MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 74, Membuat kekacauan di bar


__ADS_3

"Halo Alka!" Kevin menghubungi Alka lewat earphone di telinganya.


"Bagaimana?" Bertanya Alka.


"Ready Perfectly." Jawab Kevin dengan sorot matanya yang tajam.


"Ok good luck." Balas Alka namun tidak mematikan koneksinya dengan Kevin.


Berjalan Kevin keluar pintu di mana sebuah mobil hitam terparkir di sana, Kevin tanpa pamit langsung membuka pintu mobil tersebut dan menggunakannya menuju lokasi yang Alka kirim kepada kacamata Kevin yang berfungsi layaknya EDITH dan masih dapat melihat di dalam kegelapan.


Saat tiba di tujuan, Kevin terlebih dahulu menggunakan sebuah jubah untuk menutupi seluruh senjata dan pakaiannya dan masuk sebagai pelanggan.


Kring! Kring!


"Selamat datang!" Bersamaan dengan suara bel yang berbunyi, seorang bartender juga menyambut Kevin.


Tempat ini tidak ramai hanya ada dua orang yang duduk di setiap pojok ruangan dengan suasana yang sangat tenang.


Kevin duduk dan asal menunjuk pesanan saja karena sedang berusaha untuk menahan amarahnya.


"Baik tunggu sebentar." Bartender segera membuatkan pesanan Kevin sebelum segelas bir pun jadi. "Silahkan."


Kevin langsung meminum sedikit. "Kok rasanya aneh yah?" Bertanya Kevin mendorong gelasnya kedepan.


"Itu.. saya membuatnya secara normal seperti biasa, apakah anda baru pertama kali meminum bir?" Bertanya bartender tersebut.


"Coba sendiri." Ucap Kevin setelah memasukkan obat tidur yang akan berfungsi setelah dua menit jika di campur dengan bir.


"Ba-baiklah." Bartender tersebut pun mencobanya. "Hm rasanya sama seperti biasanya apakah anda baru pertama kali mencoba bir?" Bartender tersebut kembali bertanya.


'Tikus sudah menemukan ruangan yang kemungkinan tempat Karin saat ini.' Alka tiba tiba menghubungi Kevin karena saat Kevin masuk sebuah Drone tikus juga Alka selipkan.


"Maaf toilet di mana yah?" Kevin bertanya.


"Di pintu itu lurus dan belok kiri." Jawab bartender.


"Terima kasih." Kevin berdiri dan memasuki pintu tersebut namun Kevin sama sekali tidak berbelok ketoilet malah memilih untuk berjalan terus lurus hingga tiba di sebuah pintu dengan satu penjaga.


"..."penjaga tersebut diam seakan menunggu sesuatu dari Kevin.


'Perlu sandi khusus untuk masuk, di dalam sana ada transaksi obat obatan terlarang yang sedang berlangsung.' Ucap Alka.


Zrtt...!


"Tidak perlu sandi." Kevin sudah melumpuhkan penjaga tersebut menggunakan stun gun yang ada di kaos tangannya.

__ADS_1


Kevin membuka pintu dan memperlihatkan bar yang sesungguhnya, suasana yang ramai dengan banyak gadis yang menari dan melayani pelanggan bahkan ada yang sampai kepelayanan terbuka.


Kevin langsung di sambut oleh beberapa gadis muda dan jelas sekali Kevin tahu bahwa itu adalah gadis yang seumuran dengan Yuri meskipun ada beberapa yang sudah cukup umur tapi kebanyakan adalah gadis gadis SMA.


"Kuharap Karin tidak melihat ini." Ucap Kevin mengabaikan beberapa gadis yang siap melayaninya dan menuju ke ujung ruangan memasuki sebuah pintu.


"Maaf tuan anda di larang masuk di sin- ekh." Beberapa penjaga yang mencoba menghentikan Kevin langsung tumbang akibat sengatan listrik dari stun gun Kevin.


Sementara itu di sebuah ruangan.


"Bagaimana bos?" Bertanya om om yang menangkap Karin tadi pada seorang pria bertato dengan otot yang terlihat sangat kuat.


Bugh!


"Memang barang bagus tapi kau menembaknya bodoh! Luka seperti itu menurunkan harga!" Pria bertato tersebut langsung memukul om om tadi.


Tok tok tok!


Suara ketukan pintu yang bersamaan dengan pintu terbuka langsung membuat bos tersebut menoleh.


"Ada apa!?" Bentaknya bertanya.


"B-bos seseorang memberontak di lantai bawah bos." Ucap penjaga yang baru saja masuk tersebut.


