MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 107, Bertemu Marquess Torant


__ADS_3

Geabrande


Humbetolfia Empire


Gialldys Kingdom


Ixporia City


"Duduk lah." Ucap Marquess Torant mempersilahkan Kevin untuk duduk.


"Baik." Ucap Kevin menjawab dan duduk di depan Marquess Torant dengan meja yang membatasi mereka.


"Kalau boleh tau siapa nama mu?" Bertanya Marquess Torant.


"Kevin tuan." Jawab Kevin.


"Sekarang ini tabib sedang mengurus putri ku jadi aku hanya bisa menyerahkan nya pada mereka." Ucap Marquess Torant.


"Semoga tuan puteri lekas bangun tuan." Ucap Kevin.


"Kau seorang pemilik jiwa abadi kan." Ucap Marquess Torant menunjuk Kevin.


"Benar tuan." Mengangguk Kevin menjawab.


"Bisa kau jelaskan bagaimana cara mu bisa bertemu dengan puteri ku?" Bertanya Marquess Torant dengan serius.


"Sebenar nya saya baru tiba di kota ini tuan, saat saya berkeliling dan menikmati suasana kota ini secara tidak sengaja saya menemukan puteri Louis pingsan terkapar di jalan, jadi saya pun membawa nya kesini." Ucap Kevin menjelaskan.


"Tadi kau bilang baru pertama kali datang ke kota ini kan, bagaimana cara mu mengetahui itu adalah puteri ku?" Bertanya Marquess Torant dengan serius.


"Saya tidak tahu apakah anda mengetahui atau tidak tapi.. setiap pemilik jiwa abadi memiliki mata ajaib." Ucap Kevin menunjuk mata nya di balik kacamata nya.


"Begitu kah... saya sangat berterima kasih telah membawa puteri kembali, kebetulan hari ini Louis sedang marah pada ku dan kabur dari rumah." Ucap Marquess Torant memegangi kepala nya seakan pusing.


"Saya hanya kebetulan lewat saja tuan." Ucap Kevin tersenyum.


"Apa kah ada hadiah yang kau inginkan?" Bertanya Marquess Torant pada Kevin.


"Tidak perlu tuan saya hanya kebetulan lewat." Ucap Kevin langsung menolak meskipun rasa nya sedikit tidak sopan.

__ADS_1


"Oh begitu kah.. aku pikir semua pemilik jiwa abadi sangat menginginkan uang." Marquess Torant tidak lagi memaksa dan cukup terkejut.


"Sebenar nya masing masing dari kami memiliki alasan tersendiri untuk datang ke dunia ini, namun kebanyakan dari kami hanya lah datang untuk menikmati nya." Ucap Kevin.


"Aku sempat mendengar rumor, kata nya dunia asal pemilik jiwa abadi seperti anda adalah dunia yang damai tanpa perang." Ucap Marquess Torant.


"Itu tidak sepenuh nya benar tuan, dulu juga sempat ada perang dunia di dunia kami dan sampai saat ini masih ada beberapa kerajaan yang berperang." Ucap Kevin sengaja menjabarkan negara sebagai kerajaan agar lebih mudah di pahami.


"Ternyata tidak sedamai itu yah." Gumam Marquess Torant.


"Sebagai seorang pemimpin anda juga pasti paham bahwa di balik sebuah kerajaan yang damai pasti ada saja sebuah kejahatan yang tidak lah kecil." Sambung Kevin.


"Kamu benar." Marquess Torant membenarkan ucapan Kevin.


"Tapi kota anda benar benar damai yah.. panti asuhan nya terlihat sangat nyaman dan semua anak anak di sana tersenyum dengan baik, sangat berbeda dengan panti asuhan di ibu kota." Ucap Kevin menyandarkan tubuh nya di kursi dan menyinggung sedikit ke tujuan utama nya.


"Maksud kamu?" Marquess Torant tidak terlalu paham.


"Nm?" Kevin juga memasang ekspresi bertanya. "Bukan kah panti asuhan di Dulldys City sangat tidak baik untuk anak anak? Bahkan saya melihat mereka bekerja sebagai pemandu wisata loh tuan." Ucap Kevin.


