MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 73, Karin dalam bahaya


__ADS_3

'Tidak benar, kenapa dia memberikan foto Yuri.' Saat Karin melihat foto tersebut ternyata yang ada di sana adalah Yuri.


"Hahaha! Ini benar benar barang bagus, jika kalian berhasil mengajaknya ke tempat biasa aku akan memberikan kalian imbalan dua kali lipat, dengan ini aku yakin akan banyak orang yang menyewanya." Ucap om om tersebut tertawa lepas.


"Pasti om!" Cepat anak SMA tersebut menjawab.


'Organisasi esek esek yang mempekerjakan anak SMA, orang seperti ini lebih baik di bersihkan saja.' Karin ingin menghajar mereka namun tiba tiba teringat akan cara yang lebih baik.


"Oi apa yang kau lakukan di situ!?" Tapi Karin sudah keluar dari persembunyiannya dan om om tersebut langsung melihatnya.


"Gawat." Karin bersiap untuk melarikan diri.


"Oi jangan kabur!" Teriak om om tersebut mengeluarkan sesuatu dari balik jaketnya.


Dor!


"Eh?" Bersamaan dengan suara yang menggema di gang tersebut, sebuah darah mengalir dari dalam pakaian olahraga Karin tepatnya pada perutnya dan akhirnya Karin pingsan karena syok.


"Om bagaimana ini?"


"Itu tidak mati kan." Beberapa anak SMA tersebut langsung panik.


"Hng! Dasar wanita- oh tubuhmu lumayan bagus juga hm hm parasnya juga cantik ini akan mahal, segera angkat dia kedalam mobil dan bersihkan darah di sini." Ucap om om tersebut tersenyum puas.


Akhirnya Karin di bawa kesuatu tempat yang ia tidak tahu dan dalam keadaan pingsan, namun saat sampai di tujuan luka tembakan Karin langsung di sembuhkan dengan beberapa peralatan medis seadanya.


...


Malam hari rumah Kevin


"Bukannya ini sudah terlalu lama sejak Karin keluar senior?" Bertanya Yuri yang sedari tadi menunggu Karin pulang.


"..." Kevin juga mulai khawatir karena Karin tidak pernah keluar selama ini.


"Nomornya juga gak bisa di hubungi." Yuri sudah dari tadi berusaha menghubungi Karin namun tidak pernah nyambung.


Kevin tiba tiba mengaktifkan EDITH nya dan menghubungi seseorang.


Tit!


"Halo Kevin! Ada apa?" Suara Alka membalas dari EDITH Kevin.


"Kau tidak login syukurlah, apa kau bisa membantuku?" Bertanya Kevin.


".. apa?" Suara Alka tiba tiba menjadi serius saat setelah ia diam beberapa detik.


"Cari lokasi Karin." Ucap Kevin.

__ADS_1


"Tunggu tiga menit." Ucap Alka sebelum suaranya menghilang dan tidak lagi terdengar.


"Baiklah." Mengangguk Kevin.


Tiga menit kemudian sejumlah file yang cukup besar masuk kedalam laptop Kevin.


"Sepertinya ini sedikit merepotkan tapi aku akan membantumu Kevin." Ucap Alka.


Kevin memperhatikan informasi yang terlihat secara detail di mana posisi terakhir perangkat Karin aktif adalah sebuah gang yang lumayan sepi di jam tersebut sementara ada beberapa perangkat yang di deteksi di sana.


Kemudian perangkat tersebut terbagi menjadi dua, sekelompok yang berjumlah empat orang menuju sebuah tempat karaoke sementara yang satunya menggunakan mobil menuju sebuah bar.


Namun beberapa foto yang di kirim oleh Alka menunjukkan bahwa di dalam mobil tersebut tidak hanya ada satu orang, dengan pengambilan gambar di sisitivi dengan sudut yang pas memperlihatkan seseorang di kursi belakang namun tidak terlihat jelas.


"Apa tidak ada sisitivi di bar itu?" Bertanya Kevin karena saat penumpang dalam mobil turun itu tidak terlihat sama sekali.


"Sayangnya orang ini cukup berhari hati sampai tidak memasang sisitivi pada bar nya." Jawab Alka.


"Menurutmu bagaimana?" Bertanya Kevin.


"Karin ada di sana." Jawab Alka.


"Jika kau yang mengatakan itu maka aku akan mempercayainya, tolong informasi tentang mereka." Kevin segera meminta informasi lebih detailnya.


Sebuah filem kembali masuk kelaptop Kevin.