"T-tapi bos semua orang kita mdengan mudah di lumpuhkannya bos." Ucap penjaga.


"Sial aku membayar kalian untuk memukul! Bukan takut begini! Tembak saja!" Bos tersebut benar benar sedang marah.


"Ba-baik bos." Penjaga tersebut kembali menutup pintu.


Kembali ke tempat Kevin.


"Bos sudah mengizinkan untuk menggunakan pistol!" Teriak seorang penjaga saat sementara Kevin menghajar banyak penjaga.


"Tembak!" Semua penjaga langsung mengeluarkan pistol mereka.


"Kalian sendiri yang memintanya." Kevin menumbangkan tubuhnya sedikit kearah belakang seakan bersiap untuk mundur sebelum berlari kearah depan dan bergerak secara zigzag.


Dor! Dor! Dor!


Karena gerakan Kevin yang awal seakan menipu dan berlari dengan kecepatan tinggi kearah depan membuat beberapa penjaga langsung panik dan sulit untuk membidik hingga Kevin menjatuhkan seorang penjaga dan menjadikannya tameng.


"Anggap saja ini balasan." Gumam Kevin mengambil pistol penjaga yang ia sandera dan menondongkannya pada yang lain.


Dor! Dor! Dor!

__ADS_1


Dengan adu tembak yang singkat sebelum serangan balasan Kevin akhirnya semuanya dapat di bersihkan dengan muda meskipun Kevin tidak langsung membunuh mereka karena hanya menembak kedua tangan saja.


Meskipun amarah Kevin sangat besar namun ia masih sadar siapa musuh yang pantas ia bunuh dan siapa yang tidak.


Berjalan Kevin melewati beberapa penjaga yang kembali ia lumpuhkan agar tidak dapat bergerak, Kevin menuju sebuah ruangan yang Alka perkirakan adalah ruangan Karin.


Telinga Kevin mendengar sangat baik dan berfungsi layaknya radar yang mulai menyusuri seluruh isi ruangan yang akan ia buka.


"Napas seseorang yang sedang pingsan, itu saja." Ucap Kevin setelah memastikan ruangan tersebut aman dan langsung membukanya.


Kevin melihat Karin terbaring dengan perban di perutnya. "Karin!" Kevin langsung menghampirinya dan memeriksa lukanya.


'Ada apa Kevin?' Bertanya Alka karena Kevin tiba tiba berteriak.


"Sepertinya lukanya sudah di obati dengan baik, Alka siapkan ruang medis untuk Karin, jangan sampai berhubungan dengan rumah sakit atau polisi." Kevin tidak ingin menambah masalah lagi karena masih ada masalah yang merepotkan di depannya.


"Aku mengerti, segera bawa Karin keluar dan sisanya biar aku yang urus." Ucap Alka.


"Tidak, masih ada yang harus aku urus, di mana pemilik bar ini?" Bertanya Kevin.


"Kaluar sekarang juga." Alka tidak berniat untuk memberitahukannya.


"Baiklah aku cari sendiri saja." Kevin langsung mensilentkan koneksinya karena amarahnya bertambah saat melihat Karin terluka.


Berjalan Kevin keluar menyusuri setiap pintu hingga melihat pintu yang sedikit istimewa di lantai dua.


"Ada dua orang di dalam sini." Kevin bersiap untuk membuka pintu tersebut namun sebuah suara ia dengarkan. "Sial!" Kevin melompat kearah samping.


Dorrrdrdrrrdrr!!!


Rentetan peluru mesin menembus pintu dan pastinya itu dapat menembus pertahanan Kevin seandainya ia tidak melompat kearah samping.


"Sekarang- sial!" Kevin baru saja ingin masuk saat terjadi jeda tembakan namun tembakan berikutnya kembali di lontarkan membuat pendengaran Kevin tidak berfungsi untuk mendeteksi keadaan di dalam ruangan.


Kevin kembali bersiap dengan pistol dari penjaga di tangannya serta pistol stun, saat terjadi jeda satu detik di mana machine gun sedang di realod, Kevin langsung menghenttakkan kakinya dan melebarkan pandangannya kesegala arah untuk mencari target.


Dor!


Pistol gun Kevin langsung menembak sebuah machine gun si tangan pria bertato tersebut untuk membuatnya menjadi tidak berfungsi.


Dor!


Kevin kembali menembak om om yang mengarahkan pistol padanya.


"Sial! Oi apa yang kau inginkan di tempatku!?" Berteriak si pria bertato dengan pistol yang ia arahkan pada Kevin dengan posisi siap menembak.

__ADS_1


__ADS_2