
Geabrande
Humbetolfia Empire
Gialldys Kingdom
Arclide Dungeon
"Fire Ball! Wind Slash! Water Slash! Lightning Shot!" Poxy dan teman nya langsung menggunakan skill mereka untuk mengambil hit terakhir karena tujuan utama nya memang untuk meningkatkan level mereka.
"Ok nice Poxy, kita lanjut." Ucap Kevin segera kembali memimpin jalan.
Yang tadi nya Poxy dan tim nya memerlukan dua sampai lima serangan untuk menghabisi setiap gelombang Mini Lion sekarang mereka hanya perlu satu serangan terakhir saja.
Setelah mereka kembali menuntaskan lantai dua dengan level kesulitan yang sedikit lebih sulit, mereka pun menuju lantai tiga yang dimana Mini Lion terus berdatangan.
Akhir nya Kevin mulai kewalahan untuk menahan mereka semua di mana coldown Stone Spike nya tidak bisa mencapai kedatangan monster sedangkan untuk skill lain nya Kevin bisa saja membunuh para Mini Lion ini tanpa memberikan hit terakhir pada tim Poxy.
"Karin gunakan Poison Mist!" Ucap Kevin yang tidak kehabisan akal.
"Baiklah." Karin langung melemparkan banyak utem Poison Mist yang mulai meracuni dan menslow seluruh target.
Poxy dan teman nya tidak menyianyiakan kesempatan yang Kevin berikan dan langsung menyerang menggunakan skill skill mereka.
Mereka terus menyerang dan membuka jalan hingga akhir nya tiba di lantai yang menuju lantai empat.
"Akhir nya tiba di zona aman." Ucap Poxy beristirahat karena stamina mereka benar benar terkuras.
"Bu-bukan kah itu tadi adalah item yang sangat mahal?" Bertanya Penyo menyadari item yang di gunakan oleh Karin tadi.
"Ah ini? Ini nama nya Poison Mist, ada banyak macam, ada yang bisa menslow target ada juga yang bisa mengurangi hp target." Jelas Karin memperlihatkan kedua jenis racun kabut ciptaan nya.
"Ini kan item yang sedang populer si situs toko item dan lagi hanya di jual di toko Angel saja." Ucap Penyo.
"Benar kah?" Poxy langsung tertarik.
"Kalau tidak salah harga setiap satu item adalah satu gold." Ucap Penyo.
"Eh!?" Terkejut Poxy dan teman lain nya. "No-nona Karin, seberapa banyak anda menggunakan item ini tadi?" Bertanya Poxy dengan wajah masam membayangkan harga nya.
"Mm.. tunggu sebentar.. tujuh- sebelas- oh sekitar dua puluh item." Jawab Karin dengan santai nya.
"Apa!?" Poxy dan lain nya langsung terkejut setengah mati.
"Tenang saja kalian tidak perlu item yang di gunakan oleh tentara bayaran, aku tidak tau untuk tentara bayaran lain tapi." Ucap Kevin.
"Tapi kami hanya membayar sepuluh Gold saja untuk menyewa kalian, bukankah pengeluaran kalian sudah lebih dari bayaran yang kalian terima?." Ucap Poxy.
__ADS_1
"Ya.. tidak semua tentara bayaran menginginkan uang, kami hanya menginginkan party untuk masuk kedungeon karena kami sedikit bingung ingin menuju dungeon yang mana, jadi kalin tidak perlu memikirkan nya." Ucap Kevin menenangkan.
"Tapi nona Karin hebat juga yah bisa mendapatkan item nya, setahu saya item itu akan langsung habis kurang dari satu menit setelah terpajang di toko." Ucap Penyo.
"Hehe itu karena aku sendiri yang membua- aduh! Apa apaan sih Kevin!" Karin baru saja ingin menyombongkan diri namun mulut kepala nya sudah di pukul oleh Kevin karena tidak mungkin Kevin menyumbat mulut nya yang sudah terdapat masker yang menutupi.
"Karin adalah Assassin yang bergantung pada racun jadi dia sangat bersemangat untuk menunggu item terbaru dari toko Angel." Ucap Kevin yang ingin sesikit menyelamatkan reputasi Karin karena biasa jya player yang membuat racun sedikit di benci oleh para player yang tidak memiliki skill imune.
