
Geabrande
Humbetolfia Empire
Gialldys Kingdom
Liden Forest
"Huh.. sayang sekali- maaf kita akan bertemu lain kali." Ucap nya sebelum berlari dengan cepat bersama rekan nya seakan sedang di panggil oleh seseorang.
"Kenapa kau berani sekali menolak nya!?" Bertanya Karin.
"Mereka tidak akan menyerang kita." Ucap Kevin menenangkan Karin.
"Apa maksud mu?" Bertanya Karin yang tidak paham.
"Aku sengaja memperlihatkan evolusi Demon Sword ku dan kekuatan kita berdua agar kita semakin berharga di mata guild mereka, dengan begitu mereka pasti tidak akan ingin menggunakan kekerasan untuk merekrut kita." Ucap Kevin memperjelas.
"Aku mengerti.." meskipun berkata begitu Karin masih terlihat sulit mencerna maksud Kevin.
"Pokok nya ayo kita lakukan tugas selanjut nya." Ucap Kevin.
"Tugas selanjut nya? Oh iya bagaimana cara kamu memasuki kota kalau kursor mu berwarna merah begitu?" Bertanya Karin panik.
"Bunuh aku." Ucap Kevin.
"Ha?" Karin semakin bingung.
"Jika kau membunuh ku maka aku akan kembali bangkit dengan skill immortal dan saat itu lah kursor ku kembali kewarna hijau." Ucap Kevin.
"Bukan kah meskipun mati dan hidup kembali kursor tetap akan berwarna merah?" Ucap Karin.
"Itu hanya berlaku pada orang lain, berbeda dengan ku, cobalah." Ucap Kevin membuka kacamata nya agar pertahanan nya menurun dan Karin lebih mudah untuk membunuh nya.
"Ba-baiklah, Dark Blade." Karin tanpa ragu langsung menggorok leher Kevin menggunakan pisau nya dan tanpa mencabut nya sehingga Hp Kevin terus berkurang.
"Uek!" Meskipun Kevin membiarkan Karin menusuk leher nya namun di tusuk tanpa peringatan dan aba aba serta rasa sakit yang aneh saat di leher membuat Kevin merasa tidak nyaman.
[Instan Death terpicu.]
Kevin meninggal dan menjatuhkan perisai berharga serta banyak item Rare lain ya karena kursor nya berwarna merah sehingga hukuman kematian nya berkali kali lipat.
[Anda telah mati... skill Immortal terdeteksi, apakah anda ingin menggunakannya? Ya/Tidak
5.. 4.. 3..]
__ADS_1
"Tolong Ya." Kevin menekan ikon Ya saat berada di ruang gelap.
"Wah.. beneran langsung hijau." Ucap Karin takjub saat melihat Kevin bangkit kembali melalui asap hijau gelap dan kursor nya kembali hijau.
"Benar benar seperti Death Blow, aku masih merasa aneh di bagian leher ku." Ucap Kevin masih memegang leher nya lalu menggunakan kembali kacamata nya.
"Kau sendiri yang meminta nya." Karin tidak ingin di salahkan.
"Setidak nya beri peringatan dulu, kecepatan pisau mu sudah gak ngotak, gak ada obat sumpah." Umpat Kevin sebelum memunguti Drop item nya yang jatuh.
"Hpmh! Lain kali jangan meminta ku melakukan nya." Karin ngambek namun tetap membantu Kevin memunguti drop item dari para player yang mati tadi.
"Oh ini sangat bagus, aku menyukai nya." Ucap Kevin menemukan sebuah perisai Epic dan segera memperlihatkan status nya pada Karin.
[Wood Shield (Epic)
Sebuah perisai yang terbuat dari kayu unik dan memiliki ketahanan tinggi.
Att: +20, Agi: +5, Int: -5, Dev: +50
Skill Aktif: Creeping Plant, mengeluarkan tanaman rambat yang kemudian akan mengikat target dalam waktu 15 detik jika target tidak berhasil meloloskan diri. Setiap damage tebasan yang mengenai tanaman rambat akan di terima oleh target
Coldown: 15 detik.
