
Slime Dungeon
Ruang Boss
Berkat Kevin menjadi tanker mereka dapat mengalahkan boss slime bahkan setelah boss slime tersebut berubah menjadi purple slime.
"Akhirnya selesai." Jin langsung beristirahat bersama temannya, apa lagi Jin yang merasakan tangannya agak kebas karena beberapa kali menebas silver slime yang dalam keadaan membatu.
"Misi kami telah selesai." Kevin memperingatkan setelah dia dan Karin juga sudah mengumpulkan semua Pure Liquid.
"Terima kasih." Jin segera bangun dan mengirimkan sepuluh koin gold pada Kevin.
[Menerima 10 Gold.]
"Kami duluan." Kevin langsung pergi bersama Karin karena melihat jam sudah mulai sore yang artinya didunia nyata sudah hampir pagi.
...
Rumah Kevin.
Kevin dan Karin menyempatkan diri untuk tidur saat keluar dari game dan bangun pada jam delapan pagi.
Seperti biasa Kevin harus menyiapkan sarapan pagi tapi karena dia merindukan nasi gorengnya jadi dia hanya memasak nasi goreng saja.
Singkat cerita saat semua kegiatan pagi telah selesai yaitu membersihkan diri dan sarapan Kevin mengajak Karin untuk latihan dengan menggunakan pedang kayu tapi lebih mirip katana sedangkan pedang yang digunakan Kevin adalah pedang kayu dua mata layaknya pedang romawi.
"Kekuatan tubuhku semakin membaik setiap harinya." Ucap Karin percaya diri memegang pedangnya.
"Dengar yah, dalam menggunakan blade atau sesuatu yang memiliki sisi tajam, kamu harus sebisa mungkin untuk tidak membuat gerakan sia sia, itu bisa membuatmu kalah dalam stamina dengan cepat, juga buatlah beberapa serangan sederhana untuk mengecoh musuh itu sangat diperlukan ..." Kevin terus menjelaskan sambil memperagakan beberapa taknik berpedangnya.
Tak!
Bruk!
"Ak sakit!" Karin lamgsung berteriak sakit saat dibanting oleh Kevin.
"Kenapa kau selalu menyerangku secara diam diam." Kevin hanya refleks membantingnya.
"Ssk- perasaan sakit didunia virtual hanya sampai sepuluh persen saja, didunia nyata kita harus menghadapi kenyataan dengan menerima seratus persen sakit saat terluka dan kau malah membantingku tanpa ampun! Apa kau tidak kasihan dengan gadis cantik nan imut sepertiku ini!" Karin mengeliat dilantai halaman rumah Kevin karena punggungnya benar benar sakit.
"Ah maaf! Aku kebablasan." Meskipun meminta maaf tapi suaranya terdengar datar.
"Aku tidak merasa jika kau sedang meminta maaf Kevin." Ucap Karin meralat.
"Cepatlah berdiri, rasa sakit seperti itu harus kau biasakan untuk menahannya." Ucap Kevin yang seakan tanpa ampun.
__ADS_1
"Ukh! Baiklah."
Pak!
Karin bangun tapi barus saja ingin mengangkat pedang ditangannya satu serangan kembali melayang dan memukul kengan kirinya yang membuatnya tidak dapat merasakan lengan kirinya.
"Sakit Kevin!" Protes Karin tapi satu serangan pedang kembali menyerang kearah kepalanya.
Tak!
Karin berhasil menepisnya menggunakan pedang kayu.
"Sudah kukatakan sebelumnya saat bertempur musuhmu tidaka kan menunggu kau bangun loh Karin." Ucap Kevin mengingatkan.
"Baiklah." Karin mulai melakukan serangan balik.
Tak! Tak! Tak!
Tapi semua seranganya ditangkis oleh Kevin dengan santai.
Plak!
Satu serangan kembali memukul tangan Karin yang sedang memegang pedang.
"Sudah kukatakan berkali kali gerakanmu terlalu berlebihan." Kevin mengejar Karin yang akhirnya terus memojokkan Karin dengan hanya beberapa gerakan sederhana saja.
Setelah sekian menit Kevin memaksa Karin untuk terus bertarung dan mulai meningkatkan sensifitas Karin terhadap serangan dan skill berpedangnya mulai meningkat karena beberapa kali seranganya hampir masuk ketubuh Kevin meskipun Kevin sengaja untuk menaikkan semangat Karin.
Akhirnya Karin ambruk dengan tangannya yang lumayan bengkak karena terus menjadi serangan pukulan pedang kayu.
"Huh hah hah.. tanganku sakit sepertinya aku harus fokus pada memprkuat tanganku dulu sebelum tubuh lainnya." Meskipun ngosngsoan saat berbaring tapi Karin tetap menggunakan teknik pernapasan untuk mengatur napas dan mengumpulkan staminta tapi satu hal baru saja dia sadari.
