
[Status
Kevin, Lvl 18 (115/190)
Ras : Half Human.
Healt Point : 18.000/18.000.
Mana Point : 18.000/18.000.
Job : Warior.
Class : (Dual Sword)
Title : (Helper)
Fame NPC : 90
Fame perajurit : 100
Skill Point : 0
Str : 32
Agi : 15
Int : 8
Dex : 15
Perlawanan Elemen
Api : 0
Air : 5
Udara : 9
Tanah : 0 ]
Kevin berjalan ditengah kota sambil mengatur beberapa statnya sampai akhirnya malah menabrak seorang NPC.
"Ah! maaf." Kevin langsung meminta maaf.
"Saya yang harusnya meminta maaf." Perempuan NPC yang Kevin tabrak malah meminta maaf balik seperti ketakutan pada Kevin.
Beberapa NPC yang pernah menjadi korban penipuan atau sekedar korban bullying dari para player arogan mengakibatkan beberapa NPC ketakutan pada para player jadi kemungkinan perempuan yang meminta maaf pada Kevin adalah mantan korban player yang suka menindas NPC.
"Maaf saya yang tidak melihat anda." Kevin langsung membantu NPC tersebut memungut kantong roti yang sempat dijatuhkan oleh NPC tersebut.
"Te-terima kasih." Ucap perempuan itu mengambil roti ditangan Kevin dan segera pergi.
-Fame +10
[Misi mengumpulkan fame selesai!!!
Reward : Class skill.]
[Class skill - Alchemist
__ADS_1
Pelajari : Ya / Tidak.]
'Bagus satunya seorang pembantai satunya seorang penolong.' Batin Kevin hampir berteriak karena classnya berlwanan dengan class sampingan Karin.
"Ada apa Kevin?" Bertanya Karin saat melijat wajah Kevin agak ditekuk.
"Maaf Karin! Aku pergi dulu yah!" Kevin langsung melarikan diri kearah sebuah gang sempit.
...
Ditempat Kevin.
[Class skill - Alchemist
Pelajari : Ya / Tidak.]
"Ya." Kevin menekan opsi ya.
Perlahan sebuah kehangatan memasuki tubuhnya kemudian menampilkan berbagai informasi tentang cara cara membuat potion maupun potion apa saja yang dapa Kevin buat untuk saat ini.
"Baiklah saatnya berburu rumput herbal dan rumput spirit!" Kevin melihat bahwa bahan utama membuat health potion dan Mana potion adalah dua rumput tersebut.
Kevin mengikuti map sistem dan mendapatkan toko herbal dengan cepat Kevin memberli secukupnya.
Harga untuk satu batang rumput yaitu dua Copper dan Kevin membeli menggunakan dua koin gold untuk dua jenis rumput dengan kata lain Kevin membeli lima puluh batang rumput untuk setiap jenisnya.
Menurut Kevin jika hanya untuk coba coba membuat potion saja maka itu sudah cukup.
...
"Yo Karin!" Sapa Kevin tapi penampilan Karin sudah berubah saat dia kenbali.
"Penampilanmu berubah. Apa kau membelinya?" Bertanya Kevin karena jelas dia tidak pernah memungut drop item seperti yang Karin gunakan sekarang.
Karin menggunakan pakaian serba hitam yang tidak menutupi pusatnya tapi setidaknya sekarang bagian bawahnya lebih panjang dengan menutupi hingga dibawah lutut juga sepatu hitam dan syal ungu gelap yang sangat cocok dengan rambut ungu panjang yang beru saja ia ikat kebelakang.
Syal yang digunakan Karin sendiri panjangnya mencapai lutut Karin meskipun dia sudah memasangnya dilehernya.
"Ah aku membelinya, menggunakan syal lebih baik dari pada masker." Ucap Karin memegang syalnya.
"Rambutmu?"
"Aku hanya mengikatnya, rambut karakter tidak dapat diubah kecuali saat membuat karakter sedangkan ini terlalu mengganggu saat aku bertarung." Karin menjelaskan.
"Baiklah, apa kau mau cari makan?" Kevin mengajak Karin untuk makan karena sebentar lagi karakternya akan kelaparan.
"Oke dimana?"
"Disini saja." Tunjuk Kevin kesebuah restorant dibelakang Karin.
...
Didalam Restorant
"Rasanya lebih baik dari roti hambar kemarin." Komentar Karin memakan makanannya.
Tiba tiba sekelompok petualang berjumlah empat orang mendekat tapi jelas mereka terlihat seperti pemula apa lagi level mereka paling tinggi adalah level enam.