Ketahanan: 11.005/50.000.]
"Memang tingkat Epic tapi bukankah ini hanya prisai rusak? Lebih baik jual saja kan." Ucap Karin memberi saran setelah melihat ketahanan prisai tersebut hanya tersisa dua puluh persen.
"Aku akan meminta Alex memperbaiki nya." Ucap Kevin.
"Iya juga yah.. Alex kan seorang Blacksmith, nanti aku akan meminta nya memperbaiki Armor ku." Ucap Karin teringat.
Meskipun Karin adalah seorang Assassin namun ia juga masih menggunakan armor kecil seperti di bagian pundak, siku, punggung tangan dan sepatu armor.
"Seharus nya kau janhan melupakan nya setelah menerima item unique dari nya." Ucap Kevin. -_-
"Hehe.." Karin hanya tertawa masam sambil menggaruk punggung kepala nya.
"Ayo kembali ke kota." Ucap Kevin berjalan menuju arah kota Liden.
"Aku ingin segera logout." Karin meregangkan tubuh nya.
"Ah! Aku ingin mampir ke toko skill book dulu." Ucap Kevin seakan mengajak Karin.
"Aku enggak deh, lain kali aja." Karin ingin segera logout karena melihat tanda lapar pada layar sistem nya yang menunjukkan kondisi tubuh fisik di dunia nyata.
__ADS_1
"Kalau begitu aku sendiri saja."
...
Liden City
Setelah Karin logout, Kevin langsung menuju kesebuah toko skill book tepat di depan bangunan guild petualangan.
Meskipun hari sudah gelap dan semua lampu sihir jalan sudah menyala namun toko tersebut masih saja buka.
"Selamat datang!"
+10 Fame Npc
Begitu seorang Npc menyambut saat Kevin memasuki toko, title Kevin langsung bekerja dan menambah sepuluh point fame Kevin.
"Mau skill seperti apa tuan?" Npc tersebut langsung menanyakan skill yang ingin Kevin beli karena toko ini hanya menjual skill tome saja.
"Skill yang kuat." Kevin sedikit bermain main ingin melihat reaksi Npc tersebut yang setiap kali Kevin melihat nya, Kevin selalu sangat takjub akan pemrograman sistem AI nya yang benar benar menyerupai sifat manusia.
"Anda job warrior kan? Silahkan lewat sini." Ucap Npc tersebut menebak job Kevin dengan hanya mengandalkan insting saja.
"Maaf saya Archer." Kevin tambah bermain saat mengeluarkan Demon Sword nya dari Invertory dalam keadaan evolusi kedua atau bentuk busur.
"Mohon maafkan saya tuan! anda Archer ternyata, maafkan saya yang tidak dapat melihat dengan jelas!" Npc perempuan tersebut langsung membungkuk sembilang puluh derajat meminta maaf pada Kevin.
'Pfu pfu- mata mu baik baik saja, aku memang warrior.' Kevin sedang berusaha menahan tawa dengan ekspresi tenang. "Tidak masalah, tunjukkan aku beberapa skill panah biasa saja." Ucap Kevin.
"Ba-baik tuan! Silahkan lihat di rak ini." Ucap nya menunjukkan sebuah rak buku dengan berbagai logo berbentuk busur panah di buku.
"Hmm..." Kevin mulai membaca deskripsi setiap skill book tersebut dan memilih baik baik yang mana saja yang akan ia beli.
Meskipun sekuanya terlihat bisa di gunakan untuk Archer namun Kevin ingin membeli skill yang sesuai dengan pengaturan point stat nya saat ini yang menggunakan pengaturan stat warrior.
[Skill Book - Rain Shot
Menembakkan panah ke atas yang akan memanggil hujan panah kesebuah area berdiameter 10 meter dengan jarak maksimal 40 meter dari pengguna.
Coldown: 5 menit.]
[Skill Book - Shot Destroyer
Menahan anak panah, semakin lama di tahan semakin jauh jarak yang dapat ditembakkan dan semakin besar juga damage yang di berikan, batas menahan anak panah 10 detik.
Coldown: 30 detik.]
__ADS_1