
Halaman rumah Kevin
Shuut! Tak!
"Nm... setelah lama tidak menggunakan panah sekarang bidikan ku sedikit meleset." Ucap Kevin padahal bidikannya hanya meleset lima centimeter.
Kevin kembali memgambil anak panah di slot di pinggangnya sebelum kembali membidik.
Shoot! Tak!
"Nice!" Kevin senang saat tembakannya kali ini tepat sasaran.
Kevin kembali memgambil anak panah dan mulai membidik, saat Kevin melepaskan anak panah yang melaju, dengan cepat tangan Kevin kembali mengambil anak panah dan menembakkannya lagi, itu terus Kevin ulangi hingga menghasilkan tiga tembakan berturut turut.
Shot! Shot! Shoot!
Tak! Tak! Tak!
Semua anak panah Kevin tepat sasaran pada tiga titik yang berbeda.
"Apa aku ini jenius? Apa seharusnya aku memang mengambil job archer saja yah dulu, tapi dulu bukan aku yang memilih job, sistemlah yang langsung membuat karakterku." Kevin masih mengingat saat ia login langsung di suruh memilih kota tanpa membuat karakter atau memilih job.
Kevin kembali mengambil anak panah dan ingin mencoba salah satu gaya berpanah selalu di ajarkan oleh ayahnya dulu.
Kevin memejamkan matanya sebentar dan mengatur napasnya sebelum mulai membidik dengan kuda kuda yang cukup aneh.
"Ha!" Berteriak Kevin saat memutar tubuhnya tiga ratus enam puluh derajat kearah kiri dengan terus menarik anak panah sebelum melepaskannya tepat pada putaran dua ratus sepuluh derajat.
Shoot!
Tak!
Tembakan anak panah Kevin langsung menghasilkan garis lengkungan saat berbelok dari putaran dua ratus sepuluh derajat berbelok kearah sasaran Kevin yang tadi namun hanya berhasil mengenai pohon di belakangnya.
"Memang sedikit sulit untuk tepat sasaran saat membuat panah ber belok, seandainya ini di dalam game mungkin aku bisa melakukannya jika Agilityku tinggi." Ucap Kevin kembali mengambil anak panah.
Kevin berlatih cukup lama hingga waktu makan siang pun datang, Kevin segera membereskan peralatannya dan mandi sebelum menyiapkan makan siang.
Kevin terlebih dahulu memanggil Karin di kamarnya sebelum makan siang.
"Kevin." Panggil Karin sementara makan.
"Apa?" Kevin menyahut tapi tetap fokus pada makanannya.
"Bukannya itu lebih baik di potong saja?" Tunjuk Karin menggunakan sendok kearah rambut Kevin yang di ikat.
"Biarkan begini saja dulu lagian ini juga tidak terlalu mengganggu." Jawab Kevin.
__ADS_1
"Hmm.." Karin kembali diam sebelum mengajak Kevin berbicara lagi. "Apa kau melihat web game?" Bertanya Karin.
"Belum ada apa?" Kevin cukup penasaran.
"Aku tadi ingin login tapi ternyata sedang peroses update, saat aku lihat di web ternyata penyampaiannya sudah sejak satu minggu yang lalu." Ucap Karin mengeluh dengan suara menangis.
"Oh yang itu? Aku sudah melihatnya." Ucap Kevin.
"Kenapa tidak memberitahu ku?" Karin mendengus.
"Ku kira kau sudah tahu, membaca web game yang di mainkan adalah hal umumkan?." Balas Kevin.
"Yah.. anu.. sebenarnya aku hanya fokus pada pencarian tempat berburu item." Ucap Karin mengalihkan padangan.
"Informasi terbaru adalah yang terpenting untuk player seperti kita." Kevin mengingatkan.
"Aku mengerti tapi.. bukankah ini terlalu lama, kita tidak bisa login sampai lusa besok." Keluh Karin.
"Sebaiknya kamu membaca fitur dan peraturan terbaru yang akan di update nanti." Ucap Kevin karena melihat sesuatu yang bisa mengakibatkan kekacauan bagi seluruh player.
"Aku akan melihatnya nanti." Ucap Karin.
"Juga manfaatkan hari libur ini untuk meningkatkan instingmu." Ucap Kevin.
"Kenapa harus insting?" Karin bertanya.
"Tapi aku sudah punya agility yang tinggi yang bisa menggantikan instingku di game." Ucap Karin.
