
Real World
Rumah Kevin
Saat tiba di rumah Kevin dan Yuri sudah kedatangan dua tamu.
"Apa yang kalian lakukan di sini? Ini sudah sore loh." Bertanya Kevin meskipun sudah tau alasan nya.
Yang datang berkunjung adalah Lisa dan Nana.
"Saya hanya di paksa ikut kak." Nana langsung menjawab.
"Jadi senior adalah Angel Of Death." Ucap Lisa dengan mata berbintang.
"Ya.. begitu lah." Jawab Kevin.
"Saya selalu melihat video pertarungan senior di setiap Event loh, tidsk menyangka ternyata senior adalah Angel Of Death." Ucap Lisa yang saking kagum nya mulai mendekatkan wajah nya.
"Aku tidak terbiasa dengan title itu Lisa, lagian untuk sementara waktu aku tidsk akan login." Ucap Kevin mendorong wajah Lisa menjauh.
"Eh kenaoa senior!?" Bertanya Lisa kaget kembali memajukan wajah nya.
"Sampai berita ini mereda baru aku akan kembali ke dalam game." Ucap Kevin kembali mendorong wajah Lisa.
"Kalau begitu bagaimana kalau kak Kevin memainkan game lain?" Nana memberi saran.
"Game lain? Aku memainkan game hanya untuk mendapatkan uang." Ucap Kevin.
"Nana menyarankan LWO." Ucap Nana semangat meskipun Kevin sudah seakan menolak saran nya.
"LWO?" Bertanya Kevin bingung.
"Last War Online." Ucap Lily.
"Game ini menarik loh kak, kak Kevin harus memainkan nya." Ucap Nana memaksa.
"He.." Kevin tidak terlalu yakin.
"Terlebih level kak Kevin sudah sangat tinggi di MWFA kan?" Ucap Nana.
"Apa ada hubungan nya?" Bertanya Kevin.
"Kakak bisa menggunakan avatar dari game MWFO pada game LWO." Ucap Nana.
"Eh serius?" Kevin langsung bertanya karena dengan begitu ia tidak pelu level up susah susah.
"Kakak bahkan bisa mengatur ulang statistik kekuatan." Ucap Nana.
"Baiklah aku akan mencoba nya." Ucap Kevin.
"Pasti seru kak." Ucap Nana.
"Pasar ternyata menakutkan." Ucap Yuri saat melihat Nana sebagai agen pemasaran sedangkan Kevin adalah target.
"Instal Last War Online pada komputer ku." Ucap Kevin memberi perintah pada sistem di rumah nya.
__ADS_1
"Okay." Balas suara dadi sistem dengan suara perempuan.
"Punya sistem AI rumah enak yah." Ucap Lisa merasa iri.
"Enak tapi harga nya mahal." Ucap Nana.
"Memulai pemasangan aplikasi." Ucap sistem.
"Jadi kalian apa akan menginap?" Bertanya Kevin memastikan.
"Besok kami sekolah jadi senior, apa bisa mengantar kami pulang?" Bertanya Lisa memohon.
"Ba-" Kevin baru saja ingin menjawab ia namun Nana menghentikan nya.
"Tidak boleh, kak Kevin harus segera memainkan game LWO, kami bisa pulang sendiri dan juga ini id Nana kak." Ucap Nana memberikan selembar kertas memo berisi id akun nya.
"Nana?" Bertanya Lisa karena ingin merasakan mobil mewah.
"Yakin tidak mau di antar?" Kevin memastikan.
"Tenang saja senior kami bisa pulang sendiri." Ucap Nana penuh keyaminan.
"Kalau begitu biarkan Lucifer saja yang mengantarmu." Ucap Kevin berjalan keluar.
"Terima kasih senior." Ucap Lisa jauh lebih senang.
"Tapi pastikan tidak membuka jendela nya sebelum tiba di rumah kalian yah." Ucap Kevin mengatur kemudi otomatis untuk mengantar Lisa dan Nana.
"Dimengerti senior!" Jawab Lisa.
Sekaran apa pun yang mereka bedua tekan di dalam sana tidak akan berfungsi kecuali tombol meminta berhenti, lampu dalam mobil, pengatur kursi, suhu, jendela dan semacam nya.