"Padahal aku juga selalu menunggu tapi kenapa aku tidak pernah mendapatkan nya." Lesu Penyo membalas.
"Aku juga mendapatkan ini loh." Karin menunuukkan item lain setelah paham maksud Kevin mengetuk kepala nya.
"Wah..! ini adalah Mist Ball dan Light Bom!" Mata Penyo langsung berbinar melihat dua item di tangan Karin.
"Kau bisa memiliki nya." Karin memberikan dua item tersebut karena merasa terpuji setelah mendengar ada seseorang yang selalu menanti karya terbaru nya.
"Benar kah!?" 0enyo tidak menyangka.
"Ya aku masih punya banyak." Ucap Karin tersenyum.
"Terima kasih banyak nona." Penyo berteima kasih dan menerima pemberian Karin.
"Haha maaf sedikit merepotkan." Poxy meminta maaf atas kelakuan teman nya.
Mereka beristirahat sambil terus berbincang bincang selama tiga puluh menit dan akhir nya mereka memutuskan untuk memasuki lantai empat.
[Lion, Lv 60 (Easy Monster.)
Hp, 60.000.]
Hp, 65.000.]
[Lion, Lv 60 (Easy Monster.)
Hp, 60.000.]
Tiga ekor singa dengan ukuran yang sebenar nya pun muncul menyambut mereka begitu mereka menginjakkan kaki mereka di lantai.
"Singa mini nya mana?" Bertanya Karin kecewa.
"Serang saja singa besar nya, Stone Spike!"
Kevin mencoba untuk menggunakan skill nya tersebut namun Lion ini memiliki insting yang tajam serta Agility yang tinggi sehingga mudah bagi mereka untuk menghindari serangan Aoe Kevin.
Roarr!
Auman dari Lion langsung memberikan efek Debuff berupa slow selama tiga detik pada Kevin dan lain nya.
__ADS_1
Grr!..
Salah satu Lion memanfaatkan kesempatan tersebut dan langsung menyerang kearah Kevin yang tadi memberikan serangan pertama.
"Debuff Dispel!" Penyo memberikan suport penghilang debuff pada Kevin namun sayang nya skill suport tersebut hanya berlaku pada satu target saja dengan coldown yang lumayan lama.
"Thank you Penyo." Kevin kemudian menyiapkan prisai nya dan menangkis serangan dari singa tersebut.
Crash! Ting!
Cakar Lion hanya mendarat pada perisai Kevin dan tidak memberikan damage sama sekali.
"Sword Slash!"
Kevin mundur satu langkah menggeser perisai nya memudian menebas Lion tersebut yang membuat Lion itu mundur
Sresh!
-30.000
"Bersiap untuk serangan selanjut nya!" Teriak Kevin saat melihat tiga Lion tersebut membuka mulut dan mengumpulkan sejumlh energi kedalam mulut nya.
Shot! Shot! Shot!
Tiga tembakan aneh dari mulut Lion langsung meluncur.
"Ice Shield!" Pero menggunakan prisai es untuk melindungi diri nya dan teman teman nya.
Bang!
Sementara Kevin hanya menggunakan perisai nya untuk berlindung saat sebuah tembakan yang kemudian mendarat dan meledak di perisai Kevin.
Bom!
Kevin sedikit terdorong mundur akibat ledakan tersebut sementara dinding es yang melindungi Poxy dan lain nya langsung hancur.
"Kalian baik baik saja!?" Kevin langsung menanyakan keadaan klien nya.
"Kami baik baik saja! Bagaimana dengan nona Karin!?" Jawab Poxy kembali bertanya.
"Serangan selambat itu belum cukup besar untuk bisa mengenaiku." Jawab Karin yang tadi dengan mudah menghindari serangan tersebut.
"Nona Karin memang hebat." Puji Penyo.
"Suport aku!" Kevin langsung berlari kearah depan untuk menyerang Lion karena Kevin yakin, serangan sebesar tadi pasti memiliki coldown yang cukup lama.
"Baik! Water Cutter!" Jawab Poxy melemparkan satu serangan air yang memotong kearah satu Lion.
__ADS_1