MMORPG World For Adventure

MMORPG World For Adventure
Chp 21, Mengalahkan Boss Slime


__ADS_3

Ruangan Boss Slime


"Boss Purple Slime! Dia beracun!" Kevin berteriak meskipun sebenarnya kabutnya tidak terlalu menghalangi pandangan.


"Aku tahu itu." Karin pun menghujani bos slime dengan banyak kabut asap berwarna hijau dari Green Mushroom. "Makan itu!" Karin benar benar menikmati saat melihat tubuh slime tidak dapat bergerak.


"Wind Slash!" Kevin langsung mengirimkan serangan jarak jauh.


-300


"Silent Step... Dark Blade!"


-350


-300


-280


Karin mulai menyayat tubuh slime disana sini untuk mengambil hit terakhir berniat mencurangi Kevin.


"Kau terlalu pemula untuk mengalahkanku dalam mencuri damage terakhir.. Sord Slash!" Satu pedang Kevin bengarah lurus mengikuti garis Vertikal seakan ingin membelah Slime.


-400


-Level Up +1


[Selamat telah menyelesaikan Slime Dungeon.]


Suara sistem terdengar menggema diruangan gua saat tubuh slime berubah menjadi partikel cahaya dan menjatuhkan drop item.


"Kau- Sial!" Karin menghentak hentakkan kakinya kessal karena Kevin mendapatkan hit terakhir meskipun sebenarnya Karin juga tetap mengalami penaikan level bahkan dua level sekaligus.


"Mari kita lihat drop itemnya." Kevin mencoba mengabaikan Karin dan mulai melihat tumpukan Drop item.


[Liquit Purple Flower


Sebuah cairan liquid yang dapat menambah 2 point agility setiap kali penaikan level.]


[Skill Class - Poisoner


Pembuat racun.


Syarat pengguna " Level 15.]


[Skill Class - Dual Sword


Mengizinkan player mengguanakan dua pedang sekaligus.


Syarat pengguna : level 15.]


Hanya tiga itu saja yang menarik perhatian Kevin yaitu dua skill tome dan satu liquid aneh.


"Minum ini." Kevin melemparkan liquid tersebut pada Karin.


"Racun?" Karin melototi Kevin.


"Baca dulu statusnya makanya!" Ucao Kevin menekankan setiap kata katanya.

__ADS_1


"Bukankah ini item langkah? Ini bisa meningkatkan kecepatan assassin setiap menaikkan level tanpa menggunakan skill point." Karin sangat terkejut.


"Minumlah lagin itu akan lebih berguna jika digunakan oleh assassin sepertimu." Ucap Kevin.


"Baiklah." Kevin langsung meminumnya dengan sekali tegukan.


Cahaya ungu kemudian memyelimuti tubuhnya yang perlahan burubah menjadi mana yang memutari tubuh Karin dan perlahan menciptakan kabut ungu.


"Uhhuk uhhuk!" Terdengar suara batu Karin dari dalam kabut.


"Kau kenapa Karin?" Bertanya Kevin tapi tiada nada khawatir sama sekali.


"Karakterku tesedak."


"Memang bisa?"


"Aku buktinya!" Berteriak Karin.


"Oh iya satu lagi mungkin ini cocok untuk job assassin." Kevin memberikan sebuah class skill pada Karin sambil menujukkan class skill yang juga ingin dia ambil agar Karin tidak menolak.


"Ini class skill jika kita jual bisa mencapai harga lima puluh juta loh Kevin." Karin agak menyayangkan.


"Calss skill pembuat racun sangat cocok untuk assassin tapi juga sangat berbahaya jika diberikan pada orang lain itu akan sangat berbahaya bagi kita dimasa depan jika harus berhadapan denganya lagi. Mungkin saja diluar sana ada orang yang menggunakan class peracun jadi kita jangan menambah bahaya lagi jadi lebih baik kau menggunakannya dan menyembunyikan classmu karena bisa saja kau diburu oleh pemain lain karena dianggap berbahaya." Jelas Kevim. Memang seperti itulah realitanya.


Kebanyakan job assassin memang selalu bersifat pengecut karena jarang sekali ingin melakukan pvp dan lebih memilih untuk mengambil hit secara diam diam lebih tepatnya mencuri damage jadi sekalian saja dijadikan karakter pengecut dengan bertarung menggunakan racun yang jelas melanggar kode petarung.


"Baiklah tapi sekatang kita berdua tidak dapat menggunakannya karena level." Karin menyimpannya.


"Kita akan menggunakannya saat level kita lebih tinggi. Penaikan level kita sudah termasuk ceoat karena hanya perlu beberapa kali login saja sudah mencapai level sepuluh sedangkan banyak player yang perlu sampai satu minggu." Jelas Kevin.