"Bekerja?" Marquess Torant semakin bingung.


"Bagaimana kau bisa mengetahui itu?" Bertanya Marquess Torant.


"Saya sangat menyukai anak kecil jadi saya sempat berkunjung ke panti asuhan di ibu kota tapi saya sangat kecewa dengan pemandangan di sana, beberapa anak anak di sana memiliki bekas luka pukulan." Ucap Kevin.


"Tuan Torant." Seorang pelayan yang lebih mirip seperti kepala pelayan mendatangi mereka berdua.


"Bagaimana keadaan Louis?" Bertanya Marquess Torant.


"Nona hanya pingsan saja tuan." Ucap pelayan tersebut menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan.


"Syukurlah." Ucap Marquess Torant memasang wajah lega bersamaan dengan Kevin.


"Tunggu." Sambung Tirant yang menghentikan pelayan nya saat pelayan tersebut menunduk pamit siap untuk pergi dari sana.


"Apa ada hal lain tuan?" Bertanya pelayan tersebut.


"Periksa kembali panti asuhan yang ada di ibu kota, jika menurut kesaksian pemuda ini panti asuhan di ibu kota seperti nya menganiaya anak anak di sana." Ucap Marquess Torant.

__ADS_1


"Baik di mengerti tuan." Ucap pelayan tersebut menunduk sedikit dan berbalik pergi.


"Tuan Torant, apa kah saya sudah bisa kembali?" Bertanya Kevin.


"Tunggu dulu, beri tahu aku kau tinggal di mana saat ini?" Bertanya Marquess Torant menghentikan Kevin.


"Saya tinggal di penginapan matahari di ibu kota tuan." Jawab Kevin.


"Baiklah kau bisa kembali." Ucap Marquess Torant.


"Saya pamit dulu." Ucap Kevin berdiri dan memberi hormat dengan menundukkan sedikit tubuh nya seperti pelayan tadi.


Setelah merasa tujuan nya tercapai, Kevin langsung menuju gate of hall dan berteleportasi menuju ibu kota kerajaan yaitu Dulldys City.


(TL note : NPC tidak bisa menggunakan Gate Of Hall. Sejarah Gate Of Hall akan kita bahas di lain chapter guys.)


Dulldys City


Penginapan matahari


Setelah tiba di Dulldys City Kevin langsung memesan kamar di penginapan matahari selama satu bulan karena Kevin mencantumkan penginapan matahari sebagai alamat nya.


Meskipun sedikit lebih mahal dari pada penginapan lain namun ini lah penginapan yang di rekomendasikan oleh gadis kecil Leni yang berasal dari panti asuhan.


"Baik lah aku juga telah memberi tahu pengurus penginapan untuk datang ke kamar ku memanggil jika ada yang mencari ku, saat nya Logout." Ucap Kevin menekan opsi logout pada layar virtual nya.


...


Real World 14:00


Kevin terbangun dari kapsul nya dan langsung menuju ke layar komputer nya untuk memantau toko nya seperti biasa.


"Ternyata benar, semakin tinggi tingkat potion yang ku jual maka semakin besar juga guild yang menginginkan nya." Ucap Kevin mulai melihat beberapa user guild yang lumayan terkenal mulai membeli potion nya.


Saat Kevin hanya menjual potion kelas satu, yang memesan dalam jumlah banyak hanyalah guild guild bawah yang memiliki anggota berlevel rendah atau sekedar beberapa player yang menginginkan potion dan sekedar lewat di toko Kevin.


Saat ini Kevin menjual potion kelas dua, beberapa guild yang lumayan ia kenal mulai berkomentar dan menanyakan mengenai stock tetap milik Kevin, ada juga yang ingin bekerja sama dan hanya mematok potion pada mereka namun sayang nya saat ini Kevin sama sekali belum memikirkan untuk bekerja sama dengan suatu kelompok lain.


Yang paling banyak menanyakan potion Kevin kebanyakan adalah guild guild yang menjadi tombak kerajaan, guild guild yang di tugaskan untuk berperang di perbatasan kerajaan selalu kekurangan potion untuk anggota nya maka dari itu mereka membutuhkan potion dalam jumlah lebih.

__ADS_1


__ADS_2