
"Lihat lah ini adalah dunia di atas tebing yang kau impikan selama tujuh belas tahun." Ucap Kevin.
"Wuah...."
Shuss....
-_- "Lah ini hanya daratan kosong." Violet langsung kecewa bersamaan dengan angin yang membawa pergi imajinasi nya.
"Kau tidak akan bisa menemukan tempat seperti ini di bawah tebing." Ucap Kevin.
"Memang di sini lebih baik, daratan nya luas, tidak ada kabut, matahari bersinar lama tapi ini tetap membuat ku kecewa. Aku sempat berharap ini adalah tempat yang sangat ramai akan manusia." Ucap Violet.
"Ini adalah wilayah yang jauh dari kota jadi jelas ini sepi, kita akan menuju kota jadi berbahagia lah." Ucap Kevin.
"Benar kah?" Semangat Violet kembali pulih.
"Aku menunggu lama." Ucap Karin yang baru di sadari oleh Violet akan keberadaan nya.
"Siapa?" Terkejut Violet.
"Dia adalah Karin tenang saja dia teman ku." Kevin memperkenalkan Karin.
"Apa kah manusia di luar tebing seperti dia?" Bertanya Violet melihat penampilan Karin sangat aneh dan menyeramkan.
"Tidak perlu memikirkan nya, itu hanya dia nya saja yang aneh." Ucap Kevin.
"Jadi bagaimana kita akan kembali ke kota? Kita hanya memiki satu kuda." Bertanya Karin tidak memperdulikan fakta yang di katakan Kevin.
"Ini sudah malam jadi kita beristirahat dulu saja." Ucap Kevin melihat Violet.
"Setuju." Karin mengerti keinginan Kevin untuk membiarkan Violet beristirahat.
"Saat nya mendirikan tenda." Kevin mulai memasang tenda buatan Alka yang tidak perlu ribet kerana hanya perlu melemparkan nya saja maka jadi lah dua tenda.
"Ho...h! Apa itu?" Bertanya Violet.
"Tenda." Kevin dan Karin me jawab bersamaan.
-_- "Yah aku tau itu." Violet merasa percuma untuk bertanya.
Kruuuk!
"Maaf.. aku lapar belum makan dari tadi siang." Ucap Violet.
"Memang sudah waktu nya makan malam, ini makan lah." Kevin memberikan roti kering dan satu botol air minum.
"Apa ini?" Violet bertanya lagi.
__ADS_1
"Makanan." Jawab Kevin.
"Yah aku tau ini makanan karena kau menyuruh ku untuk memakan nya tapi aku bertanya makanan apa ini!?" Bertanya Violet dalam satu tarikan napas.
"Ini roti makan utama penduduk benua ini." Jawab Kevin.
"Makanan lain selain kentang dan kadal." Entah kenapa Violet terlihat sangat bahagia.
"Dia makan kadal." Kevin dan Karin memandang Violet aneh.
"Enak!" Teriak Violet.
"Jujur saja itu roti terhampa di dunia, tidak ada rasa sama sekali aku bingung kenapa Kevin selalu membeli roti seperti itu." Ucap Karin.
"Ini benar benar enak hm hm." Violet makan dengan sangat lahap.
"Kalau mau lagi aku masih punya banyak." Ucap Kevin mengeluarkan beberapa roti lagi.
"Terima kasih!" Violet tidak sungkan dan memakan semua nya hingga kenyang.
Setelah makan malam Kevin mulai menjelaskan beberapa hal dasar yang harus nya di ketahui oleh para Npc yaitu seperti ada nya keberadaan player dan non player. Kevin menyebut Npc sebagai penduduk asli dunia ini dan player sebagai pendatang dari dunia lain atau pemilik jiwa abadi.
"Jadi kalian berdua termasuk pemilik jiwa abadi." Ucap Violet setah mendengarkan penjelasan panjang Kevin.
"Kau bisa menganggap nya begitu, seperti nama nya kami tidak akan mati di dunia ini kecuali mati di dunia asal kami." Ucap Kevin.
"Jangan samakan aku dengan makhluk centil sok cantik itu." Saat menyebut nama dewa maka Kevin hanya terpikirkan Valentine.
"Sok cantik?" Violet tidak paham akan maksud Kevin.
