
Di depan gerbang Liden City
"Apa perlu kita memberitahu penjaga kota jika ada monster Ogre dihutan terdekat?" Bertanya Karin setelah berhasil sampai di depan gerbang kota.
"Fame ku lumayan tinggi aku akan mencoba untuk memberi tahu perajurit digerbang kota." Ucap Kevin mendatangi seorang perajurit yang sedang berjaga.
(TL note: Fame adalah sebuah kepercayaan karakter NPC terhadap player, biasanya didapatkan setelah mengerjakan tugas atau berinteraksi dengan NPC.
NPC: Non Player Character.)
"Nn baiklah." Mengangguk Karin sebelum mengikuti Kevin.
"Permisi tuan." Kevin menyapa dengan sangat sopan.
"Ada apa petualang." Perajurit tersebut menjawab Kevin dan bertanya.
"Saya melihat satu Ogre di wilayah Crazy Monkey dihutan ini, apakah itu tidak berbahaya untuk penduduk kota?" Kevin memberitahu sekan bertanya.
Perajurit tersebut nampak ragu untuk mempercayai Kevin namun karena fame perajurit Kevin yang lumayan tinggi dia mulai sedikit mempercayainya. "Apa kamu memiliki suatu bukti?" Bertanya perajurit tersebut.
"Ah! ini." Cepat Kevin memperlihatkan Core Ogre yang ia kalahkan tadi.
"Core Ogre? Apa kamu yang mengalahkannya?" Bertanya perajurit tersebut kaget.
"Iya saya dan rekan saya memasang jebakan dan Ogre tersebut terperangkap disana, saat Ogre itu dalam keadaan lemah kami langsung menghabisinya." Jawab Kevin membuat alasan.
"Pemilik jiwa abadi memang hebat, kamu akan diberikan hadiah jika laporan ini dipastikan benar jadi untuk saat ini core Ogre akan saya ambil sebagai bukti untuk ditunjukkan pada walikota." Ucap perajurit tersebut.
"Terima kasih tuan." Ucap Kevin sebelum pamit.
Setelah tiba didalam kota.
"Kevin aku akan Logout dulu." Ucap Karin meminta izin.
"Ada apa tiba tiba?" Kevin kebingungan karena Karin tiba tiba ingin Logout.
"Ini sudah hampir batas waktu pemakaian helm VR jadi aku harus beristirahat sebentar." Jawab Karin.
Meskipun sebenarnya seseorang dapat bermain lebih lama menggunakan helm VR karena berhenti sebentar hanyalah sebuah saran untuk meringankan beban kerja fungsi otak saja namun Karin memilih untuk mengikuti petunjuk sekalian membersihkan tubuhnya.
"Baiklah, aku masih ingin mencari perlengkapan yang bagus, prisai ku tiba tiba tiba retak saat melawan Ogre tadi." Ucap Kevin mengangguk dan masih ingin bermain lebih lama.
Memang kadang Kevin menemukan drop item shield/perisai namun Kevin ingin mencari yang lebih kuat untukmeningkatkan efisiensi saat berburu.
"Sampai jumpa." Karakter Karin langsung menghilang.
"Ya sampai jumpa." Kevin kemudian berjalan kearah pasar dimana banyak toko dan lapak yang menjual berbagai perlengkapan, baik itu perlengkapan dari NPC maupun player yang membuka toko.
Saat Kevin akan menghampiri salah satu lapak disana tiba tiba dari salam sebuah gang yang sangat sempit dan gelap seorang gadis berlari dan menabrak Kevin.
__ADS_1
Buk!
-100
Karena perbedaan level gadis tersebut malah terpental hingga jatuh karena menabrak Kevin namun Kevin juga tetap menerima sedikit damage.
"Maaf-"
"Maaf-"
Kevin dan gadis tersebut secara bersamaan meminta maaf namun saat Kevin mencoba untuk menolongnya gadis terbut malah menabrakkan kepalanya kekepala Kevin.
Buk!
-100
Gadis tersebut langsung pingsan sementara dari gang beberapa orang yang terlihat mengejarnya langsung berhenti karena takut ketahuan oleh penjaga.
"Eh! Fani?" Kevin baru sadar bahwa gadis yang menabraknya adalah player yang dulu ia tolong di sarang Goblin.
Kevin membungkuk sebelum menjepit hidung Fani menggunakan kedua jarinya untuk membangunkannya.
"Umm.. ah." Fani sempat meronta rona sebentar sebelum terbangun namun yang pertama kali ia lihat adalah arah gang gelap tadi.
"Kau pura pura pingsan kan." Ucap Kevin.
"Bayar hutangmu." Kevin memajukan tangannya seakan meminta uang.
"Hutang?." Fani memiringkan kepalanya seakan kebingungan.
