
Real World
Rumah sakit
"Seperti nya ini menjadi sangat meriah." Ucap Kevin dengan santai nya saat tiga wanita itu datang dengan wajah khawatir.
"Bagaimana keadaan mu?" Bertanya Karin.
"Kau pikir aku ini siapa?" Kevin malah bertanya balik tersenyum memperlihatkan otot lengan nya.
Bilqis menjadi lega melihat nya. "Dasar, kau pikir ini salah siapa yang membuat rumah sakit menjadi sangat meriah." Ucap Bilqis.
"Untung hari ini hari minggu seandai nya tidak, Yuri jadi rugi karena harus cuti sekolah." Meskipun beeucap begitu Yuri tetap lah mengkhawatirkan Kevin.
"Berapa lama aku terbaring di rumah sakit?" Bertanya Kevin tiba tiba membuat semua khawatir.
"A-apa maksud mu Kevin?" Karin bertanya.
"Aku ingat hari saat aku tumbang adalah hari sabtu kenapa sekarang sudah minggu?" Kevin bertanya aneh.
"Kevin apa kau mau ku bunuh." Ancam Bilqis begitu juga Karin dan Yuri karena Kevin malah mempermainkan rasa khawatir mereka.
"Maaf maaf hahaha." Kevin tertawa melihat mereka.
"Jadi apa kata dokter Senior?" Bertanya Yuri.
"Aku harus tetap berada di rumah sakit selama satu minggu untuk memastikan kesehatan ku dan aku hanya bisa mendapatkan pil itu dan memakan cairan itu." Kevin menunjuk cairan impus nya dan pil nutrisi.
"Yah kata nya tenggorokan mu juga terluka parah jadi kamu belum di izinkan untuk makan." Ucap Bilqis.
"Suara ku bahkan berubah total." Ucap Kevin memang suara nya agak serak.
"Begitu lebih baik." Ucap Karin.
"Apa terdengar keren?" Kevin pamer wajah.
"Tidak, itu akan merubah total penampilan mu, dulu kau terlihat sebagai laki laki yang kuat tapi kalau di lihat seperti ini kau hanya laki laki yang bisa saja mati besok." Ucap Bilqis.
-_- "Kau menghina ku?" Kevin menyerah.
"Ini sudha waktu nya yang lain menjenguk, ayo keluar kak." Ucap Yuri mengingatkan.
__ADS_1
"Jaga diri Kevin jangan sampai luka mu tambah parah." Ucap Karin sebelum pergi.
"Jangan sampai mati besok." Ucap Bilqis.
Mereka bertiga pun meninggalkan ruangan.
"Huh... aku belum juga bisa menstabilkan teknik pernapasan padahal aku sudah merasakan telah membuka tingkat ketiga." Gumam Kevin.
Berdasarkan yang di ketahui bahwa Kevin baru saja naik gerbang ke dua teknik pernapasan setelah merdian nya berhasil menerobos akibat di picu oleh ledakan granat sedangkan sekaran semua energi gerbang ke dua telah terisi penuh dan itu berhasil memicu nya untuk naik gerbang ke tiga namun belum juga bisa mengumpulkan energi untuk mengisi nya.
"Apa pembuat teknik pernapasan ini adalah seorang Masokis, Kenapa setiap menaiki gerbang perlu terluka parah?" Kevin belum paham akan hal itu.
"Yo Kevin seperti nya kau baik baik saja." Ucap Toni masuk bersama dua lain nya.
...
Satu minggu kemudian akhir nya Kevin pulih sepenuh nya dan di izinkan pulang meskipun sebenar nya ia sudha pulih sejak dua hari sebelum nya tapi tetap saja ia harus tinggal di rumah sakit sesuai saran dokter agar tidak membuat yang lain nya tambah khawatir dan mengomel hingga kuping dan jiwa Kevin sakit.
"Terima kasih sudah repot repot mau mengantar ku Alka." Ucap Kevin yang duduk di kursi depan bersama Alka sedangkan di belakang ada Yuri dan Karin.