"Tidur lah kita akan berangkat besok pagi." Ucap Kevin mematikan api unggun.
"Baiklah." Violet masuk ke tenda Kevin.
"Flamverd tolong berjaga malam ini yah." Kevin memanggil keluar Flamverd sebelum Kevin masuk ke tenda Karin.
"Ada apa?" Bertanya Karin.
"Violet tidur di tenda ku tolong temani dia." Ucap Kevin.
"Kenapa harus aku?" Bertanya Karin tidak sudi.
"Kau kan perempuan cepat lah." Ucap Kevin memaksa.
"Baiklah." Karin benar benar terpaksa.
Karin berjalan ke arah tenda Kevin dan masuk.
__ADS_1
"Kevin di mana?" Bertanya Violet seakan berharap tidur dengan Kevin.
"Kevin?" Karin sempat bingung sebelum paham. "Kevin akan tidur di sebelah kamu tidur di sini saja bersama ku." Ucap Karin.
'Apa dia malu melakukan nya karena hanya di dalam tenda yah?' Batin Violet yang masih salah paham akan masalah cincin penyimpnanan nya.
...
Pagi hari
"Berapa kali pun aku memakan nya rasa nya memang enak!" Pagi pagi Violet sudah sangat berisik.
"Itu hanya roti hampa dan lagi kau baru dua kali memakan nya." Ucap Karin bersuara kecil.
"Ayo cepat lah kota harus segera berangkat." Ucap Kevin yang sudah membereskan tenda.
"Kuda hanya satu." Karin menunjuk kuda putih yang baru saja Kevin panggil.
"Kau gunakan lah kuda ini untuk kembali ke kota secepat nya untuk membeli kuda dan membawa nya ke sini." Ucap Kevin.
"Apa kita memang perlu membeli satu kuda lagi?" Bertanya Karin.
"Jika kita jalan kaki mungkin akan membutuh kan waktu seharian tapi dengan kuda itu bisa kembali ke kota dalam dua jam dan menjemput kami anggap saja empat jam sisa nya kita bisa kembali ke kota dengan kecepatan kuda biasa yaitu empat jam juga." Ucap Kevin.
"Empat jam.. empat jam... hm... lah itu delapan jam hampir seharian juga." Ucap Karin setelah menghitung menggunakan jari nya.
"Itu lebih baik dari pada jalan kaki." Kalau Kevin dan Karin sih tidak masalah berlari tapi ada Violet jadi mereka tidak bisa hanya dengan berlari.
"Baiklah." Karin segera menunggangi kuda.
"Apa kuda ini memang secepat itu, lagian kuda ini datang dari mana?" Bertanya Violet.
"Kecepatan kuda ku dua kali lebih cepat dari pada kuda tercepat di dunia lihat lah." Kevin menunjuk Karin yang entah kapan sudah sangat jauh.
"Sejak kapan!? Itu sudsh bagaikan di ujung cakrawala." Ucap Violet melihat Karin sudah sangat kecil saking jauh nya.
"Kita juga harus segera berangkat." Kevin berjalan lebih dulu.
"Y-ya." Violet hanya mengikuti.
Di bawah terik matahari yang mulai panas Kevin dan Violet berjalan di gurun tersebut dan hanya menggunakan jubah untuk melindungi tubuh mereka dari paparan sinar matahari langsung. Mereka berjalan selama empat jam dan akhir nya Karin kembali dengan kuda tambahan.
Saat tiba di kota perbatasan lagi lagi Kevin membuat keributan besar karena membawa Npc bersama nya ke atas Gate Of Hall.
"Oi dewi centil buka gerbang nya." Kevin menyebutkan sandi untuk bisa membawa Npc.
"Bocah siala-" suara Valentine terdengar namun koneksi langsung terputus juga saat Kevin sudah berpindah tempat.
__ADS_1
Karena di Gate Of Hall tersebut tidak dapat berteleportasi langsung ke Ixporia City maka Kevin terus berteleportasi ke banyak kota sebelum tiba di Ixporia City, tentu Kevin harus menyebut kalimat sandi itu berulang kali hingga membuat dewi Valentine benar benar marah dan Kevin harus terus mendengar omelan nya saat perjalanan ke mansion.