Kekuatan tangannya yang medapatkan srangan secara terus menerus dari Kevin dan sudah tidak dapat ia rasakan lagi dengan cepat dapat ia perkuat dengan mengisi titik akupunturnya dengan kekuatan teknik pernapasan dengan cepat.
Menyadari keterkejutan Karin, Kevin pun tahu bahwa Karin sudah menyadari salah satu dari kegunaan teknik pernapasan.
"Beberapa sel tubuhmu memang rusak karena serangan dan latihan yang berlebihan tapi jika itu diperbaiki menggunakan teknik pernapasan maka kau akan lebih mudah untuk menggunakan teknik penapasan kedepannya nanti karena sel selmu sudah dapat beradaptasi dengan teknik pernapasan penguat tubuhmu." Jelas Kevin.
"Kalau begitu berarti aku harus merelakan tubuhku dipukul setiap hari." Karin menyimpulkan. "Siapa yanga akan rela!" Berteriak Karin.
"Oh kau bis-" terpotong ucapa Kevin.
"Kau pikir aku Masokhis?" Karin langsung menutupi asetnya dengan tangan meskipun sebenarnya dia masih menggunakan pakaian training.
(TL note : masokhisme : kekejaman atau kekerasan yg memberikan kepuasan s*ksual pada yg menerimanya (bentuk kelainan s*ksual).)
__ADS_1
"Eh?"
"Yang jelas aku tidak akan rela! Atau apakah? Kau ingin menggunakan cambuk pari yang aku temukan didapur." Pikiran Karin mulai liar dan memang dia sempat menemukan ekor ikan pari panjang yang Kevin koleksi didapur.
"Kau- sebaiknya kau sedikit herpikir lebih positif Karin, aku bingung kenapa kau bisa selalu berpikir negatif -_-, apa seingin itukah kau mencobanya?" Kevin menggoda Karin diujung kalimatnya.
"Heh terus apa yang ingin kau lakukan? Juga aku ti-tidak ingin mencobanya." Ucap Karinmembuang wajahnya kearah lain. "Mungkin." Sambungnya berbisik dan tidak terdengar oleh Kevin.
"Kau mengatakan sesuatu?" Tanya Kevin.
"Bu-bukan apa apa!"
"Kau sebenarmya bisa memperbaiki kembali sek tubuhmu saat rusak karena terlalu banyak berlari seperti kemarin kemarin saat sebelum kau sakit, sayangnya waktu itu kamu belum tahu cara teknik pernapasan memperkuat tubuh sehingga tidak bisa memperbaiki selmu yang terus rusak setiao hari dalam jumlah banyak sampai membuat kamu demam." Ucao Kevin menjelaskan.
"Jadi nanti kita harus jogging lagi?" Bertanya Karin memastikan.
"Ya untuk hari ini kita akan merubah rutenya juga kau lwbih baik beristirahat sekarang." Kevin lebih dulu meninggalkan halaman rumah dan masuk kedalam.
...
Sore hari 15:00
"Tumben kau tidak terlambat." Ucap Kevin saat baru saja ingin menunggu Karin didepan rumah Karinnya sudah ada lebih dulu menunggunya sambil meregangkan tubuhnya.
"Aku hanya berpikir untuk segera menyusulmu saja, aku tidak ingin setiap hari selalu dibanting dengan mudah." Maksudnya adalah dalam hal kekuatan.
Mwskipun Karin dapat memulihkan beberapa selnya dengan vepat dari pada orang biasa tapi tetap saja dia masih menggunakan perban menutupi tangannya karena bengkak akibat beberapa sel darah ditangannya yang rusak dan mengalami pembengkakan.
"Ayo." Kevin tidak mendengarkan lebih lanjut dan memilih untuk berlari lebih dulu tapi rutenya jelas berbeda karena berlari kearah yang berlawanan dari biasanya.
Semakin jauh semakin memasuki gang sempit dan rute yang mereka lalu seirnga ada kendala seperti pagar jalan atau tempat sempit bahkan Karin beberapa kali hampir tersandul jendeka warga akibat terlalu sempit.
"Nee Kevin! Ini bukan jogging." Protes Karin yang hampir tersangkut ditali jemuran tapi pada sat dia melihat kedepan hanya ada tembok seringgi empat meter dengan Kevin berdiri diatasnya.
"Bagaimana caramu naik?" Bertanya Karinkarena mengalami jalan buntu dan hanya itu saja satu satunya jalan untuk lewat.
"Gunakan dinding sebagai pijakan." Kevin menunjuk kearah dinding gang yang sudah terlihat lusuh juga seperti sudah terbiasa dijadikan pijakan.
...----------------...
tinggalkan like dan komen guys
Follow akun instagram Author
@reza_atmaja03
__ADS_1