"Meningkatkan instingmu di dunia nyata juga tidak ada salahnya." Ucap Kevin yang memang mengakui bahwa Karin saat berada di dalam game lebih mudah menyadari keberadaan musuh dari pada Kevin karena agility Karin lebih tinggi.
"Baiklah aku mengerti." Mengangguk Karin.
Mereka melanjutkan makanan siangnya dengan membahas beberapa metode latihan yang baik hingga akhirnya makan siang mereka selesai.
Kevin segera membereskan semuanya sementara Karin menuju kamarnya untuk melihat web yang di katakan Kevin yaitu fitur dan peraturan terbaru pada update game nanti.
Belum lima menit Karin membacanya dia sudah memegang laptopnya dan berlari kedapur untuk memberitahu Kevin.
"Kevin! Apa apaan ini!?" Berteriak Karin memperlihatkan layar laptopnya.
"Oh informasi mengenai update terbaru nanti." Jawab Kevin.
"Kenapa kamu bisa begitu santai? Perbandingan waktu akan di ubah loh, yang dulu satu banding dua sekarang hanya satu banding satu." Ucap Karin melihat perbandingan waktu antara dunia game dan dunia nyata yang tiba tiba di ubah.
"Ah, bajyak player yang mulai komplain akan itu." Ucap Kevin mengeringkan tangannya setelah mencuci piring.
"Bukankah ini akan menurunkan penghasilan kita juga?" Bertanya Karin.
__ADS_1
"Kamu juga melihat alasannya kan kurasa itu hal yang wajar." Ucap Kevin berjalan kearah ruang tamu.
"Memang ini di lakukan agar tetap dapat menjaga kestabilan fungsi otak player tapi.." Karin mengikuti Kevin.
"Beberapa penelitian menemukan bahwa peningkatan kerja otak hingga dua kali lipat akan menyebabkan cidera di hari tua jadi Nedizx Corporation pencipta game MMORPG World For Adventure memutuskan untuk menyamakannya dengan waktu dunia nyata." Jelas Kevin sebelum duduk di sofa.
"Aku mengerti itu tapi tetap saja ini rasanya sulit." Ucap Karin masih tidak dapat menerima.
"Lagi pula mereka menambahkan sistem gacha sebagai ganti yah meskipun itu tidak sebanding." Ucap Kevin.
"Gacha!" Karin langsung berbinar.
"Sebaiknya kamu tidak usah menggunakan sistem gacha itu hanya akan menghabiskan uangmu saja." Kevin mengingatkan saat Karin terlihat sangat tertarik.
"Aku mengerti kok." Karin menjawab namun ekspresi senang dengan mata berbinarnya masih belum hilang.
'Kau belum mengerti kan, pasti.' Batin Kevin melihat ekspresi Karin.
...
Selama dua hari Kevin terus berlatih dan meningkatkan skill berpanahnya sementara Karin masih terus melatih instingnya dengan metode yang Kevin ajarkan dan sesekali juga Karin melatih lemaparan pisaunya.
Akhirnya updatetan terbaru pun tersedia namun Kevin menyegel tiga kapsul VR yang ada di rumahnya baik yang berada dikamar Karin maupun di kamarnya agar tidak ada yang login.
Kevin ingin Karin fokus latihan sementara Yuri fokus untuk belajar dan sesekali melatih teknik berpedangnya.
Akhirnya lima hari kemudian segel telah di hilangkan dan Kevin bersama Karin dan Yuri siap untuk login.
...
20:00, 10/Januari/2031
"Link Start!" Ucap Kevin yang bersamaan pula kesadarannya di bawa kedalam game.
Karakter Kevin, Karin dan Fani terlihat di pusat kota secara bersamaan.
"Apa ini?" Karin langsung melihat hadiah yang ia dapatkan dari event Battle Royal tahun baru.
[Gold Medal
Di berikan kepada setiap player yang menduduki peringkat kesepuluh di dalam event game MMORPG World For Adventure. Dapat di tukar dengan skill khusus atau item.]
"Kurasa setiap player sepuluh teratas memilikinya, bagaimana apa kau ingin menukarnya dengan item atau skill?" Bertanya Kevin.
"Nanti saja, sekarang aku ingin menukarkan seluruh pointku menjadi gold hehe hehehe.." Karin tertawa aneh.
"Jubah dan topeng yang hanya di dapatkan saat mengikuti event tahun baru, dapat meningkatkan Fame dan topeng nya berfungsi layaknya Hidden Cloak." Ucap Kevin merasa sedikit beruntung meskipun kedua item tersebut tidak terlalu berguna baginya.
__ADS_1
4