untuk menghilangkan racunnya.
"Silent Step, Poison Knife."
"Agility Enhance!" Fani menambahkan buff agar kecepatan Karin meningkat.
Karin dengan cepat berlari dan memberikan setiap player tersebut damage yang parah serta efek Debuff poison yang membuat mereka menerima efek slow yang cukup besar karena sudah keracunan akibat kabut beracun.
Kabut berhasil menghilang dalam waktu tiga detik berkat skill salah satu player yang dapat mengeluarkan angin.
"Sialan kau!" Berteriak player yang tadi menyerang Kevin kembali berlari kearahnya.
"Kebetulan sekali Hp ku belum penuh." Kevin mengeluarkan Demon Swordnya.
"Sword Slash!" Player tersebut langsung menebas kearah Kevin menggunakan skill di bantu oleh suport dari timmnya.
Slash! Ting!
Kevin berhasil menangkis pedang player tersebut menggunakan perisainya sebelum Kevin menarik perisainya.
"Full Attack!" Kevin tampa menahan diri langsung menggunakan skill untuk meningkatkan efek Debuff yang di terima oleh player tersebut.
-20.000
+ Hp 2,3%
"Apa!?" Terkejut player tersebut dan segera melompat mundur saat Hp nya terus menurun hingga lima puluh persen.
Berbagai serangan sihir dan panah langsung meluncur kearah Kevin namun dengan cepat Kevin mengeluarkan perisainya dan menangkis seluruh serangan.
"Charge Shield mencapai Max!" Ucap Kevin sebelum memggunakan passif perisainya.
Roarr....!
Suara auman keras keluar dari perisai Kevin dan membuat semua target yang mendengarnya mengalami Debuff penurunan kecepatan atau efek slow
Para Red player tidak memiliki kesempatan untuk menggunakan skill sama sekali sebelum Kevin Karin dan Fani mulai menebas mereka tepat di titik kritikal.
Satu persatu Red Player tersebut mati dan akhirnya menjatuhkan banyak drop item.
Setelah semua Red player di musnahkan tanpa perlawanan serius, Karin tiba tiba berlari mengejar sesuatu.
'Ada apa Karin?' Bertanya Kevin melalui telepati Party.
'Assassin mereka yang mengamati dari tadi ingin melarikan diri- Dark Blade!' Balas Karin tiba tiba menggunakan skillnya tanpa menutup telepati.
Tidak lama setelah Karin menutup telepatinya Karin pun kembali.
"Bagaimana Assassin mereka?" Bertanya Kevin.
"Itu Assassin kemarin yang menyerang kita di Event serangan monster drop itemnya lagi lagi memuaskanku." Ucap Karin menjawab.
"Aku hampir mati." Ucap Fani segera menghealing dirinya sendiri saat Hpnya sisa sepuluh persen.
"Kau terlalu gegabah Fani, meskipun mereka mendapatkan efek Slow parah namun mereka juga masih bisa menggunakan skill." Ucap Kevin yang juga menerima beberapa damage.
"Staminaku juga sudah habis." Keluh Fani.
"Tapi setidaknya kita mendapatkan drop item gratis, meskipun kita membunuh player tapi kursor kita tetap hijau karena yang kita bunuh adalah Red player." Ucap Karin.
"Sebaiknya kita segera keluar dari hutan ini, belum tentu juga kita bisa selamat di serangan berikutnya." Ucap Kevin bersiap untuk meninggalkan hutan karena ia merasakan akan ada Ogre yang mendekat.
"Bagaimana denganku? Staminaku habis dan tidak dapat bergerak." Ucap Fani yang sedang duduk diam mengumpulkan stamina.
"Haihh.. naiklah." Ucap Kevin menawarkan punggungnya setelah memasukkan perisainya untuk menurunkan beban yang ia bawa.
"Terima kasih senior." Ucap Fani segera naik di punggung Kevin.
"Ayo." Mereka segera berjalan menuju keluar hutan sementara Karin harus membersihkan monster level rendah yang menghalangi jalan.
Mereka berhasil keluar dari hutan tanpa ada masalah serius, namun saat Kevin ingin memasuki gerbang kota ia di hentikan oleh seorang perajurit.
__ADS_1
"Anda petualang Kevin?" Bertanya perajurit tersebut.
"Benar, ada apa yah?" Kevin bertanya balik karena perasaan ia tidak pernah melanggar aturan.