"Permisi apa saya bisa duduk disini?" Bertanya satu orang diantara mereka yang berpenampilan warior dengan menarik kursi.
__ADS_1
"Ada apa?" Bertanya pula Kevin karena tentu tujuan orang ini bukan hanya untuk duduk dimejanya karena masih ada meja lain yang kosong sedangkan ketiga temannya dia biarkan berdiri.
"Eeh anu saya mendengar dari player lain bahwa kalian adalah party yang kuat dikota pemula ini jadi saya ingin bertanya apa anda bisa membantu kami membersihkan dungeon?" Bertanya dia yang masih kebingungan menyusun kata katanya.
"Nama?" Kevin agak risih karena orang ini berbicara tanpa memperkenalkan nama walaupun dia sudah tahu dari kursornya juga sih dan dari logat berbicaranya dia pasti orang luar negeri yang menggunakan auto voice translit.
"Maaf saya lupa memperkenalkan nama, nama saya Jin. Jika anda mau membantu kami membersihkan dungeon kami bisa membayar anda dengan sepuluh koin emas saat setelah menaklukkan slime dungeon tingkat normal." Ucap Jin menawarkan pekerjaan.
Bagi petualang pemula atau level rendah sepuluh gold adalah jumlah yang fantastis untuk akun awal tanpa top up tapi berbeda dengan Kevin.
Selain membuang waktu misi ini juga sangat merepotkan karena harus melindungi empat petualang pemula yang kekuatanya jauh dari kata cukup untuk memasuki slime dungeon tingkat normal, selain itu Kevin juga harus memberikan hit terkahir pada mereka karena tujuan awal adalah membantu manikkan level.
Barus saja Kevin ingin menolaknya tapi sebuah pesan dari Karin masuk kenotifikasinya.
"Kami bisa saja membantumu tapi, kamu harua menambah upah kami." Ucap Kevin menawarkan.
Semua teman Jin terkejut. "Tapi ini adalah harga tertinggi yang dapat kami gunakan." Jin segera menyela.
"Bukan. Ini bukan maslah uang tapi aku ingin semua drop item Pure Liquid ungu menjadi milik kami." Ucap Kevin karena itulah permintaan Karin tadi dipesan.
"Deal!" Sepertinya Jin tahu apa itu Pure Liquid ungu dan tahu jelas kegunaannya yang tidak terlalu berguna kecuali untuk membuat prank pada teman dengan meracuni makanannya.
"Baiklah kapan kalian akan menaklukkan dungeon?" Kevin bertanya.
"Kalau bisa sekarang yah sekarang saja." Usul Jin.
"Baiklah."
...
Slime Dungeon.
"Siap yah?" Bertanya Kevin siap membuka dungeon didepannya karena harus dialah yang memimpin, level jin dan lainnya masih sangat rendah untuk membuka dungeon.
"Oke!"
[Selamat datang di slime dungeon.]
"Kau bisa mengambil alih pemimpin sekarang Jin." Ucap Kevin.
"Baik! Tanker maju! Mage siap memberikan buft! Arher berikan damage sebanyak banyaknya!" Berteriak Jin memimpin party nya untuk membasmi beberapa slime level rendah.
Formasi mereka terus berlanjut seperti itu dan saat semakin dalam dan level slime semakin naik, Karin mulai menyicil damage slime agar dapat dieliminasi oleh party Jin dengan mudah.
Berkatnya mereka dapat dengan mudah menumpas para slime sampai akhirnya tiba diruangan boss.
Walaupun sebenarnya Karin membantu mencicil damage tapi Kevin melarangnya untuk terlalu banyak membantu agar party Jin bisa mendapatkan pengalaman tempur dan pengalaman exp yang lebih.
Ruang boss.
"Dengar.. boss slime ini dapat berubah warna dan tipe serangannya mengikuti jenis slime yang dia tiru juga dia akan berubah menjadi Purple slime saat health pointnya dalam kondisi kritis." Ucap Kevin memberikan informasi yang berguna untuk party Jin.
"Kami mengerti." Jin menjawab sebelum kembali fokus memimpin timnya untuk mengalahkan boss slime.
Tentu saja jika hanya mereka saja maka mungkin akan diratakan dalam beberapa menit saja akhirnya Kevin maju dan bertugas sebagai tanker mereka sedangkan Karin tidak lagi memberikan damage tai lebih sering untuk menjaga mage dan archer dibelakang.
...----------------...
Follow akun instagram Author
__ADS_1
@reza_atmaja03