"Kami pulang dulu Senior." Ucap Lisa yang dengan cepat masuk di kursi kemudi.
"Oke langsung pulang yah." Ucap Kevin.
"Nana akan mengawasi Lisa." Ucap Nana.
"Oke." Ucap Kevin.
Broom..
"LWO memang memiliki peluang untuk mendapatkan uang tapi itu jika senior seberuntung saat memainkan MFWO." Ucap Yuri.
"Aku hanya tidak ingin login di MMORPG World For Adventure sampai keadaan membaik jadi mencoba game lain kurasa tidak ada masalah." Ucap Kevin berjalan masuk.
"Sayang nya Yuri tidak memiliki waktu lebih untuk memainkan game lain." Ucap Yuri merasa kecewa karena ia harus memprioritaskan level up dengan waktu yang sempit.
"Kau harus belajar untuk menghadapi ujian berikut nya." Ucap Kevin mengacak rambut Yuri.
"Huh.. mengingat nya saja sudah membuat kepala Yuri pusing." Ucap Yuri.
"Kalau begitu semangat belajar nya neng Yuri." Ucap Kevin berjalan kearah kamar nya.
Kamar Kevin..
__ADS_1
Kevin terlebih dahulu membaca beberapa petunjuk dan saran dari game Last War Online sebelum memulai login.
Last War Online adalah dunia game yang mengambil unsur peperangan moderen, segala jenis senjata moderen ada di sana bahkan ada juga beberapa senjata api model fantasi.
Last War Online adalah dunia kebalikan dari dunia game MMORPG World For Adventure, di dunia game LWO semua di tentukan oleh senjata yang di gunakan, tidak memiliki skill game dan hanya menggunakan skill player.
Untuk penggunaan uang mereka menggunakan mata uang dengan menyebutkan jumlah kredit atau Battlr Point di dalam game, player dapat melakukan Top Up namun tidak dapat menukar mata uang game menjadi uang Real Wolrd.
LWO tidak memiliki Npc namun tetap ada monster untuk player leveling, player juga di di perbolehkan untuk saling kill di luar zona aman atau kota untuk mendapatkan exp.
Setelah puas membaca saran dari web dan deskripsi game, Kevin langsung masuk ke dalam kapsul nya dan login pada game LWO.
"Link Start!" Ucap Kevin saat pandangan nya di bawa lebih dalam srakan berselancar pada sistem.
[Akun terdeteksi ... apakah ingin memulai akun baru atau menggunakan akun sebelum nya?] Sistem bertanya.
"Gunakan akun sebelum nya." Jawab Kevin menggunakan lisan karena kesadaran nya masih belum masuk ke sistem.
[Perintah diterima ... memindai retina ... mendapatkan akun.. berhasil login ... silahkan tentukan nama anda.]
[Nama : ...]
Kesadaran Kevin sudah terbawa ke dalam sistem.
"Pakai Kevin saja." Ucap Kevin mengetik nama nya.
[Kevin, Lv 101 (303/1.030)
Health Point : 101.000/101.000
Skill Point : 417
Eng :
Dev :
Agility :
Last War Online.]
"Hanya ada tiga dan Energy ini seperti nya untuk stamina yang menggantikan Attack. Tapi nanti saja lah mengatur stat ku." Kevin menutup nya.
Kevin memilih untuk tidak menyentuh skill point nya sebelum mencoba game play dari game ini.
[Anda akan lansung di teleportasikan ke kota yang di sarankan untuk player wilayah indonesia.]
"Jadi player satu negara di kumpulkan dan tidak memiliki kemampuan untuk memilih kota tujuan." Gumam Kevin saat karakter nya menghilang dan muncul di suatu kota.
...
Seymull City
Sebuah kota yang memiliki banyak gedung rusak dan bagaikan kota mesin, banyak player berlalu lalang dengan senjata api mereka membuat kota ini bagaikan kota kriminal di masa depan.
Kevin muncul di pinggir jalan dan mulai berjalan melihat sekitar, para player memiliki wajah yang terlihat ganas ganas bagaikan perampok atau gengster.
__ADS_1