"Perkumpulan orang orang yang merekrut dan menjebak anak di bawa umur untuk mengikuti bisnis kotor mereka, Alka boleh kutebas kepalanya?" Bertanya Kevin karena saat ini ia benar benar sangat marah.


"Sayangnya untuk kali ini tidak, biar aku saja yang mengurusnya." Ucap Alka tidak mengizinkan Kevin.


"Kenapa?" Bertanya Kevin karena sepertinya masih ada informasi yang ia lewatkan sampai Alka melarangnya untuk bertindak gegabah.


"Dor! Bagaimana dengan itu?" Bertanya Alka.


"Mereka memiliki senjata api yah." Gumam Kevin.


"Makanya untuk kali ini biarkan aku yang mengurusnya, aku akan segera mengirim beberapa perajurit yang di latih keluarga-"


"Alka." Kevin memotong ucapan Alka.


"Kevin ini bisa menyangkut nyawa loh." Alka mengkhawatirkan Kevin.


"Yang mereka tangkap adalah keluargaku, andai itu hanya gadis SMA di luar sana aku tidak peduli tapi mereka menyinggung keluargaku loh Alka!" Kevin benar benar marah saat seseorang mencoba mengusik keluarganya.


Kevin yang dulu hidup sendiri setelah di tinggalkan olah ibu dan ayahnya mengerti betul apa arti dari hidup tanpa keluarga.


Bagi Kevin sendiri keluarga adalah sesuatu yang sangat penting, saat ia sendiri dan tiba tiba saja Karin masuk dalam keluarganya, Kevin menjadi sedikit lebih tenang dan kesehariannya jauh lebih cerah dari pada dulu maka dari itu ia ingin terus melindungi keluarganya.

__ADS_1


"Kau bisa mati." Alka memperingati.


"Aku tidak akan mati semudah itu." Kevin pun mengerti namun memilih kata yang lebih meyakinkan.


"Kalau begitu biarkan aku melakukan apa yang aku inginkan juga." Alka sadar tidak akan dapat menghentikan Kevin dan akhirnya hanya memberi persyaratan.


"Selama itu tidak menghalangiku." Ucap Kevin setuju.


"I ok." Ucap Alka.


Kevin langsung mematikan sambungan dan menuju kamarnya.


"Apa yang ingin senior lakukan." Bertanya Yuri sambil mengikuti Kevin menuju kamarnya.


"Kamu di rumah aja." Ucap Kevin menarik sebuah koper hitam dari bawah tempat tidurnya.


"Yuri ikut." Ucap Yuri.


"..." Kevin diam dan mengeluarkan beberapa alat dari dalam koper tersebut.


"Kenapa senior bisa memilikinya?" Bertanya Yuri.


"Ini sering di gunakan ayahku saat melatihku untuk menyusup di malam hari." Ucap Kevin menggunakan sebuah kacamata yang dapat melihat di malam hari serta pakaian anti peluru.


Disana juga ada Stun Gun serta sebuah pedang katana, Yuri dapat melihat bahwa pedang tersebut adalah asli berbeda dengan beberapa pedang besi yang ada di ruang perlengkapan Kevin yang bisa di katakan hanya katana yang di buat dari besi biasa.


"Kamu di rumah saja, kunci pintu jangan biarkan siapapun masuk." Ucap Kevin setelah siap dengan perlengkapannya.


Kevin tidak membawa pedang atau pun panah namun Kevin membawa beberapa pisau yang melekat di pakaian anti pelurunya yang terbuat dari benang Aramid.


Kaos tangan Kevin yang dapat berfungsi layaknya sebuah stun gun dengan sebuah pistol stun yang dapat menembakkan peluru listrik untuk menyetrum target namun itu biasanya hanya di miliki oleh polisi tapi entah kenapa ayah Kevin memilikinya.


"Yuri juga bisa bertarung." Ucap Yuri.


"Sudah ku bilang kamu di rumah saja kan!" Kevin sedikit meninggikan suaranya seakan membentak Yuri.


"Ba-baiklah Yuri mengerti." Yuri tersentak kaget dengan suara Kevin dan segera menurut.


"Ini bukan latihan, ini adalah pertarungan nyata Yuri, bisa saja nyawamu melayang loh." Ucap Kevin setelah melihat ekspresi Yuri.


"..." Yuri hanya diam.


"Halo Alka!" Kevin menghubungi Alka lewat earphone di telinganya.


"Bagaimana?" Bertanya Alka.


"Ready Perfectly." Jawab Kevin dengan sorot matanya yang tajam.

__ADS_1


__ADS_2