
"Salah satu target yang membawa sniper hilang dari pandangan. Ganti." Ucap Rabbit.
"Di arah mana?" Bertanya Kevin.
"Barat daya tiga puluh meter dari posisi saber." Jawab Rabbit.
"Okay." Kevin langsung menuju kesana namun ia tidak menyadari ada satu ornag pengguna machine gun menunggu nya dari tadi di antara gang.
"Mati lah!" Teriak player tersebut.
Tciu! Bhuk!
Player tersebut langsung tumbang di tempat.
"Archer akan melindungi Saber, terus maju." Ucap Rabbit.
"Okay." Jawab Kevin.
"Sial dia menemukan Archer!"
Rabbit dengan cepat berguling ke dalam hutan lalu mencari posisi lain saat ia melihat tanda merah lewat di depan mata nya.
"Target menghilang dari posisi! Ganti." Ucap Rabbit saat kembali melihat target di posisi nya namun sudah menghilang.
"Target di temukan, dia sedang mencari posisi terbaik." Lapor Kevin.
"Eliminasi." Ucap Rabbit.
"Okay!"
Dor!
"Jalur Clear, meminta arahan berikut nya." Ucap Kevin.
"Maaf, Saber di kepung oleh delapan player dari segala arah." Ucap Rabbit kesulitan membidik karena para player sudah mengetahui akan ada sniper.
"Kenapa bisa delapan? Bukan kah tim maksimal hanya empat orang?" Bertanya Kevin.
"Mungkin itu aliansi dua atau atau tiga tim." Jawab Rabbit.
"Baik lah akan ku bunuh semua nya." Ucap Kevin namun ia khawatir pada peluru nya.
"Hati hati salah satu player menggunakan plontar." Ucap Rabbit.
"Telat!" Teriak Kevin melompat masuk ke dalam rumah melalui jendela saat sebuah sinar merah melengkung seakan jatuh ketempat nya.
Bom!
"Saber bagaimana keadaaan mu?" Bertanya Rabbit.
"Aman, lokasi target di ketahui, memulai opera-" Kevin ingin melanjutkan permainan nya dengan Rabbit tapi satu player muncul di ruangan nya.
Dor!
__ADS_1
Satu tembakan tepat mengenai kepala target. Player lain menyusul membawa Machine gun.
Drorrr!!!
Seluruh ruangan ia tembaki sementara Kevin masi sempat melompat menghindari namun mkaki nya hilang sebelah karena terkena senjata pemusnah itu.
Dor!
Satu tereliminasi namun lagi lagi di susul oleh banyak granat yang berjatuhan di ruangan dari arah jendela.
"Sial! Bukan seperti ini perang yang aku inginkan!" Teriak Kevin menggunakan satu kaki nya berlari berjuang bagaikan untuk bertahan hidup dan menangkap semua granat sebelum melempar nya kembali
Tentu Kevin menutup pemicu nya sementara di tangan nya untuk memperlambat waktu meledak nya. Kevin benar benar berjuang melawan hujan plontar, peluru, sekarang granat.
Bom! Bom! Bom!
Target di area luar pun bersih dan Kevin sudah membunuh tujuh player.
"Sisa satu." Ucap Kevin pada Rabbit.
"Target di temukan memulai pembersihan." Balas Rabbit sebelum melepaskan tembakan pada player yang berusaha melarikan diri. "Clear." Lapor Rabbit.
"Clear!" Kevin juga melaporkan.
"Area kota Clear!" Ucap mereka berdua secara bersamaan.
"Laporkan kerusakan, Archer sedang dalam perjalanan. Ganti." Ucap Rabbit.
"Peluru ku tersisa satu lalu aku kehilangan satu kaki. Ganti." Ucap Kevin lalu meminum potion untuk membantu pemulihan.
"Ini butuh berapa lama untuk kembali?" Bertanya Kevin mengenai kaki nya yang hilang.
"Itu akan kembali sendiri dalam sepuluh menit kak." Ucap Rabbit sudah keluar dari mode maniak perang nya.
"Itu arti nya aku akan tetap di sini bahkan saat pemindai selanjut nya." Ucap Kevin.
"Seperti nya akan sulit, peluru sisa satu lalu kehilangan kaki, nyerah aja ayo kak." Ajak Rabbit.
"Setuju."