"Wali kota memberikan ini sebagai hadiah untuk anda atas laporan serangan monster kemarin." Ucap perajurit tersebut memberikan sebuah peluit pada Kevin.
[Whistle For Call Horse (Epic)
Sebuah peluit pemanggil kuda untuk di tunggangi.
Mana Cost: 1.000
Time Limit: 6 jam.
Coldown: 24 jam.
Kuda akan menghilang ketika mati dan dapat di panggil kembali setelah masa coldown selesai.]
"Terima kasih." Ucap Kevin karena kebetulan mendapatkan item berharga.
Setelah itu Kevin menyempatkan diri untuk menaruh perisainya di tempat penempa senjata untuk memperbaiki kerusakannya sebelum mereka semua logout.
...
Real World
Siang hari rumah Kevin
"Deskripsi event nya sudah keluar, besok tanggal tiga puluh satu Desember event akan di mulai." Ucap Kevin melihat kearah layar laptopnya.
"Eh? Ini berbeda dari event tahun lalu." Ucap Yuri.
"Kali ini sepertinya survival yah." Keluh Karin karena tidak percaya diri dalam permainan solo.
"Ada dua sih sebenarnya, event yang satunya sama seperti tahun lalu yaitu batle party dan bisa di ikuti oleh seluruh player dan event kedua hanya bisa di ikuti oleh pengguna Virtual kabin." Jelas Kevin setelah memperhatikan deskripsi.
Saat ini mereka tidak bisa mengikuti event battle party karena setiap party orang lain memiliki rata rata jumlah enam player sedangkan mereka baru bertiga.
"Itu karena Event kedua menggunakan percepatan waktu lima kali lipat di mana satu jam di Real World sama dengan lima jam di dunia game." Ucap Yuri mnejelaskan.
Event tersebut hanya dapat di ikuti oleh pengguna Virtual kabin karena percepatan waktunya yang lima kali lipat.
Dengan tema survival di mana player harus bertahan selama lima hari di daratan yang sudah di siapkan, setiap player yang ikut akan di teleportasikan ke suatu tempat dan bagi sepuluh pemain teratas yang berhasil bertahan lah yang akan berhasil memenangkan event.
Cara untuk mendapatkan point yaitu dengan memburu player lain jadi meskipun ada yang bertahan selama lima hari dia akan tetap di anggap gagal jika tidak mendapatkan point.
Satu player yang dibunuh maka akan mendapatkan sepuluh point, satu point dapat di tukar dengan satu koin emas setelah event berakhir.
Ini adalah event survival sekaligus berburu harta karun, namun player yang mati tidak akan menjatuhkan drop item apapun sama halnya player yang membunuh tidak akan mendapatkan hukuman apapun.
Dalam event juga masih ada dua tempat yaitu tempat pertama untuk player level lima puluh hingga sembilan puluh sedangkan tempat kedua untuk player level sembilang puluh satu hingga level seratus sepuluh.
Sampai saat ini belum ada player yang berhasil menembus level lebih dari seratus sepuluh karena game ini belum juga membuka level di atasnya di mana meskipun player mengumpulkan exp yang banyak mereka tetap berhenti di level seratus sepuluh.
Coldown
"Kondisi fisik harus sempurna untuk mengikuti event ini." Ucap Kevin setelah melihat status tubuh yang diperlukan.
"Aku harus ikut." Karin langsung kembali bersemangat setelah melihat pertukaran point dan gold nya.
"Yuri tidak akan ikut." Yuri tidak pernah tertarik pada permainan solo.
"Jika kau ingin ikut biar kuberikan satu saran untukmu." Ucap Kevin mengangkat telunjuknya.
"Apa?" Karin bertanya.
"Jangan pernah mempercayai player lain atau membuat aliansi dengan mereka, pemenang hanya ada sepuluh player, mereka bisa membunuhmu kapan saja." Kevin mengingatkan.
"Baiklah aku mengerti." Karin memikirkan apa yang di katakan oleh Kevin.
"Ayo Yuri kita harus segera berlatih." Ucap Kevin mengajak Yuri.
"Berlatih?" Bingung Yuri karena belum di beritahu apapun oleh Kevin.
"Cara untuk menghemat stamina, kamu ingin tahu kan?" Kevin memberitahu.
"Benarkah!?" Yuri langsung bersemangat.
__ADS_1
"Kita latihan di kamar kalian saja." Ucap Kevin.
"Baik senior!" Tegas jawab Yuri.