
Real World
Pagi hari rumah Kevin
"Baiklah ini adalah tanggal terakhir tahun ini jadi kita pesta sedikit." Meskipun Kevin mengatakan pesta namun yang ada hanya makanan pesanan dan kebanyakan adalah pizza.
"Kita harus login tiga puluh menit lagi setelah itu kita akan logout besok pagi, haihh kita akan menghadapi tanggal baru di dalam event game." Ucap Karin.
"Itu Senior saja, Yuri tidak ikut." Ucap Yuri yang sudah siap jogging namun di panggil oleh Kevin untuk sarapan pizza.
"Tapi pizza sebanyak ini siapa yang bisa menghabiskannya?" Kevin sedikit tertekan saat melihat pizza yang begitu banyak.
"Hehe saat aku memesan pizza tanganku terpeleset dan memesan sepuluh." Karin membuat alasan.
"Yuri mau keluar?" Bertanya Kevin.
"Nn Yuri ingin lari sedikit." Mengangguk Yuri sebelum kembali mengunyah Pizzanya.
"Kalau begitu di gang sebelah biasanya ada anak kecil yang bermain, kamu bawakan ini dan juga hati hati jangan jogging terlalu jauh." Ucap Kevin membungkus kembali beberapa pizza.
"Baik Senior." Jawab Yuri.
"Saat kaluar maupun pulang pastikan kamu mengunci rumah yah." Ucap Kevin mengingatkan.
"Baik senior." Yuri kembali menjawab.
"Juga masih banyak bahan makanan di kulkas, tidak usah keluar untuk membelinya." Kevin terus mengingatkan.
"Baik senior dan juga Yuri bukan anak kecil, Yuri bisa jaga diri." Yuri jadi kesal sendiri saat di perlakukan seperti anak kecil.
"Baiklah.. ayo Karin." Kevin mengajak Karin untuk segera login.
"Aku akan membereskan ini dulu kamu duluan lah." Ucap Karin.
"Baiklah." Kevin segera menuju kamarnya.
...
Liden City
"Teleport otomatis sebentar lagi, apa kau sudah mendaftar?" Bertanya Kevin.
"Sudah dari kemarin." Jawab Karin yang juga sudah siap dengan armor tipe Assassinnya.
__ADS_1
{Para petualang! Saatnya kita menyambut event tahun baru! Setiap petualang yang terdaftar akan di teleportasikan dalam sepuluh detik.
10.. 9.. 8.. 7.. }
"Kita akan di teleportasikan ketempat yang berbeda hati hati yah." Ucap Kevin.
"Tenang saja." Ucap Karin memasang tudung yang hanya menutupi kepalanya.
{3.. 2.. 1..
Para petualang sekalian! Silahkan nikmati tahun baru bersama MMORPG World For Adventure!}
Bersamaan dengan itu, Kevin dan Karin langsung di teleportasikan ketempat yang berbeda, Kevin berteleportasi kesebuah hutan dimana hanya ada pepohonan dan monster lemah saja.
Setiap player berteleportasi ketempat yang berbeda dengan jarak lima puluh meter dengan player lain, dengan kata lain di jarak lima puluh meter dari Kevin saat ini terdapat player yang juga mengikuti event.
"Lima empat tiga dua satu." Kevin menghitung mundur dari angka lima sebelum sebuah suara pertarungan ia dengar dari arah kiri. "Mereka langsung gas tanpa memikirkan situasi." Ucap Kevin memilih untuk beristirahat dan melihat fitur map yang ada.
Map menunjukkan setiap posisi player dalam sepuluh detik pertama dan kembali menghilang setelah sepuluh detik, posisi setiap player akan kembali muncul setiap tiga puluh menit.
Fitur chat di tutup selama event dan setiap player juga tidak mengetahui berapa banyak peserta yang ikut dalam event ini, yang Kevin ketahui dalam map ini hanya ada player indonesia karena setiap negara berbeda map.
Setelah beberapa detik Kevin mengawasi situasi akhirnya seorang mage datang mengincarnya, mage tersebut bersembunyi di balik rumput dan Kevin berpura pura tidak menyadarinya.
Satu skill ultimet berupa bongkahan meteor datang kearah Kevin, ini adalah saat yang ditunggu Kevin di mana jika dia maju terlebih dahulu bisa saja mage tersebut menyimpan skill ultimet nya namun dengan ini Kevin dapat leluasa menyerangnya setelah lolos dari meteor tersebut.