"Pilihla yang ingin kau ambil lalu aku akan menjual sisanya. Untuk hasil akan kita bagi dua." Ucap Kevin.


"Benarkah?" Karin berbinar mendengar rupiah.


"Tetap harus dikeluarkan dulu lima persen untuk biaya tokoku." Lanjut Kevin.


"Cih." Berdecak Karin.


"Ayo keluar."


Mereka kembali kekota sebelum logout untuk beristirahat didunia nyata karena mereka hanya tidur selama empat jam sebelu memasuki game jadi mereka harus kembali kedunia nyata untuk tidur selama empat jam lagi untuk mencukupi jadwal jam istirahat tubuh mereka.


...


03:00 subuh


Karin dan Kevin yang sudah keluar dari game langsung segera tidur untuk mengistirahatkan tubuh mereka, tentu mereka juga sudah memasang alarm untuk bangun tepat waktu.


....


07:00


Kriiing!! Kriiiing!! Kriii- tak!


"Hoaaam mm.." Kevin berdiri menuju kejendela kamar dan membuka gorden. "Mm selamat pagi untuk hari yang cerah." Memang sempat kesilauan tapi Kevin segera mengucaokan selamat pagi untuk hari barunya.


Langkah bangun pagi.

__ADS_1


Peregangan tiga puluh detik.


Cuci muka sikat gigi.


Ambil handuk.


Mandi.


Sampo habis -_- Pakai sabun.


Basuh.


Keringkan badan.


Pakai baju, kedapur.


...


Dapur.


Kevin mulai memasaknasi dengan mesin khusus dimana hanya perlu menekannya beras akan secara otomatis keluar daribpenyimpanan dan dicuci sendiri sebelum dimasak otomatis yang akhirnya bisa dimakan dalam tiga puluh menit tapi yang membuat kevin kepikiran adalah itu hanya pelru ditekan sekali saja kenapa nasi buatan Karin bisa gosong.


Kevin menyiapkan menu lain dengan mencoba merebus daging dengan beberapa rempah sederhana sedangkan sayuran yang ada dikulkas hanya Kevin cuci sebelum dipoyong dan ditaburkan garam saja dan disajikan begitu saja dalam mangkuk.


Semuanya selesai dalam waktu tiga puluh menit tepat saat nasi siap dihidangkan tapi dari tadi Karin tidak muncul muncul dan tidak mungkin juga dia masih tidur karena alarmnya sudah tidak berbunyi kecuali dia lupa nyetel alarm.


Kevin ntah kenapa memiliki virasat buruk akan hal ini dan yang mungkin biasanya Kevin akan langsung mengedor pintu jika Karin terlambat seperti ini memilih untuk mengetuknya saja.


Tok! Tok! Tok!


"Karin! kau didalam kah!? Bertanya Kevin.


Tidak ada jawaban.


"Karin! Aku masuk yah!" Kevin mencoba membuka pintu tapi malah terkunci. "Ais." Kevin segera pergi dan mengambil kunci cadangannya.


Klak! Krieet!


"Karin aku masuk, aku sudah masuk sih." Ucao Kevin saat melihat Karin masih berbaring dengan selimut tebal yang menutupi tubuhnya.


"Karin ada apa? Oi?" Kevin agak panik saat mendengar napas Karin yang memburuk karena Kevin sangat sensitif dalam mendengarkan napas seseorang.


"Oh Kevin kau disini.. ntah kenapa.. huh rasanya semua badanku agak.. kepanasan huh." Karin kesulitan untuk berbicara.


Kevin menempelkan punggun tangannya pada jidat Karin dan menyingkirkan poninya. Karin jauh terlihat cantik saat tidak menggunakan kacamata tapi bukan hal itu yang harus Kevin pikirkan.


"Kau demam Karin. Sejak kapan?" Bertanya Kevin.


"Semalam saat.. huh.. pulang dari jogging.. perasaannku sudah.. huh.. mulai tidka enak.." ucap Karin menkawab.


Kevin segera memikirkan semua penyebabnya dan satu hal pasti yaitu pelatihannya yang terlalu berlebihan pada peningkatan stamina padahal dia belum melatihnya meningkatkan kekuatan tubuh. Pelatihan pertama Kevin dulunya juga adalah peningkatan pada kekuatan tubuh sebelum stamina.


"Sial aku benar benar melupakannya.. maaf Karin." Kevin mulai memikirkan segala hal untuk membantu Karin. "Kau kerumah sakit saja yah." Saran Kevin karen tidak pernah merawat orang sakit. Jika dia sakit maka hanya perlu menelpon Alka maka dia akan mengantarnya kerumah sakit.


...----------------...


Alfa_RZ: lanjut gak nih? soalnya gak ada komen dan like.

__ADS_1


__ADS_2