"Waktu itu kau berjanji akan membayar potionku kan? Nah bayar sepuluh koin emas jika ditambah pertolonganku." Ucap Kevin memalak.
"Bailah baiklah ini." Fani tanpa pikir panjang atau menawar langsung memberikan sepuluh koin emas pada Kevin.
Meskipun sempat terkejut karena Fani langsung menyetujuinya namun Kevin menerimanya tanpa sungkan. "Oke senang berbisnis dengan anda nona." Tersenyum Kevin.
"Ini bukan bisnis ini palak." Cibir Fani.
"Kalau begitu saya permisi nona." Kevin berpura pura tidak mendengar cibiran Fani dan pamit.
Kevin mendatangi lapak yang ia lihat tadi untuk menanyakan prisai namun entah kenapa Fani malah mengikutinya, setelah puas bertanya tanya harga Kevin kembali bangkit dan pindah ke lapak lain untuk menanyakan harga namun Fani masih mengikutinya.
"Mm Fani untuk apa kau mengikutiku?" Kevin berbalik dan bertanya.
"Aku tidak mengikutimu." Fani menolak tebakan Kevin yang sangat benar.
Kevin tidak lagi memperdulikannya dan langsung menuju kelapak yang tadi sempat ia kunjungi.
"Oh petualang senang berjumpa dengan anda lagi." Ucap pemilik lapak dimana Kevin sangat mudah untuk diingat karena banyak tanya tentang harga.
__ADS_1
Kevin mengambil sebuah prisai yang cukup panjang hingga menutupi kaki hingga perutnya. "Lima koin emas maka saya akan mengambilnya." Tawar Kevin.
"Maaf petualang, jika anda ingin menawar tolong pikirkan untung kami, sepuluh koin emas itu sudah harga terendah." Ucap pedagang tersebut karena sebelumnya Kevin sudah menawarnya dari lima belas koin emas hingga sepuluh koin emas sebelum pergi.
"Saya sepertinya melihat yang lebih baik disana tadi." Kevin menyimpan prisai dan akan menuju lapak yang lain.
"Baiklah baiklah sembilan koin emas oke?." Pedagang mulai menurunkan harga.
Tersenyum Kevin dan berbalik. "Tujuh koin emas." Kevin memberikan sedikit harapan dimana tidak mempertahankan harga tawarnya.
"De-delapan koin emas lima perak, itu sudah harga terendah ambil ini sebagai bonusnya." Pedagang sudah mencapai batas penurunan harga dan memberikan Kevin sebuah batu dengan tulisan kuno.
"Untuk apa item tidak berharga ini? Tapi baiklah akan kuterima." Kevin langsung membayar delapan koin emas lima perak dan mengambil prisai tersebut plus item batu tersebut.
"Baik semuanya pas, silahkan bonusnya." Pedagang tersebut memberikan batu yang memiliki tulisan kuno tadi pada Kevin.
Setelah menerima semua item, Kevin langsung pergi meninggalkan pasar namun Fani masih mengikutinya.
[Anger Shield (Rare)
Sebuah perisai amarah yang di tempa khusus dari berbagai core monster.
Skill Aktif: Buff, meningkatkan Devense, Agility dan Attack seluruh party sebesar 20%
Mana Cost: 1.000
Time Limit: 10 detik
Coldown: 1 menit.
Skill Passif: Aoe, Mengeluarkan suara auman setelah di charge dalam pertarungan yang akan men slow target yang mendengarnya.
Ketahanan: 13.005/15.000.]
"Sepertinya aku harus mencari penempa untuk memaksimalkan ke tahanannya lain kali." Ucap Kevin dimana ketahanan prisai tersebut telah menurun hampir dua ribu.
"Nee Kevin, kenapa kau membeli item batu tidak berguna itu?" Fani bertanya karena batu yang diambil Kevin hanya memperlihatkan status dengan nama stone saja.
"Seharusnya aku yang bertanya kenapa kau mengikutiku dari tadi?" Kevin balik bertanya.
"Hehe sebenarnya aku hanya mencari perlindungan, beberapa player memburu ku karena sering mengacaukan Raid." Jawab Fani sambil menggaruk bagian belakang kepalanya.
"Aku bukan pelindungmu." Kevin tidak ingin berurusan dengan hal yang merepotkan.
"Awalnya mereka mengundang ku masuk tim mereka sebagai healer tapi akhirnya aku tidak bisa berbuat banyak dan malah mengacaukan tim." Fani sama sekali tidak mendengarkan Kevin.
"Dengarkan aku oi." Kevin bersiap untuk Logout.
(TL note: Healer adalah job yang biasanya paling dicari didalam sebuah game RPG, mereka dapat memulihkan Hp selama pertarungan namun karena serangan mereka yang lemah, banyak player menjadi tidak ingin menggunakan job tersebut.)
__ADS_1