Bom!
-12.000
Kevin menangkis bongkahan meteor tersebut menggunakan perisainya meskipun begitu sepuluh persen hp nya tetap menghilang, seandainya Kevin tidak menyadarinya dan menerima skill tersebut secara langsung bisa di pastikan Kevin langsung sekarat.
"Apa!? Fire Ball!" Setelah tempatnya di sadari mage tersebut memilih melemparkan banyak bola api kearah Kevin sebelum lari.
Bom! Bom! Bom!
Kevin menerobosnya dengan perisainya. "Buff." Kevin menambahkan buff agar larinya bertambah cepat hingga akhirnya ia mendekati Mage tersebut yang memang memiliki agility rendah.
"Wind Slash! Water Sword!" Kevin terlebih dahulu melemparkan bilah angin sebelum melapisi pedangnya dengan elemen air untuk meningkatkan damagenya.
-10.000
-15.000
__ADS_1
-15.000
Mage tersebut sudah terlanjur panik dan tidak bisa lagi mengeluarkan skillnya.
[Berhasil mendapatkan sepuluh point.]
Notifikasi muncul bersamaan dengan hilangnya player tersebut.
"Baiklah saatnya berburu point." Kevin ingin berburu sebanyak mungkin selagi player masih banyak.
Selain itu jumlah player yang lemah juga masih banyak jadi Kevin ingin memburu mereka secepat mungkin sebelum habis di buru oleh player kuat lainnya, Kevin juga sudah menyiapkan banyak mana potion dan Hp potion untuk event kali ini.
Di tempat lain tepatnya di tempat Karin di teleportasikan yaitu sebuah reruntuhan kota dimana yang tersisa hanya betona berhamburan saja.
Karin bersembunyi di balik bayangan tembok sambil memperhatikan sekelompok player yang sedang bertarung, Karin juga menyadari bahwa ada beberapa Assassin dengan tujuan yang sama dengannya sedang mengawasi pertempuran tersebut.
"Sepertinya aku harus mengurus para Assassin terlebih dahulu." Gumam Karin mulai bersiap.
Karin mempersiapkan skill bawaan dari karakternya yang baru saja ia dapatkan setelah mencapai level lima puluh. "Ghost Mode." Karin langsung berlari kearah salah satu Assassin.
Saat Karin mengaktifkan skillnya, warna tubuhnya menjadi pucat dan taringnya yang memanjang serta tidak dapat di deteksi dan menetralkan lima puluh persen damage yang di terima.
Namun kelemahan skill ini adalah memakan banyak stamina jika pengguna tidak memberikan damage pada player lain atau mendapatkan kill untuk memulihkan staminanya.
Saat salah satu player Assassin sama sekali tidak menyadari keberadaan Karin, Karin langsung menggunakan skillnya dan mengorok leher player tersebut.
Karin tidak mencabut Purple Knife nya sebelum Hp player tersebut habis.
[Instan Dead terpicu.]
[Berhasil mendapatkan sepuluh point.]
Karin kembali berlari kearah player Assassin lain dan membantai mereka sebelum terjun kepertempuran para player untuk mencuri damage terkahir demi mendapatkan point.
Karin terlebih dahulu melempari mereka menggunakan Mist Ball untuk menyebar kabut beracun yang bisa membuat target yang ada di dalamnya terkena efek slow, Karin langsung memberikan damage tertinggi untuk mengeliminasi setiap player.
Setelah selesai Karin langsung berlari kembali untuk bersembunyi. "Tujuh kill dalam satu kali jalan, rekor baru." Karin senang dan menonaktifkan Mode Ghost nya di mana memiliki coldown tiga puluh menit.
Karin memastikan posisi dan sekitarnya aman sebelum masuk kemode mengumpulkan stamina.
Kembali ketempat Kevin di mana Kevin sudah menggunakan Demon Swordnya untuk masuk kepertempuran player lain, Kevin selalu mengincar player yang sedang berkumpul atau bertempur karena dengan begitu Hp regennya menjadi lebih cepat.
Setelah Kevin terus mengalahkan player sampai tidak lagi menemukan adanya player di sekitar meskipun Kevin berkeliling untuk mencarinya, Kevin akhirnya memutuskan untuk beristirahat sambil menunggu scan map dalam dua menit lagi.
__ADS_1