Mereka berdua kemudian menekan tombol menyerah dan di teleportasikan kembali ke kota.
Kaki Kevin langsung pulih dan segala hp nya yang hilang langsung kembali.
"Itu tadi adalah wilayah war untuk berbagai negara di dunia dan saat kita menang atau kalah seperti ini seluruh hp kita akan kembali." Jelas Rabbit.
"Amunisi ku yang hilang tidak kembali tapi." Ucap Kevin.
"Tentu saja lah kak." Ucap Rabbit.
"Jadi bagaimana cara jika ingin menang?" Bertanya Kevin.
"Kalahkan seluruh player yang ada di map." Jawab Rabbit.
__ADS_1
"Itu akan memakan waktu lama." Ucap Kevin.
"Berapa kredit kakak sekarang?" Bertanya Rabbit.
"Dua ribu enam ratus kredit." Jawab Kevin.
"Jumlah nya sangat banyak untuk sekali war." Ucap Rabbit terkejut.
"Aku mendapat banyak battle point tambahan daei point headshot." Ucap Kevin.
"Itu sudah cukup untuk membeli senjata yang lebih kuat, ayo kita ke toko senjata kak." Ajak Rabbit berjalan lebih dulu.
Singkat cerita mereka pun tiba di toko senjata, di sana terpasang banyak hologram senjata di setiap dinding namun harga nya jauh diatas jumlah kredit Kevin.
"Sampai." Ucap Rabbit.
"Ini hanya pistol Rabbit, apa tidak ada senjata jarak yang lebih jauh?" Bertanya Kevin.
"Kredit kakak hanya cukup untuk membeli ini, menggunakan senjata yang lebih kuat akan memudahkan kakak untuk melakukan killing." Ucap Rabbit.
"Pistol FH tipe nol sembilan memiliki jarak efektif sepuluh meter, kalau begitu ini mungkin lebih baik." Ucap Kevin menunjuk satu bentuk pistol yang lebih panjang dari pada pistol nya sebelum nya.
[Pistol FH-24 \= 600 kredit.
>Beli<.]
"Pistol FH tipe dua empat, jarak efektif memang mencapai empat puluh meter tapi masih ada yang damage nya lebih kuat loh kak." Ucap Rabbit.
"Tidak perlu damage kuat jika aku tembak Headshot." Ucap Kevin langsung membeli nya.
Satu pistol langsung muncul mengambang di depan Kevin.
"Kak Kevin langsung membeli nya." Ucap Rabbit.
"Lagian ini memiliki peluru yang sama dengan pistol sebelum nya sekarang hanya perlu membeli slot peluru yang jumlah nya lebih banyak." Ucap Kevin membeli slot peluru yang lebih panjang.
"Mau pinjam uan Rabbit kah?" Bertanya Rabbit saat uang Kevin tersisa sedikit setelah membeli banyak peluru.
"Tidak perlu, nanti akan ku kumpulkan lagi." Ucap Kevin.
"Baik lah Rabbit rasa kak Kevin sudah paham, kalau ingin berburu random monster atau player maka tinggal keluar kota saja di sana ada banyak monster dan player yang saling kill, ingat senior di sini tidak ada fungsi teleportasi kekota lain jadi harus jalan kaki atau menggunakan kendaran jika ingin pindah kota." Ucap Rabbit.
"Eh jadi para player di paksa saling kill di luar zona aman." Ucap Kevin.
"Ini sudah larut jadi Rabbit mau istirahat by by kak." Ucap Rabbit sebelum menghilang sambil menguap.
"Terima kasih sudah memandu Nana." Ucap Kevin.
Setelah memainkan satu war Kevin pun paham akan keunggulan dan kekurangan game ini.
Tembak menembak di dalam game ini memang sangat seru terutama saat berhasil mengelimnasi lawan maka akan memberikan perasaan puas namun ini adalah penipuan untuk para player yang merasa dapat membidik dengan baik.
Seluruh bidikan di atur oleh sistem, begitu senjata api mengarah pada target maka tergantung detak jantung jika tidak stabil maka akan mengenai titik lain tapi jika stabil maka akan langsung mengenai titik kritikal seperti mendapatkan point Headshot.
__ADS_1
...----------------...
(TL note : tidak ada drop item dari player yang mati di game ini, hanya akan mendapatkan uang saat berhasil membunuh player lain.)