"Apa otak mu jiga ikut miring saat sakit? Apa perlu kita kembali ke rumah sakit?" Alka malah menatap Kevin aneh saat mendengar ucapan terima kasih dari Kevin meskipun itu adalah hal biasa.
"Untung nya otak ku masih baik baik saja." Ucap Kevin merasa di ejek.
"Pokok nya terima kasih." Ucap Kevin membuka pintu dan keluar.
Karin dan Yuri juga ikut keluar dan langsung masuk ke dalam rumah karena entah ada masalah apa pagi tadi Alka dan Yuri malah berantem dan sampai sekarang masih belum juga berbaikan.
"Oi Kevin." Alka terlebih dahulu memanggil Kevin saat Kevin ingin masuk ke rumah nya.
"Ada apa? Apa kau ingin aku mengajak mu masuk? Masuk lah tapi mungkin tidak akan ada makanan jadi kau perlu ke swalayan untuk membel-"
"Bukan itu sialan padahal baru saja kau bersikap baik." Alka menjadi kesal.
"Jadi ada apa?" Bertanya Kevin.
"Ku sarankan kau secepat nya login seperti nya sedang ada keributan di guild selama kau logout." Ucap Alka sebelum memutar mobil nya bagaikan drive dan pergi.
"Ya aku juga memang berencana untuk segera login." Kevin mengkhawatirkan Asiva karena belum sempat memperkenalkan nya pada Asya namun Kevin langsung meninggalkan nya selama satu minggu.
"Senior ingin makan apa siang ini?" Yuri bertanya bersemangat untuk memasak.
__ADS_1
"Burger dan tumis kangkung buatan Yuri." Kevin merasa tidak masalah jika membiarkan Yyri memanjakan diri nya hari ini karena Kevin melihat itu lah yang di inginkan oleh Yuri.
"Siap senior!" Hormat Yuri ala militer.
...
Ixporia City
Mansion Strayderer
Berjalan Kevin memasuki mansion sebelum menyeret sebelah kaki nya saat melewati pinyu menendang tubuh seseornag hingga ke dinding.
Bhuk! Bam!
"Toni harus berapa kali aku katakan jangan tidur di depan pintu." Ucap Kevin lalu berjalan masuk karena Toni tidak juga terbangun.
Asiva dan Asya langsung menghampiri Kevin saat melihat nya. "Kakak!" Asiva langsung memeluk Kevin.
"Tuan ku selamat datang kembali." Asya menunduk menyambut Kevin.
"Kakak kemana saja Asiva kira tidak akan pernah melihat kakak lagi." Ucap Asiva.
"Kakak hanya pergi berpetualang saja bagaimana dengan Asiva, apa baik baik saja dengan kakak Maid nya?" Bertanya Kevin.
"Kakak Maid sangat baik pada Asiva tapi kadang juga menyeramkan." Asiva mengekspresikan setiap ucapan nya pada wajah mungil nya.
"Menyeramkan hm... memang Asya berbuat apa?" Kevin memicingkan mata ke arah Asya.
Asya langsung merinding meskipun Kevin hanya berniat bercanda.
"Kakak Maid menyeramkan saat memukul kakak Toni." Ucap Asiva.
"Memukul Toni? Kenapa Asya memukul Toni?" Bertanya Kevin karena perasaan ia sudah memberitahu Asya untuk menghormati pemilik lencana guild tapi Toni memang sangat jarang menggunakan nya kecuali ada misi.
"Kakak Toni suka menarik pipi Asiva kalau ketemu jadi kak Maid langsung memukul nya, lihat gara gara kak Toni pipi Asya sudah besar hmp!." Asiva mengadu memperbesar pipi dengan cara menggembungkan nya hingga mirip tupai.
"Puft! Kalau begini sih kakak juga jadi ingin menarik nya hm.. gemes." Kevin menarik pelan kedua pipi Asiva.
"Hwe.. hwe..h hewtwikan khwak, kwakak jugwa jahwat." Asiva kesulitan berbicara dengan pipi yang di tarik tarik.
"Nice Asya." Kevin memberikan jempol pada Asya.
__ADS_1
"Maaf karena telah memukul tuan Toni." Asiva meminta maaf pada Kevin.